NovelToon NovelToon
TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_va

Nara menjalin hubungan asmara dengan Dewa sejak duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian Nara dilamar sang kekasih. Tetapi, di hari pernikahan, Nara menikah dengan orang lain yaitu Rama.

Rama adalah tunangan sepupunya yang bernama Gita.

Hidup memang sebercanda itu. Dewa dan Gita diam-diam menjalin hubungan di belakang Nara. Hubungan itu hingga membuahkan kehidupan di rahim Gita.

Demi ayahnya, Nara menerima Rama. Menjadi istri dari lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap.



Simak cerita selengkapnya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_va, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Nara langsung duduk. Pipinya bersemu merah. Ingin bertanya apakah sudah lama memeluk Rama? Tapi, hanya mampu di dalam hati.

Guling....

Di mana guling itu? Nara celingukan, melihat gulingnya jatuh di lantai. Seharusnya ia tidak mengijinkan Rama tidur satu ranjang. Dikarenakan kalau tidur, Nara tidak bisa diam. Berubah-ubah posisinya.

"Mas Rama masuk kerja kan?" Nara turun dari pembaringan. Membuka tirai jendela supaya ruangan terang.

"Aku nggak kerja, Nara. Maksudku bukan orang kantoran. Kadang ngojek, kadang jadi staf WO, kadang ngamen di kafe. Aku kerja serabutan." jelas Rama seraya duduk di sisi tempat tidur.

Nara tidak tahu harus berkata apa. Dirinya masih bekerja di restoran, hari itu jadwalnya masuk siang.

"Aku akan berusaha mencukupi kebutuhan mu." Rama beranjak dari tempat tidur. "Jam sembilan kita pulang ke kontrakan ku."

"Iya, Mas."

Rama keluar kamar terlebih dahulu. Melihat Yuda dan Rahmat menikmati sarapan. Rama jalan terus ke kamar mandi, ingin mengosongkan kandung kemihnya.

Sedangkan Nara masih berdiri termangu. Wangi woody sepertinya menempel di pipi..

"Dia suamimu, Nara. Suamimu...."

"Nara...." Risna masuk kamar. "Ibuk akan mengembalikan seserahan lamaran dari Dewa."

"Ibuk sendirian?"

"Enggak. Ditemani bulek Tati." Risna melirik tempat tidur yang agak berantakan.

Nara berdehem karena grogi. Entah apa yang ada dipikiran ibunya itu.

"Nara, ibu percaya padamu. Kalau kamu akan menjadi istri yang baik." Risna menepuk pundak.

"Pekerjaan Rama memang biasa, tapi dia suami yang memperjuangkan kebahagiaanmu. Hormati Rama ya??"

Nara mengangguk.

"Rama jodohmu. Lupakan Dewa," imbuh Risna.

"Sana, sarapan. Jangan lupa layani suamimu."

"La... layani, Buk?"

Risna yang sudah berjalan, membalikkan badan. "Layani maksudnya, temani dia makan, buatkan minuman. Banyak maknanya, Nara. Termasuk memasak dan melayani di kasur."

Nara mengangguk lagi. Kecuali yang di kasur, dirinya belum siap. Perasaan dan tubuhnya menolak.

"Uhuk, pengantin baru. Bangunnya siang," goda Yuda, cengengesan.

"Apaan, sih, Yud?" Nara mendelik.

"Diem, Yud. Kunyah makanannya." hardik Rahmat.

Nara mengambil cangkir putih bergambar bola. Membuatkan kopi untuk Rama. Suaminya masuk ke ruangan dapur merangkap ruang makan. Rama ternyata sekalian mandi.

"Kopinya, Mas." Nara menaruh cangkir di meja makan.

"Makasih. Aku ke kamar dulu," sahut Rama.

Risna keluar dari ruangan kecil dekat dapur. Tempat menyimpan barang-barang yang jarang digunakan.

"Ini kopernya, Nara." Risna menaruh koper warna cokelat tua di dekat kulkas.

"Sering-sering main ke rumah ya?"

"Iya, Buk. Jarak tempuh cuma tiga puluhan menit bukan tiga ratus kilometer." canda Nara. Ada sedikit perasaan sedih menyusup, karena akan meninggalkan rumah, ibu, bapak, dan adik.

Rama keluar kamar, memakai kaus abu-abu dan celana panjang hitam. Duduk di sebelah Yuda yang sedang meneguk air putih.

Lima menit kemudian, Rahmat dan Yuda berangkat terlebih dahulu. Risna sibuk mengumpulkan seserahan, nanti sewa mobil ke rumah orang tua Dewa.

"Berangkat jam berapa, Bu?" tanya Nara.

"Jam delapan, lebih cepat lebih baik. Ibu nggak mau menunda-nunda." jelas Risna.

"Oiya, Rama. Bapak nanti yang akan mengajukan permohonan isbat nikah supaya pernikahan sah secara negara."

"Kalau bapak sibuk, biar aku saja, Bu," ujar Rama. Pernikahannya dengan Nara baru sah secara agama. Karena pernikahan yang mendadak ganti mempelai.

"Nanti atur saja sama bapakmu," tukas Risna.

"Iya, Buk." Rama kemudian menyeruput kopi.

...****************...

Tati mengendarai mobil pick up merah tua. Adik kandungnya Risna itu pernah jadi sopir bus antar kota jadi bisa menyetir.

"Nara, gimana kondisinya?" tanya Tati. "Waktu di pelaminan terlihat sedih banget."

"Mulai bisa menerima kenyataan," sahut Risna lirih. Sebagai seorang ibu, juga merasakan hal yang sama. Risna sudah menganggap Dewa seperti anaknya sendiri. Setuju saat melamar Nara yang usianya masih muda. Harapan dan impian membumbung tinggi. Tetapi, takdir kehidupan berkata lain.

"Kenapa Rahmat memilih Rama? Aku juga penasaran kenapa Rama mau menikahi Nara yang notabene sepupu Gita."

Risna membuang napas. "Entahlah, nggak ada alasan spesifik. Anggap saja jalannya Nara."

"Orang tuanya mantumu?"

"Rama bilang nggak punya keluarga."

"Eh, usianya Panji berapa tahun?"

"Dua enam. Kamu itu loh kayak wartawan," cibir Risna.

Tati memarkirkan kendaraan di depan rumah yang cukup besar dan berpagar kayu. Risna sudah memberitahu akan datang lewat pesan.

Risna mengetuk pintu pagar rumah. Harmi keluar lewat pintu garasi. Wajahnya tidak ramah.

"Taruh saja di teras." kata Harmi judes, dibukanya pintu pagar.

Risna dan Tati memindah seserahan satu per satu ke teras. Ada tujuh seserahan yang belum dibongkar Nara. Masih rapi.

"Sudah komplit. Kami permisi dulu." kata Tati.

"Aku dengar, Nara nikah dengan lelaki pengangguran. Bekas pacarnya Gita." sindir Harmi.

"Rama bukan pengangguran, dia bekerja." tukas risna.

"Rama memang bukan pegawai negeri atau bekerja kantoran. Setidaknya dia bisa jaga burungnya."

Harmi meradang mendengar sindiran risna. "Halah, yang penting Dewa bertanggung jawab."

"Urus saja keluargamu, jangan urusi Nara. Ngomong-ngomong daripada buang duit, seserahannya bisa dibawa waktu melamar Gita. Mari... kami sudah selesai." Tati menarik lengan Risna.

Kedua perempuan itu pulang. Risna juga sudah mentransfer balik uang sepuluh juta dari Dewa.

...****************...

Satu koper berisi pakaian Nara. Ditambah satu tas yang berisi sandal dan sepatu. Nara belum membawa semuanya karena jarak rumah yang tidak begitu jauh. Risna mengatakan mampir ke pasar, menyuruh Nara tidak menunggu. Kunci rumah disembunyikan di dalam pot bunga.

Saat keluar rumah, Nara melihat dua tukang bangunan tengah mengukur lebar dan panjang pagar. Nara juga melihat Mansyur.

Mansyur melengos melihat Nara dan Rama.

"Kopernya taruh depan." ucap Rama yang sudah duduk di atas motor.

"Iya, Mas." Nara mengangkat koper berukuran sedang. Koper pun mendarat di depan motor.

Nara yang membawa tas hitam duduk di belakang Rama.

"Udah siap?"

"Udah, Mas."

Motor milik Rama melaju pelan keluar halaman. Lajunya dipercepat saat di jalan beraspal.

Nara tersenyum gugup lalu membuang muka ketika bertemu pandang di kaca spion. Mata Rama hitam kelam, seolah sangat dalam dan mampu menenggelamkan.

Setelah menempuh perjalanan tiga puluh lima menitan, motor memasuki area deretan rumah tiga petak. Rumah Rama terpisah dan paling ujung. Lebih besar dari kontrakan lain. Berukuran 3x8.

Nara turun dari boncengan motor. Berdiri di depan jendela, menunggu Rama membuka pintu rumah.

"Selamat datang, Nara," ucap Rama membuka pintu lebar-lebar. Lalu menurunkan koper yang dibawanya masuk.

Ruang paling depan ada satu sofa panjang, meja televisi, rak sepatu, dan karpet tebal.

Nara menaruh tas jinjing di lantai, langkahnya menuju ruangan selanjutnya yang digunakan untuk istirahat. Kasur di bawah, hanya beralaskan palet kayu, satu lemari, satu rak gantungan pakaian.

Ruangan paling belakang dapur dan kamar mandi. Ada halaman kecil yang sekelilingnya dipagari. Ada tempat jemuran juga. Ternyata Rama tipe lelaki yang rapi dan tidak jorok.

"Pakaianmu taruh di lemari sebelah kanan. Aku mau keluar sebentar. Beli sabun cuci dan cemilan." kata Rama.

Nara membalikkan badan. "Iya, Mas."

"Mau titip apa?"

"Nggak ada."

Nara memandangi Rama yang berderap keluar kontrakan. Karena nanti jam satu berangkat kerja, Nara segera berjalan hendak mengambil koper.

Tanpa sengaja dia menjatuhkan tempat pakaian kotor yang terbuat dari rotan. Nara mendesah kesal. Kaos milik Rama ada yang menjulur keluar. Juga celana dalam yang membuatnya tersipu-sipu sendiri.

Celana dalam itu bertuliskan merek yang cukup terkenal polo Ralph Lauren. Kaus hijau tua bermerek sama.

Nara meraih kaus tersebut seraya membenarkan letak tempat pakaian kotor.

"Kemungkinan barang palsu. Satu celana dalam seharga empat ratus ribuan ...." desis Nara. Eh, mungkin Mas Rama belinya per bulan satu biji. Wajar bujangan beli pakaian branded. Tapi kok milih celana dalam? Siapa yang bisa lihat? Biasanya kan beli supaya bisa di pamerkan.

Kamu yang melihatnya Naraa...

Nara menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Dua sisi batinnya berdialog random.

1
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
sepanjang jalan kenangan kak😂
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜: Nah itu masalah nya😭😭😭😭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
꧁ռǟռǟ꧂
panggilan pak rete Kayak nama korea "suho eh suha" 😄😄😄
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Pingsan dong Bu😂😂😂

Org yg berpacaran kalau sudah menikah n tinggal brng akan ketahuan sifat nya
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Hmmmmm kecelakaan Radit di sengaja,

Nindy juga bukan anak radit kah 🤨🤨

Siapa dibelakang Bianca, yg pasti org penting yg bisa melindungi nya 👀
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Iri bilang bos 😂

Selalu menilai diri perfect, pdhal etikamu 0 NOL, , , , pamer sana sini ciihh, , , ,

Org macam spt mu harus di panasi sama kemesraan Nara & Rama
Tri Wahyuni: si gita minta di tampol 😭🤭
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
mulai kebongkar nih siapa Bianca...
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Yg banyak atuh kak,
nanggung kelanjutan nya 😬😬
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
𝐈𝐬𝐭𝐲
Bu Risna Shok ternyata memiliki menantu orang kaya😂😂
Tri Wahyuni: shik shak shock 🤭🤣
total 1 replies
꧁ռǟռǟ꧂
suka sama ceritanya tentang kehidupan sehari hari,, baca sambil bayangin, Kalo gk masuk di bayangan brati ceritanya kurang masuk di Hati......
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor...
𝐈𝐬𝐭𝐲
syirik bgt sih nih orang.. 😂😂
Tri Wahyuni: minta di tampol kayanya 😭🤣🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Nara maklumi saja suami mu ya dia kan polos...😂😂
Tri Wahyuni: pura² polos 🤣🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor..
Tri Wahyuni: baik. di tunggu updatenya kak 😍
total 1 replies
Poni Jem
sampai saat ini belum ada typo. masih baik untuk dibaca. semangat trs 👌
Tri Wahyuni
bagus 🥰
Tri Ayu
semangat berkarya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!