Marco Antonio Brown Salim cucu dari Konglomerat ternama di Indonesia dan Asia Pacific mendapatkan panggilan untuk pulang ke Jakarta oleh Opa nya usai Opa nya mendapatkan berita heboh di internet tentang kehidupannya yang amburadul di Amerika Serikat.
Dan ,sepulangnya ia ke Jakarta. Ia bertemu dengan Salsa Angelica Wijayanto sepupunya yang manis, mungil dan menarik perhatiannya sehingga ia pun memutuskan untuk memulai karier dan hubungan yang harmonis dengan keluarganya dan Opa nya untuk dekat dengan Salsa Angelica.
Yuk ikuti kisah cinta dan perjalanan hidup seorang Marco Antonio Brown Salim!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32.
"Kau bilang apa barusan kepadaku, Ana? " tanya Marco terkejut mendengar informasi yang tidak diinginkannya dari teman masa kecilnya itu.
"Aku bilang aku hamil anakmu dan ku minta kau untuk bertanggungjawab atas kehamilanku atau Aku akan mengadukan kamu kepada Opa mu di Indonesia." jawab Anastasia nada serius kepada Marco.
"Aku tak bisa menceraikan Salsa karena Aku ini terikat janji pada Opa ku,Ana." kata Marco nada tegas kepada Anastasia.
"Hmm, lalu apakah kamu ingin melepaskan diri dari tanggungjawab pada anak di perutku ini?" tanya Anastasia nada tak suka dengan sikap dan nada bicara pria di depannya itu.
"Tidak, Aku akan tetap bertanggung jawab atas kehamilanmu namun tak pernah bisa menikah denganmu secara resmi di mata hukum." jawab Marco menatap gadis cantik itu dengan tegas.
Anastasia menampar pipi Marco dengan marah karena pria itu tak mau menikahinya.Ia berlari ke arah keluar rumahnya untuk pergi kepada Salsa di hotel namun Marco dengan cepat mencegah niatnya di pintu rumahnya.
"Kau mau pergi ke mana,Ana? Ku harap kamu tak mengambil keputusan yang akan merugikan dirimu sendiri jika kamu berniat untuk menemui istriku, Salsa." kata Marco mengunci tatapannya dengan tajam sampai gadis cantik didepannya itu menangis begitu sedih dan kecewa padanya.
Marco merangkul Anastasia lalu mengajak gadis itu kembali ke rumah gadis itu sendiri dan disana ia menginap dengan menberikan alasan kepada Salsa di hotel bahwa ia sedang ada urusan lain di kota Leiden yang membuatnya harus tunda kepulangan mereka ke USA.
.
Salsa menerima WA dari suaminya dengan rasa dihatinya begitu sakit walaupun ia tidak tahu apa yang dilakukan oleh suaminya di luar sana tetapi perasaannya sebagai seorang istri dapat peka sekali.
"Aku akan pergi lebih dahulu ke USA daripadanya untuk Opa tak merasa ada yang tak benar pada diri kami di Leiden." kata Salsa menganggukan kepalanya dan mengambil keputusan yang tepat untuk kebaikan dirinya dan keluarganya.
Maka, Salsa di malam hari itu juga pergi ke USA tanpa memberitahu Marco atas keputusannya itu dan didalam perjalanannya ke USA.Gadis itu bertemu dengan seorang pria tampan yang di kenalnya sebagai staf hotel di kota Leiden.
"Kau?"Salsa tersenyum senang ada teman yang duduk di bangku penumpang pesawat terbang di dekatnya.
" Ya, halo kenalkan Aku Ryan Keane."kata pria itu dengan senyuman ramah kepada Salsa.
"Namamu keren banget. Apakah kamu seorang pria muda yang pura-pura menjadi staf kecil di hotel tempat ku menginap di kota Leiden?" tanya Salsa nada sopan kepada Ryan Keane.
"Ya, benar sekali.Aku sebenarnya adalah pemilik hotel tersebut yang ingin melayani pelangganku yang terhormat secara langsung dan apalagi Aku mengenalmu sebagai seorang gadis cantik yang berasal dari negara Asia Tenggara yang merupakan satu saudara denganmu." jawab pria muda itu sambil menawarkan snacknya kepada Salsa.
"Terimakasih." kata Salsa tersenyum ramah dan menerima snack dari Ryan Keane yang tampan dan ramah itu.
Sementara itu,Marco mencari cara untuk keluar dari permasalahannya dengan Anastasia yang menjeratnya dengan kehamilan yang diragukan oleh Marco.
"Hmm,naluri ku mengatakan bahwa bayi di rahim wanita itu bukanlah anakku tapi Aku waktu itu mabuk berat karena alkohol dan tergoda dengan kecantikannya yang dulu pernah memikat hatiku namun semenjak Aku menikah dengan Salsa.Ah, dihatiku cuma seorang Salsa. " kata Marco di dalam hatinya.
Marco menyelidiki kasus beberapa hari lalu di rumah teman masa kecilnya itu melalui rekaman video CCTV rumah gadis itu yang didapatkannya dari pihak apartemen tempat tinggal Anastasia.
"Mmm, dia menipuku untuk balas dendam pada Dennis Rodman sepupuku yang telah meniduri dirinya namun meninggalkannya demi menjadi cucu paling baik di rumah Opa ku di Indonesia." batin Marco.
"Marco, Aku sudah menyiapkan keperluan kita untuk menikah secara lisan." kata Anastasia di depan Marco pada hari berikutnya sesudah pria itu tahu kebenarannya.
"Oh, bukankah jauh lebih baik kalau kita menikah secara resmi dengan kita pulang ke Indonesia saja agar Aku bisa bicara tentangmu kepada Opa ku? " usul Marco.
"Eh, Marco apakah kamu sudah berubah pikiran untuk menceraikan Salsa dan menikah dengan ku?" tanya Anastasia tak percaya.
"Ya, jika kamu tak percaya padaku ya Aku bisa membuktikannya kepadamu asalkan kamu mau ikut pulang ke Indonesia bersamaku." jawab pria itu dengan tatapan matanya yang begitu jujur di dalam penilaian Anastasia.
"Ya,Aku mau." kata Anastasia memeluk Marco.
Di saat yang bersamaan dengan kepergian Salsa ke USA maka Marco dan Anastasia pulang ke Indonesia meskipun hati Marco mencemaskan istrinya yang pergi seorang diri ke USA.
"Semoga Salsa baik-baik saja di sana dan dapat menunggu kedatanganku kepadanya setelah urusan ku dengan Anastasia selesai."batin pria itu.
" Marco, coba kamu lihat foto bayi kita ini yang di ambl dari konsultasi ku di USG anak kita."kata Anastasia nada manja memperlihatkan foto itu kepada Marco yang sejak tadi melamun saja di sampingnya.
"Ya, lucu sekali sampai Aku takkan pernah bisa sabar untuk menggendongnya setelah ia lahir ke dunia ini." kata Marco membalas pelukan hangat Anastasia tetapi pikirannya ditujukan pada Salsa istrinya.
*****
Jakarta, Indonesia.
Dennis Rodman memandang lembut wanita di sampingnya yang baru saja dinikahi olehnya di hadapan Opa nya dan keluarga Salim meskipun ia sedang mengkhawatirkan wanita lain.
"Mmm, bagaimana kabarnya Salsa ya sekarang ini di kota Leiden?" pikir Dennis.
"Den, ayo kita harus potong kue pernikahan kita di depan para tamu undangan pernikahan kita." kata mempelainya dengan tatapan panik kepada Opa mereka.
"Ah, ya, Zeva." jawab Dennis Rodman yang cepat menggandeng tangan mempelainya untuk turun dari pelaminan menuju ke kue pengantin mereka yang berada di meja bundar di tengah-tengah di ruang pesta pernikahan mereka.
Sesudah itu, Dennis Rodman membagikan tiap potongan kue kepada Opa dan Oma, Papa dan Mama juga keluarga dan tamu-tamunya lalu ia dan mempelainya kembali ke pelaminan.
"Den,kita akan pergi bulan madu kemana nih? " tanya Zeva bersandar di bahunya dengan sikap manja seorang istri yang baru saja resmi di nikahin oleh pria muda cucu dari Hendri Salim.
"Ke pulau Maladewa."jawab Dennis enggan.
" Oh ya, rencananya mau punya anak berapa sih yang kamu inginkan dari pernikahan kita berdua ini? "tanya Zeva cekikikan sendiri karena gadis itu membayangkan malam pengantinnya dengan Dennis Rodman di pulau tersebut.
"Tiga orang anak tapi ya tergantung Tuhan yang memberikan anugerah kepada kita." jawab Dennis Rodman tersenyum untuk istrinya namun ia sedang memikirkan bayi yang belum lama ini lahir dari rahim kekasihnya sendiri yang belum lama ini pula kekasihnya itu meninggal dunia di rumah sakit usia melahirkan anak mereka.
Bersambung!!