Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.
Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2 : Transmigrasi
" ...Nona."
" ....sadarlah kumohon, Mao tidak ingin kehilangan nona hiks."
" ...Nona Xiao Xiao."
Perlahan, kelopak mata itu bergetar.
Rasa dingin lebih dulu menyentuh kulit sebelum kesadaran benar-benar kembali. Bau obat yang pahit dan menusuk hidung membuat alisnya mengernyit lemah. Suara isak tangis yang tertahan, terputus-putus, terdengar sangat dekat—seakan berasal dari sisi ranjangnya sendiri.
Kesadaran Xiao Xiao kembali. Ia membuka mata nya yang sendu dan menatap lama ke arah Mao.
" Siapa?" Ujar Xiao Xiao penuh keraguan.
Apa ini ruang operasi? Pikir nya.
Setelah berpikir begitu. Tiba tiba ingatan asing muncul memenuhi isi kepala nya seperti kaset kusut.
Ia memegang kepala nya yang mau pecah. Sembaru dibantu Mao yanh terus berteriak panik.
" A-ada apa , Nona." Gadis berkepang itu mengguncang tubuh Xiao Xiao hingga ia merasa ingin muntah.
Ingatan asing, kamar asing, dan orang asing. Xiao Xiao yang cerdas langsung menganalisa kejadian satu per satu.
" Ah , aku paham. Apa kau Mao?" Tanya Xiao Xiao seraya bangun dari lantai dingin. Ia masih memegangi dahi nya karena rasa sakit belum juga berkurang.
Sementara itu, Mao mengangguk. " Benar Nona." Ujar nya.
" Aku...Liu Xiao xiao."
Mao mengangguk berulang. " Nona, duduk tepi ranjang dulu. Nona pingsan tadi setelah selesai dihukum di pemandian air dingin oleh Nyonya Liu Yu."
Pantas saja badan ku terasa kebas. Batin Xiao Xiao tenang.
Dengan rasa dingin dan sakit seperti itu, Xiao xiao begitu tenang. Mungkin jika orang lain yang merasakan, mereka akan terus berteriak kedinginan dan minta dikompres air hangat.
" Mao, aku ingin memastikan, apa benar Liu Yu dan Jenderal Liu adalah orang tua angkat dariku?"
Mao mengiyakan, lalu berkata. " Benar , Nona adalah anak dari petani, karena dulu Jenderal dan Nyonya Liu tidak memiliki anak, mereka pun mengadopsi Nona. Namun, setelah beberapa tahun ke depan, akhir nya Nyonya Liu mengandung dan akhir nya memiliki seorang anak." Terang Mao sembari tersenyum. Ia sampai lupa mengkompres Nona nya.
" Astaga--- saya akan segera bawakan air hangat untuk nona." Lontar Mao yang teringat. Ia bergegas keluar kamar Xiao xiao yang sempit.
Dibalik hanfu biru langit nya, tubuh Xiao xiao penuh lebam dan bekas luka. Bibir nya sudah memutih. Hukuman tak masuk akal yang diberikan ibu angkat nya benar benar kejam.
Ia direndam di pemandian air dingin di malam hari tepat ketika musim dingin karena menolak menggantikan saudari angkat nya yang bernama Liu Xiu untuk menikah dengan Pangeran ke empat yang terkenal buruk rupa.
Xiao Xiao kembali memegang kepala nya. Ingatan lain muncul lagi , kali ini bertubi tubi. Kasih sayang, penyiksaan, kekejaman, hinaan. Pemilik tubuh benar benar disayang sebelum anak kandung Jenderal Liu dan Nyonya Liu lahir.
Saat anak kandung mereka lahir, kasih sayang berpindah secepat kilat ke Liu Xiu.
" Malang nya. Orang tua kandung membuang Xiao xiao karena tidak memiliki cukup uang, sementara orang tua angkat mengabaikan xiao xiao setelah mendapatkan anak kandung." Gumam Xiao xiao prihatin.
"...dan harus menggantikan menikah dengan Pangeran ke empat. Masuk ke dalam istana yang penuh intrik, tentu saja jenderal Liu tidak akan membiarkan anak kandung kesayangan nya masuk ke istana. Apalagi menikah dengan pangeran buruk rupa." Ia tiba tiba menggigik setelah menyebut pangeran buruk rupa. Seakan ada yang mengawasi.
***
Happy Reading 🤗 semoga suka ya
Mohon Dukungan untuk
Like
Komen
Subscribe
Ikuti Penulis
Terimakasih 🥰