Bagi Adelia pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan sekali seumur hidup, menikah dengan pria kaya raya dan tampan adalah keinginan setiap wanita dan begitu juga dengan Adelia.
Tapi dia harus menerima kenyataan pahit saat mendiang ayahnya tiba-tiba menyuruhnya untuk menikah dengan seorang pria cacat dan miskin, rasa takut dan jijik terus terngiang-ngiang di benak Adelia ketika melihat wajah suaminya yang mengelupas akibat luka bakar.
Tapi siapa sangka, di balik wajah buruk rupanya. Sosok Haris adalah pria yang baik dan memperlakukan Adelia dengan lembut.
Lalu apakah Adelia akan membuka hatinya untuk Haris dan menerima segala kekurangan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di jual
Seperti biasa Ariana tengah makan-makan bersama dengan teman-temannya di sebuah restoran. Tanpa rasa malu Ariana langsung menyuruh teman-temannya untuk memesan banyak makanan karena hari ini dia yang akan traktir.
"Wah.. Mami, kau sangat beruntung mendapatkan seorang anak yang menikah dengan pria kaya." Ucap Sintia seorang p*lacur di rumah bordil milik Ariana.
"Iya tentu, tapi yah memang harusnya aku mendapatkan seorang anak yang kaya." Ariana nampak sangat sombong.
"Mami aku sangat penasaran dengan putrimu itu karena selama aku menjadi pelanggan tetap mu, aku bahkan tidak pernah melihat wajah putrimu." Toni berbicara dengan kedua tangan yang merangkul dua wanita di sampingnya.
"Aduh Pak Toni, baiklah nanti saya akan kenalkan putri saya kepada anda."
"Baguslah, aku yakin jika putrimu pasti sangat cantik sama seperti ibunya."
"Ah, pak Toni bisa saja."
Lalu kini giliran seorang pelayan datang untuk memberikan bill kepada Ariana, wanita itu langsung menyerahkan kartu milik Adelia. Tapi tak beberapa lama, pelayan itu langsung kembali dan mengatakan jika kartunya sudah tidak bisa di gunakan lagi.
Mendengar hal itu Ariana langsung marah, dia langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa dengan terpaksa Ariana harus mengeluarkan uang tabungannya dari hasil rumah bordil.
"Adelia..."
Ariana terus memanggil nama Adelia dengan nada keras dan suara yang menggema. Adelia langsung datang dengan tatapan mata yang bingung, tapi sebelum dia bertanya tiba-tiba Ariana langsung melayangkan tamparan kepada Adelia.
Wanita itu langsung terdiam dengan mata yang terkejut, perlahan tangannya memegangi pipi yang terasa panas dan perih.
"Apa maksudnya memblokir kartu kredit yang ku pinjam." Ariana langsung memaki Adelia tanpa ampun.
"Apa maksudmu ibu? Aku tidak tahu tentang kartu kredit itu."
"Bohong, aku yakin kau yang menyuruh suami mu untuk memblokir kartu kredit itu. Jadi ini balasan yang ku dapat setelah melahirkan mu dengan susah payah."
"Cukup yah ibu.. Aku sudah muak, setiap hari kau terus mengatakan hal itu. Kau terus menuntut ku untuk balas budi atas apa yang telah kau lakukan kepada ku, Oke. Kau mengakui jika kau yang melahirkan ku, tapi kau bahkan tidak pernah membesarkan ku. Bahkan Ibu Liona yang membesarkan ku pun tidak pernah menuntut harta atas imbalan untuk membesarkan ku selama ini."
Adelia sudah muak dengan apa yang selalu Ariana katakan, wanita tua itu langsung terdiam dengan raut wajah yang masih menahan amarah di hatinya.
"Kamu..! Berani sekali kamu membandingkan aku dengan wanita sialan itu, kamu tahu bagaimana menderitanya aku oleh ulah Liona. Dia telah membuat ku dan mendiang Ayahmu berpisah. Dan sekarang kau malah membela wanita itu."
Adelia langsung terdiam, dia melihat Ariana menangis dan terduduk di lantai. Perlahan hati Adelia mulai melunak, lalu dia langsung memeluk ibunya dan meminta maaf atas apa yang telah dia lakukan.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.. Ibu tahu, kamu anak yang baik." Puji Ariana dengan tangan yang membelai wajah Adelia.
Adelia hanya tersenyum senang saat mendengar perkataan ibunya, Adelia merupakan anak yang sangat mendambakan sosok seorang ibu.
"Sayang, nanti sore ibu ada janji dengan teman. Tapi ibu sedikit pusing, apa kau mau mengantar ibu? Karena ibu takut kenapa-kenapa di jalan." Pinta Ariana kepada putrinya.
"Baik Bu, aku akan mengantarmu."
Hari sudah mulai menjelang sore, langit pun sudah mulai berubah warna. Adelia tengah duduk dengan perasan kurang nyaman karena Ariana janjian bertemu di sebuah restoran dengan ruangan VIP.
"Bu, kenapa kita bertemu dengan temanmu di tempat seperti ini?" Bisik Adelia karena baginya ini tempat yang terlalu tertutup dan anehnya kenapa ada sebuah ranjang di ruangan ini.
"Memangnya kenapa? Lagi pula ini hal wajar jika bertemu di tempat seperti ini."
Tak beberapa lama seorang pria datang, Adelia bisa melihat sosok pria jelek dengan wajah yang hitam dan perut yang buncit.
"Mami, bagaimana kabarmu." Toni langsung menyapa Ariana.
"Kabar ku baik, kenalkan ini putri ku yang tadi pagi aku ceritakan kepada mu." Ariana langsung memperkenalkan Adelia kepada Toni.
Toni menatap sosok Adelia dari atas hingga bawah, pria itu langsung tersenyum puas melihat penampilan Adelia yang sangat cantik.
"Wah.. Wah.. Anak Mami memang sangat cantik," Puji Toni.
Adelia langsung mengerutkan keningnya ketika Toni memanggil Ariana dengan panggilan Mami.
"Tentu dong, siapa lagi ibunya." Ariana nampak senang saat di puji oleh Toni.
Kini mereka berdua tengah makan bersama, saat Toni pergi ke toilet. Adelia langsung bertanya kepada ibunya perihal panggilan dari Toni kepada Ariana, tapi wanita itu enggan menjawab dan malah menyuruh Ariana untuk menghabiskan makanannya.
Setelah selesai makan, Ariana langsung memesan beberapa botol anggur. Nampak Adelia sudah kurang nyaman tapi Ariana tetap memaksa Adelia untuk diam.
"Bu, sebaiknya aku pulang duluan yah. Mas Dave pasti sedang menunggu ku di rumah, terlebih lagi aku tidak meminta izin kepada Mas Dave."
"Sudahlah, kamu diam aja. Kamu jangan takut nanti Ibu yang akan mengatakan hal ini kepada Dave, jadi Dave akan mengerti dan dia tidak akan marah kepada mu."
Mendengar hal itu Adelia hanya tersenyum hambar, lalu Ariana langsung memberikan segelas anggur kepada Adelia.
"Maaf Bu, aku enggak minum minuman yang kayak gini." Tolak Adelia.
"Kamu ini gak sopan banget, minum aja lagi pula cuman minum beberapa gelas gak akan bikin mabuk kok." Timpal Ariana dengan nada sedikit jengkel.
Adelia pun langsung meminum beberapa gelas tapi entah kenapa tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing, Ariana yang melihat hal itu hanya diam dan tersenyum tipis.
Toni pun langsung duduk di samping Adelia dan mulai menatap wanita itu dengan tatapan mesum.
"Sesuai kesepakatan kita yah, 500 juta." Ucap Ariana dengan senyuman di wajahnya.
"Tentu, Mami tenang saja. Aku akan mentransfer uangnya setelah urusan ku beres."
"Baiklah, kalau begitu aku keluar dulu. Selamat menikmati."
Adelia nampak sudah mulai tidak sadarkan diri tapi dia masih bisa mendengar apa yang di katakan oleh Ariana, di dalam hati Adelia dia ingin menangis karena dia tidak menyangka jika seorang ibu yang sangat dia sayangi tega menjualnya kepada pria hidung belang.
Kini tubuh Adelia di baringkan di atas ranjang dengan tatapan liar dan penuh nafsu, Toni mulai membuka kancing baju Adelia satu persatu.
"Kau sangat cantik dan juga seksi, sayang. Hari ini aku sangat beruntung.."
apa ada developer di alam nyata yaa🤩🤭
semangat authour aku dah kasih 5 bintang🤩💪💪
next thor
aduh harwadang thoorrr..