NovelToon NovelToon
KELINCINYA ORION

KELINCINYA ORION

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Romantis / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Romansa / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ceye Paradise

Seraphina, gadis panti asuhan polos, mendapati hidupnya hancur saat ia menjadi bidak dalam permainan kejam Orion Valentinus, pewaris gelap yang haus kekuasaan. Diperkosa dan dipaksa tinggal di mansion mewah, Seraphina terjerat dalam jebakan hasrat brutal Orion dan keanehan Giselle, ibu Orion yang obsesif. Antara penyiksaan fisik dan kemewahan yang membutakan, Seraphina harus berjuang mempertahankan jiwanya. Namun, saat ide pernikahan muncul, dan sang ayah, Oskar, ikut campur, apakah ini akan menjadi penyelamat atau justru mengunci Seraphina dalam neraka kejam yang abadi? Kisah gelap tentang obsesi, kepemilikan, dan perjuangan seorang gadis di tengah keluarga penuh rahasia. Beranikah kau menyelami kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceye Paradise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB SEPULUH: JANJI SANG SERIGALA

Keheningan yang dingin menyelimuti lorong-lorong mansion Valentinus saat Orion melangkah keluar dari kamar mandi. Tubuhnya yang atletis kini dibalut jubah sutra hitam, rambutnya yang basah jatuh berantakan di dahinya, memberikan kesan liar yang tak terpadamkan. Matanya yang sehitam obsidian langsung tertuju pada pemandangan di tengah kamar: ibunya, Giselle, sedang duduk di tepi ranjang sambil memeluk Seraphina yang tampak sangat kecil dan rapuh di balik selimut kasmir.

Giselle menoleh, senyum cerianya kembali mengembang, namun ada kilat otoritas di matanya. "Ah, Orion. Kau sudah segar sekarang? Bagus. Nana juga sudah merasa sedikit lebih tenang. Tapi dia terus menggumamkan nama seseorang—Bi Jena? Dia ingin pulang, Orion. Dan sebagai ibu yang baik, Mama tidak bisa membiarkan putri Mama merasa sedih di malam pertamanya."

Orion mendengus, suaranya terdengar seperti geraman rendah. "Dia bukan putrimu, Mama. Berhenti berhalusinasi."

"Oh, diamlah! Papa akan sangat senang mendengar ada anggota keluarga baru yang begitu cantik," bantah Giselle sambil mencubit pipi Seraphina dengan gemas. "Ayo, kita antar Nana pulang sekarang. Mama ingin melihat di mana putri Mama tinggal selama ini. Jay! Siapkan mobil!"

Di dalam mobil mewah yang melaju menembus kesunyian malam, Seraphina duduk diapit oleh dua kutub yang sangat berbeda. Di sisi kirinya, Giselle tidak berhenti berceloteh, jemarinya terus mengelus rambut Seraphina seolah sedang membelai boneka porselen yang sangat mahal. Di sisi kanannya, Orion duduk membisu, namun kehadirannya terasa seperti badai yang sedang bersembunyi di balik cakrawala. Seraphina bisa merasakan panas dari tubuh Orion yang nyaris bersentuhan dengannya, sebuah pengingat yang menyakitkan tentang apa yang telah terjadi di kamar tadi.

"Kenapa diam saja, Orion? Kau biasanya sangat berisik kalau sudah mendapatkan apa yang kau mau," sindir Giselle tanpa mengalihkan pandangan dari Seraphina.

Orion melirik Seraphina dari sudut matanya. "Aku hanya sedang berpikir, Mama. Berpikir tentang bagaimana kelinci ini akan bertahan di dunia kita yang keras."

Narasi internal Orion bergejolak. "Nikmatilah pelukan ibuku selagi bisa, Seraphina. Dia mungkin pelindungmu sekarang, tapi dia juga yang akan membukakan pintu penjara ini untukmu. Aku akan membiarkannya membawamu masuk ke dalam rumah ini secara resmi. Dan saat kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini, tidak akan ada satu orang pun—bahkan ibuku—yang bisa menghalangiku untuk menuntaskan rasa lapar ini. Kau adalah luka yang sengaja kubiarkan terbuka, agar aku bisa merasakannya setiap saat."

Saat mobil berhenti di depan gedung panti asuhan yang kusam dan sunyi, kontrasnya terasa begitu nyata. Kemewahan mobil Valentinus seolah menghina bangunan tua yang selama ini menjadi tempat perlindungan Seraphina. Bi Jena, dengan wajah yang sarat akan kecemasan, sudah berdiri di ambang pintu saat melihat lampu mobil yang menyilaukan.

Begitu pintu terbuka, Seraphina langsung berlari ke pelukan Bi Jena. Isakannya pecah kembali, sebuah tangisan yang murni berasal dari rasa syukur karena telah kembali ke rumah. Namun, kedamaian itu hanya bertahan sesaat. Giselle turun dari mobil dengan keanggunan seorang ratu yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan.

"Nona Bi Jena? Saya Giselle Valentinus," ucap Giselle dengan nada yang sangat manis namun penuh penekanan. "Terima kasih telah merawat peri kecil ini dengan baik. Tapi mulai besok, segalanya akan berubah."

Bi Jena memeluk Seraphina lebih erat, matanya menatap curiga pada Giselle dan Orion yang berdiri di belakangnya. "Apa maksud Anda, Nyonya?"

"Saya akan mengadopsi Seraphina Elara Purnama" jawab Giselle dengan senyum lebar yang terlihat sangat tulus namun mengerikan di mata Bi Jena. "Dia tidak akan lagi tinggal di gedung yang... maaf saja, sedikit berdebu ini. Dia akan tinggal di mansion Valentinus sebagai putri saya. Dia akan mendapatkan pendidikan terbaik, pakaian tercantik, dan perlindungan mutlak dari keluarga kami."

Seraphina terkesiap, kepalanya mendongak menatap Giselle dengan tidak percaya. "Mengadopsi? Tapi Mama..."

"Sst, Nana sayang. Mama sudah memutuskan segalanya," Giselle memotong dengan nada yang tidak bisa dibantah. "Tidak ada yang bisa menolak keinginan seorang Valentinus, bukan begitu, Orion?"

Orion melangkah maju, berdiri tepat di depan Seraphina dan Bi Jena. Bayangannya yang besar menutupi kedua wanita itu, menciptakan kesan intimidasi yang sangat kuat. "Mama benar. Segala sesuatu yang menarik perhatian keluarga kami, akan segera menjadi milik kami. Secara hukum, maupun secara fisik."

Mata Orion menatap langsung ke dalam mata Seraphina yang masih basah. Ada sebuah pesan tersirat di sana: "Kau tidak akan pernah bisa lari."

Bi Jena gemetar, ia tahu siapa keluarga Valentinus. Mereka adalah penguasa bayangan yang hukum pun enggan menyentuhnya. Ia menatap Seraphina dengan kesedihan yang mendalam, menyadari bahwa gadis malang ini baru saja dijebak dalam sebuah sangkar emas yang tidak akan pernah bisa dibuka lagi.

1
lucky
tolol ini cewe. bukan polos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!