"Ku mohon mas hentikan semua ini! Aku benar-benar tidak sanggup lagi, berhenti melecehkan ku dan berhenti bersikap semaumu!" Gadis bernama Kina itu benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan ipar yang kini sudah menjadi suaminya itu.
"Ini adalah balasan atas sikap tidak tahu dirimu, kembalikan istri ku! Atau kamu akan hidup menderita selamanya," ucap Ages dengan tatapan yang sangat murka.
Andai saja waktu itu Kina tidak hadir dalam keluarga baru kakaknya maka ia tidak akan mendapatkan kehidupan yang menyedihkan seperti saat ini, ia hidup seperti seorang tawanan dan diperlakukan tidak layak oleh iparnya sendiri. kepergian Lena yang merupakan kakak kandung Kina benar-benar menyakitkan hatinya ditambah lagi ia harus menggantikan kakaknya menjadi pendamping iparnya.
Akankah Kina akan tetap menjalani kehidupan yang sangat memilukan itu? Atau ia akan menemukan titik balik dan terangnya nanti?.
Mari mengikuti alur kisah hidup kina ini, jangan lupa yah tambahkan ke perpustakaan 🤎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagan 31: Tidak ketemu
Akmal hampir menyelesaikan aktivitas memasaknya, kina masih saja duduk disana menemani ia memasak sembari berbincang-bincang kecil. Terkesan canggung dan berbeda dengan perbincangan mereka saat dahulu, namun Akmal merasa senang bisa kembali bernostalgia dengan Kina walaupun di tempat dan juga keadaan yang tidak sama.
"Masakan nya sudah matang semua, kita beralih ke meja makan yuk!" Ajak Akmal dengan lembut sembari mengulurkan tangannya kearah Kina.
Gadis itu sedikit mengeryit dengan dahi mengerut karena bingung tiba-tiba saja Akmal mengulurkan tangan kearah nya. Ia terdiam ragu dan kembali mengingat betapa ia tidak boleh berharap lebih kepada laki-laki sesempurna Akmal. Namun alir laki-laki bergerak memberikan kode agar secepatnya Kina menerima uluran tangan itu.
Dengan ragu tangan Kina bergerak menerima uluran tangan Akmal, kini kina turun dari kursi lalu mengikuti langkah kaki Akmal berjalan menuju meja makan.
"Silahkan duduk tuan putri, " ucap Akmal menggeser kursi lalu mempersilahkan Kina untuk duduk dengan gaya seperti seorang pengawal saja.
Kina tersenyum pelan mendapatkan perlakuan itu dari Akmal, benar-benar tidak berubah gaya bercandanya memang tidak begitu tinggi namun tetap saja berhasil membuat kina terhibur.
"Mal ihh kamu gak berubah," ucap Kina pelan lalu menurut duduk.
Akmal tersenyum sembari meletakkan sebuah piring, sendok juga gelas dihadapan Kina.
"Tunggu sebentar yah."
Kina buru-buru mengangguk setelah itu Akmal pergi ke dapur untuk mengambil seluruh hidangan yang sudah dimasak oleh nya tadi. Tidak banyak namun begitu menggugah selera.
Kina saja sampai menelan ludah karena tampilan dari hasil masakan Akmal benar bukan main-main. Warnanya benar-benar tidak gagal, baunya juga menyesak masuk ke rongga hidung Kina.
"Silahkan dimakan," ucap Akmal dengan pelan.
Kina membaca doa dengan cepat lalu dengan ragu ia mulai memegang sendok dengan tangan kanan nya, jujur saja terasa sangat berat untuk memegang sendok itu dengan tangannya yang terluka.
Padahal seingat kina ia sudah mulai merasa baikan, bukankah ia juga sudah bisa menggantikan bajunya sendiri walaupun begitu kesulitan dan menahan rasa sakit.
Ia mencoba untuk tetap terlihat biasa saja saat tangan nya semakin sakit saat ia mencoba memakan satu suapan.
"Wahhh enak sekali spaghetti buatan kamu mal!" Senyuman Kina terasa canggung karena ia menutupi rasa sakit dibaliknya.
"Syukurlah kalau kamu suka, coba dulu dong telor lapis nya."
Akmal mendekatkan piring berisi telur lapis yang ia buat sebagian menu utama lagi itu untuk Kina.
Dengan ragu kina mencoba untuk mengambil telur itu, saat hendak memotong nya tangan nya benar-benar tidak bisa diajak bekerja sama. Terasa sangat sakit juga perih seketika.
Akmal merasakan ada sesuatu yang aneh dari kina, wajahnya terlihat sangat tidak nyaman.
"Bagaimana kalau pagi ini aku menyuapi mu saja? Kamu terlihat sangat kesulitan menggunakan tangan mu."
Kina dengan cepat menggeleng karena ia benar-benar akan semakin banyak merepotkan Akmal jika terus saja mendapatkan perlakuan seperti itu.
"A,,aku baik-baik saja kok," ucap kina berbohong.
Akmal menggeleng dengan cepat karena kelas sekali Kina tengah berbohong kepada nya, gadis itu terlihat sangat kesulitan menggunakan tangan kanannya yang terluka itu.
"Biar aku saja, kamu kesulitan begitu malah mengaku baik-baik saja. Saat kamu tidak tahan katakan saja yang sebenarnya, saat kamu sedang tidak baik-baik saja ku mohon jangan mengaku baik-baik saja. Segalanya tidak akan berhasil jika kamu terus saja bersikap sok kuat."
Akmal duduk disamping Kina, meraih sendok gadis itu lalu menyendok telur lapis itu kemudian mengarahkan nya kearah Kina.
Dengan ragu gadis itu menerima suapan itu, jarak mereka sangat dekat dan Kina kini benar-benar sudah terbiasa dengan kehadiran Akmal. Justru ia malah merasa aman saat berada di dekat Akmal.
"Kan nurut begini enak, kamu sih bandel banget dibilangin."
Akmal mengelus pelan surai hitam kina karena senang melihat gadis itu makan dengan lahap.
"Uhuk,,uhuk."
Jelas Kina akan melting dibuat oleh perlakuan Akmal yang begitu manis, gadis itu sampai tersedak makanan di mulutnya karena mendapatkan perlakuan manis dari Akmal.
"Pelan-pelan dong makan nya, nih masih banyak kok. Kalau perlu aku masakin lebih banyak lagi nanti,"ucap Akmal menggoda Kina hingga gadis itu sedikit malu.
"Kamu emang gak masuk kerja mal?" Tanya Kina pelan.
Akmal menggeleng dengan cepat, hari ini kebetulan ia memang sedang libur masuk kantor.
"Aku kebetulan libur hari ini na, tapi nanti siang aku masuk kampus."
Kina mengangguk dengan cepat karena mengerti dengan ucapan Akmal. Laki-laki itu benar-benar semakin hebat dalam pandangan kina karena ia memang sudah sangat jauh tertinggal dibelakang Akmal.
Ages sendiri bangkit dari duduknya lalu kembali meraih dasi itu kemudian memakai nya dengan kasar.
"Lihat saja nanti, kalau sampai aku menemukan keberadaan mu gadis Sialan kamu akan mendapatkan pelajaran karena telah berani melarikan diri dariku."
Ages benar-benar sudah meniatkan hatinya untuk tidak lagi bersikap lembut kepada kina. Dia kabur karena tidak takut kepada Ages bukan? Kalau dia takut maka dia tidak akan seberani itu untuk kabur.
Mobil melaju dengan kencang menuju kantor, sepanjang perjalanan Ages tidak hentinya melihat-lihat jalanan seolah sedang berharap bisa melihat sosok kina diantara orang-orang yang sedang berlalu lalang itu.
Tidak hanya sekali ia menghentikan mobil karena mengira itu adalah kina, bahkan ia sampai turun dari mobil dan menghampiri seseorang yang ia kira adalah Kina.
"Sial, kenapa dengan ku? Mengapa seluruh orang disini terlihat seperti gadis itu? Sadarlah Ages! Kamu tidak segila itu bukan?"
Ages kembali masuk ke dalam mobilnya dengan wajah kesal, ia kesal karena melihat banyak sekali bayangan kina saat kina sendiri tidak ada disana.
Ia memasang kembali sabuk pengaman nya namun ia terhenti saat melihat bayangan kina yang duduk disampingnya dengan pakaian yang terbuka. Jelas itu adalah pakaian yang Ages paksa untuk ia kenakan.
Wajah gadis itu terlihat murung dan ia termenung melihat kearah luar jendela, ia diam saja tidak ada bantahan seolah pasrah wajah cantiknya masih saja terpancar.
Ages dengan cepat memukul mukul udara seolah sedang mengusir bayangan itu, kenapa ia malah melihat Kina disetiap tempat?.
"Aku tidak sedang gila kan? Kenapa juga aku harus melihat bayangan gadis gila itu? Akhh Sialan!"
Ages dengan cepat menghidupkan mesin mobilnya lalu melaju kencang menuju kantor. Mungkin dengan bekerja ia akan kembali mendapatkan fokus pikiran nya.
Ia memang sangat ingin kina segera ditemukan, namun bukan berarti ia rindu. Ia hanya tidak suka gadis itu pergi begitu saja membebaskan dirinya sendiri tanpa izin dari Ages.
Ia sama sekali tidak merindukan kina, namun ia sendiri tidak mengerti kenapa ia malah dilanda bayangan kina. Kenapa ia malah melihat Kina dimana-mana?.
...🌼To be continued 🌼...
Udah ahh ngaku aja kamu Ages, kalau kangen bilang dong gak usah banyak alasan pake ngaku gila segala. Kan kamu emang udah dasarnya gila ges, jangan sampai kamu menyesal nantinya.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
*akmal dipuja, diperlakukan sangat spesial, dia bebas memperlakukan afri semaunya
*sedangkan sang suami ages dibuat kayak biang salah, dipandang salah terus dan akhirnya dibuat jadi bucin kayak pengemis
novel adalah hasil pemikiran wanita yang lebih memandang spesial pria lain daripada pasangannya dan faktanya wanita berkarakter seperti ini bukan wanita setia
*pemeran utama wanita (sudut pandang authornya) semua kelakuan menjijikan nya dibenarkan, seorang istri tapi mengharapkan pria lain (menjijikan) tapi novel ini membenarkannya
*sudut pandang wanita jablay dan murahan mereka akan lebih memasang bagus pria lain dari pada suaminya dan terbukti novel ini
*akmal disanjung dan dipuja2 dan sangat di spesial kan, bisa merasakan kehangatan tubuh istri orang, dibanggakan bak pahlawan, diberi wanita yang mengemis cinta
kemunafikan novel lagi
*akmal bebas memperlakukan afri semuanya, kasar, membentak, mempermalukan, menghina tapi karena akmal terlalu dipuja jadi semua dianggap bukan kesalahan serius
*banding ages memperlakukan kina langsung dihujat dilaknat
ojok sampek gur menungso pas2an... wohh idak2 koe kro netizen 😡
gak mikir panjang si kina Nino ini..
tapi.. terserah mu lah thorr,aku baca aj😅