NovelToon NovelToon
Wanita Di Perasingan

Wanita Di Perasingan

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Cerita ini hanya karangan author buat menghibur. jangan dianggap serius...

......

Cinta yang di kira membawa kebahagiaan ternyata menghadirkan petaka yang besar didalam hidupnya.

Janji manis seorang pria telah menghancurkan seluruh harapan dan martabat keluarganya sekaligus.

"A..aku hamil!" lirihan bergetar keluar dari bibir mungilnya. ia menatap nanar wajah seorang pria yang telah membuatnya terjebak didalam nuansa cinta ini.

"Kau gila! aku tak merasa menghamilimu."


Bagi petir menyambar di langit sana, Ia sungguh terkejut dengan pandangan lemahnya. Malam itu ia tak tahu apa yang terjadi tapi akhir-akhir ini ia merasakan gejalanya.


Sakit dan rasa malu yang ia tanggung setelah itu tak lagi membuatnya hidup dalam ketenagan. Ia benci benih yang ada didalam kandungannya serta keluarganya tak lagi menerimanya.


"Aku memang menyedihkan. karna bualannya aku sampai mengandung benih menjijikan-ini."


Ia harus menerima di kucilkan disuatu tempat yang jau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan!

Sesuai rundingan siang tadi. Keputusan kedua belah pihak telah ditetapkan. Rusel menjadikan Tetua Herdan sebagai saksi nikahnya dan Sandra tetap pada Papanya Tuan Hatomo.

Malam ini tepat di langit penuh gemerlap bintang sana tengah meneduhi Masjid yang tengah di jaga ketat oleh pengawal dari Kediaman.

Mereka memanggil Penghulu dari kantor catatan sipil disini serta beberapa ulama aggama yang paham betul dalam prosesi pernikahan.

"Apa semuanya sudah siap?" tanya Ustadz Fatih yang tengah duduk diantara Tetua Herdan dan juga Mentri Kamir sebagai saksi. Disini hanya ada beberapa orang yang hadir untuk menyaksikan langsung pengucapan Ijob Qobul ikrar pernikahan itu.

"Sebentar lagi. Ustadz! pengantin wanitanya masih berjalan ke sini." jawab Tetua Herdan menatap kearah Rusel yang tampak diam di dekatnya. Raut wajah tampan Rusel terlihat memancarkan pesonanya di kala balutan koko maron beserta sarung dilengkapi kopiah berwarna hitam menambah kesan Cool dan sangat gagah di tubuh kekarnya.

Tak ada raut tegang sama sekali. ntah itu tak datang atau memang sudah di sembunyikan oleh wajah tampan datar tak berekspresi itu.

"Kau sudah hafal?"

"Hm. sudah!" jawab Rusel mantap dan yakin. Tetua Herdan hanya mengulum senyum melirik Mentri Kamir yang ikut datang menghadiri prosesi hikmat ini.

Lama mereka menunggu tapi tak juga datang rombongan yang membawa Sandra. Tatapan Rusel terus mengarah ke pintu besar Masjid yang dijaga dua pengawal.

"Apa ada masalah?" tanya Ustadz Fatih saat merasa ini sudah agak lama.

Rusel mukai merasa gelisah. bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Sandra? maklum saja wanita itu masih labil untuk di pengaruhi.

"Tenanglah. mereka pasti akan datang!" Tetua Herdan menenagkan suasana.

"Aku akan memeriksanya!" Rusel ingin berdiri tapi ia terhenti saat melihat para pengawal berdatangan di luar.

"Itu mereka! kau duduklah kembali."

Rusel kembali duduk di tempatnya. Setiap langkah kaki di teras Masjid sana terasa bagai dentuman kegugupan bagi Rusel yang ntah kenapa merasa begitu berkeringat.

"Kau baik- baik saja. Ketua?" tanya Tetua Herdan yang diangguki Rusel. sekuat apapun ia menekan kegugupannya maka ia akan semakin berkeringat dingin.

"Kenapa jantungku serasa mau pecah?!"

Batin Rusel mengambil nafas dalam. ia tak mau menatap ke arah pintu sana dan lebih memilih menyandarkan kepalanya ke dinding di belakang dengan mata terpejam.

Namun, lagi-lagi bayangan wajah cantik Sandra yang memenuhi benaknya. lengkungan bibir sensual manis itu terlihat sangat memukau dengan porsi wajah indah yang menggemaskan.

"Selalu saja kau." gumam Rusel tanpa sadar membuat Tetua Herdan mengulum senyum jenaka. Ia tak pernah melihat Rusel seperti ini sebelumnya dan nyatanya Siluman maniak julukan dari Sandra itu terlihat sangat aneh.

"Ketua!" panggil Tetua Herdan saat sudah melihat rombongan itu masuk mendekat.

"Ada apa? Tetua!" tanpa membuka matanya.

"Lihat ke hadapanmu!"

Rusel dengan pelan membuka kelopak matanya hingga ia melihat kaki jenjang yang dibaluti kebaya merah itu berdiri tepat di depan pintu sana.

"Kau.." Gumam Rusel terperangah dengan semua panorama ini. Desiran angin dan aroma harum ini menyibak hatinya.

"Maaf, ada sedikit kendala!" sopan Sandra kikuk di pandangi semua orang. Ia memakai kebaya bermanik giok yang menjadi khas daerah Kulfun. Kebaya berwarna merah senada dengan Koko yang di pakai Rusel dan bagian hiasan kepala hijabnya di beri bunga melati dengan perhiasan emas asli dari harta Pegunungan Kulfun.

"Duduklah. Nak!" Tetua Herdan berpindah tempat membiarkan Sandra untuk kesini.

Rusel masih tak bisa membuang pandangan dari visual cantik itu. Untuk pertama kalinya Sandra memakai hijab dan ternyata begitu sangat damai dan kalem.

"Kenapa dia menatapku begitu?!"

Batin Sandra menunduk malu. tatapan lemah Rusel padanya membuat jiwa Sandra meronta. Si tampan itu sudah terlaku mempesona sampai ia tak berhenti menahan senyum.

Anya dan Bibik Antika di belakang sana diam tak bersuara. meraka masih tak percaya kalau Sandra akan menikah dengan Ketua Rusel malam ini. dan penyebabnya sungguh mengejutkan.

"Temani dia!" ucap Tuan Hatomo pada Anya yang tersadar langsung mengangguk menyusul Sandra kedalam.

"Duduklah di samping calon suamimu. Nona!" ucap Ustadz Fatih membuat Sandra segera mendekati Rusel yang langsung memalingkan wajahnya.

"D..disini?" tanya Sandra kikuk duduk anggun di samping Rusel yang berdehem kecil meringankan beban di nafasnya.

"Iya. Nona! kalian agak kedepan sedikit!"

Rusel dan Sandra bergeser ke depan mendekati meja pendek yang akan di jadikan perentara antara Rusel dan Ustadz Fatih. Tuan Hatomo duduk di samping Ustad Fatih yang melihat beberapa ulama besar disini agar lebih memperhatikan syarat-syaratnya.

"Baik! kalian siap?"

Sandra dan Rusel mengangguk saja. apalagi Sandra yang begitu gugup sampai ia terus menunduk tak punya keberanian melihat Rusel yang masih saja tetap tenang.

"Siapa yang akan mewalikan Nona Sandra?"

"Aku akan melakukannya!" Tuan Hatomo menyanggupi dirinya sendiri. Sandra tersenyum kilas merasa sangat bahagia karna kali ini Papanya hadir.

"Baiklah! silahkan Tuan, segerakanlah niat baik pria ini!"

"Hm."

Tuan Hatomo mengulur tangannya begitu juga Rusel hingga keduanya saling menggenggam dengan pandangan begitu tegas dan saling menekan.

"Acaranya akan di mulai! kalian siap?" tanya Ustadz Fatih meyakinkan.

Lagi-lagi jawaban Sandra dan Rusel sama membuat Bibik Antika segera meletakan selendang putih ke kepala mereka berdua.

"Bismillahir rahmanir rahim." ucap mereka bersama untuk memulai acara ini.

Ustadz Fatih mengisyaratkan agar di mulai hingga rasanya jantung Sandra mau meloncat keluar. Begitu juga Rusel yang hanya diam setenang air tapi jiwanya tengah diaduk di dalam sana.

"Saya nik.."

Dreett...

Ponsel Tuan Hatomo berbunyi. Mereka saling pandang melihat itu terutama Tetua Herdan yang masih diam.

"Maaf!"

"Tak apa. Tuan!" jawab mereka memaklumi kesibukan Tuan Hatomo.

"Kita mulai lagi." ucap Ustadz Fatih membuat Tuan Hatomo kembali serius menatap Rusel untuk kesekian kalinya.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan en.."

Drett...

Lagi-lagi ponsel itu menyala tepat di samping paha Tuan Hatomo yang tengah bersilah. disana tertera nama Erina membuat Sandra mulai di landa rasa sesak.

"Sebentar!" Tuan Hatomo memilih mengangkat telfon itu dan melangkah keluar.

Rusel diam melirik Sandra dari ekor matanya. wajah cantik wanita itu sudah tak lagi cerah bahkan di selumbungi rasa murung.

"Nona. ayah anda memang sangat sibuk, dimaklumi saja." sangga Ustadz Fatih saat melihat kilatan kekecewaan di mata bening hitam Sandra yang begitu indah.

"Iya. banyak hal yang tengah ia urusi, terkadang kita tak tahu kapan dia akan duduk istirahat tanpa ada panggilan." timpal Mentri Kamir membuat mereka terkekeh jenaka tapi Sandra tidak.

Seakan mendung kembali melanda ia tetap diam tak bersuara.

"San! Papamu sudah masuk lagi." bisik Anya saat melihat Tuan Hatomo sudah melangkah masuk dengan wajah terlihat khawatir dan sangat cemas.

"Ada apa? Tuan!"

"Pernikahan ini harus cepat di selesaikan. aku tak bisa berlama-lama disini."

"Kalau begitu kau pulang saja!" sambar Snadra sudah tak tahan. ia tersenyum tapi itu hanya menutupi hatinya yang sakit.

Lagi. bahkan kau melakukannya lagi padaku. Pa!

Batin Sandra nyeri. diacara yang begitu penting dalam hidupnya ini, satu perhatian saja tak pernah terarahkan padanya. selalu saja sibuk dan seakan terpaksa.

"Kau ikut pulang!"

"Tidak! aku ingin disini." bantah Sandra mencengkram kedua sisi rok kebayanya. Sekuat tenaga ia menahan cairan bening itu agar tak tumpah ke pipi mulusnya.

"Ini bukan soal kemauanmu!" tekan Tuan Hatomo terlihat bersikap keras pada Sandra yang diam tak lagi bicara.

Tuan Hatomo kembali duduk kembali di tempatnya. Rusel hanya bungkam menjabat tangan tapi genggamannya begitu kuat mencengkram tangan Tuan Hatomo yang memandangnya rumit.

"Silahkan. Tuan!" Ustadz Fatih kembali memulai.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Rusel Feliks bin Mikes Feliks Dezon dengan anak saya yang bernama Sandra Alivia Hatomo dengan mas kawin berupa 1 gram emas murni dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai."

Ucap Tuan Hatomo lancar dan begitu tegas menatap Rusel yang mulai bicara.

"Saya terima nikah dan kawinnya Sandra Alivia binti Hatomo dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai."

Jawab Rusel fasih bahkan begitu tegas dan lantang membuat mereka terkagum segera mengesahkan.

"Sah?"

"Sah!!!"

Jawab mereka semua membuat Rusel menghela nafas tenang lalu ikut berdo'a. Sandra hanya diam dengan air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya luruh di pipinya.

"Sekarang. pasangkan cincinnya!"

Rusel mengambil kotak cincin yang ada di atas meja. pahatan perak murni itu terlihat mahal dengan ukiran nama di atas tembaga yang bernilai fantastis. memang bukanlah berlian tapi ini sesuatu yang lebih dari itu.

"Ulurkan tanganmu!"

"Ha?" tanya Sandra tak terlalu dengar karna ia tengah melamun.

Rusel memasangkan cincin itu ke jari manis lentiknya dan barulah Sandra yang memasangkan cincin yang sama. Mata kosong Sandra terlihat tak fokus sama sekali.

"Kau baik-baik saja?" tanya Rusel merasa Sandra mulai tampak pucat.

"Hm. yah!"

Antara senang tapi juga miris akan apa yang terjadi saat ini Sandra hanya bisa diam di tempatnya. Ustadz Fatih melantunkan doa-doa bagi mereka dengan para Ulama menyampaikan beberapa maksud dan tujuan menikah.

Selama itu pula Sandra selalu melihat Tuan Hatomo sibuk dengan ponselnya dan seperti ingin cepat pergi.

"Membina rumah tangga bukan sesuatu yang mudah. banyak hal yang akan terjadi jika kalian tak saling mengerti dan melindungi satu sama lain."

"Nak Sandra dan Nak Rusel harus bisa bersikap dewasa. jangan sering mendengarkan dari pada melihat. dan seringlah melakukan keduanya dari mulut dan mata masing-masing. paham?" tanya Ustad Fatih menimpali para ulama di sampingnya.

Rusel mengangguk tapi Sandra malah terlihat memandang Tuan Hatomo yang menerima telfon di luar sana. Mereka tahu apa yang di rasakan wanita itu sekarang tanpa sadar tersampaikan lewat air matanya.

"Nona Sandra!"

"A.. m..maaf!"

Sandra sadar segera menghapus air matanya lalu menunduk kembali. Mereka yang hadir disini adalah para orang bertuah yang sangat bisa di percaya. apalagi Tetua Herdan sudah memberi mereka arahan untuk jangan terlalu ikut campur dalam urusan keluarga besar Tuan Hatomo.

"Nona yang sabar. terkadang orang tua itu belum tentu bisa membagi waktu mereka."

Sandra hanya mengangguk saja sampai Tetua Herdan tak lagi bisa melanjutkan ini. Tuan Hatomo juga sudah sibuk malah membuat Sandra semakin sakit hati.

"Begini saja. kita biarkan mereka kembali istirahat karna ini sudah malam."

"Benar! lagi pula keadaannya tak mendukung untuk di perpanjang!" timpal Ustadz Fatih yang diangguki mereka semua.

"Kalau begitu baiklah. kita biarkan mereka istirahat, ini sudah malam." Mentri Kamir mengiring semuanya berdiri untuk kembali ke dekat Aula desa. disana sudah ada jamuan makan.

"Bawalah Nona Sandra istirahat. wajahnya sudah pucat." Tetua Herdan menatap Rusel yang mengangguk membiarkan semuanya pergi dari Masjid ini.

"Wajahmu pucat. kau sudah makan?" tanya Rusel tapi Sandra diam menahan pusing di kepalanya.

"A..aku ingin ke kamarku!" gumam Sandra ingin berdiri tapi kepalanya langsung terasa berputar membuatnya oleng ingin jatuh tapi untung saja Rusel segera menangkapnya.

"Kau.."

Sandra sudah tak sadarkan diri. Rusel segera menggendongnya ringan. pastinya wanita ini kembali tertekan sampai pingsan begini.

Rusel membawa Sandra keluar. Di depan sana ada Simob yang tengah berbicara dengan anggota lain yang melapor tak ada yang melihat cara ini.

"Ketua!" hormat mereka tunduk.

"Panggil Paman Jo! dan Isami!" Rusel membawa Sandra kembali ke penginapan.

Ia melewati Tuan Hatomo yang tak melihat mereka melainkan sibuk berbicara di telfonnya.

Pantas rasanya Sandra merasa depresi jika di acara penting ini orang yang seharusnya bersama putrinya malah teralihkan di sepanjang acara.

"Kau tak pantas di perlakukan begini." gumam Rusel mengepal dengan raut wajah keras mendingin.

....

Vote and Like Sayang..

1
Earlyta a.s Salsabila
good
Earlyta a.s Salsabila
Buruk
Aisilia Putri
aku baca lagi thor kangen karyamu walau kau gak aktif lagi disini
jojo
Luar biasa
Amelia Harianja
kenapa banyak bawang di parrt ini
Amelia Harianja
part yg menyedihkan
Amelia Harianja
erina iri.. sandra mendapatkan laki2 yg sangat sempurna
Amelia Harianja
russel pelakunya
Amelia Harianja
kok baca novel ini seakan2 hidup Y.a
alur ceritanya seakan2 kira ikut di sana
kren habis
Amelia Harianja
orangtua pilih kasih
Amelia Harianja
kan itu anak russel bukan anak daniel
Amelia Harianja
seru banget thord
Amelia Harianja
sangat rapuh sandra
Othor Bahenol 😍
nggak tahu aku baca novel ini sampai yg ke berapa kali, suka banget sama Sandra & rusel, feel nya dapet banget 🥰
Eneng Haerani
Luar biasa
Azahra Atika
Biasa
Azahra Atika
Kecewa
Henym
Luar biasa
Othor Bahenol 😍
Thor, jadi iri sama si Sandra
dia dapat lelaki sempurna, andai di dunia ini ada lelaki sempurna seperti rusel pasti pasangannya begitu bahagian, karena begitu di ratukan di mata rusel
Othor Bahenol 😍
Aaa, aku sudah berulang kali mampir di sini, tapi tak pernah bosan 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!