Bilqis seorang Gadis cantik yang polos,manja,dan juga ceria,berusia 20 tahun,harus rela dinikahkan dengan Anak sahabat dari Ayahnya yang memang sudah dijodohkan dengan seorang Raditya Raharja CEO kaya raya yang sangat judes,dingin dan sudah berumur hampir 40 tahun,padahal Bilqis sudah mempunyai kekasih yang sangat dicintainya.
Radit yang berpredikat bujang lapuk ini sangat menolak keras perjodohan tersebut,akibat bayang bayang masalalunya yang membuatnya harus gagal menikah.Dan itu membuatnya trauma,karena mencintai atau dicintai baginya adalah luka.Mampukah perasaan cinta bisa tumbuh pada keduanya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayu Coe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan Isi Hati
"Lepasin aku,Aku masih kesel,masih sebel sama Mas Radit"Bilqis mendelik memasang wajah permusuhan pada Radit sang Suami.
"sebel kenapa sih hemmhh?"Radit mencolek dagunya,Dia sangat senang sekali menggoda Istrinya yang sedang merajuk.
"pikir saja sendiri"ucap Bilqis kesal,Dia berusaha berdiri dari pangkuan Radit namun kembali Radit memeluk Istrinya itu.
Radit masih mendekap sang Istri dipangkuannya,Istri kecilnya itu benar benar membuatnya sangat gemas,Radit mengusap rambut panjang Bilqis dan menyematkannya ditelinganya,terlihat wajah cantik itu murung dan kesal.
"Jangaan marah terus dong sayaang..Nanti cantiknya hilang"ujar Radit sambil mengecup sekilas bibirnya yang tebal dan seksi,membuat wajah Bilqis merona,dan menjadi grogi dengan sikap suaminya itu.
"Kenapa Kamu pulang kesini hemmh?"tanya Radit lembut
"untung saja feeling ku tepat"
"Kalau tidak,mungkin sekarang ini Aku terus sedang mencari Istri cantikku ini"Ucap Radit sambil mencubit gemas hidung Bilqis yang mungil.
"Buat apa Mas nyari nyariin Aku segala"ujar Bilqis galak.
"Bukankah Aku ini Istri yang bodoh,ga bisa apa apa?"ujar Bilqis yang kali ini berhasil bangkit dari pangkuan suaminya,dan berdiri menjauh memunggunginya.
Bilqis mulai menangis bahunya bergetar,Dia tak berani menatap suaminya.
"Biarkan Aku tinggal disini saja Mas,kembalikan saja Aku pada orangtuaku,Mas jangan khawatir..Aku belum menggunakan sepeserpun uang yang ada di Kartu itu,jadi tidak ada kerugian apapun.Kalo perlu Aku juga akan kembalikan mahar yang sudah Mas berikan padaku,Aku tidak mau menunggu sampai berbulan bulan lagi,Mas ingin berpisah dariku kan?"
"lagi pula selama ini kita tidak saling mencintai kan?"
"jadi untuk apa kita harus terus bertahan"
"Lagi pula Aku tidak pantas menjadi Istri Kamu"
"perbedaan Kita banyak"ucap Bilqis yang mengeluarkan unek uneknya selama ini,Dia sudah tidak tahan memendamnya.
Tentu saja ucapan Istrinya itu membuat hati Radit sakit.Memang selama ini Dia tidak serius dengan pernikahan ini,Dia memang terpaksa menerima perjodohan ini,dan juga belum mampu menerima Bilqis sebagai Istrinya.Tapi hatinya benar benar terluka mendengar penuturan Bilqis yang sangat menyakitkan itu.
Radit mengahampiri Istrinya, kemudian meraih bahu Bilqis untuk berhadapan dengannya,Dia menyeka air mata Istrinya itu dengan tangannya,kemudian memeluknya dengan erat.
"Maafkan Aku sayaang,maafkan kalo kata kataku dan sikapku membuatmu terluka"Radit menyadari sikapnya selama ini begitu dingin pada Bilqis sambil menatapnya kembali sedang Bilqis tentunduk lesu.
"Maafkan aku Qis.Aku butuh waktu untuk menerima semua ini,bayangan masa laluku selama ini selalu menghantui Aku,Kamu tentu sudah mendengarnya.Dan itu benar benar membuat Aku tersiksa.Benar benar membuatku sangat sulit,karena Aku belum bisa melupakannya."
"Namun Aku akui kehadiran Kamu akhir akhir ini membuat hidup Aku berbeda,lebih ceria,kehadiran Kamu membuat Aku nyaman.dan Aku ingin Kamu memberikan kesempatan padaku,pada Kita untuk memulainya,Aku ingin kita saling memantaskan diri,agar hubungan kita tetap terjalin,tetap harmonis.menjadi pasangan yang saling mengasihi"
"Aku mohon padamu kita mulai dari awal untuk hubungan kita ini.kamu mau kan sayaaang?"ujar Radit panjang lebar mengungkapkan isi hatinya yang Dia rasakan selama ini.
Bilqis menghampiri suaminya,menatapnnya,mencari kesungguhan dan ketulusan didalam sorot mata Suaminya.
"Bener mas mau pernikahan kita ini sungguhan?"tanya Bilqis dengan wajahnya yang polos dan imut yang sukses membuat Radit tertawa terbahak bahak ditengah pembicaraan mereka yang serius.
"Kok malah ketawa siiih"Bilqis merajuk lagi,Dia kesal melihat Radit seperti mengejek dengan mentertawakannya.
"Habis Kamu lucu sih"
"Emangnya nikah Kita bohongan"Ucap Radit sambil mencubit kedua pipi sang Istri.
"Bener Mas mau ngasih kesempatan sama hubungan Kita?"tanya Bilqis lagi
"Iya sayaaang,Aku mau kita memulai dari awal untuk membangun cinta kita,membangun rumah tangga Kita"
"Aku harap Kamu bisa lebih sabar menghadapi Aku ya?"Ucap Radit dengan tulus.dan memeluk Istrinya itu.
Kemudian Radit memandangnya dengan bergairah,Bilqis memang selalu membuatnya terpesona,wanita cantik bertubuh seksii itu selalu membangkitkan gairahnya.Tanpa aba aba Radit langsung meraih tengkuk sang Istri, mencium bibirnya dengan lembut,melahapnya ******* bibir seksi itu,Radit Kian memperdalam ciumannya sambil membelai punggung Bilqis,sedang Bilqis yang sama sekali belum berpengalaman Dia hanya Diam pasrah,sambil sesekali mengambil nafas saat terasa sesak.Radit memperdalam ciuman kemudian turun kelehernya dan kali ini benar benar membuat Bilqis tak kuat menahannya
"ahhhhh...Mhaaasss gheeelii"gumam Bilqis mendesah.Justru membuat Radit semakin bergelora,tangannya masuk kedalam baju sang Istri mengusap Punggung mulusnya,kancing pengait bra nya Dia lepas,sudah lama Radit sangat penasaran dengan Dada sintalnya yang selalu terbayang.
TOK TOK TOK
suara ketuka pintu itu menghentikan kegiatan mesra sepasang suami Istri yang sedang bergelora.
"Iqisss.....makan dulu,Bunda udah siapin makanan spesial"teriak Bunda seperti menyuruh anak kecil menyuruh makan.
Radit hanya tersenyum masam karena lagi lagi hasratnya harus ditahan,padahal momen tadi benar benar sudah pas,apalagi Radit hampir saja memegang sesuatu yang sudah Dia dambakan sejak lama.Bilqis mengancingkan kembali bajunya,dan merapikan penampilannya,begitupun Radit.
"Yaaang,Kita pulang ya..Aku udah ga kuat!"
bisik Radit
"ga kuat kenapa Maaas?"
tanya Bilqis polos
"ngelanjutin yang barusan sayaaaang"
"Bilqis kekamar mandi dulu"Dia berlari karena malu dengan suaminya dan dengan yang baru saja terjadi,apalagi saat suara ******* lolos dari mulutnya,serta merta membuat Bilqis merona.
Radit hanya terdenyum simpul.
.
.
"Ayo Nak Radit jangan malu malu!"
"Maaf ya Bunda cuma masak alakadarnya"
Ucap Bunda saat anak dan menantunya sudah duduk mengeilingi meja makan yqng sudah terhidang berbagai macam masakan rumahan sederhana,namun juga menggugah selera.Ayam goreng,Capcay,Rendang,Sambel dan lalapan tak ketinggalan sudah terhidang.Bilqis yang melihatnya sangat senang dengan mata berbinarkarena kesemuanya adalah menu masakan favoritnya.walaupun badannya kecil tapi untuk urusan makan memang Bilqis jagonya,bisa habis 2 sampai 3 piring sekali makan,dengan porsi jumbo.
"Terimakasih Bunda,ini justru masakan yang Radit suka"Ucap Radit
"Waaah Bunda tauuu aja makanan kesukaan Bilqis"
Ucap Bilqis sambil mengambil piring dan mengambil Nasi sementung serta berbagai macam lauk yang sudah terhidang disana dengan semangat.Radit yang melihatnya hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya.
"Qiss Kamu gada jaim jaimnya didepan suami,makan kayak porsi tukang becak"Bunda melotot kearah Bilqis berbicara sambil mengatupkan giginya.Bilqis hanya tersenyum meringis.
"Itu layani dulu Suami Kamu Qis ....aduuuuh"ujar Bunda lagi sambil mencoel bahunya gemas dengan kelakuan anaknya ini.Lagi lagi Radit hanya bisa tersenyum melihat interaksi Ibu dan Anak itu.
"Maaf ya Nak Radit,Bilqis memang sifatnya masih kekanakan"
"Mohon dimaklumi ya Nak"ucap Bunda sambil tersenyum sungkan.
"Gapapa Bunda santai aja"
"Saya bisa ambil sendiri"Ujar Radit berinisiatif mengambil makanannya.
"Eh jangan Mas,Mas duduk aja?"
"Biar Bilqis ambilkan!"Ucap Bilqis sambil mengambilkan Nasi dan lauk pauknya sambil berdiri menjangkau makanan yang agak jauh,Radit meremas nakal Bo***ng sang Istri saat mertuanya kedapur.
Bilqis melotot kearah suaminya,Dia takut sang Bunda melihatnya.sedang Radit tersenyum puas menggodanya sambil mengedipkan sebelah matanya.
.
.
*****
*radit kalian pencemburu tapi bilqis yang cemburu tidak jelas setiap suami dekat dengan wanita yang jelas2 hanya urusan pekerjaan dia udah cemburu kagak jelas
*saat radit cemburu kalian menyalahkan radit dengan alasan cemburu buta dan cemburuan tapi saat bilqis cemburu radit juga yang kalian salah kan karena tidak peka dan bisa menjaga perasaan istri
dari ini saja kelihatan jelas egoisnya pola pikir kalian
perbandingan
*saat radit cemburu radit lampias dengan sedikit kasar pada istrinya tapi bandingan kan saat bilqis cemburu dia lampiaskan dengan balasan dendam dengan kegatala dengan pria lain,
pertanyaan untuk author jika suami mu cemburu kau mau dia sedikit kasar atau malah balas dendam dengan dekat dengan wanita lain???
pakai akail sehat biar bisa buat novel yang bagus hanya dari segi karya seni tapi juga bagus dalam bersikap adil
nggak takut keguguran ya makanan yg mengandung nanas, sedangkan makan nanasnya aja nggak boleh..
Lagian yg mereka liat kan posisi bilqis nggak lagi keadaan bugil sama tuh bule jadi blm tentu mereka ada apa2 😡
hahaha
Lagian malu amat ngaku klo udah bersuami, radit aja nggak pernah malu ngakuin dia istri sama orang terdekatnya