NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Freya terdiam, menelan ludahnya sendiri. Matanya bergerak ke sana-kemari, sementara jemarinya saling meremas tanpa sadar.

Ia menunduk, menghindari tatapan Steven. Bibirnya terbuka, lalu kembali tertutup. Tidak ada satu pun alasan berhasil ia temukan.

"Aduh, bagaimana ini? Aku tidak mungkin mengatakan kalau aku yang merekam mereka, kan?" batinnya panik.

"Kenapa masih diam, Boy?" suara Steven rendah dan menekan. "Atau jangan-jangan, kau... "

"Tidak!" potong Freya cepat. "I-itu... " Ia menggigit bibir bawahnya gugup. Namun, sedetik kemudian, matanya melebar, seolah sebuah ide menyambar kepalanya.

"I-itu... saat kita ke perusahaan MH Group, Anda meminta saya mengambil dokumen di mobil, kan?"

Steven mengernyit tipis, lalu mengangguk perlahan.

"Saat itu saya melihat seorang pria mencurigakan yang terus mengawasi gedung perusahaan. Jadi, saya melapor ke satpam. Dari situ, satpam mengusir pria itu. Dan, ternyata dia mantan karyawan di sana," jelas Freya.

"Lalu?" tanya Steven singkat.

"Saat itu... " Freya sengaja menjeda ucapannya, membuat Steven dan Miko refleks menegakkan tubuh, memasang telinga baik-baik, seolah penasaran.

"Pak satpam bilang, pria itu dipecat karena video skandal. Itu sebabnya saya kesal saat bertemu dengannya," lanjut Freya.

Steven berdecak pelan, lalu melambaikan tangan malas. "Sudah. Kalian boleh pergi."

Freya dan Miko membungkuk hormat. "Baik, Tuan." Keduanya berbalik dan melangkah keluar ruangan.

"Boy, tunggu!" panggil Miko pelan.

Freya menoleh. "Ada apa?"

Miko mendekat, menurunkan suara. "Apa benar kau punya video Tuan William?"

"Te-tentu saja," jawab Freya cepat. "Memangnya kenapa?"

Miko melirik ke kanan dan kiri, memastikan lorong sepi. Lalu, ia mendekat dan berbisik, "Kirim videonya padaku. Aku juga ingin melihatnya."

Freya melotot sempurna. "Apa?!" pekiknya.

"Ssst! Kecilkan suaramu!" seru Miko, menempelkan jari di bibirnya

"Apa aku tidak salah dengar? Kau ingin menonton permainan panas mereka?" Freya menatapnya tajam. "Hah... Tuan Miko, aku tidak menyangka ternyata kau—"

"Ck! Jangan bicara sembarangan. Aku tidak seperti itu," bantah Miko cepat.

"Lalu?"

"Saat ini hanya MH Group yang tahu tentang aib Tuan William. Itu sebabnya dia masih bisa berkeliaran bebas. Tapi, kalau kita punya videonya, dia tidak akan berani macam-macam lagi dengan tuan Steven."

Freya terdiam. Beberapa detik berlalu, lalu kepalanya mengangguk pelan. "Ada benarnya juga. Tapi... " Ia menyipitkan matanya. "Aku tidak akan memberikannya padamu." Setelah mengatakan itu, Freya langsung berbalik pergi, meninggalkan Miko yang terpaku.

"Hei! Kenapa begitu? Boy!!"

Freya hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh, membuat Miko mengacak rambutnya frustrasi.

"Aish... kau membuatku semakin penasaran, Boy," gerutunya.

Freya masuk ke dalam lift sambil tertawa kecil, puas mengingat ekspresi kecewa Miko tadi. Namun, tawanya tidak bertahan lama.

Ia terdiam saat ponselnya tiba-tiba berdering. Ia merogoh saku jasnya dengan cepat, mengangkat panggilan tanpa melihat nama si penelepon.

"Halo?"

"FREYA!!"

Freya refleks menjauhkan ponsel dari telinganya. Ia lalu melirik layar, yang membuat tubuhnya menegang seketika.

"M-mama?" lirihnya.

Perlahan, ia menempelkan kembali ponsel ke telinganya. "M-ma... Mama?"

"Kau ke mana saja, hah?! Kenapa kau memblokir nomor Mama dan Papa?!" teriak Evelyn di seberang sana.

Freya kembali menjauhkan ponselnya sedikit, lalu menggerutu, "Ma, jangan teriak-teriak, bisa tidak? Gendang telingaku bisa pecah mendengarnya."

"Kau saja tidak peduli pada Mama. Kau pikir, Mama akan peduli dengan telingamu, hah?!"

Freya berdecak pelan. "B-bukan begitu, Ma. Aku hanya—"

"Pulang!" potong Evelyn tajam.

"Aku tidak mau. Kalau pulang, kalian pasti memaksaku menikah."

"Kau—" Evelyn menarik napas panjang, jelas berusaha menahan emosinya. "Kami tidak akan memaksamu. Tapi, malam ini ada acara penting. Kami ingin memperkenalkan mu pada rekan-rekan bisnis Papa."

"Acara penting?" ulang Freya curiga.

"Iya. Bagaimanapun juga, kau pewaris satu-satunya JJ Corp. Kau harus mulai terlibat. Belajar bersosialisasi dengan para pebisnis dan—"

"Aku tidak mau," potong Freya cepat. "Aku belum berminat, Ma. Lagipula, aku sudah mempunyai pekerjaan sekarang."

"Apa? Kau—"

"Sudah dulu, Ma. Aku sedang bekerja sekarang." Freya menutup panggilan tanpa menunggu jawaban. Ia menyandarkan punggung ke dinding lift, mendengus pelan. "Acara penting? Cih. Itu pasti hanya akal-akalan kalian saja," gerutunya.

Di sisi lain, Steven berdiri di depan jendela ruang kerjanya, menatap lalu lintas kota dengan ekspresi datar. Namun, pikirannya masih tertinggal pada satu nama.

Boy.

Tangannya terangkat, meremas dada kirinya. "Ada apa denganku?" lirihnya.

Hingga ketukan pintu terdengar. Tangannya turun, tatapannya kembali seperti biasa, dingin dan tajam.

"Masuk!"

Miko melangkah masuk sambil membawa tablet di tangannya.

"Tuan, ada undangan bisnis dari Tuan Regan," lapornya.

Steven menoleh. "Tuan Regan?"

"Iya, Tuan. Acara jamuan eksklusif malam ini. Dipastikan hampir seluruh pebisnis besar akan hadir... " Miko berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada hati-hati, "Dan... tidak menutup kemungkinan, Tuan Denis dan Tuan William juga akan datang."

Sorot mata Steven menggelap, namun hanya sesaat. Lalu, Ia mengangguk pelan. "Siapkan semuanya. Aku akan datang."

"Baik, Tuan."

Steven melangkah menjauh dari jendela, merapikan manset kemejanya. "Dan satu lagi. Beritahu Boy untuk bersiap."

Miko sedikit tertegun, namun segera menunduk patuh. "Siap, Tuan."

Sementara itu, di lantai bawah, Freya baru saja keluar dari lift. Dia berhenti sejenak merasa dadanya sedikit sesak, seolah sebuah firasat buruk sedang menunggunya malam ini.

"Ada apa ini?" batinnya.

...****************...

Malam pun tiba.

Aula megah hotel bintang lima itu dipenuhi cahaya kristal dari lampu gantung raksasa, memantulkan kilau keemasan di setiap sudut ruangan. Para pebisnis ternama berdatangan dengan setelan terbaik mereka, ditemani keluarga.

Acara itu bukan sekadar pertemuan biasa. Di sinilah kesepakatan besar lahir, aliansi dibangun, dan masa depan perusahaan ditentukan.

Steven melangkah masuk dengan tenang, diapit oleh Miko dan Freya yang berjalan sigap di belakangnya.

Kehadiran mereka langsung menarik perhatian. Bisik-bisik terdengar di berbagai penjuru aula. Terutama dari para wanita muda yang tidak mampu menyembunyikan kekaguman mereka pada ketampanan Steven yang dingin berkelas, pada karisma Miko yang dewasa, dan pada sosok pria yang berpenampilan layaknya bodyguard, yang tidak kalah tampan elegan dengan aura misterius.

"Sebenarnya ini acara apa, Tuan? Kenapa banyak sekali orang?" bisik Freya pelan.

"Jamuan eksklusif para pebisnis. Diadakan setahun sekali," jawab Miko lirih. "Banyak yang datang bersama keluarga untuk membangun relasi dan memperkuat kerja sama."

"Oh!" Freya mengangguk paham.

Langkah mereka terhenti saat Steven mendekati seorang pria paruh baya berwibawa, pemilik acara.

"Selamat malam, Tuan Regan. Pesta yang sangat meriah," sapa Steven sopan.

"Kau pandai merayu, Steve," tawa Regan mengembang. "Acara ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Sekarang giliranku menjamu kalian. Tapi tahun depan, aku harap, kau yang menjadi tuan rumah." Ia mendekat sedikit, berbisik penuh arti.

"Dan, semoga saat itu kau sudah membawa pasangan."

Steven tersenyum tipis. "Anda bisa saja, Tuan. Saya belum memikirkan hal itu."

"Jangan berkata begitu," sela Regan sambil menunjuk sekeliling. "Lihat sekelilingmu, Steve. Banyak gadis-gadis cantik. Kau tinggal memilih satu."

"Maaf membuat Anda kecewa, tuan Regan."

Bukan Steven, suara itu datang dari arah lain. Suara yang tenang, berat dan berwibawa.

Steven dan Regan sama-sama tersenyum hangat menyambutnya. Namun, tidak dengan Freya.

Tubuhnya menegang seketika. Darahnya terasa mengalir lebih cepat, telapak tangannya dingin, napasnya tertahan di tenggorokan.

"Suara itu... " Perlahan, Freya menoleh. Jantungnya menghantam keras dadanya. Keringat tipis muncul di pelipisnya.

Di hadapannya, berdiri pria dan wanita paruh baya dengan setelan mahal dan elegan. Sorot matanya tajam, wajahnya dingin dan datar

"P-papa? Mama?" lirih Freya nyaris tidak terdengar.

1
+21 🎂
dan pada akhirnya ada freya yang drama.. 😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
seru
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣
+21 🎂
langsung tarik rambutnya steve!!! 🦖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Tidak untuk dipraktekkan anak kecil
total 3 replies
shabiru Al
waaaaaaahhhhh🤭🤭🤭
shabiru Al
ada apa dengan 'boy' kenapa begitu kecewa dtolak steven,, sudah ada rasakah?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Sakit jantung, di bentak2🥲
total 1 replies
shabiru Al
calon istrinya itu elo freyaaaa... makanya jangan asal kabur dcerna dulu napa tanya dulu calon nya siapa..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ketauan lh.... klo🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mmmm kpn mrk tau satu sm lain... sdgkn mokondo tu mkin gl
🇦 🇵 🇷 🇾👎: di buang
total 4 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk tau malu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Casual//Casual//Casual/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣dy blm tau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yak ny evelyn tau... gk sbr aq🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga tau
shabiru Al
kayaknya evelyn dah tau kalo boy itu freya,, secara singa betina lho evelyn itu...😄
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Feeling emak tiada tandingannya 😌
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn lama x ketauan ny kk... biar mt wil gila tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎: mmmm 🤣🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dy yg rekam🤣🤣🤣🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!