BUKAN bacaan Ramah Bocah 💋💋
Tidak sengaja menginap di kamar hotel yang sama, membuat Mondy dan Keyla terlibat skandal yang menghebohkan dunia pergosipan. Sebagai artis yang sedang naik daun, Keyla tidak bisa bisa menyangkal begitu saja karena memang foto-foto mereka telah tersebar. Berniat menghindar, wanita itu pun memutuskan untuk pergi ke Milan, Italia. Ia meninggalkan goresan luka di hati Mondy yang menaruh hati padanya.
Hingga akhrinya, mereka kembali dipertemukan dalam keadaan yang semakin rumit. Keyla terus menghindari Mondy karena tidak ingin menjadi bahan gosip lagi. Namun, saat ia menyadari perasaannya, semua sudah terlambat.
Mampukah mereka bersama?
🦋Spin Off novel Terjerat Gairah Musuh.
Sebelum baca Terjerat Skandal, aku saranin baca TGM dulu, supaya nggak bingung sama alurnya🍭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TS | Bab 33
Ayah Freya memiliki kakak perempuan yang tinggal di luar negeri. Wanita itu tidak memiliki anak, sehingga sebagian sahamnya akan dilimpahkan ke Freya jika wanita itu meninggal. Karena hal itulah, ayah Freya cukup takut dengan kakaknya, apalagi wanita itu adalah satu-satunya saudara yang dimiliki ayah Freya.
Meski belum mengenal tante dari Freya, tetapi Mondy bertekad akan mencoba meminta bantuan dari wanita itu supaya dia bisa secepatnya terlepas dari perjodohan dengan Freya.
Saat ini, Keyla dan Mondy juga Gabriel tengah bermain kejar-kejaran di pantai. Karena mereka tidak membawa baju ganti, akhirnya mereka hanya bermain di tepi pantainya saja, tanpa mencoba wahana air yang lain.
Freya dan Reno tampaknya sudah memiliki persiapan yang matang untuk berlibur. Buktinya, mereka sudah menyiapkan baju ganti dari rumah.
“Gabriel mau main pasir? Kayaknya di dekat lobi tadi ada yang jual baju-baju pantai deh,” kata Keyla yang merasa kasihan dengan keponakan yang tidak bermain bebas.
Gabriel menyipitkan mata, sepertinya bermain pasir memang menyenangkan. Bocah itu mengangguk. “Mau Onty, Biel mau banget.”
“Key, kita nggak bawa baju ganti loh, lagian bentar lagi juga sore, kita sudah mau balik,” sahut Mondy.
“Nggak bawa baju tapi bawa dompet, ‘kan?” Keyla menarik tangan Gabriel untuk mencari baju ganti dulu sebelum kembali bermain.
Mondy berlari menyusul Keyla yang menggandeng tangan Gabriel.
“Ikut dong. Dompetnya di saku aku ini.”
Dengan uang Mondy, mereka lalu membeli baju ganti dan kembali ke tepi pantai untuk bermain pasir. Baru kali ini Mondy merasakan bahagianya bermain bersama anak kecil. Dia pikir, mempunyai anak seperti Gabriel pasti akan menyenangkan. Lagi-lagi ia merasa iri dengan Bara. Dia sudah bahagia bersama keluarganya.
Satu jam lebih bermain pasir, akhirnya Keyla mengajak mereka untuk mandi dan berganti baju. Gabriel ikut Mondy karena dia merasa malu jika pergi ke toilet wanita.
“Aduh, rambut sama tubuh kamu penuh pasir gini, ayo dibilas air biar nggak gatal-gatal nanti!’ ucap Mondy saat membantu Gabriel membersihkan diri di kamar mandi.
“Palingan yang dimarahin Daddy itu Om Mondy, kalena Om Mondy musuhnya Daddy,” balas Gabriel.
“Daddy kamu memang suka banget bikin Om Mondy pusing,” ucap Mondy sembari memandikan Gabriel yang sangat kotor.
“Sama saja, kalian berdua sama-sama kayak bocah,” balas Gabriel.
Mondy harus merasakan repotnya mengurus Gabriel yang sangat pintar menjawab setiap kalimat yang diucapkannya itu.
Setelah puas bermain di pulau, lebih tepatnya berkencan ganda. Keempat manusia dewasa dan seorang anak kecil itu akhirnya mengakhiri liburan mereka. Kapal yang akan membawa mereka kembali ke ibu kota telah meninggalkan dermaga.
Keyla menemani Gabriel melihat pemandangan laut dari atas dek kapal. Lalu, Mondy kembali mengajak Freya diskusi soal waktu yang tepat untuk bertemu dengan tantenya itu. Mereka sepakat untuk pergi berempat bersama-sama menemui tantenya Freya.
Kapal telah bersandar kembali di Jakarta. Mereka pun berpisah, Freya dan kekasihnya pergi naik mobil sendiri. Dengan hati-hati, Mondy mengajak Keyla dan Gabriel menuju parkiran mobil Bara. Gabriel yang baru pertama diajak main kucing-kucingan, justru banyak bertanya dan protes. Kenapa mengendap-endap? Kenapa buru-buru? Kenapa lari dan masih banyak lagi yang bocah itu pertanyakan.
Hingga akhirnya, mereka sampai di mobil dan Mondy dengan cepat menjalankan mobil Bara itu.
“Aku tadi lihat orang yang ngikutin kita waktu di taman,” ucap Mondy yang membuat Keyla membelalakkan mata.
“Kalau kita ketahuan bagaimana, Mon?”
🥨🥨🥨Panggil Gery buruan wkkkk kasihan si gery siput, nanti aku kasih part biar dia berduaan sama mbak coklat💐💐💐