Selamat membaca!!!
Kisah Duda Kere[N] Vs Gadis Somplak™
Namanya Chika, gadis dengan hobi nyleneh dari gadis seusianya. Dia suka memancing bersama teman-temannya, bahkan sering ikut kontes dan selalu juara satu dengan hadiah jutaan rupiah.
Dia gadis yang anti dengan duda, apalagi duren alias duda keren. Menurutnya, duda adalah status yang menyeramkan baginya, statment Chika tentang duda adalah pria dewasa yang kurang belaian dari seorang wanita.
Tapi nasib berkata lain, Chika mendapatkan kesialan bertubi saat harus menerima perjodohan online yang sangat merugikan dirinya.
Kedua orang tuanya, telah menentukan nasibnya yang harus berjodoh dengan duren!
Astaga! kek mana tuh?
Apa Chika mau ya nikah sama duda? secara dia tuh anti gitu?
Penasaran?
Yuk baca novel baruku ini, jangan lupa like, komen, fav dan vote.
Mari ber-haha hihi dengan neng othor 😂😂😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kang Badboy Frustasi
Di tempat lain, terlihat ada seorang pria yang sedang patah hati. Dia telah menenggak beberapa botol minuman bersama teman-temannya di sebuah tempat tongkrongan yang biasa mereka datangi.
"Kau harusnya mengatakan sejak dulu, jika Gadis itu telah memiliki suami, kau bisa apa?" ucap Lucas, kawan Gio.
"Aku bisa merebutnya, Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Aku hanya perlu berusaha lebih giat lagi," jelas Gio yang kembali menambahkan satu botol minuman lagi untuk mengobati kegundahannya malam ini.
Kang badboy sangat merana karena ditinggal oleh oleh gadis pujaannya menikah dengan pria lain. Padahal sebelumnya dia telah memutuskan semua kekasihnya, setelahnya dia ingin bersama dengan Chika. Tetapi semua harapan itu telah kandas, Gio kini harus menelan pil pahit jika orang yang ia cintai telah bersuami.
"Gi! kita pulang ya? aku sudah lelah menunggumu disini! Bang! titip bocah ini ya? aku masih banyak urusan," ucap Lukas pada sang pemilik tongkrongan yang juga kakak dari salah satu kawan dari Gio.
"Beres!" ucap sang pemilik tongkrongan.
Gio yang telah mabuk berat itu meracau tidak karuan, membuat sang pemilik tongkrongan tersenyum karena pria yang biasanya memiliki banyak kekasih kini merana karena memutuskan semua kekasihnya hanya karena seorang gadis yang yang kini tidak bisa ia gapai.
"Memang Cinta Itu deritanya tiada akhir, jangan terlalu memikirkan hal yang sudah terjadi." pinta sang pemilik tongkrongan.
"Aku tak bisa seperti dirimu, dia adalah gadis yang aku sukai sejak kecil tetapi karena dia acuh, aku harus memendam perasaan ini sendiri. Saat aku tahu Dia memiliki seorang pria yang sangat dikaguminya, aku merasa cemburu. Aku tidak pernah mengetahui siapa orang itu, Chika tidak mengatakan hal apapun kepadaku. Bodohnya aku , harusnya mempertahankan gadis yang sangat aku cintai bukannya meninggalkannya!"
Raut kekecewaan terlihat jelas dari wajah Gio, namun dia masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Dia akan datang ke rumah Chika cara menanyakan siapa orang yang sangat ia cintai, karena saat di resepsi tadi, harusnya Gio menyampaikan perasaannya dan dirinya akan merasa lega, tapi sang suami justru menghalang-halanginya. Alhasil, Gio harus diam dan pergi karena malas melihat mereka berdua terlihat sangat romantis.
Selepas dari resepsi itu, Gio langsung mengikuti lomba balap motor liar. Dia sangat menyukai olahraga yang ekstrem seperti bertaruh nyawa di atas aspal.
Kali ini dia akan bertaruh untuk Chika, namun dengan cara yang berbeda. Dia akan meminta salah satu temannya untuk mengorek informasi tentang Chika. Karena mau tidak mau dia juga belum bisa move on secepat itu dari sang gadis, jika mencintai dalam diam adalah sebuah hal yang buruk, harusnya dia segera mengungkapkannya meskipun itu juga tidak terlalu baik. Motto dari Gio yang disampaikan oleh orang tuanya agar membuat orang yang lebih percaya diri menjalani kehidupan yang penuh dengan cobaan ini.
"Dante, kau adalah pria yang pernah aku temui, tetapi kau tidak memperbolehkan aku berbicara dengan cintaku! kau sudah menabuh genderang perang denganku, mari kita berperang merebutkan cinta sejati yang seharusnya menjadi milikku!" Gio sangat sinis, dia segera pergi dari tempat itu.
Terlihat jelas dari wajahnya jika dia sangat menyedihkan.
"Dante!!!! brengsek!!! sialan!" umpat Gio, dia meluapkan kekesalannya yang telah memuncak itu.