NovelToon NovelToon
One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:37.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​"Tugasku adalah menjagamu, Leana. Bukan mencintaimu."

​Leana Frederick tahu, ia seharusnya berhenti. Mengejar Jimmy sama saja dengan menabrak tembok es yang tak akan pernah cair.

Bagi Jimmy, Leana adalah titipan berharga dari seorang sahabat, bukan wanita yang boleh disentuh.

Hingga satu malam yang menghancurkan batasan itu. Satu malam yang mengubah perlindungan menjadi sebuah obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

"Duduklah, sayang. Kau bisa membuat lantai ini aus karena terus mondar-mandir seperti itu," ucap Elise.

Lea tersentak. Ia menoleh ke arah pintu kamar dan mendapati ibunya berdiri di sana dengan melipat tangan di dada.

"Mama? Belum tidur?" Lea mencoba mengatur napasnya yang tidak beraturan. Ia berusaha menyembunyikan kegelisahan yang membakar dadanya.

"Bagaimana mama bisa tidur jika putri mama sendiri terlihat seperti singa betina yang kehilangan jantannya?" Elise melangkah masuk, lalu duduk di tepi ranjang Lea. Ia menepuk sisi kosong di sampingnya, mengisyaratkan Lea untuk duduk.

Lea menurut dengan enggan. Ia meremas jemarinya sendiri. "Aku hanya khawatir karena Jimmy belum kembali. Ini sudah hampir tengah malam, Ma. Dia bilang hanya urusan sebentar, tapi ponselnya tidak aktif."

Elise menatap putrinya lekat-lekat. Ia memperhatikan bagaimana mata Lea terus melirik ke arah jendela, seolah berharap mobil Jimmy akan segera kembali di halaman mansion.

"Lea, tatap Mama," ucap Elise lembut namun tegas.

Begitu mata mereka bertemu, Elise bertanya tanpa basa-basi, "Apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Jimmy? Jangan berikan mama jawaban dia hanya pengawalku, karena kita berdua tahu itu sebuah kebohong besar."

"Kami... kami dekat, Ma. Jimmy selalu menjagaku. Dia satu-satunya orang yang bisa kupikirkan saat aku merasa takut," jawab Lea sembari menelan ludah dengan susah payah. Pertanyaan Elise membuat tenggorokkannya kering.

"Hanya dekat?" Elise menaikkan sebelah alisnya. "Cara dia menatapmu saat menjemputmu di apartemen tadi pagi dan cara kau mencarinya sekarang, itu bukan kedekatan antara majikan dan pelayan. Itu adalah tatapan dua orang yang sudah saling terikat. Katakan pada Mama, apa kau mencintainya?"

Lea terdiam cukup lama sebelum akhirnya mengangguk pelan. "Ya. Aku mencintainya, Ma. Sangat mencintainya. Aku tidak peduli dia lebih tua dariku, atau dia punya banyak luka. Aku hanya ingin dia."

Elise menghela napas panjang, bukan karena marah, tapi lebih ke arah prihatin.

"Mama sudah menduganya. Papamu juga mulai menyadarinya, meski dia lebih memilih untuk menyangkal karena dia sangat menghargai Jimmy. Tapi Lea, kau tahu kan risiko mencintai pria seperti dia? Dunianya penuh dengan darah dan rahasia yang tidak akan pernah kau mengerti."

"Aku tahu, Ma! Itulah sebabnya aku khawatir! Dia pergi setelah menerima telepon misterius. Dia menyebut nama Daren dan seorang wanita yang ia kira sudah mati. Wajahnya sangat pucat, aku belum pernah melihat Jimmy setakut itu," tutur Leana dengan nada mendesak.

Elise mengerutkan kening. "Wanita yang sudah mati? Ibunya?"

"Aku tidak tahu pasti, tapi aku merasa dia sedang berjalan menuju jebakan." Lea meraih tangan ibunya, matanya berkaca-kaca. "Ma, tolong aku. Gunakan jaringanmu untuk melacak keberadaannya. Aku tidak bisa diam saja di sini sementara dia mungkin sedang dipukuli atau lebih buruk lagi."

"Mama akan mencoba mencari tahu melalui akses satelit pribadi laboratorium. Tapi Lea, apa ada hal lain yang kau sembunyikan dari mama? Sesuatu yang terjadi semalam di apartemen?" tanya Elise seraya membelai rambut Lea, mencoba menenangkan putrinya.

Jantung Leana seolah berhenti berdetak. Ia teringat bagaimana sentuhan Jimmy di kulitnya, bagaimana pria itu mengklaimnya sebagai miliknya seutuhnya, dan bagaimana rasa sakit yang berubah menjadi kenikmatan itu masih terasa di tubuhnya.

"Maksud Mama?" Leana mencoba memasang wajah bingung yang polos.

"Kau pulang dengan langkah kaki yang aneh, kau menolak ke dokter, dan kau terlihat sangat berbeda. Seperti bunga yang baru saja mekar sepenuhnya." Elise menyipitkan mata, menyelidiki kejujuran di wajah putrinya. "Apa dia menyentuhmu lebih dari sekadar perlindungan?"

Leana menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah padam.

"Jimmy menjagaku dengan sangat baik, Ma. Dia melindungiku dari Aaron. Itu saja," jawab Lea.

Elise tahu putrinya sedang menutup-nutupi sesuatu yang sangat besar, namun ia memilih untuk tidak mendesak lebih jauh. Baginya, keselamatan Jimmy sekarang adalah prioritas, karena jika Jimmy terluka, Leana-lah yang akan hancur paling dalam.

"Baiklah. Mama tidak akan bertanya lebih lanjut untuk saat ini." Elise berdiri dan mengecup dahi Leana. "Mama akan ke ruang kerja sekarang untuk melacak sinyal terakhir ponselnya. Kau, cobalah untuk tenang. Jika kau terus panik, kau tidak akan bisa membantunya saat dia benar-benar membutuhkanmu nanti."

Begitu Elise keluar dari kamar, Lea langsung berhambur ke meja riasnya. Ia mengambil sebuah kotak kecil yang ia sembunyikan di balik tumpukan gaunnya. Isinya adalah sebuah alat pelacak GPS cadangan yang pernah Jimmy berikan padanya untuk keadaan darurat.

"Kau pikir kau bisa menghadapinya sendirian, Jim?" gumam Lea sambil menyalakan alat itu di tabletnya.

"Aku bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa merengek. Kau sudah menjadikanku wanitamu, dan seorang wanita tidak akan membiarkan prianya mati sendirian."

Sinyal di layar tabletnya berkedip-kedip, menunjukkan sebuah lokasi di pinggiran kota. Sebuah kompleks gudang tua yang dikenal sebagai wilayah kekuasaan keluarga Daren.

"Aku datang, Jimmy," gumam Leana. Ia segera mengganti gaun tidurnya dengan pakaian serba hitam, menyambar pistol Glock yang tadi ia curi dari mobil Jimmy, dan bersiap menyelinap keluar melalui balkon.

"Mau kemana, gadis nakal? Sudah lewat tengah malam untuk seorang putri Frederick berkeliaran dengan pakaian serba hitam seperti ini." suara berat dan dingin itu membuat Leana terlonjak hingga nyaris menjatuhkan tablet di tangannya.

Di sana, di ambang pintu balkon yang terbuka, Jimmy berdiri dengan tubuh yang bersandar pada bingkai pintu.

Pakaiannya kotor, noda darah kering menghiasi rahangnya dan tatapannya begitu tajam hingga mampu melumpuhkan saraf Lea.

"Jim?! Bagaimana bisa—tapi GPS ini..." Leana menatap layar tabletnya dengan bingung. Titik merah itu masih berkedip di gudang tua pinggiran kota.

"Ponselku hilang, Lea. Aku sengaja membuangnya untuk mengecoh orang-orang itu. Kau sedang melacak hantu."

"Aku—" Sebelum Leana sempat membalas, Jimmy sudah berada di depannya.

Dalam satu gerakan cepat, Jimmy mencengkeram pinggang Leana dan mendorongnya hingga punggung gadis itu menghantam dinding dengan keras.

Jimmy mengunci tubuh Leana dengan kedua lengannya, lalu menunduk hingga hidung mereka bersentuhan.

"Apa yang kau selidiki, Lea? Apa kau mencoba mengintip ke dalam neraka masa laluku?" tanya Jimmy. Ia tidak ingin Leana tahu betapa kotor dan hancurnya keluarganya.

"Aku hanya mencemaskanmu! Kau pergi begitu saja tanpa—"

"Cukup!" potong Jimmy tidak ingin mendengar pertanyaan lagi dan langsung membungkam bibir Leana dengan ciuman yang sangat kasar, menuntut dan penuh gairah yang meledak-ledak.

Ini bukan ciuman manis, ini adalah cara Jimmy untuk mengalihkan perhatian Lea, sekaligus cara untuk menyumbat rasa ingin tahu gadis itu dengan sensasi yang memabukkan.

Tangan Jimmy merayap masuk ke balik kaos hitam Lea, kulit kasarnya bertemu dengan kulit lembut Lea, menciptakan percikan api yang membuat Lea melenguh di tengah ciuman mereka.

"Ugh, Jim..."

Lea yang tadinya ingin marah, kini justru melemas, tangannya menjambak rambut Jimmy saat pria itu mulai menciumi lehernya dengan rakus.

"Berhenti bertanya, atau aku akan membuatmu tidak bisa bicara sampai besok pagi," bisik Jimmy serak tepat di telinga Leana, sebelum kembali melu-mat bibir gadis itu dengan panas yang membakar seluruh keraguan di antara mereka.

1
Ayachi
gadis polos matamuu diegooo, dia nurunin sifat beringasmu
Senja: 🤣🤣🤣🤣😭
total 1 replies
Keysha Aurelie
keterlakuan kamu Jim parah banget kelakuan mu yang tidak bisa di banggakan itu🤣
apaan coba lagi lagi gak bisa menahan keinginanmu untuk menanam saham itu🤣🤣
ingat Lea terburu buru ada kelas pagi 😭
ini malah berharap kecambahnya tumbuh 🤣🤣
Keysha Aurelie: eh keterlaluan😂
total 1 replies
Lilik24
jangan sampe benihmu sudah tumbuh duluan sedangkan kamu belum kembali Jim
kiya
masih sempat nabur benih ya jim sblm ke kampus, weleh2...
Senja: /Facepalm/
total 1 replies
h-6
dasar pria tua mecum 🌚
h-6: 🌚🌚🌚 BANGET 🌚🌚🌚
total 2 replies
Nice1808
Benih premium jim bukan benih expired🤣Lea akn slalu mrnunggu mu jim jadi cepatlah selamatkan Ibumu dr tangan Daren💪
h-6
sumpah al ngakak bab ini 😭
Sri Wulandari
wkwkwk
Keysha Aurelie
James?
udah ganti sekarang bukan Jimmy lagi

Diego pria itu sudah menyentuh putrimu lebih dari satu kali
kecanduan dia pengen terus🤣
Senja: Wkek nama aslinya james, jimmy nama panggilan dari Diego tp nanti tetap jimmy🤭
total 1 replies
Keysha Aurelie
Halah halah Jim Jim gayamu mau membawa Lea ke ranjang hebat sekali kau ni
hadapi dulu calon mertua mu itu hahaha🤣🤣🤣
rasanya pengen tertawa ,menertawakan Wil Wil arogan itu
Tuan Wil mau nikah lagi anda?
bentar nanti di carikan sama pembuat cerita ini 😂
Marya Dina
nah lhoo jim di todong pertanyaan itu ma calon bamer mu.
.jawab jim😁😁
Kinara Widya
hayo lu Jim....🤣🤣🤣....tapi kayanya Diego sudah mengetahui lah...cuman pura2 saja nanya ...mau lihat reaksi jimmi
TRI SRI SULANJARI
jangan bohong jim katakan saja....siapa tahu langsung di nikahkan meski kena pukulan dulu........🤩😍😍👍
comelciripa
🤣🤣🤣perkara wes dicaplok🤭
Lilik24
diego sudah kecolongan itupun krn ulah calon mantu dr william.....jimmy selalu berusaha menahan diri walaupun selelu digoda lea tp krn obat jadilah
Nice1808
mampus kau jim diego dah curiga dan penasaran, jujur jim klo kau telah makan singa betina nya🤣🤣🤣🤣
Nice1808
ngeri william yg dipndang kasta dan kedudukan🤣dan jimmy gk takut atauoun mundur👍👍
mars
mati aku kata james🤣🤣🤣🤣🤣 jawab aja blm Diego,blm hamil maksudnya🤣🤣🤣🤣
Senja: Hahaha😭
total 1 replies
mars
hasil didikan mu tuh diego😀
Lilik24
udah cepetlah halalin Jim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!