NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Berondong
Popularitas:780
Nilai: 5
Nama Author: nunna namjoon

seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Beberapa hari kemudian suga memutus kan untuk pergi menjenguk sang ayah di rumah nya. Bagaimana pun ia masih ayah kandungnya,dan ada hal lain juga yang ingin ia ketahui sambil mencari informasi.

"Bagaimana keadaan ayah sekarang, maaf baru bisa menjengukmu, karena jadwalku yang terlalu padat" Ucap suga yang menemui appanya yang tengah bersantai di balkon.

"Kau tak perlu mengkhawatirkan ayahmu ini, penyakit ayah hanyalah penyakit masa tua, jadi wajar jika ayah sakit" Jawabnya sambil menikmati secangkir teh buatan istrinya.

Saat asap dari teh itu tertiup angin secara tak sengaja suga menghirup aroma teh tersebut. Suga yang pernah belajar tentang berbagai jenis racun tanaman sangat mengenali bau tersebut tapi ia belum yakin, namun ia sudah curiga dengan minuman yang di konsumsi appanya itu.

"Apakah ayah membutuhkan sesuatu biar aku yang mengambilnya" Tanya suga hanya untuk basa basi karena terselip niatnya untuk mencari sesuatu di rumah itu.

"Tak perlu, ayah akan ke kamar mandi sebentar, tunggulah di sini" Ucap tuan min sambil berusaha berdiri yang akhirnya di bantu suga untuk berjalan ke kamar mandi.

Selama tuan min berada di kamar mandi, dengan terburu-buru suga mengambil sampel ampas teh yang berada di penyaringan poci itu dan di taruhnya di sebuah tube kecil.

Di benaknya ia harus mencari bukti lain pasti di dapur, hingga ia memutuskan untuk pergi ke dapur dan memastikan apakah ada orang di sana agar gerak geriknya tak di curigai.

Di tengoknya ke kanan kiri rupanya tak ada orang, hingga ia dengan cekatan cepat mencari sesuatu, di bukanya lemari di kitchen set atas bawah dan tempat penyimpanan makanan mentah, namun ia tak menemukan barang ia cari.

"Nak suga sedang apa di dapur, jika membutuhkan sesuatu biar bibi yang membantu" Tiba-tiba saja bibi kim selaku asisten rumah tangga di rumah tuan min menganggetkan suga hingga Kepala nya terbentur pinggiran meja.

"Aaakkkhhh" Pekiknya.

"Apa nak suga tak apa, biar bibi saja yang mencarinya, nak suga ingin mencari apa biar bibi bantu? "

"Tak apa bi, aawww kepalaku" Erang suga sambil memegang kepala depannya yang nampak memerah dan sedikit benjol.

"Duduklah dulu nak, biar bibi ambilkan kompres dan mengobati nya"

Segera bibi kim mengambil kantong kompres dan mengisinya dengan es batu di dalamnya.

"Mungkin ini sedikit sakit tapi bertahanlah sebentar" Ucap bi kim dengan telaten menekan bagian yang benjol dengan kantong es secara perlahan.

"Oiya bi, siapa yang membuat kan teh untuk ayah? " Tanya suga.

"Aahh itu nyonya yang buatkan nak, nyonya sangat baik merawat tuan"

"Emmm, apakah ayah tak merasa kesulitan akhir- akhir ini? " Tanya nya lagi.

"Akhir- akhir ini tuan sering tiba-tiba merasa sakit kepala dan sesak nafas, terkadang juga saat berjalan pun ia kehilangan keseimbangan, saya takut terjadi apa- apa kepada tuan min" Jawabnya dengan perasaan risau.

"Aku titip ayah ya bi, jika terjadi sesuatu tolong hubungi aku segera mungkin" Pinta suga.

"Baik nak, tuan min sudah saya anggap saudara bibi sendiri, termasuk kamu dan nak hajun, kalian berdua sudah seperti anak bibi"

Bibi kim sebenarnya adalah pengasuh suga dan hajun dari bayi tak heran suga sangat dekat dengan bibi kim. Sampai kemalangan menimpa keluarga tuan min, bibi kim lah yang mengurus suga dan hajun saat terpuruk.

"Kenapa dengan kepalamu suga? " Tiba-tiba saja tua  min datang menghampiri suga dan bibi kim.

"Hanya terbentur sedikit ayah, aku tadi melihat kecoa dan berniat mencarinya di bawah sana agar tak berkembang biak tapi malah aku yang terbentur" Bohong suga.

"Ini salah saya tuan karena sudah mengagetkan nak suga"

"Tak apa bi, aku baik-baik setelah di kompres olehmu"

"Baiklah ayah, aku pamit sebentar lagi aku harus melapor ke kantor, jaga dirimu baik-baik jangan lupa minum obatnya dengan teratur dan bi kim tolong jaga ayahku ya, aku tinggal dulu" Pamit suga.

"Hati-hati nak, tetap jaga kesehatan mu, makanlah dengan baik" Ucap bi kim sebelum suga melangkah pergi.

*******

"Aaaarrrggg akhirnya selesai juga" Ucap gea sambil menggeliat kan tubuhnya karena hampir seharian ia terduduk di kursi belajarnya yang berada di kamar.

Saat membereskan meja ia melihat kalung couple yang dulu di berikan suga. Ia melihat nya dengan seksama di bawah sinar lampu.

"Sebelumnya aku tak pernah percaya jika takdir itu ada tapi setelah kau datang kembali dan meyakinkan ku, ku rasa aku akan mengubah opiniku tentang itu" Ucapnya.

"Semoga rasamu terhadap ku tak pernah berubah suga-shi" Sambil memandang liontin kakung yang berbentuk bintang namun di tengahnya ada bentuk bulan kecil.

Saat ia asik memandangi kalung itu, ponselnya yang ia letakkan tak jauh dari meja belajar nya pun berdering, segera ia mengambil ponsel itu, Ternyata suga yang menelfon nya.

suga : "kau sedang apa?jika tak sibuk keluar lah aku sudah ada di depan rumahmu"

gea : " Hah kau sudah di depan rumahku"

Buru buru gea berjalan menuju jendela kamarnya dan melihat keluar dan benar saja suga sudah berdiri di luar di samping mobilnya.

gea : "baiklah aku akan turun"

Dengan secepat kilat gea mengganti baju dan berdandan tipis agar tak terlihat berantakan di depan suga.

"Ini sudah hampir malam kenapa kau kesini emm" Tanya gea.

"Untukmu... " Jawab suga sambil menyodorkan sebuah bucket bunga besar ke arah gea.

"Wahhh cantik sekali bunga ini, kurasa hari ini tak ada yang special, untuk apa kau memberiku bunga" Tanya gea.

"Agar kau semangat mengerjakan skripsimu, emm bagaimana kalau kita makan di luar" Ajak suga.

"Eemmm aku akan meletakkan bunga ini di rumah dulu" Jawab gea mengiyakan ajakan suga.

Setelah nya suga segera melakukan mobilnya menuju restoran terdekat bersama gea.

"Seperti nya aku mau memakan sesuatu yang berbeda hari ini " Ucap gea.

"Apa kau mengidam? Wahh suga junior cepat sekali jadinya" Ucap suga sambil mengejek gea.

"Yakk, aku baru datang bulan kemarin, jangan pernah berkata yang tidak-tidak" Jawab gea dengan perasaan lesu.

"Apa kau tak mau jika suga junior hadir di perutmu hhmm" Ucap suga sambil mengelus perut rata gea.

"Aaiisss bukan begitu, hanya saja aku belum siap, kita juga belum menikah"

"Besok kita menikah, atau mau hari ini"

"Suga-shiii kau selalu bercanda seperti itu"

"Aku tak bercanda gea, aku serius"

Tiba-tiba gea mencubit perut suga dengan kencang.

"Aawwwww sakit gea"

"Wwleeekk itu akibatnya jika terus meggodaku tuan suga"

Beberapa saat kemudian suga memberhentikan mobilnya di sebuah restoran Jjajangmyeon.

"Masukkan dulu, aku akan memikirkan mobilku" Perintah suga yang langsung di turuti oleh gea.

Hampir satu jam mereka berada di restoran itu, karena gea menghabiskan 2 mangkuk, menurutnya itu mie terenak yang pernah ia makan.

Saat berada di dalam mobil pun gea nampak terengah-engah karena kekenyangan.

"Bagaimana kau bisa menemukan kedai makan Jjajangmyeon seenak itu, perutku rasanya hampir meledak, enak sekali" Gerutu gea.

"Temanku yang mengajakku kesana, kupikir kau akan menyukai nya, makanya ku ajak kau ke sini" Jawabnya.

"Ku rasa temanmu itu vlog blogger, sepertinya ia tahu tempat makan yang enak, lain kali kau harus bertanya kepadanya" Ucap gea dengan semangat.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.... 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!