Bagaimana jadinya jika sesosok hantu jatuh cinta pada manusia. Wiway seorang hantu patah hati yang diselingkuhi pasangannya jatuh hati dengan seorang playboy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33. Anugerah
"Aku tidak bisa membiarkan Ezza menjadi milik orang lain, apalagi wanita itu Wiway. Dia itu
milik gue dan harus jadi milikku," Berlin segera bergegas menuju ke kelas
"Syukurlah dia tidak berada di kelas bersamanya," Berlin segera pergi mencari keberadaan Wiway
Gadis itu tersenyum kecut ketika melihat Wiway di lobby kampus.
"Itu dia pelakor yang merebut Ezza dari gue," Berlin mempercepat langkahnya dan menghampiri Wiway
"Ikut gue," ucapnya dengan nada tinggi
"Kemana?" Wiway balik bertanya
"Sudah ikut aja, gak usah banyak tanya cepat ikut!" hardiknya dengan tatapan penuh kebencian.
Wiway segera mengikuti Berlin menuju ke sebuah ruangan kosong.
"Denger baik-baik Wiway, Ezza adalah kekasihku jadi tolong jauhi dia. Asal kamu tahu jika aku dan Ezza sudah saling menyukai dari kecil, jadi sebaiknya kau cepat tinggalkan dia sebelum aku bersikap kasar padamu," ujar Berlin penuh kebencian.
"No," jawab Wiway singkat.
"Kamu memang pacar Ezza sekarang, tapi sampai kapanpun kau tidak akan pernah mendapatkan cintanya. Karena di hati Ezza hanya ada gue seorang. Lo itu gak jauh beda sama cewek-cewek Ezza yang dulu, dia hanya menjadikan kamu sebagai pacarnya hanya untuk melampiaskan kekecewaannya padaku. Sampai kapanpun dia tidak akan pernah mencintai mu, karena sampai kapanpun cintanya Ezza hanya untukku!" tutur Berlin
"Terserah apa katamu yang jelas aku tidak akan pernah meninggalkan Ezza untukmu," sahut Wiway kemudian meninggalkannya.
Melihat Wiway yang tak mengindahkan ucapannya membuat Berlin langsung menyusul Wiway dan menarik lengannya dengan kasar.
"Jangan sombong hanya karena kau pacar Ezza sekarang, kita lihat saja dua Minggu lagi kau pasti akan segera diputusin seperti cewek-cewek Ezza sebelumnya," ucap Berlin
"Terserah apa katamu, kita lihat saja nanti Ok," sahut Wiway kemudian meninggalkannya.
"Dasar sombong, kita lihat saja sampai kapan Ezza akan bertahan denganmu,"
*********
"Ezza," sapa Wiway menghampiri pemuda itu
"Darimana saja kamu, aku cariin gak ada?"
"Tadi ada urusan sebentar," sahutnya
"Kamu gak kerja Wi?"
"Shif sore,"
"Berarti kamu pulang malam hari ini,"
"Betul. Apa kamu sudah gak ada mata kuliah?"
"Iya hari ini cuma satu mata kuliah saja, udah gitu cuma quiz lagi jadi cepet," sahut Ezza
"Terus gimana quiznya, kamu bisa jawab gak?" tanya Wiway antusias
"Alhamdulillah, karena semangat dari kamu aku bisa mengerjakan semuanya. Doain aja aku dapat nilai bagus."
"Aamiin,"
" Mulai sekarang aku akan rajin belajar agar bisa dapat nilai bagus agar kau bangga punya pacar aku," sahut Ezza bersemangat
"Duh jadi sweat banget sih kamu Za. Jadi makin anu sama kamu," sahut Wiway
"Anu apa?" tanya Ezza penasaran
"Ikan Hiu makan mentega," ucap Wiway
"Cakep,"
"Ih jadi makin Love you sama Ezza," imbuh Wiway membuat Ezza langsung tersipu dibuatnya
"Love you too," sahut Ezza kemudian mengecup kening gadis itu.
"Ehemm!!" seru Dery menghampiri keduanya
"Napa si Lo, ganggu aja!" cibir Ezza
"Dih galak amat Za," sahut Derry kemudian memberikan selembar kertas kepada Ezza
"Apaan nih?" tanya Ezza
"Nilai quiz tadi,"
Ezza segera membalik kertas itu dan kemudian terdiam melihat nilainya, "Aku bener-bener gak nyangka," ucapnya dengan mata berkaca-kaca
"Drama deh!" celetuk Derry
"Kamu kenapa Za,"
"Gak papa Wi, cuma shock aja!"
"Ehem!"
"Gak usah sedih kalau nilai kamu belum maksimal, itulah pentingnya belajar. Makannya mulai sekarang kamu harus rajin belajar ya," ucap Wiway memeluknya
"Dasar modus!" celetuk Derry membuat Ezza langsung menjulurkan lidahnya
"Iya sayang, makasih ya supportnya. Karena berkat dukungan kamu akhirnya aku dapat nilai A," ucap Ezza menunjukkan kertas ulangannya.
"Wah selamat sayang," ucap Wiway kembali memeluknya
"Duh, nyesel gue kesini kalau kalian terus pamer kemesraan gini. Jiwa jones gue meronta-ronta pengin di peluk juga," ucap Derry
"Yaudah sini aku peluk," ucap Ezza mendekat kearahnya.
"Dih ogah!" sahut Derry berlari meninggalkannya.
"Bagaimana kalau sekarang aku traktir kamu karena udah dapat nilai bagus,"
"Boleh, kebetulan aku juga udah laper nih," sahut Ezza kemudian menggandeng lengan gadis itu.
"Sial, kenapa gue gak rela banget Ezza sama cewek kampungan itu," tukas Berlin begitu kesal melihat kemesraan Ezza dan Wiway.
Setibanya di restoran, "Kamu mau makan apa?" tanya Ezza
"Steak aja,"
"Ok," Ezza kemudian segera memberikan pesanannya kepada seorang pramusaji.
Sementara itu Berlin terus mengikuti keduanya dan mengawasi gerak-geriknya.
Selesai makan siang Ezza mengantar gadis itu ke tempat kerjanya.
"Hati-hati sayang, jangan lupa telpon aku jika sudah selesai kerja,"
"Ok sayang," sahut Wiway melambaikan tangannya dan bergegas masuk ke dalam klinik Aby.
"Ternyata dia bekerja di klinik itu," ucap Berlin kemudian memutar mobilnya meninggalkan tempat itu.
"Halo semuanya," sapa Wiway ramah
"Hai juga Wi," sahut Marimar dan Susan bersamaan.
"Halo By," sapanya mendekati lelaki itu
"Hai juga, apa kabar kamu hari ini?" sahut Aby balik bertanya
"Aku sangat baik hari ini," jawab gadis itu sumringah
"Kamu tahu gak, kalau aku sama Ezza sudah jadian," ucap Wiway menunjukkan cincin di jari manisnya.
"Selamat kalau gitu," ucapnya datar
"Kok gitu doank sih,"
"Memang maunya gimana?" ujar Aby balik bertanya
"Kasih hadiah dong harusnya,"
"Bukan kebalik Wi, harusnya kamu yang traktir aku karena abis jadian," jawab Aby
"Yaudah nanti aku traktir pas makan malam,"
"Canda doank Wi, gak usah diambil hati."
"Gak papa kok By, lagian selama ini kamu udah baik sama aku jadi sekali-kali kan aku traktir kamu,"
"Terserah kalau itu mau mu. Tapi jangan lupa jika kau sudah pernah janji sama Ezza untuk tinggal dirumahnya untuk empat puluh hari saja. Sekarang sudah masuk hari ke tiga puluh jadi kamu juga harus bersiap-siap mencari tempat tinggal baru," jawab Aby
"Kau benar hampir saja aku lupa, untung saja kamu ingatkan. Makasih ya by."
"Btw Apa yang akan kamu lakukan setelah empat puluh hari itu selesai?" tanya Aby
"Aku mau menggunakan kesempatan keduaku untuk menikmati hidupku yang dulu belum sempat aku nikmati."
"Apa kau tidak mau kembali alam mu Wi, bukankah hidup tenang di alam keabadian itu lebih indah daripada menjadi manusia semua yang hanya akan menderita. Karena semuanya hanyalah kebahagiaan semu Wi," terang Aby
"Aku tidak peduli, yang jelas aku bahagia saat ini dan aku tidak mau memikirkan apa yang belum terjadi. Biarlah yang berlalu menjadi sejarah, dan sekarang adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan padaku sedangkan besok adalah misteri. Itulah hidup semuanya adalah pemberian Tuhan dan kita tidak boleh menyia-nyiakannya," jawab Wiway bijak.
************
Wiway tersenyum bahagia ketika jam kerjanya selesai, ia segera mengambil tas kecilnya dan menghubungi Ezza untuk meminta di jemput pulang.
"Akhirnya aku bisa ketemu Ezza lagi, padahal baru saja beberapa jam aku gak ketemu dia tapi rasanya aku kangen banget.," Wiway kemudian berjalan menuju halte taman.
Saat gadis itu sedang menyeberang jalan tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah mobil sedan melaju dengan kencang kearahnya.
*Bruughh!!!