NovelToon NovelToon
Asisten Nona Muda

Asisten Nona Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

Kepahitan hidup harus dijalaninya, orang yang dicintainya, telah meninggalkan dunia. Menata hidup dengan mengikuti perjodohan keluarga dilakukannya.

'Suatu hari nanti, jika kamu menikah. Sayangilah suamimu, seperti kamu menyayangiku,' Itulah kata-kata yang pernah diucapkan orang yang dicintainya. Sudah beberapa tahun dengan sabar Jeny mencoba mencintai suaminya dengan tulus.

Seorang presiden direktur sebuah perusahaan cargo bernama Daniel. Tampan, kaya tidak ada yang kurang terkecuali sifatnya yang tidak dapat lepas dari mantan kekasihnya. Menganggap istrinya hanya sebagai pemuas nafsu di tempat tidur dan pengurus dirinya bagaikan pelayan.

Dengan langkah kaki gontai Jeny menyerah, setelah resmi bercerai. Jeny meninggalkan rumah dalam keadaan hamil, keluarganya yang merupakan pengusaha tidak bersedia menerimanya. Karena takut akan kekuasaan Daniel.

Menyesal dan kesepian itulah yang dirasakan Daniel, setelah kepergian istrinya. Mencoba mencari Jeny pun percuma istrinya sudah melangkah terlalu jauh, entah kemana.

"Aku akan mendirikan perusahaan sendiri," tekad Jeny, sembari menggendong buah hatinya. Seorang pemuda tiba-tiba datang melamar pekerjaan pada perusahaan yang baru dibukanya.

"Gelar master!? Gaji berapa yang kamu minta, maaf tapi kami tidak dapat memberikan gaji yang sesuai dengan gelarmu," Jeny menghela nafasnya.

"Gajinya bulanan yang aku minta adalah sebuah ciuman..."

"Kamu sudah gila ya!?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersembunyi

Acara makan malam telah berakhir, namun Jony dan Tirta masih terlihat berbincang di ruang keluarga, bersama dengan Dea dan Gina. Sedangkan seorang wanita nampak duduk termenung duduk di atas ayunan halaman belakang.

"Sebenarnya, apa yang tadi terjadi!?" suara seseorang pemuda mengejutkannya.

Nana bertepuk tangan sambil tertawa kecil,"Mantan suami yang peduli," pujinya pada Daniel.

Daniel menghebuskan napas kasar, berusaha untuk bersabar, mengulangi pertanyaannya,"Sebenarnya apa yang terjadi!?"

"Jeny alergi strawberry, hampir semua makanan di atas meja dicampur dengan sedikit strawberry," Nana berucap penuh senyuman.

"Alergi!? Bukannya biasanya efeknya hanya gatal atau ruam jika seseorang mengidap alergi!?" Daniel mengenyitkan keningnya.

"Reaksi setiap orang berbeda-beda. Jeny memiliki reaksi alergi yang cukup parah. Tenggorokannya terasa terbakar, napasnya sesak. Dengan cepat harus mendapatkan penanganan," jawab Nana sembari termenung.

"Aku akan mencari Jeny!!" Daniel beranjak pergi beberapa langkah.

"Dia akan selamat, ada Farel disana ..." Nana menghebuskan napas kasar, menonggakkan kepalanya menatap ke arah langit. Kemudian tertawa kecil,"Aku tidak tau Farel bekerja untuk siapa..." ucapnya.

"Apa magsudmu!?" Daniel mengenyitkan keningnya.

"Tolong segera rujuk dengan Jeny. Sebelum orang yang aku dan Jeny sukai muncul..." jawabnya.

"Orang yang bernama Ren!? Bukannya dia sudah mati!?" Daniel mulai tertarik dengan arah pembicaraan mereka.

"Farel kemungkinan besar adalah boneka yang dikendalikan Ren," Nana menyunggingkan senyuman di wajahnya,"Ren orang yang baik, sayangnya menyukai orang yang salah. Keluarga kami menginginkan kesempurnaan, karena Jeny menyukainya maka dia harus disingkirkan,"

"Kali ini jika Ren muncul lagi, aku akan melindunginya..." Nana menghembuskan napas kasar.

"Apa kamu yang berniat membunuh Jeny!?" Daniel mengenyitkan keningnya menatap tidak suka.

"Aku membenci Jeny karena membiarkan Ren mati, mati pelan-pelan lebih baik untuk Jeny dari pada mati hanya karena strawberry. Ren masih hidup, jadi sekarang tidak ada alasan aku membenci sepupuku," ucapnya penuh senyuman.

"Lalu hubungan rahasiamu dengan paman Jony!?" Daniel kembali bertanya.

"Itu berbeda lagi, tante Dea merebut semua milikku, juga membunuh ayahku," Nana sedikit melirik ke arah kaca trasparan besar yang menjadi pembatas ruang keluarga dan taman belakang. Tersenyum menatap tawa dari wajah Dea.

"Aku akan melupakan dendamku jika sudah bersama dengan Ren..." lanjutnya.

***

Udara masih terasa dingin, gadis berpakaian minim itu memakai riasan wajah yang terlihat memukau, mulai memakai mantelnya. Menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.

"Singa yang sabar akan memanfaatkan setiap kesempatan mendapatkan mangsanya. Walaupun harus tidak tidur semalaman..." gumamnya, menatap pintu masuk rumah sakit terdekat.

Pagi mulai menjelang, dengan penuh kewaspadaan dan kantung mata menghitam, Nana tetap menunggu di dekat ruang rawat Jeny. Satu hal yang ada dalam fikirannya, jika nyawa Jeny dalam bahaya, Ren tidak mungkin dapat menahan diri untuk datang.

Hingga, Farel keluar dari ruang rawat Jeny, untuk membeli minuman. Nana mulai keluar dari tempat persembunyiannya. Mengikuti troli cleaning service dengan merangkak, berharap tidak ketahuan. Menatap dari jauh seorang pemuda menggunakan jas yang terlihat mahal, berbicara dengan Farel.

"Aku harus mendekat..." gumamnya mengira sosok Tomy adalah Ren.

Terdengar samar-samar potongan, percakapan mereka.

Farel menghembuskan napas kasar,"Sebaiknya Jeny pindah dari rumah Jony sementara aku tidak ada. Sulit untuk menjaganya di sana,"

"Benar, sebaiknya kembali ke rumah sebelumnya. Lingkungannya lebih aman," Tomy masih memunggungi Nana.

Nana menguping pembicaraan mereka dengan serius. Ingin bertemu Ren suatu saat nanti dengan cara yang lebih pantas.

Cleaning service yang merupakan seorang laki-laki normal, menelan ludahnya berkali-kali. Menatap wanita berpakaian minim merangkak di samping trolinya. Hingga sang cleaning service hendak berjalan lurus.

"Kenapa lurus!? Belok!!" Nana berbicara dengan nada suara kecil.

"Ini troliku!!" ucapnya sang cleaning service kesal.

"Aku akan membayarmu mahal kalau kamu belok!!" ucap Nana kembali berbisik.

"Aku akan lurus..." ucapnya kembali berfikir setelah menelan ludahnya. Menatap penampilan Nana yang terbuka.

Nana, masih dalam posisi berjongkok, menahan troli dengan tangannya,"Belok!!" ucapnya kesal.

"Aku akan lurus, pekerjaanku bayak!!" sang cleaning service membentak tidak mau kalah.

Tepatnya, sebagai pria singgel, aku tidak ingin tersiksa melihat pemandangan indah di pagi hari. Ini bagaikan seekor kucing yang disuguhi ikan tanpa bisa memakannya... Ibu, aku akan memegang teguh, tidak akan pacaran, atau tergoda perempuan kecuali ibu sudah sembuh... tekad sang cleaning service di dalam hati.

Farel mengenyitkan keningnya curiga, berjalan mendekati lorong di dekat mereka, mendengar keributan di pagi buta dari sudut rumah sakit yang sepi.

Gawat aku ketahuan, bagaimana ini!? Tidak boleh!! Jika ketahuan Farel, Ren akan mencari cara menyembunyikan dirinya lagi... Nana yang sedikit mengintip dari troli memikirkan cara untuk dapat lolos dari Farel.

Dengan cepat wanita itu bangkit, menarik tangan sang cleaning service. Menciumnya secara paksa, wajah Nana yang memunggungi Farel agar tidak terlihat.

"Sial!!" Farel mengumpat dengan suara kecil, menatap pemandangan panas seorang cleaning service di pagi hari. Kemudian, pergi berlalu menahan rasa malu dan tawanya.

Sang cleaning service membulatkan matanya, merasakan perasaan aneh dalam dirinya. Memeluk pinggang Nana yang menggoda.

"Dasar mesum!!" Nana mengumpat, melepaskan ciumannya merasa Farel telah pergi.

"Aku mesum!? Kamu yang pertama kali menciumku!!," ucapnya kesal menormalkan hatinya yang berdebar.

Nana mengamati situasi, Farel terlihat sudah tidak ada disana.

"Ini, uang untuk ciumannya!! Seharusnya kamu yang membayarku. Tapi karena aku berhasil kabur... terimakasih..." ucap Nana menyodorkan sembar uang pecahan seratus ribu, kemudian berlari cepat agar tidak terlihat oleh Farel.

Sang cleaning service mengenyitkan keningnya menatap uang di tangannya."Tapi, seumur hidupku, tidak pernah mencium wanita, itu ciuman pertamaku!! Hanya dibayar seratus ribu!! Memang aku g*golo!? Wanita sialan!!" umpatnya kesal.

***

Siang menjelang, akhir sift malam yang dilalui Key benar-benar memalukan baginya. Dengan pelan membuka pintu rumahnya yang sederhana. Terletak berdampingan dengan rumah Jeny.

Rumah sederhana yang terdiri dari empat kamar. Ditempati olehnya dan ibunya yang sakit-sakitan bertahun-tahun semenjak pemuda itu duduk di bangku SMU, hingga sekarang.

"Key, kamu sudah makan..." terdengar suara lirih seorang wanita paruh baya yang sesekali terbatuk-batuk.

"Sudah, lebih baik ibu istirahat di kamar saja..." Key menghebuskan napas kasar menatap iba pada kondisi ibunya.

"Maaf sebelumnya kamar kosong di rumah kita ibu kontrakan..." Lusi (ibu Key) berucap dengan nada lemas.

"Tidak apa-apa, ini juga untuk tambahan keperluan kita sehari-hari..." Key menyunggingkan senyuman di wajahnya.

"Calon penghuninya baru saja pergi setelah memberikan uang deposit. Katanya, nanti akan datang membawa barang-barangnya..." wanita paruh baya itu, berjalan perlahan memasuki kamarnya.

Key duduk sejenak menyenderkan punggungnya, mengeluarkan uang seratus ribuan yang diberikan Nana, meletakkannya di atas meja. Sentuhan bibir itu masih terasa, wajah Key sedikit tersenyum meraba bibirnya.

Cantik... gumamnya dalam hati.

"Apa yang aku fikirkan!! Dari pakaian dan karakternya dia wanita murahan!! Ciuman pertamaku harganya seratus ribu!? Dasar wanita gila!!" ucapnya mengacak-acak rambutnya frustasi.

Beberapa puluh menit berlalu, Key membawa segelas air putih dingin. Berjalan berlalu setelah mendengarkan suara ketukan pintu.

Perlahan membuka pintu sambil meminum airnya. Terlihat seorang wanita menyebalkan yang beberapa saat lalu menciumnya.

"Hai..." ucap wanita itu tersenyum padanya.

Key menyemburkan air di mulutnya tepat di depan wajah Nana.

"Aku mendapatkan hujan lokal..." Nana menyeka air di wajahnya.

"Kenapa kamu kesini!!" Key membentak kesal.

"Perkenalkan, aku Nana yang akan menyewa kamar di rumah ini..." ucapnya tersenyum ramah. Berharap dapat menemukan jejak Ren dengan tinggal di dekat rumah Jeny.

"Wanita tidak waras!! Pergi!!" Key membentak.

"Uang bicara..." Nana tersenyum, mengeluarkan semua isi dompetnya.

Key sedikit melirik, matanya menyelidik mengamati yang jumlahnya tidak sedikit. Mati-matian menelan ludahnya, kemudian mengambil uang Nana.

"Benar kata tuan Crab (Spongebob) uang bicara..." Nana tertawa kecil, mengamati seorang pemuda menghitung uang yang baru diberikannya.

Persetan dengan harga diri, aku masih bisa hidup tanpa harga diri. Tapi tidak bisa hidup tanpa uang...uang bukan sumber kebahagiaan, tapi tanpa uang kita tidak dapat bahagia... gumam Key dalam hatinya, sembari masih menghitung uang.

Bersambung

1
mimief
nice ending
beautiful story'

aku selalu suka dengan gaya penulisan mu Thor,yg selalu memberikan kesempatan bahkan buat si antagonis.
cint yg penuh obsesif yg menerima nya dengan utuh dirinya tanpa ada sifat yg tertinggal.
dan bisa mengobati rindu akan beberapa puisi mu.
mimief
ayo..dukung siapa?
Daniel apa kemal...
mimief
ini lagi sedih loo..
aku lagi terharu,Tommy....Tomy
mau kasian tapi kok kamu lucu
mimief
bukan dedikasi dan loyalitas yaa
demi kapal pesiar
iya lah..jaman sekarang harus realistis,bukan matrealistis ya🤣🤣🤣

sama aja denk
mimief
jadi mau ngulang baca lagi kisahnya Tomy😔☺️
mimief
Tomy...kamu tegar bgt 😭
mimief
tapi cerita dia si yg paling sedih
Kenzo iy..sedih tapi masih ada yg mau terima. apalagi farel
tapi Tomy...ah
dr kecil udah di abaikan,di tolak di telantarkan
mimief
ngidam nya ngerepotin orang
mimief
Tomy dan segala kelakuan ajaib nya🤣🤣

inget demi kapal Fery, semangat 💪🤣
mimief
😍😍😍
mimief
kepintaran jadi keblenger🤣🤣
mimief
kl sama ayahnya,outo JD umur 5 th lagi gayanya🤣🤣
mimief
kasiaaaannn😔🤣🤣🤣🤣
mimief
seperti Kenzo,Tomy,bahkan Hans
setiap orang mempunyai alesan untuk berbuat kotor atau jahat atau spa itu kepada orang lain bukan?
balik lagi, semua tergantung sudut pandang bukan?
tapi....bukan mencari pembenaran atas cerita sedih maka semuanya diperbolehkan.
author ini selalu... selalu bisa merubah sudut pandang seseorang
😔😔
mimief
🥺🥺🥺🥺☺️😍
mimief
mumpung boleh
gaskan lah🤣
mimief
wkwkwkkwk
ayo main cosplay
mimief
yups
hargai lah setiap nafas yg kau punya..
kau tau ,kata apa yg paling memilukan sepanjang yg pernah ku dengar
bukan " aku mau mati"
tapi .." aku mau hidup"
karena dibelahan dunia ini banyak orang yg bertahan tiap hari nya untuk hidup
mimief
aku kangen banget sama analogi hujan mu Thor 😍
mimief
disinilah aku kenal yg namanya imposter
karena kisah Tomy dan Kenzo
ahh...CK.. CK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!