NovelToon NovelToon
Mahar Dendam Sang Ceo

Mahar Dendam Sang Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

"Aku tak akan pernah menganggap mu istri apalagi menyentuh mu, karena ikatan ini ada semata- mata untuk menyelamatkan pernikahan kakak ku!"

Bagaimana rasanya harus menikah dengan seseorang yang tidak pernah kita duga sebelumnya? Itulah yang terjadi pada Indira zaraa Husain, laki-laki yang terlihat soleh dan mapan yang menjadi pilihan orang tuanya ternyata tidak sebaik kenyataan nya. Kebenaran yang baru terungkap ketika akad di langsung kan membuat nya mau tak mau harus terlibat pernikahan palsu dengan laki-laki berdarah dingin bernama Senopati trian Barata.

Seno memiliki dendam dan menjadikan Indira istrinya adalah rencana dari dendam nya itu.

Bagaimana pernikahan mereka yang didasarkan atas dendam dan benci itu? ikuti kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MDSC : 24

"Nyebelin! " suara Windya meninggi, menggema di ruangan itu. "nyebelin banget sih siallan! "

Gadis itu lalu melemparkan ponselnya dengan kasar. Wajahnya memerah, rahangnya mengeras. Sudah puluhan kali dia menghubungi Seno, tapi tidak ada satupun yang dijawab. Bahkan pesan nya pun hanya tercentang satu.

"Kenapa sih dia gak ngangkat- ngangkat? " gerutunya kesal sambil mondar-mandir di kamar kecilnya di panti asuhan. "Apa dia lagi sibuk sama Indira lagi? padahal sudah janji untuk menemani ku nanti malam, dasar! "

Windya menyugar rambutnya, sangat meradang. Ini sudah jam lima sore dan nanti malam adalah ulang tahun temannya, masa Seno tidak datang menemaninya? padahal dia ingin memamerkan pria itu nanti.

Arrgh sial! batin Windya kesal.

Padahal buat apa juga kesal? padahal Seno tidak mengiyakan bahkan tidak menanggapi permintaannya waktu itu, tapi dalam asumsi Windya, Seno akan selalu menuruti permintaannya walaupun Seno tidak mengatakan apapun karena dia berpikir Seno tidak akan menolaknya.

Karena dongkol, Windya meraih tasnya dengan gerakan terburu-buru, memasukkan dompet dan beberapa barang lainnya. Dia butuh keluar dari sini. Butuh melampiaskan kesal yang menumpuk di dadanya.

Tanpa berpikir panjang, Windya keluar dari panti asuhan dan langsung memesan ojek online menuju tempat favoritnya--sebuah club di kawasan Sudirman yang sering dia datangi bersama teman-temannya.

Tak lupa dia juga menghubungi ketiga temannya itu untuk menemani nya bersenang-senang di club nanti.

***

Tak beberapa lama Windya sudah berada club, musik menggema keras di seluruh ruangan. Lampu warna-warni berputar mengikuti irama bass yang menggelegar. Windya melangkah masuk dengan percaya diri, matanya langsung menangkap tiga gadis yang melambai girang ke arahnya.

"Windya! Kesini!" teriak salah satu dari mereka, Lila, gadis berambut pirang dengan riasan menor.

Windya tersenyum lebar dan langsung menghampiri. Mereka langsung memeluknya heboh.

"Lama banget nggak keliatan! Kemana aja sih?" tanya Dinda, gadis berbadan mungil dengan suara melengking.

"Ah, sibuk aja," jawab Windya sambil duduk di sofa empuk di pojok ruangan. "Makasih ya udah mau kesini nemenin gue. "

"Santai aja, " Kata Lila sambil pinggulnya berjoget mengikuti irama. "Kita juga free. "

Mereka pun mulai bersenang-senang, memesan minuman dan bersorak heboh. Lila adalah temannya yang paling dekat, menepuk pundaknya hingga membuat Windya menoleh.

"Eh, ngomong- ngomong gimana hubungan lo sama Seno? " tanya Lila, membuka obrolan di sela kesenangan mereka.

"Wah, si crazy rich itu?" sahut Kiara, gadis ketiga yang paling pendiam di antara mereka. "Gue juga kepo, udah sampai mana,Win ?"

Windya menyeringai, tapi sebelum sempat menjawab, ponselnya bergetar. Notifikasi transfer masuk. Matanya langsung berbinar saat melihat nominal yang tertera--lima juta rupiah.

"Yes!" pekiknya girang. "Seno transfer!"

Kebetulan yang menyenangkan.

Ketiga temannya langsung mendekat, mata mereka melotot melihat angka di layar ponsel Windya.

"Buat apa segitu banyak?" tanya Lila dengan nada iri yang terselubung.

Windya tertawa kecil. "Gue bilang buat bahan praktik kuliah. Padahal buat seneng-seneng."

Mereka bertiga tertawa keras, seolah itu adalah hal paling lucu yang pernah mereka dengar.

"Pintar banget sih lo!" puji Dinda dengan nada dibuat-buat. "Cowok kaya emang gampang ditipu."

Windya hanya tersenyum puas, menikmati pujian palsu itu.

Tidak lama kemudian, Lila membuka pembicaraan yang lebih serius. "Eh, ngomong-ngomong soal Seno... gue dengar kan dia udah nikah sama perempuan yang katanya perebut suami kakaknya, bener gak itu,Win? gue pas denger kek hah? aneh dan tiba-tiba banget, padahal lo bilang dia deket banget sama lo kan. "

Windya mendengus keras. "Pernikahan itu cuma settingan doang,sat! buat nyelametin pernikahan kakaknya yang beban itu. Tapi percaya deh, Seno cuma main-main sama tuh perempuan, kek balas dendam gitu lah. Nanti juga dia ceraiin tuh cewek, terus nikah sama gue."

Kiara mengangguk-angguk antusias. "Iya sih, kayaknya emang lo lebih cocok sama Seno. Kalian kan udah kenal dari kecil."

Dinda ikut menimpali. "Betul! Masa iya sih Seno lebih pilih cewek yang baru dia kenal? Pasti lo dong yang dia pilih."

Windya tersenyum lebar, dadanya mengembang penuh kepercayaan diri. "Makanya nih, gue traktir kalian deh malam ini. Biar kalian tau betapa bahagianya jadi calon istri orang kaya."

Mendengar itu ketiga temannya langsung bersorak girang, saling pandang dengan senyum penuh arti.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beberapa gelas minuman keras sudah habis di meja mereka. Windya mulai merasa kepala sedikit pusing, tapi dia menikmati momen ini. Di sini dia bisa jadi dirinya sendiri--tanpa harus berpura-pura menjadi gadis manis dan sopan seperti di depan Seno atau keluarga Barata.

Tiba-tiba, sekelompok cowok mendekat ke meja mereka. Salah satunya, seorang pria berperawakan tinggi dengan senyum miring, langsung duduk di samping Windya tanpa permisi.

"Hei, cantik," sapanya santai. "Boleh kenalan?"

Windya menoleh, sedikit terkejut tapi tidak menolak. "Siapa lo?"

"Bayu," jawabnya sambil mengulurkan tangan. "Kamu?"

"Windya."

Bayu tersenyum lebar. "Nama yang manis. Cocok sama orangnya."

Windya tertawa kecil, merasa tersanjung. Dia tidak tahu bahwa di balik senyum Bayu, ada niat jahat yang sedang berkembang.

Bayu yang ngakunya sedang ikut berbisnis dengan temannya kepada orang tuanya, padahal dia hanya bersenang-senang bersama teman-teman nya di club ini hingga sekarang Bayu tidak pulang ke rumah, dengan alasan satu ingin menghabiskan uang 20 juta ditangan nya ini dan memutarnya kembali di meja judi, kedua takut dengan omelan ayahnya kalau tau dia sebenarnya berbohong soal investasi itu.

Bayu tidak tahu kalau Windya ada hubungannya dengan Seno, yang dia tahu sejak pertama kali melihat perempuan itu di club, Bayu sudah memperhatikan nya, Windya memiliki body semok dan terlihat begitu menggoda, itu sebabnya dia dan teman- temannya menghampiri meja mereka.

Bayu dan keempat temannya bergabung di meja mereka. Mereka mengobrol, tertawa, dan terus memesan minuman bersama Windya dan teman- temannya. Suasana terasa semakin seru.

Namun, tanpa disadari Windya dan teman-temannya, Bayu dan komplotannya mulai mencampurkan sesuatu ke dalam minuman mereka. Pil kecil yang larut sempurna, dan tidak meninggalkan jejak.

Tidak butuh waktu lama, efeknya mulai terasa.

Windya merasakan tubuhnya memanas. Napasnya mulai memburu, dadanya sesak tapi bukan karena sakit, melainkan karena hasrat yang tiba-tiba muncul begitu kuat. Pandangannya mulai kabur, tapi dia masih sadar. Hanya saja, kontrol dirinya mulai menghilang.

"Kamu kenapa?" tanya Bayu dengan suara halus, tangannya menyentuh paha Windya pelan.

Windya tidak menolak. Bahkan, dia malah mendekat.

Bayu menyeringai. "Kalian cape kan? Gimana kalau kita pindah ke tempat yang lebih nyaman?"

Ketiga teman Windya yang juga sudah dalam kondisi sama langsung mengangguk lemas. Mereka sempoyongan, napas mereka memburu, tubuh mereka panas.

Bayu dan teman-temannya langsung bertindak. Mereka membopong keempat gadis itu keluar dari club dan menuju hotel mewah yang tidak jauh dari sana.

...----------------...

Sesampainya di hotel, Bayu membopong Windya ke kamar khusus di lantai paling atas. Sebelum pintu kamar terbuka sepenuhnya, dia sudah mulai menggerayangi tubuh Windya. Tangannya meremas pinggul gadis itu, bibirnya menyerang leher Windya dengan rakus.

"Kamu cantik banget," bisik Bayu di telinga Windya sambil menggigit kecil cuping telinganya.

Windya mendesah pelan, tubuhnya merespon sentuhan Bayu tanpa bisa melawan. Efek obat itu terlalu kuat.

Begitu mereka masuk ke dalam kamar, Bayu langsung melempar Windya ke atas ranjang. Dia melepas kemejanya dengan kasar, lalu menindih tubuh Windya dengan nafsu yang membara.

Ciuman Bayu brutal, penuh gairah liar. Tangannya bergerak cepat melepas pakaian Windya satu per satu. Tidak ada kelembutan, hanya nafsu semata.

Windya merespon dengan sama ganasnya. Tangannya mencakar punggung Bayu, kakinya melingkar di pinggang pria itu. Desahannya mulai terdengar memenuhi ruangan.

Bayu menyeringai puas. "Kamu suka ya?"

Windya hanya bisa mengangguk lemas, matanya sayu, bibirnya terbuka mengeluarkan napas pendek-pendek.

Bayu tidak sabar lagi. Dia melepas celana nya dengan terburu-buru, lalu menekan tubuh Windya lebih dalam ke kasur. Dengan satu hentakan, dia memasuki Windya.

Tapi... tidak ada perlawanan. Tidak ada rasa sakit dan tidak ada bercak darah.

Sontak Bayu mengerutkan kening. Matanya menatap Windya tajam. "Lo bilang belum nikah kan?"

Dia ingat pengakuan perempuan itu ketika mereka mengobrol tadi, tapi kenapa berbeda?

Windya tidak menjawab, hanya terus mendesah.

Bayu mengumpat dalam hati. 'Udah longgar. Pasti udah main sama banyak cowok.'

Tapi dia sudah terlanjur. Jadi, Bayu melanjutkan dengan lebih kasar. Dia membalikkan tubuh Windya, memposisikannya dog*gy st*yle. Tangannya menampar pan*tat Windya dengan keras.

"Jepit yang kenceng, jaLlang!" perintahnya.

Windya menurut, tubuhnya bergerak mengikuti irama Bayu. Suara de*sahan mereka memenuhi ruangan, bercampur dengan suara ranjang yang berderit keras.

****

1
partini
kalau dia ga tepati potong atau siram burung nya beres kan
Ariany Sudjana
seno Seno kenapa kamu harus marah lihat postingan Adrian di medsos? kenapa juga Indira harus lapor sama kamu kalau mau kerja? emang kamu siapanya Indira? kamu bilang kamu suaminya Indira, apa benar seperti itu? bukannya kamu itu hanya suami di atas kertas, lagipula kamu kan sudah ada si pelacur murahan, yang kamu cintai dan kamu banggakan, sampai kamu ga tahu kamu sudah dibodohi sama si pelacur murahan 🤭🤭🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayesha Almira
puas bgt indira bkn wanita yg lemah..
partini
jijik sehhh punya mu aja udah longgar kaya terowongan juga, nanti tekdung cari kambing hitam sihhh
partini
nanti tekdung bilang anaknya Seno aihhh ,, OMG seno seno CEO ledhoooooooooo 🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha windya memang pelacur murahan, pantas saja berambisi ingin jadi istrinya Seno, dan Seno bodohnya percaya dengan pelacur murahan seperti windya 🤭🤭🤣🤣
Aiyaa writer
bagus
Ariany Sudjana
hah Seno kamu bodoh, kamu ga suka Indira dekat dengan Adrian, sedangkan jalang peliharaan kamu itu nempel terus kaya perangko dan terus jadi kompor buat kamu, tapi kamu diam saja
partini
hemmm aihh seno seno bisa ga sih kamu berbeda dari laki laki lain yg melohoyyy 🤦🤦
ga tegas ulet bulu nempel pun diem" Bae rasa"kamu kurang 12/ons
azzura faradiva
dasar pria rakus,plin plan sana sini mauuuuu🙄
partini
seno lelaki menyek" ga ada tegas sedikit pun aduhhh 🤦🤦🤦
Ariany Sudjana
windya kamu ini pelacur murahan, udah tahu seni itu suami Indira, tapi kamu ga tahu diri nempel terus kaya perangko, benar-benar pelacur murahan kamu
Helen@Ellen@Len'z: 🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦windya windya 🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦
total 1 replies
Dian Pravita Sari
ini pun gak tamat??? bener bener kecewa gak da satupun yg tamat cerita di novel. tooo
tinggalkan aja gak ada tanggung jawabnya buat pembaca
Dancingpoem: sabar ka, ini baru 21 bab dan masih bersambung/Sweat/
total 1 replies
partini
luka tusuk lama ehhhh apa seno seorang mafia
aduh ran ran laki laki kaya gitu di pertahankan cinta buta kamu
sen kamu ga tau kelakuan iparmu bantai lah dari pada nyakitin istri
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan gila kamu windya, kalau seno sudah tidak mau sama kamu ya sudah, dasar gila dan serakah kamu yah
Helen@Ellen@Len'z: windya🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦
total 1 replies
partini
memang sudah gila tuh anak asuh mu
partini
Widya kaya jelangkung deh
aduh situ lagi apa di dada remas" ga yah
Ariany Sudjana
dasar jalang murahan kamu windya, sampai segitunya kamu ngejar Seno, semoga setelah ini Seno bisa membuka hatinya untuk Indira, kalau tetap ga bisa juga, sudahlah Indira tinggalkan saja Seno, lebih baik kamu dengan Adrian
Ariany Sudjana
bodoh kamu Seno, Indira kamu biarkan sendiri di halte bus, dan kamu lebih membela menjemput jalang murahan itu di kampus, suami macam apa kamu? lebih baik Indira dengan Adrian saja, Adrian lebih bisa menghargai perempuan
Helen@Ellen@Len'z: setuju bgt andai lndra sm adrian aja drpd bersuami seno bangsat🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬jd lepaskan lndira biar lndira bahagia bersama org lain aja drpd berumahtangga sm seno🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬
total 1 replies
partini
Indira generasi sandwich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!