Kisah cinta yang penuh dengan perjuangan untuk menuju puncak Cinta tertinggi telah dilalui oleh Gadis cantik bernama Elsara Anjani dengan teman sebangkunya Ivan Ardiansyah. Perbedaan status ekonomi dan restu orangtua telah menghalangi kisah cinta mereka.
Segala perjuangan telah di lalui oleh keduanya, Cinta yang kuat membuat mereka bertahan dari segala rintangan yang menghadang di jalan mereka.
Bagaimanakah kisah mereka menuju puncak Cinta yang di tuliskan oleh Takdir?terus ikuti kisah nya dalam Novel PUNCAK CINTA ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tie tik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bebek goreng warung hijau
Malam yang indah dengan pancaran sinar rembulan yang terang menemani malam yang membahagiakan untuk Elsa. Ia duduk bersantai di gazebo yang ada di taman belakang rumahnya. Setelah berakhirnya panggilan dari sang pujaan hati, Elsa senyum-senyum sendiri sembari menatap gemericik air yang berasal dari kolam ikan koi nya.
Sebuah lagu romantis terdengar dari ponsel milik Elsa untuk menemani nya bersantai sembari mengingat kejadian romantis yang tadi siang di lakukan oleh Ivan di rumahnya. Ia mengembangkan senyum nya ketika mengingat Ivan yang menyuapi dirinya dengan semangkuk mie instan super pedas yang tadi ia masak di dapur Bu Nurul sembari menunggu Bu Nurul pulang dari rapat.
"Ivan, ternyata kamu romantis juga ya..." Gumam Elsa lirih sembari memainkan rambut panjang nya.
Sejak Ivan menyatakan cinta nya membuat Elsa terus menyunggingkan senyum manisnya, hari-hari yang biasa terasa membosankan kini menjadi hari yang membahagiakan untuk Elsa. Sungguh jatuh cinta membuat Elsa kembali menjadi gadis yang ceria.
Dari dalam rumah terdengar suara derap langkah yang semakin mendekat ke taman belakang, Elsa menoleh ke belakang untuk memastikan siapa yang datang dan ternyata itu Pak Roni yang baru saja pulang dari pabriknya, beliau masih memakai baju kerja yang lengkap.
"El, ngapain disini sendiri?" Tanya Pak Roni yang berhenti di depan pintu.
"Nyari angin Pa, Papa tumben pulang malam?" Tanya Elsa sembari berdiri dari tempatnya saat ini, ia berjalan ke tempat Pak Roni berada.
"Iya tadi ada yang harus Papa selesaikan. Kamu sudah makan malam?" Tanya Pak Roni.
"Belum Pa, Elsa nunggu Papa." Jawab Elsa.
"Bagaimana kalau kita makan di luar El?" Usul Pak Roni sambil menatap Elsa.
"Boleh Pa, kalau gitu Elsa ganti baju dulu ya pa." Ucap Elsa
"Papa juga mau mandi dulu El." Ucap Pak Roni sebelum kembali berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Elsa segera masuk ke kamarnya untuk mengganti bajunya dengan rok jeans selutut yang di padukan dengan kaos bermotif hello kitty kesukaan nya. Tak lupa ia menyisir rambut panjang nya agar terlihat rapi dan cantik.
Beberapa menit kemudian Pak Roni dan Elsa sudah siap berangkat, mereka berdua masuk ke mobil Pak Roni untuk seger berangkat makan malam.
"Mau makan dimana El?" Tanya Pak Roni sembari menatap jalanan yang ada di depan nya.
"Emmm dimana ya pa??" Elsa memikirkan tempat yang ia kunjungi saat ini.
"Papa mau gak makan nasi bebek goreng yang ada di warung yang ada pinggir jalan?" tanya Elsa sembari menatap Pak Roni yang sedang fokus pada setirnya.
"Kamu pengen banget El?" Tanya Pak Roni.
"Iya Pa, Elsa pengen banget makan bebek goreng yang ada di daerah Sooko sana Pa, kata teman-teman rasanya enak banget loh Pa." Elsa menceritakan apa yang selama ini di dengarnya dari Farah dan Ratna.
"Itu kan jauh El dari rumah kita." Ucap Pak Roni dengan sesekali menatap Elsa.
"Ayolah pa.... mau ya pa... ya... ya..." Rengek Elsa dengan suara manja nya.
"Papa... mau ya makan disana, mumpung gak ada Mama loh Pa, entar kalau ada Mama pasti kita gak boleh makan di pinggir jalan." Ucap Elsa sembari menatap Pak Roni.
"Oke, tuan putri!!! tapi ingat tidak usah bilang sama Mama kalau kita makan disana." Ucap Pak Roni sembari mengusap kepala Elsa dengan penuh kasih sayang.
Bu Kana selalu melarang keluarganya untuk tidak makan di pinggir jalan, apalagi jika tempat nya kurang bersih, pasti beliau tidak akan pernah setuju. Entah alasan apa yang membuat Bu Kana tidak setuju jika makan di pedagang kaki lima, entah karena gengsi atau hal lain nya.
Emran dan Elsa, mereka berdua tidak ada yang sama dengan Bu Kana. Mulai dari karakter ataupun sifat tidak ada yang meniru Bu Kana, mereka berdua lebih mirip dengan karakter Pak Roni yang mementingkan kebahagiaan dari pada gengsi dan ego yang besar.
Perjalanan terus berlanjut sampai di tempat yang di maksud oleh Elsa. Pak Roni mencari tempat parkir untuk mobilnya di depan ruko-ruko yang berjajar rapi di sepanjang jalan kota.
"Yang mana El yang kamu maksud?" Tanya Pak Roni setelah keluar dari mobilnya.
"Itu loh Pa, yang bangunan nya berwarna hijau." ucap Elsa sembari menunjuk warung nasi bebek goreng yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
"Ramai sekali itu El!!" Ucap Pak Roni.
"Ayo Pa, nanti kita gak kebagian tempat duduk Pa." Ucap Elsa sembari menarik tangan kanan Pak Roni. Melihat Elsa yang terlihat antusias membuat Pak Roni tersenyum. Beliau berjalan di samping Elsa dengan tangan kanan yang sudah berpindah di bahu Elsa.
Setelah memesan dua porsi bebek goreng beserta nasi nya, Pak Roni mengajak Elsa untuk memilih tempat duduk yang ada di depan. Mereka berdua bercanda sembari menunggu makanan mereka yang masih dalam proses penyajian.
Saat sedang asyik bercanda dengan sang Papa, Elsa mendengar suara seorang wanita yang sangat di kenali nya sedang memesan bebek goreng sama seperti dirinya. Elsa memalingkan kepala nya untuk memastikan siapa orang yang ada di belakangnya.
"Bu Nurul!!" Ucap Elsa dengan suara yang sedikit keras. Karena mendengar namanya di panggil, Bu Nurul menoleh kesampingnya untuk melihat siapa gadis yang menyuarakan namanya.
"Elsa!!" Bu Nurul berseru.
Elsa berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Bu Nurul, ia mencium punggung tangan Bu Nurul sama seperti biasanya. Elsa ngobrol sebentar dengan ibu pujaan hati nya yang baru pulang dari kota bersama Pak Hamid yang sedang menunggu di depan warung.
"Ayo Bu kita makan bersama, itu ada Papa saya." Ajak Elsa sembari menunjuk Pak Roni yang sedang memandangnya.
"Terima kasih El, tapi Ibu sudah pesan untuk di bungkus El, kalau ibu makan disini kasian Ivan nanti." Jawab Bu Nurul dengan senyum manis yang mengembang di pipinya.
"Kalau begitu saya kesana dulu ya bu, itu makanan saya sudah siap di meja." Pamit Elsa kepada Bu Nurul sebelum ia kembali ke tempat semula.
Elsa kembali duduk di samping Pak Roni untuk menikmati makanan yang sudah di sajikan di atas mejanya saat ini. Ia begitu menikmati rasa bebek goreng yang begitu nikmat dengan sambal yang pedas. Elsa menolehkan kepalanya ketika mendengar Bu Nurul memanggil nama nya sebelum keluar dari warung hijau ini.
"Itu tadi siapa El?" Tanya Pak Roni sambil membuka bungkus krupuk yang baru saja di ambilnya.
"Oh itu tadi guru ngaji nya Elsa Pa, itu yang ngajarin Elsa sampai bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Orang nya baik banget pa... Elsa suka di ajarin sama Bu Nurul." Ucap Elsa panjang lebar.
"Lebih tepatnya itu calon besan Papa..." Lanjut Elsa dalam hati sembari tersenyum tipis.
"Kapan-kapan kita kesana El, papa mau ngucapin terima kasih karena sudah membuat anak papa bisa mengaji dengan baik." Ucap Pak Roni yang membuat Elsa terkejut dibuatnya.
"Baik Pa, kapan-kapan kita kesana." jawab Elsa sembari membayangkan jika Papa nya bertemu dengan keluarga Bu Nurul.
_
_
_
Happy reading ya kak, semoga suka♥️😍
_
_
❤️❤️❤️❤️
Ni novel bikin hhuufffttt termehek2 hener mak jadinya...
makasih atas karya2 luar biasanya y mbak