Bu Rena adalah guru kelompok bermain (KB) Mentari, sosoknya yang ceria dan supel menjadikannya disukai banyak anak dan teman sejawatnya,
Berkisah tentang segala aktivitas kegiatan mengajarnya, kisah percintaannya, kegiatan dengan masyarakat sekitar dan kesabaran dia dalam menangani banyak anak yang berbeda karakter.
Hingga berakhir dengan kehilangan suami tercintanya yang menjadikan dia kuat harus dalam memulai hari barunya.
Akankah dia bertahan dengan keadaan yang ada? Menikmati kesendirian dan segala kesibukannya? Atau membuka lembaran baru dengan menerima seseorang yang mampu dijadikan sebagai Ayah pengganti untuk anak semata wayangnya Khayrullah Hizam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Widiawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada masalah apa?
"Ibu.. " suara nyaring memekakan telinga terdengar manakala Rena memasuki halaman rumah sambil menuntun sepedanya.
"Stop.. stoop.. Berhenti" Rena reflek berteriak ketika jaraknya dan Hizam tinggal 1,5 Meter lagi. "Ibu mau mandi dulu ya, adek tunggu di dalam, Rena berjalan menuju pintu samping, menghindari anak lelakinya itu.
" Ibu nda tangen syama Izam? " Bocah gembul itu sudah mulai berkaca-kaca, sambil memegang daun pintu dan menyenderkan tubuhnya.
Seketika langkah kakinya berhenti, memandang wajah anaknya dan tersenyum dengan lebar.
"Ibu kangen sama Hizam, tapi ibu tidak boleh langsung peluk, badan ibu kotor ada virusnya. Ibu harus mandi dan mengganti pakaian dulu ya sayang" Rena mencoba memberikan pengertian kepada anaknya.
Dan akhirnya Hizam mengangguk kemudian masuk kembali ke dalam rumah, menutup pintu yang tadi dibuka olehnya untuk menyambut Rena.
"Bapak, ibu syuda pulan.. tapi nda mau di peyuk katana ada pilusna. "
"Pilus? ibu bawa pilus? " Banu yang sedang fokus dengan televisi di depannya menyedihkan dahi tanda tak faham dengan perkataan anaknya. "Enak dong bisa buat makan bakso nanti".
" Butan, butan matanan bapak.. tapi pilus yang bisa bitin satit. " Hizam masih mencoba menjelaskan kepada Banu tentang ala yang dia maksudkan.
"Pilus bikin sakit? " Banu menyeritkan dahinya.
"Tolona bapak, pilus tolona" Dengan susah payah Hizam menjelaskan maksud perkataannya.
Seketika tawa Banu menggema di seluruh ruangan. Anak gembulnya memang selalu menggemaskan. Tangannya pun sudah sangat gatal untuk mengacak rambut anaknya, dengan balasan muka masam Hizam menjauhkan kepalanya dari Banu. Dan tak berselang lama terdengar suara pintu diketuk dari luar.
"Bial Izam saja yang buta pap" Anak itu berlari menuju pintu dan membuka pintu dengan lebar.
"Asalamualaikum anak manis, ibu ada? " Seorang pria berperawakan tinggi besar nan rupawan, yang mengenakan celana pendek putih dan kaos navy bersandal sw*low itu cukup membuat Hizam terpesona.
"Wayaitumsyalam, Om syapa? Ibu syedang mandi" Hizam mendongakan kepalanya untuk memandang laki-laki yang berada di depannya.
"Wah, berani juga panjenengan ya" (wah berani juga anda ya) Banu yang penasaran dengan siapa yang datang, akhirnya menyusul Hizam ke depan. Siapa yang akan menyangka ternyata Rival beratnya berada di depan matanya.
"Sory mas, cuma mau mengantar titipan dari pak RT untuk Rena, tolong sampaikan ya" Sholeh tersenyum, entah senyum mengejek atau memang senyum tulus yang dia berikan.
"Lagu lama, Alesan aja kan panjenengan mau ketemu Rena? " Banu sudah mulai tersulut emosi.
Sholeh tertawa, "Buat apa aku susah-susah ketemu Rena? aku habis bertemu dengannya, mengobrol dengannya. Aku bisa ketemu Rena dimanapun dan kapanpun se.... "
Bugg.. Belum selesai Sholeh berbicara, puluhan keras sudah mendarat di pipinya, merobek sudut bibir sebelah kiri.
Sementara Hizam seketika menangis dengan kencang. Melihat perlakuan Bapaknya yang sedang memukul orang yang berada di depannya.
"Pergi dari rumahku, dan jangan pernah lagi bicara asal. Satu lagi, Rena istriku!! Hormati aku sebagai suaminya!! " Amarah sudah menguasai Banu, seketika Banu menggendong Hizam dengan paksa dan membanting pintu dengan kerasnya.
Hizam yang masih shock semakin menangis meraung-raung, mencoba melepaskan diri dari Bapaknya.
Rena yang baru saja selesai mandi dan hanya memakai kimono, dengan handuk yang masih melilit rambutnya datang menemui suami dan anaknya.
"Eehh kenapa jagoan ibu menangis? " Rena mengambil Hizam dari gendongan Banu yang memang sudah hampir terjatuh karena meronta ingin diturunkan.
"Tidurkan dia" Banu yang sedang merendahkan amarahnya bersuara sambil berjalan meninggalkan istrinya yang sedang bingung dengan sikap suami dan anaknya.
Hingga akhirnya Rena memasukan Hizam ke kamarnya, merebahkan bocah gembul itu dan menepuk-nepuk pa*tat se moknya.
"Sudah ya adek diam, bobo saja yuk? atau mau dibacakan cerita sama ibu?" Rena memberikan penawaran, dan hanya di balas dengan gelengan kepala sang anak. "Ya sudah ya bobo saja, yuk kita berdoa dulu".
Rena membimbing anaknya untuk berdoa. Dan tak membutuhkan waktu yang lama, hembusan nafas yang teratur sudah terdengar di telinganya. Pertanda bahwa anaknya sudah benar-benar tidur dengan pulas. Saatnya dia untuk menginterogasi suaminya tentang apa yang sudah dia lakukan kepada anaknya, hingga membuat anaknya menangis histeris seperti tadi.
Seumur hidupnya bersama Banu, baru sekarang Rena melihat anaknya sendiri tidak nyaman di gendong oleh Banu sambil menangis histeris.
Selama ini Banu adalah sosok ayah yang baik, penyayang dan penyabar kepada anakya. Hari ini ia seperti bukan Banu yang Rena kenal.
Ada apa dengan suamiku?
Rena beranjak dari kamar Hizam, dan baru sampai di ruang tengah, tangan kekar Banu sudah memeluknya, menarik tali handuk kimono yang dia pakai, hingga jatuh dengan mudahnya ke lantai. Memperlihatkan tubuh polos Rena.
*********
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Bisakah Banu mengendalikan emosinya kepada Rena?
Apakah Banu akan meninggalkan Rena?
Cemburu buta?
Seperti yang sudah telah terjadi??
Daan bagaimanakah dengan Sholeh?
😁😁😁
Jangan lupa tekan jempolnya, kalau ada poin boleh juga di kasihkan untuk Rena. biar nambah banyak hadiahnya🤗
Aku heran banyak yaang baca di lihat dari data statistik pembaca, tapi kok yang like sedikit??
Pliiisss setelah baca jangan lupa tekan jempol ya, biar aku semangat updatenya..
Apalah artinya aku tanpa like dari panjenengan semuaa😞😔😟😟😟😟😟
Terimakasih sebelumya 🙏🙏🙏
seharusnya cerita2 gini nih yg banyak peminatnya bukan hanya tentang CEO aja
aku suka menceritakan kehidupan dan kesederhanaan hidup ,natural ceritanya
makasih y thor
sehat selalu
semangat dan semoga selalu sukses
😍😘🤗
ehhh,,,atau jangan2 emang kisah nyata yaaa
jempol banyak2 dech pokoknya
pinginnya ada bonchap 😁😁😁😁😁😁
terima kasih thor....sukses selalu...
kapan malam pertamanya udah hamil aja😅😅😅nunggin part MP nyaa,,malah udah end,,makasiih tor