NovelToon NovelToon
SURAT KEMATIAN

SURAT KEMATIAN

Status: tamat
Genre:Misteri / Supernatural / Contest / Pembunuhan / Kriminal / Detektif / Tamat
Popularitas:112.8k
Nilai: 5
Nama Author: QUSAIRI

Misya Alexandra, polisi wanita yang ditugaskan mencari seorang artis populer yang menghilang dari rumah setelah asisten pribadinya gantung diri.

Dalam masa pencarian Misya menemukan sebuah catatan kematian dari seorang yang bernama Jara. Pesan itu memberitahukan bahwa jara mampu membunuh sesuka hati menggunakan catatan yang didapatkannya dari iblis.

Tidak ada yang percaya akan hal itu. Akan tetapi…

Sejak pesan tersebut diterimanya. Pembunuhan berantai terus terjadi, semua terjadi di sekitarnya.

Menariknya setiap mayat-mayat yang terbunuh meninggalkan catatan bagaimana mereka semua mati.

Sebuah kriminal yang sangat sulit dimengerti.

NAMAKU MISYA BANTU AKU MENEMUKAN NYA.

Hai pembaca...

Kalau suka jangan lupa suport ya...

Saran dan kritik juga boleh...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUSAIRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERPISAHAN

Selama diperjalanan Aku menjelaskan pada Nanda semua hasil rapat yang kami lakukan kemarin dan pertengkaran ku dengan Hana dari awal sampai akhir secara singkat. Dia mendengarkan begitu serius tanpa menyela sedikitpun. Nanda hanya meminta untuk menonton video Anggita terlebih dahulu. Sepertinya dia merasakan sesuatu dari video yang ku ceritakan.

“Kau tadi mengatakan, Gadis itu jatuh cinta pada seorang pria yang disebutkan dalam video itu?”

Aku mengangguk tidak berkata.

“Lalu… Pria yang disebut Anggita dalam video itu, Apakah sudah ditemukan?’’ Nanda bertanya padaku, saat Aku selesai bercerita.

“Aku tidak tahu, Hana dan anggotanya yang pergi mencarinya kemarin. Tetapi… Menurutku, pria yang dimaksud Anggita itu adalah Halusinasi. Bagaimana menurutmu?’’

“Kalau saja pria itu memang benar-benar ada dan mereka menemukannya. Pasti itu jebakan.” Jelas Nanda menatapku sejenak.

“Jebakan?’’ Aku menyela omongannya. “Oh, Maksudmu, Seperti kejadian Aku dan Andi?’’ Aku mengangguk memahami sesuatu.

“Yah, Coba kau pikirkan. Ditempat yang berbeda dan dihari yang sama.”

“Apa maksudmu?’’ Aku bertanya untuk memastikan isi pikiranku.

“Kau dan Andi kemarin pergi menyelidiki teman dari saudari Yandri itu bukan?’’

“Ya.” Aku memutar posisi duduk menghadapnya.

“Hana dan anggotanya kemarin juga pergi menyelidiki Gadis bernama Anggita itu! Apa kau paham maksudku?” Jelas Nanda.

“Ya. Kemarin, Aku pergi mengajak Andi ke taman, hanya untuk memastikan, apakah kecelakaan saudari pak Yandri itu ada kaitannya dengan Jara. Dan.. kemarin Hana juga pergi, pasti… karena dia tidak sepakat dengan keputusan yang dibuat.”

“Maksudmu dia pergi mencari Pria itu karena ingin membuktikan bahwa Jara bisa membunuh tanpa catatan?’’ Wajah Nanda penuh dengan kewaspadaan.

“Sepertinya… Dia pergi hanya untuk memastikan itu!”

“Kalau begitu, jangan sampai pria yang mereka temukan itu melukai seorang polisi pun.’’

“Maksudmu?’’

“Ini hanya dugaan ku saja, sepertinya Jara memanfaatkan kejadian itu untuk mengambil darah dari kepolisian.’’ Jelas Nanda.

Aku mengangguk setuju. “Seperti dugaan ku. Pasti Darah Andi didapatkan saat di taman itu.” Nanda menatapku seperti tidak setuju.

“Bukankah tim forensik mengatakan luka yang didapat Andi pertama kali pada jam 10 malam.” Nanda membantah.

“Menurutku itu tidak mungkin!’’

“Kenapa?’’

“Dimana luka pertama Andi?’’ Aku menyela setelah menyadari sesuatu.

“Mereka mengatakan pada bagian lengan. Tim Forensik menduga sayatan itu didapatkan saat pelaku ingin menusuk pisau padanya.” Nanda diam sejenak. “Ya, seperti itu pesan yang mereka kirim tadi.’’

“Itu tidak mungkin!’’

Nanda menurunkan kecepatan mobil lalu menatapku.

“Pasti Andi akan sadar kalau ingin di celakai seperti itu. Maksudku, tidak mungkin dia tidak melawan.”

Muncul di benakku bayangan orang-orang yang membantu Andi mengangkat korban ke mobil Ambulance.

“Aku tidak paham apa yang kau katakan?”

“Menurutku, pada saat di taman Andi sudah terluka walaupun hanya goresan saja. Dan luka sayatan pisau yang dikatakan tim forensik pasti sudah menutupi goresan yang dia dapatkan di taman.”

“Tapi saat di kantor divisi bukankah kau mengatakan bahwa Andi mengatakan tidak terluka saat itu?’’

“Ya, Aku baru saja menyadarinya. Biasanya saat panik seseorang tidak akan merasakan sakit sebab goresan kecil. Pasti…” Aku menoleh melihat Nanda yang berpikir keras. “Saat kutanya apakah dia terluka? Pasti dia hanya menjawab spontan saja.’’

“Lalu..”

“Saat kami mengurus Korban ke rumah sakit atau saat Andi pulang dari rumahku, Jara menulis catatan untuk melukai sayatan pada lengannya. Dan itulah yang didapat tim forensik.”

Nanda memberhentikan mobilnya ke tepi jalan. “Kenapa berhenti?’’ Aku bertanya kebingungan.

“Aku ingin memperjelas asumsi mu tadi. Maksudmu! Luka pada lengan Andi itu, untuk menutupi lukanya saat di taman?’’

“Ya Pasti luka itu sudah tertutupi oleh sayatan itu.” Aku mengangguk penuh keyakinan.

“Tunggu sebentar… Kalau begitu Jara membuat dua catatan pada Andi bukan?’’

“Tentu, tetapi Aku tidak tahu mengapa dia memberi catatan kedua pada kita?’’

“Masuk akal!’’ Nanda kembali menyalakan mobil.

“Kita akan membahas itu nanti.” Cetus Nanda.

“Maksudmu?’’

“Mengapa Jara menyembunyikan catatan pertama milik Andi.”

“Oi, bukankah sudah kukatakan, catatan pertama itu untuk menyembunyikan luka di lengannya!” Aku membentaknya.

“Maaf, maksudku, mengapa Jara memberi kita Catatan kalau ternyata dia bisa menyembunyikannya.” Jelas Nanda melanjutkan. “Apa kau sudah memberitahu mereka soal ini?’’

“Hah…! Tentu saja belum. Seharusnya selesai siaran kami membahasnya, tetapi Aku malah dianggap Jara oleh Pak Bisco.” Ketus ku jengkel.

“Kalau begitu kita harus cepat kesana.” Nanda kembali fokus menatap jalan.

Selama di jalan kami tidak lagi melanjutkan pembahasan. Aku kembali melihat Jam yang melingkar di pergelangan. Jarumnya sudah mengarah ke angka Lima.

Hari ini adalah hari ketiga Aku menjalani kasus Catatan Neraka. Tidak banyak yang kudapatkan, hanya lokasinya saja yang baru ditemukan. Jakarta. Untuk mendapatkan lokasi itu. Tidak ku sangka akan menjadi seperti ini.

Aku kembali mengantuk-antukan kepala ke jok mobil. Dalam hati diriku bertengkar. Sungguh tidak terduga, Jara sampai menyiapkan rencana seperti ini. Sungguh sosok yang licik. Sesekali Nanda melihat Aku yang frustasi di sebelahnya.

Tiga Puluh menit kemudian, kami sudah berada di halaman Rumah Sakit.

Apa yang terjadi pada Hana Komandan?’’ Aku berlari menghadap komandan yang duduk di ruang tunggu.

“Dia baik-baik saja, Hana hanya syok melihat pria yang didapatkannya itu terbunuh.”

*Terbunuh, Sudah kuduga Hana menemukannya. G*umam ku dalam hati.

“Apakah dia mendapat luka?’’

“Dokter mengatakan tidak!” Jelasnya sedikit tinggi.

Sudah kuduga pasti Jara berada di taman denganku. Apakah dia mengincar ku? Atau… dia hanya menerka-nerka saja? Lalu mengapa dia memilih di taman? mengapa dia tidak di lokasi pria yang dicintai Anggita itu? Apakah hanya kebetulan? Seandainya Jara berada di lokasi pria itu, pasti Hana yang akan mati, Tentu. Lalu mengapa dia memilih taman? Apakah Andi? Dalam hati pertanyaan-pertanyaan menyerbu kepalaku satu persatu.

“Andi, Komandan?’’ Sahutku setelah terdiam beberapa saat.

“Dia sudah diperiksa, cepatlah lihat! Sebentar lagi dia akan dibawa ke pekanbaru. Keluarganya meminta agar jasadnya dimakamkan di sana.” Jelas Komandan.

Aku meninggalkan komandan di ruang tunggu. Tubuh Andi begitu pucat dan mengerikan. Menurut dokter 30 jahitan di kepalanya saja. Luka yang sangat mengerikan. Hampir Aku tidak bisa mengenal wajahnya lagi.

“Apa kau tidak ikut mengantarnya kesana?’’ Ucap Nanda yang berdiri di sebelahku.

“Pekanbaru? Tidak, Aku harus menyelesaikan kasus ini secepatnya. Kalau tidak, kematian Andi akan menjadi dosa besar yang menghantui diriku. Dosa yang tidak bisa terlupakan selama-lamanya.’’

Nanda hanya diam tidak menanggapi.

Setelah beberapa menit Aku melihat Andi untuk terakhir kalinya. Nanda menarik ku ke belakang agar menemui komandan. Kami melangkah pergi meninggalkannya.

Aku berjalan diantara lorong-lorong berwarna putih. Otakku kembali mengingat. Kemana mereka setelah ini? Apakah Mati akan menjadi akhir? Entahlah..

“Misya!” Panggil Riko dari ujung sana.

Aku melihatnya masuk ke ruang tunggu.

“Nama saya, Nanda. Saya diperintahkan untuk ikut dalam penyelidikan kasus ini atas perintah Pak Bisco. Pak” Ucap Nanda setelah kami masuk.

Komandan mengucapkan terima kasih atas kesediaannya dalam menangani kasus ini.

“Lalu bagaimana sekarang komandan?’’ Riko bertanya.

Komandan melirik jam pada tangannya. “Hari ini sampai sini saja dahulu, waktu sudah cukup larut, Sudah hampir jam Enam Sore. Kita akan melanjutkannya besok di kantor. Misya saya harap kamu mengumpulkan semua data-data korban!’’

“Baik Komandan.”

Aku menyampaikan pada Komandan dugaan-dugaan yang kudapatkan. Setelah mendengar itu Dia meminta bawahannya agar memindahkan Hana dari ruangan UGD ke ruangan ICU. Terlihat beberapa polisi menjaganya.

Setelah itu kami beranjak bubar meninggalkannya.

“Oi!” Sapa Riko kepadaku.

Aku menoleh melihatnya. “Mau minum?’’

Mendengar ajakan Riko Aku berdiri mendekati Nanda yang masih duduk di ruang tunggu. “Kau mau ikut dengan kami?’’

“Kemana?” Sahutnya.

“Cafe favoritku. Aku ingin membahas mengapa Jara memilih di taman?’’

“Maksudmu?’’

“Ayo! Disana baru ku jelaskan.”

1
urriri
semakin menegangkan
Isnaaja
aku juga mikirnya gitu,mungkin dia memiliki 2 kepribadian.
Isnaaja
kayanya pelaku menggunakan ilmu gendam / hipnotis untuk membunuh korbannya.licik banget,,dia membunuh tanpa menyentuh.seolah olah korbannya bunuh diri.
Isnaaja
iya,bener juga.
mungkin amelia mengetahui sesuatu tentang nayla,makanya amelia tidak mengizinkan nayla keluar dari panti,kayanya nayla itu memiliki semacam ilmu sihir yang membahayakan orang lain.
Isnaaja
bukan cuma kamu yang bingung,akupun sama rik.😔
Isnaaja
kayanya hana dan andi ada hubungan 😍
Isnaaja
sama,akupun tak paham
Tia Supriyanto
Bahasanya tingkat tinggi
Fah3751
Belom selesai juga si misya ini wawancara an sama nanda ya wkwk
QUSAEIRI: wkwkwkwk, Sakin lamanya kk gk update,..
total 2 replies
💎hart👑
Nanda benar-benar cerdas 👍👍
lanjottt bang 💪🌹
Fah3751
Greget sama si misya
💎hart👑
ngeri ya kalo di nyata bisa dikendalikan dari catatan dalam buku itu
makasih udah update bang
semangat menulis
QUSAEIRI: Buku takdir versi fiksi hart
total 1 replies
💎hart👑
lagi bang jangan pake lama😋
💎hart👑
Nanda benar-benar cerdas
💎hart👑
dimaafkan koq bang🤭
💎hart👑
seperti otornya yang suka menghilang 🤭✌️
💎hart👑: bahagianya Abang satu ini😅
total 2 replies
🌺Mamie Ericka🌺
jangan lupa mampir juga ketempatku ya kak, RAHASIA MAURA dan AKAN KUBALASKAN DENDAMKU. mkasih..
Ririn Celvina
arghhh... penasaran sepenasarannya tolong 🥵
QUSAEIRI: terimakasih kak, semoga cerita mereka dapat menghibur
total 1 replies
💎hart👑
kan kan Nanda bikin penasaran lagi... bikin gumush
💎hart👑
Huaa Nanda nyebelin
lanjut bang 💪💪💪
QUSAEIRI: biasalah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!