Seorang wanita bernama Audi Townsend menyukai seorang laki- laki bernama Arshel Simpson, Audi semakin jatuh dalam pesona Arshel saat dia berkerja di restoran milik Arshel.
Audi merasa bahagia karena setiap hari bertemu dengan Arshel, tapi rasa itu menjadi menyiksa saat Audi tahu bahwa Arshel menyukai wanita lain yang tak bukan dosen tempat mereka kuliah.
Apalagi dia tahu bahwa wanita itu adalah kekasih kakaknya James Townsend.
"aku rasa Audi menyukaimu"
"aku tahu"
" jadi mengapa kamu meminta dia untuk memberikan bunga itu pada Ms. Laura?"
"Apa kamu sengaja? Itu akan menyakitkan bagi Audi"
"Iya aku memang sengaja melakukan itu, aku ingin Ms.Laura berpisah dengan kekasihnya lalu kenapa? Aku juga tidak cinta Audi jadi untuk apa aku memikirkan perasaannya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Arshel tersenyum menatap pantulan dirinya didepan cermin, hari ini dia akan pergi bersama kedua orang tuanya untuk bertemu gadis yang dijodohkan denganya, dia sudah bertekat dia akan langsung membatalkan perjodohan ini saat tiba disana, mungkin 5 menit setelah dia duduk, Arshel kembali tersenyum, dia hari ini akan menemui Audi dan langsung melamarnya,
" kakak, cepat Papa dan Mama sudah dibawah" Arshel berdecak kenapa harus pergi bersama, padahal Arshel ingin pergi sendiri, apa kedua orang tuanya tidak percaya padanya.
" ya, aku akan segera turun" Lily kembali berlari keluar, Arshel berjalan menuruni tangga, dia melihat Lily dan kedua orang tuanya yang sedang menunggu di samping mobil mewah tersebut.
" kenapa lama sekali sayang ?" tanya ibunya, Arshel menatap ibunya
" Mama aku mau ikut" Lily merengek ingin ikut juga, ibunya menggeleng menolak agar Lily ingin ikut, Lily mengerucut kan bibirnya
" tidak ada Mama, ayo kita sekarang kesana" Arshel berjala kebagian supir , tapi sudah ada yang menyupir disana
" Papa, kalau Papa mengajakku kenapa harus ada supir, aku bisa membawanya"
" sudah jangan banyak bicara cepat naik" Arshel diam saja, dia kesal sekali apa ayahnya tidak percaya dia akan pergi kesana bila dia pergi dengan mobilnya sendiri.
Kedua orang tuanya sudah masuk, Arshel menatap Lily yang memasang ekspresi sedih,
" sudah kamu jangan nangis, kami hanya pergi ke pertemuan yang tidak penting " Arshel berkata pada adiknya, Lily menatap kakaknya bingung.
Arshel langsung masuk ke mobil dia ingin segera mengakhiri semua ini hari ini.
*****
Audi duduk disebuah meja sendirian, orang tuanya tadi datang bersamanya tapi kedua orang tuanya meninggalkannya sendirian.
Audi merasa tidak nyaman dengan semua yang terjadi, hatinya menolak apa yang dia lakukan, tapi dia sudah memutuskan.
Audi masih menunggu disana, kapan keluarga calon suaminya datang, Audi sebenarnya tidak berharap keluarga itu datang, Audi berharap pria itu sendiri yang meminta perjodohan ini batal, jadi Audi tidak akan menyakiti hati ayahnya.
" Berapa lama lagi aku harus menunggu?"
*****
Arshel masuk kerestoran seorang diri, dia masuk dengan kesal, orang tuanya menyuruhnya masuk sendirian sedangkan orang tuanya entah pergi kemana meninggalkannya di restoran itu, tapi itu tidak penting sekarang , itu bahkan lebih baik, Arshel akan langsung menemui gadis itu dan membatalkannya saat itu juga
Arshel mengedarkan matanya mencari gadis yang dia cari, orang tuanya bilang gadis itu memakai gaun warna putih, restoran itu tidak terlalu ramai, harusnya mudah menemukannya
Arshel berjalan lebih masuk, disana dia melihat seorang gadis yang duduk membelakanginya, Arshel pikir itu gadis yang dia cari karena dari apa yang Arshel lihat tidak ada gadis lain yang mengenakan gaun warna putih,
Arshel berjalan lebih dekat dengan gadis itubdengan senyum sinisnya, dia akan langsung membatalkannya bahkan sebelum dia melihat wajah gadis itu,
Arshel tepat berada di belakang gadis itu, Arshel menatap rambut yang tidak asing baginya, dan bila semakin diperhatikan gadis ini semakin tidak asing, gadis itu mirip dengan Audi , entah kenapa jantung Arshel berdebar,
" tidak, aku hanya mencintai Audi, dan wanita ini bukan Audi"
Arshel menguatkan tekatnya, dia sedikit membungkuk hingga kepalanya tepat berada di samping kuping gadis itu, Arshel sempat tertegun, wangi tubuh gadis itu persis seperti Audi ,
" tidak, mungkin saja dia memakai parfum yang sama dengan Audi"
"aku ingin membatalkan perjodohan ini, sekarang dan saat ini juga"
Arshel berkata dengan pelan tapi dengan kata yang jelas, Arshel menarik kepalanya dan kembali menegak tubuhnya, dia berbalik dan akan kembali berjalan, tapi sebuah suara mengalihkannya
" apa kamu serius?" Arshel tertegun, suara itu suara Audi, Arshel berbalik dan terkejut setengah mati dengan apa yang dia lihat,
Audi berdiri disana dan dengan ekspresi yang sama dengannya, kaget
"Apa gadis yang dijodohkan denganku adalah Audi? bagaimana mungkin ? dan...aku berkata membatalkan perjodohan ini, Arshel bodoh, sial"
******
Audi awalnya merasa ada seseorang dibelakangnya tapi dia mengabaikannya saja, Audi menatap jam ditangannya ,
" dimana pria itu?"
Audi sempat kaku merasa wajah seseorang disampingnya, Audi sudah akan berbalik, tapi pria itu
berbicara terlebih dahulu
" aku ingin membatalkan perjodohan ini, sekarang saat ini juga" Audi terdiam dia kaget bukan karena perkataan pria tersebut tapi suara itu, Audi kenal sekali, Audi berbalik dan menatap punggung yang dia kenal, itu tidak mungkin pikir Audi
" apa kamu serius?" Audi bertanya memastikan yang dia dengar itu nyata, dia bahagia itu seperti yang dia harapkan, tapi semua ini terasa aneh,
Pria itu berbalik Audi kaget dan ingin pingsan rasanya, itu Arshel, itu sungguh Arshel, entah kenapa ada perasaan senang dihatinya, tapi Audi berpikir, Apa Arshel tahu kalau wanita itu dia dan membatalkan perjodohan ini tanpa melihatnya terlebih dahulu, Audi menatap Arshel dengan dingin setelah dia selesai dengan keterkejutannya.
******
Audi hanya berdiri disana dengan menatap Arshel dingin, Arshel berjalan mendekati Audi dengan perasaan kacau, bagaiman dia menghadapi Audi, dia tidak ingin perjodohan ini batal, tidak mau
" Audi" Arshel berhenti didepan Audi, tangannya bergerak untuk menggenggam tangan Audi, baru saja tangan Arshel menyentuh tangan Audi, Audi menarik tangannya, dan berbalik mengambil tasnya.
" karena kamu yang memintanya, aku bisa apa, baiklah perjodohan kita batal" Arshel membelalakkan matanya , tidak, dia tidak mau perjodohan ini batal
" Audi, itu.. Aku.. Tidak.."
" karena kita sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi aku pergi dulu " Audi berbicara dengan menekankan kata hubungan disana.
Audi berjalan ke arah pintu keluar , Arshel sudah akan menggapainya tapi Audi berjalan dengan cepat ,
Arshel sedikit berlari mengejar Audi, dia sudah diluar, tidak jauh dari sana dia melihat Audi sudah akan masuk ke mobil taxi, Arshel berlari lebih cepat dan saat Audi sudah masuk ke mobil dan menutup pintu mobil , Arshel membukanya, supir taxi itu kaget, dia bahkan sudah akan menjalankan mobilnya,
Arshel menatap Audi yang memalingkan wajahnya, Arshel masuk dan duduk disamling Audi, dia menatap Audi yang sedang memandang keluar jendela.
" apa yang kamu lakukan? keluar" Audi berbicara tanpa menatap Arshel, Arshel bingung bagaimana dia harus menjelaskan semuanya dengan sifat Audi yang keras kepala
" Jalan pak" supir itu menjalankan taxinya setelah mendengar perkataan Arshel, Audi berbalik dan menatap Arshel sinis
" berhenti pak" supir taxi itu bingung, hingga dia memelankan laju mobilnya
" tidak pak jangan dengarkan calon istri saya"
" aku bukan calon istrimu"
" tapi kita sudah dijodohkan"
" kamu sendiri yang sudah membatalkannya"
Arshel terdiam, dia yang bodoh, Arshel kesal sekali pada dirinya sendiri, shittt...
" tidak, perjodohan ini akan tetap terjadi, kamu calon istri ku sekarang " Arshel berbicara dengan sedikit tekanan, dia ingin Audi tidak membicarakan tentang pembatalan perjodohan itu kembali.
Audi kesal , Arshel yang sudah membatalkannya dan dia juga yang memutuskan perjodohan ini tetap terjadi
" kamu tidak ada hak, aku bukan calon istrimu, kamu sendiri yang bilang" Arshel pusing sekali dengan sikap Audi yang keras kepala
" pak berhenti di taman depan "
Audi menatap Arshel, apa lagi yang ingin Arshel lakukan? taxi itu berhenti, Arshel turun terlebih dahulu dia memutari mobil dan membukakam pintu mobil untuk Audi, Audi disana hanya diam saja, mengabaikan Arshel
" turun" Audi hanya tetap diam , Arshel kesal dan langsung menarik tangan Audi untuk turun , Audi memberontak tapi Arshel memaksanya hinga dia keluar
Mobil taxi itu berjalan pergi, Arshel memeluk Audi dengan erat dan itu berhasil membuat Audi diam, kepala Audi terbenam di dada Arshel, Arshel tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.
" dengarkan kan aku dulu, aku tidak tahu bila gadis itu kamu, kalau aku tahu aku tidak akan pernah melakukan itu" Audi mengangkat kepalanya dan mereka saling pandang disana
" jadi maksudmu, kalau itu bukan aku kamu akan tetap melakukannya"
" iya"
" kamu itu sungguh tidak punya hati, bila gadis lain dia akan sakit hati dan sedih" Arshel mengangkat tangan kanannya dan mengusap wajah Audi, sedangkan tangan kirinya tetap memeluk pinggang Audi dengan erat
" tidak masalah, yang terpenting bukan kamu yang terluka"
" aku tidak terluka, aku tidak apa- apa bila kamu ingin membatalkannya, aku tidak masalah" Arshel menatap Audi yang berkepala batu
" meskipun perjodohan ini batal sekalipun, aku tidak akan melepaskanmu" Audi terdiam, apa Arshel benar- benar mencintainya tapi Audi masih ragu dengan itu.
Kepala Arshel menunduk, dia mengecup bibir Audi singkat, Audi menatap Arshel kesal
" kenapa? apa salah seorang pria mencium calon istrinya" Kata Arshel setelah melihat tatapan kesal Audi padanya, Audi mengusap bibirnya dengan punggung tangan, Arshel kesal Audi menghapus bibirnya disana, Arshel kembali mengecup bibir Audi
" jangan dihapus" tapi Audi tetap menghapusnya, Arshel geram dan langsung meraup bibir Audi dia menciumnya dengan lembut dan sesekali menggigit pelan bibir Audi,
Arshel menarik bibirnya dan mengusap pelan bibir Audi dengan ibu jarinya yang sedikit memerahkan karena ciumannya, Audi menarik nafas banyak karena kehabisan nafas kerena ciuman Arshel
" sudah aku bilang jangan dihapus, jangan pernah, hanya aku yang boleh melakukannya, apa kamu mengerti " Audi diam disana, hatinya menghangat dan berbunga, Arshel yang melihat wajah Audi melembut menarik Audi lebih dekat dengannya dan memeluknya dengan erat, seakan takut Audi akan lari darinya
👍👍👌🌺
Rasanya pingin lanjut trs😍
bagus sekali suka.ceritanya
lanjut cerita yg makin bagus
semangat
💪💪💪💪👍👌👌🌺🌹
Good job
👍
Good job, author nya!!
apa udah di kembalikAn?