NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

   Tiga bulan sudah Nafis meninggalkan kota Pati dan Hijrah ke kota Magelang. Nafis terlihat jauh lebih nyaman di tempat yang baru ini. Butiknya juga berkembang jauh lebih pesat setelah dia mengambil alih kembali kepemimpinannya dari Hanafi. Bahkan bulan lalu saja dia sukses membuak outlet baru di Surabaya dan Semarang. Rencana dua bulan lagi dia akan membuka satu outlet lagi di Jakarta.

   Semenjak dia keluar dari rumah itu, Nafis terus berusaha menyibukkan diri. Dia tak mau apa yang menimpanya kemaren membuatnya jatuh lalu, terpuruk. Masih ada dua orang anak yang harus dia upayakan masa depannya. Dia menyakini satu hal, tidak akan Allah cabut suatu nikmat melainkan akan Allah ganti dengan yang jauh lebih banyak.

   Untuk itu dia memilih untuk terus berkarya, tak ingin terlalu meratapi nasibnya. Walhasil sekarang dia menikmati buah dari kerja kerasnya.

  Novelnya best seller, di buru para pengemarnya. Belum lagi salah satu novelnya terdahulu dilirik salah satu sutradara ternama untuk di jadikan film. Kiprahnya dalam dunia psikologi juga tidak dapat diremehkan. Dia semakin banyak mengisi seminar dan klinik yang buka di jakarta 2 bulan lalu di percaya banyak orang untuk orang berkeluh kesah, menumpahkan segala kegundahan hatinya. Dia bahkan mempunyai beberapa pasien dari kalangan selebritis.

   Namanya mulai melambung, tiga bulan terakhir ini derajat dan riskinya benar-benar diangkat oleh Allah. Dia bersyukur meski kadang sedikit kembali terpuruk saat putranya yang belum begitu paham situasinya mengeluh merindukan Abinya.

  Dia pun heran dengan Hanafi, sudah hampir 3 bulan dia dan putranya pergi. Akan tetapi tak sekalipun pria itu menghubunginya walaupun sekedar untuk menanyakan kabar Naufal putranya. Tidakkah pria itu rindu akan putranya ?"

  Jika mengingat itu Nafis hanya bisa diam-diam menangis. Tapi sekali lagi, Nafis tak membiarkan dirinya terlarut dalam kesedihan. Dia tak mau bayang-bayang kegalanan rumah tangganya menghalangi langkahnya.

  Untuk itu dia tidak pernah mau berdiam diri, ada saja kesibukannya. Seperti hari ini, dia akan ke Semarang. Awalnya dia akan dia antar kang Tejo tapi, urung karena kang Tejo tiba-tiba diare dari subuh tadi. Jadilah dia berangkat sendiri. Karena kang Maman supir butik juga sedang jalan mengantar barang ke butiknya yang berada Di Salatiga.

   " Ibu serius mau berangkat sendiri ke Semarangnya ?" Nafis tersenyum melihat kekhawatiran Santi sahabatnya .

   " Iya San, kamu mau ikut ?"

   " Percuma bu, kan saya nggak bisa nyetir."

   " Siapa suruh mau di kursusin nggak mau "

   " Masih belum berani buk "

   " Ya udah kamu handle kantor ya, nanti kalau kain batik tulis dari jogja sudah datang, minta orang quality kontrol cek betul-betul. Segera minta mbak Wahyu untuk potong dan kerjakan. Tolong yang teliti ini pesenan ibu-ibu persit soalnya. Kalau tidak salah ada 50 potong. Kebaya sudah ada di rumah. Konsultasikan sama Nindya ya soal desainya "

   " Siap bu, ini yang katanya buat seragam among tamu itu ya bu " Nafis mengangguk.

   " Oya bu tolong tanda tangani ini dulu sebelum berangkat bu. Ini mou kerjasama dengan brand salah satu hijab yang kemaren itu bu"

   " Alhamdulillah di setujui ya ?" Santi menganguk.

   " Komunikasikan dengan baik sama butik cabang ya San. Dan tolong besok kamu cek butik kita yang di Salatiga ya "

  " Baik bu "

   " Ya udah aku berangkat ya San ?" Santi mengangguk.

   Hari ini Nafis memenuhi undangan salah satu universitas di kota Semarang untuk menjadi salah satu pembicara dalam sebuah seminar yang bertajuk " pentingnya menjaga mental anak pasca perpisahan orang tua "

   Nafis sebenarnya berat jika harus mengisi seminar yang berhubungan dengan perpisahan orang tua begini. Tapi, mau menolak juga segang karena yang mengundangnya adalah rektor dari kampus tersebut langsung dan juga beliau adalah suami dari dosen pembimbingannya dulu.

    Sebetulnya hari ini Nafis ada janji dengan seorang pasien di Jakarta, hanya dia tunda esok karena bentrok dengan jadwal seminar ini.

    Perjalanan Magelang-Semarang Nafis lalui dengan tenang, kebetulan arus lalulintas juga begitu lancar. Baru saat memasuki kawasan kota Semarang arus lalulintas mulai nampak ramai akan tetapi lancar, tidak sampai menimbulkan kemacetan.

    Nafis sampai di Auditorium tempat seminar berlangsung sekitar pukul 9 pagi, kalau sesuai jadwal seminar akan dimulai pukul 9.30, beruntung Nafis tidak terlambat.

   Hari ini selain dia juga ada pembicara lainnya, ada beberapa komisioner komnas perlindungan anak dan juga yang tak kalah menarik ada salah satu artis yang sedang berjuang untuk mendapatkan hak asuh atas putra putrinya.

     Kedatangan Nafis di sambut oleh dekan fakultas psikologi. Nafis lalu, diarahkan menuju ruang transit untuk para pembicara. Sembari menunggu acara di mulai Nafis memilih membuka laptopnya guna meneruskan sedikit-sedikit tulisan terbarunya dalam dunia psikologi.

  Akan tetapi fokus Nafis sedikit terganggu dengan suara tangisan balita yang begitu kencang. Entah dorongan dari mana Nafis meletakan laptopnya lalu, mendekati balita itu yang nampak sedang rewel dalam gendingan pengasuhnya.

   " Assalamu' alaikum " Sapa Nafis, ajaibnya bayi itu justru malah tenang mendengar suara Nafis.

   " Wa'alaikum salam"

   " Adiknya kenapa mbak ?"

    " Mungkin kecapekan buk " Ucap pengasuh itu sembari menenangkan bayi cantik yang sepertinya akan mulai rewel lagi.

   " Ugh... Kasian kamu cantik, capek ya?"

   " Boleh saya bantu gendong mbak, siapa tau adiknya haus, mbak bisa buatkan susunya terlebih dahulu. Tenang saya tidak akan bawa kabur adiknya " gurau Nafis pada pengasuh yang juga sudah terlihat kelelahan itu.

  " Apa tidak merepotkan bunda Nafis ?" Nafis terkejut pengasuh itu mengenalnya.

  " Lho mbaknya mengenal saya ?" Ucap Nafis sembari mengambil alih balita cantik dari gendongan pengasuhnya. Lagi-lagi bayi itu langsung tenang

  " Saya salah satu pengemar bunda, sayang saya nggak bawa novelnya bunda, padahal pengen sekali novelnya ditanda tangani bunda "

   " Sudah punya Novel terbaru saya belum ?" Pengasuh itu mengeleng sembari menyiapkan susu untuk anak asuhnya.

  " Ya udah nanti saya kasih satu buat mbaknya ya "

  " Ya Allah terima kasih bunda "

  " Sama-sama "

" Bismillah kita minum susu ya sayang, pelan-pelan saja ya cantik " Memang benar-benar haus sepertinya, bayi mungil itu begitu kuat meminum susu dari dalam dotnya.

Nafis begitu gemas dengan mungil dalam gendongannya. Terlebih ketika lambat laun mata gadis itu terpejam.

" Cantik sekali kamu sayang" Ucap Nafis sembari mencium pelan pipi bayi yang dia gendong.

" Rania kenapa mbak ?" Nafis menoleh kearah sumber suara. Netranya menatap wajah yang begitu familiar karena dua sahabatnya selalu membicarakan pria di hadapannya ini.

" Rewel pak, sepertinya karena haus dan ngantuk. Untung ada bunda Nafis yang membantu saya menenangkan "

" Ya Allah maaf jadi membuat anda repot " Nafis menangapi ucapan pria yang terkenal dengan nama pangung Farid. Salah satu aktor yang namanya selalu tampil di barisan pemain berbagai genre film.

" Tidak repot kok, Alhamdulillah putrinya juga sudah tidur. Mohon maaf ya, saya lancang gendong putri anda "

" Ogh justru saya harusnya berterima kasih."

" Mbak bawa Rania ke mobil, ada Ahmad disana "

" Baik pak " Nafis segera menyerahkan bayi mungil yang baru saja terlelap nyenyak ke gendongan pengasuhnya. Ada rasa iba melihat bayi sekecil Rania harus menjadi korban perpisahan orang tuanya.

" Oya perkenalkan saya Farid, papanya Rania " Nafis tersenyum lalu menangkupkan kedua tangannya di dada.

" Saya Nafisha pak " Beruntung Farid tidak mengulirkan tangannya, kalau iya bisa malukan.

" Jadi anda ini Bunda Nafis, psikiater yang sedang banyak di bicarakan di kalangan selebritis itu, senang bisa berjumpa dengan anda disini "

" Waduh rasanya kok terlalu berlebihan njeh jika disebut begitu "

" Serius lho mbak, anda itu lagi hits dikalangan kami, anda kenal Agas kan ?"

" Agas Wardana ?"

" Betul, dia kalau menceritakan soal anda waduh bisa seharian tidak selesai. Terima kasih sudah menyelamatkan rekan saya. Untung dia bertemu anda, entah kalau tidak. Mungkin bisa seperti rekan kami yang kemaren keciduk pakai narkoba. " Nafis hanya menangapi dengan senyuman.

Sayang obrolan keduanya harus terpotong karena pihak penyelengara meminta kami untuk segera masuk auditorium. Nafis terkejut begitu mendapati peserta seminar yang begitu banyak.

1
Yani
ceritanya bagus alur ceritanya mengakir spt kehidupan nyata
Mayra Zahra: terima kasih kak, semoga tidak mengecewakan sampai akhir
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
Lee Mba Young
yg pling enak ttp istri ke 2. gk ngrasain sakit, pasti di perhatikan. trus anaknya yg lahir enak gk broken home. dan ortu istri ke 2 mlh ttp dukung 🤣🤣. agama buat tameng menghalalkan poligami tanpa dng nyakiti istri pertama.
semoga kluarga istri ke 2 dan kluarga suami zalim dpt karma.
Kasih Bonda
next Thor semangat
echa purin
👍🏻
Yani
makanya bu aminah klo ngaji yo jgn cm setengah setengah segala hadist diartikno dewe lah salah kaprah makan byk korban 🤭🤭
Lee Mba Young
mereka para orang ngerti agama tp nyakiti perempuan lain tega ya. sekarang sdh tau kan kl hanafi Ada istri tp ttp di lanjut kan.
kl ortu istri ke 2 punya harga diri hrse cerai kan anak nya bukan mlh laki orang Mau di bawa pulang. alasan ae buat di didik. aslinya ya biar menang istri 2 dpt hanafi sepenuhnya tanpa berbagi. pasti alasan hamil di pake buat itu. istri ke 2 pling jg gk Mau ngalah merasa menang krn istri pertama mundur.. semoga dpt karma orang ngerti agama tp pada bejat.
Lee Mba Young
hanafi Dan istri ke 2 kayak insan Dan inara. 🤣. yg ke 2 gk Mau ngalah, mlh ortu minta hanafi ikut ke kudus biar 100% hanafi hidup bhgia dng istri ke 2.

nunggu karma nya, semoga anak Dr istri ke 2 gk lahir normal kasian anak Dr istri pertama dpt saudara tiri Dr Pelakor.
ya Pelakor Mau se sholehah apa pun wanita kl sdh merusak rumah tangga orang lain ttp Pelakor Dan ortu perempuan ttp mendukung 🤣🤣 Gila sih label kyai sekarang serem serem dng dalil agama.
kalea rizuky: baru mau komen gini/Shame/
total 2 replies
Lee Mba Young
hrse di laporkan di penjara tu hanafi Dan istri ke 2 krn nikah model bgitu.
Lee Mba Young
pas nikah apa gk di check ktp nya. trus sekarang yg enak istri ke 2 dong. 🤣.
hrse cerai semua, istri ke 2 tau diri nglepas hanafi bukan me lanjut kan pernikhan. mang dasarnya istri ke 2 doyan saja.
kl takut melukai ya hrse pisah.
hanafi me lanjut kan dakwah eh siapa yg Mau denger dakwah laki model bgitu. yg di omongin pasti poligami tok🤣. ustad cabul.
Mayra Zahra: jaman sekarang kayak gini banyak ya kak, terlalu percaya tampang dan harta saja. sesama. ngeri-ngeri sedep 🤭🤭
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
La Rue
nah lho Hanafi
Lilik Lailiyah
ayo up lagi kak,tak kasih vote biar semangan up nya
Mayra Zahra: terima kasih banyak kak
total 1 replies
Lilik Lailiyah
mantap nafis
Lee Mbaa Young
Bagusss, 👍👍👍👍. biar jd gembel mereka.
Lilik Lailiyah
ayo kak ditunggu lanjutannya
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!