Season 1
Kiara Anggun Taylor, seorang wanita cantik yang mempunyai trauma karena waktu kecil dia harus menyaksikan semua anggota keluarganya dibantai oleh sekelompok mafia kejam.
Hingga akhirnya, tidak sengaja Kiara bertemu dengan Frans Wild Blood seorang ketua Mafia paling kejam dan juga psyco yang tidak lain merupakan anak dari orang yang sudah membunuh keluarga Kiara.
Disisi lain, muncullah seorang pria tampan yang merupakan intel dari kepolisian, saat ini dia sedang mengemban tugas mengusut tragedi pembantai satu keluarga 20 tahun lalu yang ternyata adalah keluarga Kiara.
Season 2
Gerrald Alexander Crush, seorang ketua mafia paling kejam dan ditakuti diseluruh dunia merasa jatuh cinta kepada wanita cantik nan menggemaskan yang ditemuinya di pesawat yang tidak lain adalah Gladis Taylor Prayoga puteri dari Kiara dan Al.
Bisakah Gerrald mendapatkan hati Gladis?sedangkan orangtua Gladis sangat membenci segala hal yang berhubungan dengan mafia dan berusaha memberantas para mafia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32 Season 2
🔪
🔪
🔪
🔪
🔪
Gerrald melihat kaca spion motornya tampak ada dua buah mobil yang dari tadi mengikutinya, Gerrald hanya tersenyum dan menambah kecepatan motornya.
Seketika terjadi saling kejar-kejaran, hingga akhirnya disebuah jalan sepi dua mobil itu berhasil mendahului motor milik Gerrald dan dengan sekuat tenaga Gerrald menghentikan motornya.
Beberapa orang keluar dari dalam mobil itu, semuanya berbadan besar dan tegap sedangkan didalam salah satu mobil, Jovan tampak memperhatikan, dia ingin lihat apa Gerrald itu orang biasa ataukah orang yang menyamar berpura-pura culun seperti dugaannya.
Manik mata Gerrald yang tajam menangkap kalau Jovan sedang memperhatikannya.
"Rupanya dia ingin tahu siapa aku," batin Gerrald.
Anak buah Jovan langsung menyerang Gerrald, Gerrald tidak melawan sama sekali dia tidak ingin penyamarannya sampai terbongkar jadi dia terpaksa menerima setiap pukulan demi pukulan.
"Kenapa dia tidak melawan? apa perkiraanku salah ya," gumam Jovan.
Jovan segera turun dari dalam mobilnya...
"Stop..."
Anak buah Jovan langsung menghentikan pukulannya. Gerrald terlihat babak belur dengan wajah penuh luka, Jovan berlutut dihadapan Gerrald.
"Itu akibatnya kalau kamu berani ikut campur urusanku, jadi kalau kamu masih sayang sama nyawamu stop ikut campur dan mengusikku, dan satu lagi wanita tadi adalah milikku jadi jangan coba-coba kamu melarangku apalagi mencegahku. Kita pergi!!" ajak Jovan.
"Baik bos."
Semua anak buahnya pun masuk ke dalam mobil, begitu pun Jovan yang langsung masuk. Kedua mobil itu pergi meninggalkan Gerrald yang terkulai lemah dijalanan.
"Brengsek, jadi kamu mau main-main denganku Jovan Mahendra Blood. Kamu dan keluargamu harus membayar mahal atas meninggalnya Gisell," gumam Gerrald.
Ya, Gisell Alexandra Crush adalah adik kesayangannya Gerrald. Gisell begitu sangat cantik, sehingga banyak pengusaha gelap yang menginginkan Gisell.
Kejadian menyedihkan itu terjadi, THE BLLOOD menculik Gisell dan memperkosanya secara bergiliran membuat Gisell mengalami trauma. Hingga suatu saat, Gisell yang memang sudah merasa frustasi hanya bisa bunuh diri.
THE BLOOD, kelompok Mafia yang sangat disegani pada zamannya. Disaat THE BLOOD diketuai Pram dan Frans, kelompok Mafia itu tidak bisa tertandingi tapi sekarang disaat THE BLOOD pindah tangannya kekuasaannya sedikit terusik dengan kehadiran kelompok Mafia baru dibawah kepemimpinan Mr.G.
Kelompok Mafia yang diberi nama GOD OF DEATH atau DEWA KEMATIAN itu adalah salah satu Mafia yang sangat kejam dan tidak mempunyai belas kasihan. Mafia ini sudah menguasai Benua Amerika dan Benua Erofa, maka dari itu banyak sekali pengusaha gelap yang pindah haluan masuk ke kelompok Mr.G hanya semata-mata untuk meminta perlindungan.
THE BLOOD merasa tersaingi, hingga datanglah ide untuk menculik Gisell adik kesayangan Mr.G dan kemudian memperkosanya secara bergiliran untuk membuat Mr.G kelabakan.
"Akan aku bantai semua orang yang berhubungan dengan THE BLOOD," gumam Gerrald.
***
Malam pun tiba...
Setelah selesai makan malam, Gladis menghampiri Ayah Bundanya yang sedang menonton tv diruangan keluarga.
"Ayah, Bunda, Gladis boleh tanya sesuatu tidak?"
"Tanya apa? sini duduk sayang," seru Bunda Kiara.
"Sebenarnya siapa Jovan Mahendra? kata Fikri, Gladis ga boleh dekat-dekat dengan Jovan dan kata Fikri juga keluarga Jovan seorang Mafia ya?" tanya Gladis.
Ayah Al dan Bunda Kiara saling pandang satu sama lain, hingga akhirnya Ayah Al mulai menghela nafasnya dan mulai menceritakan asal muasal THE BLOOD.
Gladis tampak bergidik ngeri saat tahu masalalu Bunda dan Omanya yang sangat mengerikan dan menakutkan.
"Makannya Bunda, mengusulkan Oma sama Opa Alex untuk pindah ke Inggris supaya kelompok mereka tidak mencari Oma lagi," seru Bunda Kiara.
"Tapi, bukannya Bunda juga harus berhati-hati bisa jadi mereka juga masih mengincar Bunda."
"Kalau Bunda disini kan ada Ayah, pasti Ayah akn menjaga Bunda dan kamu, buktinya sampai saat ini Bunda baik-baik saja karena Ayah kamu sangat menjaga Bunda dengan baik," sahut Bunda Kiara.
"Makannya Ayah menyuruh Fikri untuk menjaga kamu, Ayah takut mereka tahu identitas kamu soalnya bagaimana pun juga pasti keluarga BLOOD masih dendam kepada Ayah dan Bunda karena sudah membunuh Pram dan Frans," seru Ayah Al.
"Oh gitu ya."
"Dan satu lagi sayang, Ayah baru kemarin mendapat berita dari anak buah Ayah kalau ada kemungkinan musuh THE BLOOD pun datang kesini."
"Musuh?" seru Gladis dan Bunda Kiara bersamaan.
"Ada sebuah kelompok Mafia namanya GOD OF DEATH atau bisa diartika Dewa kematian, kenapa kelompok itu namanya begitu? ya, seperti namanya kelompok itu tidak memandang bulu dalam membunuh mangsanya, bahkan THE BLOOD kelompok Mafia yang selama ini kita kenal sebagai Mafia paling kejam masih tidak apa-apanya dibanding dengan kelompok Mafia GOD OF DEATH, mereka lebih kejam, bengis, dan sama sekali tidak tersentuh. Kelompok ini mengusai Benua Amerika dan Benua Erofa."
"Serem banget Yah," seru Gladis.
"Tapi kenapa bisa musuhan mereka?" sekarang giliran Bunda Kiara yang bertanya.
"Menurut informasi, adik kesayangan sang bos Mafia di perkosa secara bergiliran oleh kelompok THE BLOOD dan mengakibatkan sang adik defresi dan bunuh diri, maka dari itu kemungkinan mereka datang kesini untuk menuntut balas kepada THE BLOOD," sahut Ayah Al.
"Kejadiannya seperti yang dialami Mama, tapi untungnya Mama tidak sampai bunuh diri, THE BLOOD memang b****b tidak punya prikemanusiaan," seru Bunda Kiara dengan mengepalkan tangannya.
"Maka dari itu pihak kami juga berusaha membuka kejadian masalalu untuk mempelajari kejahatan THE BLOOD, kita harus basmi tuntas sampai ke akar-akarnya supaya Mafia seperti mereka tidak muncul lagi dan tidak memakan korban lebih banyak lagi."
"Kamu harus berhati-hati sayang, takutnya THE BLOOD tahu kalau kamu anaknya Ayah dan Bunda," seru Bunda Kiara.
"Iya Bunda, Gladis akan berhati-hati."
"Ya sudah, kamu tidur sana."
"Baiklah."
Gladis pun akhirnya menuruti ucapan Bundanya untuk tidur. Gladis mengingat kejadian saat Gerrald menggenggam tangannya kala Gladis digoda oleh Jovan.
"Kok aku merasa deg deg gan ya saat Gerrald menggenggam tanganku," gumam Gladis.
***
Sementara itu seperti biasa, dimarkas Gerrald yang gelap dan lembab. Seorang pria tampan namun sangat bengis tampak menyunggingkan senyumannya.
Dihadapannya sudah tergeletak tiga orang yang sudah tidak bernyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Sssrrrreeeeekkkkk....
Seketika darah muncrat ke wajah tampan Gerrald, bukannya jijik tapi Gerrald malah menikmati bau darah yang sangat menggiurkan itu bagi seorang Gerrald.
"Berani sekali kalian membuat wajahku babak belur," gumam Gerrald dan masih sibuk dengan kegiatannya memutilasi korbannya.
Ya, ketiga orang itu adalah anak buah Jovan yang tadi siang sudah mengeroyok Gerrald dan membuat Gerrald babak belur. Bukan perkara susah untuk seorang Gerrald menangkap orang-orang itu.
Gerrald seperti menangkap sekelompok semut dalam mencari mangsanya, begitu mudah.
"Sebentar lagi, bos kalian yang akan bernasib seperti ini....hahahaha...."
Tawa Gerrald menggema diseluruh ruangan itu, membuat anak buahnya pun bergidik ngeri mendengarnya.
🔪
🔪
🔪
🔪
🔪
Hai guys jangan lupa juga mampir di karyaku yang baru, bertema horor-komedi kalian tidak akan merasa takut kok malah kalian akan tertawa dengan tingkah para hantu.
Mampir yuk guys, dan berikan dukungannya karena Author receh yang cetar membahana ini sedang ikutan lomba🙏🙏😍😍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU