NovelToon NovelToon
Sang Pemain

Sang Pemain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: SelToon

Bima Arka Pradipta , anak dari keluarga sederhana di pinggiran Manado. Keras kepala, tidak banyak bicara di luar lapangan tapi meledak-ledak di dalam lapangan. Hamstring putus , pensiun umur 34 tahun. Dikenal karena tendangan bebas melengkungnya dan loyalitasnya sama tim. Dari anak kampung yang main bola pakai kaki ayam -> ditolak akademi karena dianggap terlalu emosional -> bangkit setelah cedera parah di musim hujan -> jadi kapten yang mengangkat tim degradasi jadi juara.
"Bukan tentang seberapa keras kau terjatuh, tapi seberapa lama kau tetap berdiri di tengah hujan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SelToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 PSSI Datang Ke Tuminting Mau Beli Tendangan Sinta Rp 500 Juta

Bulan Januari 2043. Sinta umur 13 tahun.

Video gol Tendangan Sinta di final Liga Tikala dengan skor 2-2 itu viral. Bukan viral di tv , tetapi viral di TikTok. Yang upload Ucil yang jadi tukang ojek , pakai hp nokia retak , videonya goyang , lumpur semua , tapi tendangan Sinta di menit ke 89 kelihatan jelas : bola keras melengkung telat , masuk pojok.

Caption Ucil : "TENDANGAN SINTA NO 10 PUTRI TIKALA - JILBAB LUMPUR - 30 METER"

Views : 4,7 juta dalam 3 hari. Komentar : "Anak cewek mana bisa tendang begitu ?"

PSSI melihat.

Tiga orang datang ke Tuminting pakai mobil Avanza hitam , sepatu pantofel mengkilap , tidak cocok sama lumpur Tikala. Satu pakai batik PSSI , dua pakai kemeja putih.

Mereka bawa map coklat. Isinya kontrak.

Mencari Bima. Bima lagi perbaiki jaring di atas Sinar Bima , pakai kemeja nelayan Kroasia , bau ikan.

"Pak Bima , kami dari PSSI pembinaan usia dini putri. Kami mau beli metode Tendangan Sinta untuk program nasional. Kami bayar Rp 500 juta. Sinta kami bawa ke Jakarta untuk akademi timnas putri U-14 , full beasiswa."

Bima terdiam. Rp 500 juta. Dulu bonus lolos Piala Dunia Rp 2,5 Miliar dia pakai untuk beli tiket 15 orang ke Amerika. Rp 500 juta itu besar untuk Tuminting. Bisa beli 2 perahu baru. Bisa bangun lapangan semen , tidak lumpur lagi.

Sinta yang lagi cuci piring di rumah panggung , mendengar. Jilbabnya masih ada bekas lumpur kering final kemarin.

Joshua yang kakinya pincang , datang pakai sandal jepit. "Rp 500 juta ?"

Yudi datang naik motornya. "Rp 500 juta ? Untuk tendangan ?"

40 penonton final kemarin yang sekarang jadi 40 warga Tuminting , kumpul di depan Sinar Bima. Semua melihat map coklat.

Ibu Bima bertanya "Rp 500 juta itu berapa toples dabu - dabu ?"

Bima membuka map. Baca kontrak. Klausul 5 : "Metode Tendangan Sinta menjadi hak milik PSSI. Tidak boleh diajarkan di Tuminting tanpa izin. Sinta wajib tinggal di asrama Jakarta selama 5 tahun , tidak boleh pulang kecuali libur resmi."

Bima tutup map.

Dia ingat pada tahun 2019 , dia umur 12 tahun , ada orang Jakarta yang datang ke Sawangan mau beli dia Rp 3 juta. Tapi Bima tolak.

Sekarang sama, tapi untuk Sinta.

Bima bertanya ke Sinta "Sinta , kau mau pergi ke Jakarta ?"

Sinta melihat kakaknya Ronald. Ronald no 10 Manado United Senior yang sudah ada di Jakarta selama setahun , jarang pulang. Sinta kangen kakaknya , tapi dia tidak mau seperti kakaknya yang jadi jauh.

Sinta menjawab "Om Bima , kalau saya pergi ke Jakarta , siapa yang ajar 7 teman saya yang gagal seleksi kemarin Tendangan Sinta ? Mereka masih di sini , sepatunya masih jebol."

7 anak cewek yang gagal seleksi Putri U-13 : Mira , Lala , Putri , Nia , Caca , Dinda , dan Sari. Mereka ada di situ , di belakang Ibu Bima , pakai jilbab.

Mira menangis. Dia yang paling mau bisa melakukan Tendangan Sinta.

Bima melihat 7 anak itu. Ingat dulu saat dia adalah yang satu - satunya yang lolos ke Manado United , 11 temannya gagal.

Dia kembalikan map coklat ke orang PSSI.

"Pak , Tendangan Sinta tidak dijual. Tidak Rp 500 juta , tidak Rp 5 Miliar. Karena tendangan itu bukan metode. Itu marah sama kakaknya di lumpur Tikala pada jam 4 sore habis hujan. Tidak bisa dibeli. Kalau Bapak mau , Bapak harus bawa 7 anak ini juga ke Jakarta. Dan bawa lumpur Tikala 1 karung. Dan bawa Sinar Bima."

Orang PSSI tertawa , tidak paham. "Pak Bima , ini profesional..."

Yudi potong , berteriak "PROFESIONAL PALA LU! DI SINI TIDAK ADA YANG DIJUAL! DULU BIMA MAU DIBELI RP 3 JUTA , TIDAK JADI! SEKARANG SINTA RP 500 JUTA , TIDAK JADI JUGA! TUMINTING TIDAK JUAL ANAK!"

Joshua yang biasanya hanya diam , berkata "Pak , anak saya Sinta no 10. No 10 saya dulu tidak dijual , walau ACL putus. No 10 anak saya juga tidak."

Orang PSSI pergi. Avanza hitamnya terjebak di lumpur Tikala , harus didorong oleh 12 anak generasi ketiga. Malu.

Malam harinya , Bima tulis di buku kecilnya

PSSI DATANG MAU BELI TENDANGAN SINTA RP 500 JUTA. SAYA TOLAK. BUKAN KARENA SOMBONG. KARENA TENDANGAN ITU HAK MILIK 7 TEMAN SINTA YANG GAGAL. KALAU DIJUAL , 7 ANAK ITU TIDAK AKAN PERNAH BISA.

CATATAN : DULU SAYA HAMPIR DIJUAL RP 3 JUTA. SEKARANG SINTA RP 500 JUTA. HARGA NAIK , TAPI TUMINTING TETAP TIDAK JUAL.

Sinta malam itu tidur di atas Sinar Bima , pakai jersey no 10 kebesaran yang penuh lumpur , peluk bola plastik bocor. Tidak jadi ke Jakarta. Dia mimpi besok ajar Mira Tendangan Sinta.

Di Jakarta , Ronald video call "Dek , kenapa tidak ambil Rp 500 juta ?"

Sinta mejawab "Kak , kalau aku ambil , siapa yang temani om Bima melaut ? Om Bima sudah tidak punya teman melaut , Bapaknya sudah tua."

Ronald terdiam.

#####################################

Cukup sampai disini dulu ya , besok lanjut lagi. Semoga suka , jangan lupa berikan saran , like dan hadiahnya

Happy reading

1
fabdul
thor kenapa ga update lagi?
fabdul
lanjut thor
fabdul
Sinta melihat kearah Nadia dengan tatapan bingung. "Om Bima, Tante ini siapa? itu enak dibaca nya thor 🥰
Jesselyn Runtuwene: Ok , nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
cerita mu seru thor cuman penulisan kurang menarik dan bikin pusing bacanya. tolong perbaiki ya thor ini cuman saran kalo pun tidak diperbaiki tidak apa-apa 🤗
Jesselyn Runtuwene: Oke , nanti dibaca ulang dan direvisi
total 3 replies
fabdul
Thor penulisannya lebih enak jika. Nadia, kamu masih ingat saya? jadi enak bacanya nggak ada spasi pas tanda koma di belakang nama Nadia dan kata Saya
Jesselyn Runtuwene: Ok siap nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
thor masukan sedikit ya. aku ga enak bacanya karena kebanyakan koma 🙏
Jesselyn Runtuwene: Bab 3 dan 4 sudah direvisi juga
total 3 replies
fabdul
lanjut
fabdul
😭😭
fabdul
bab masih sudah banyak ya thor, ketinggalan jauh
fabdul
semangat nulis nya
Jesselyn Runtuwene: Siap , makasih kak
total 1 replies
fabdul
thor novel mu ini sudah di kontrak?
fabdul: iya thor
total 2 replies
fabdul
wah semangat Bima
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
oh iya kah thor? berarti aku yang naik kapal laut ga diterima sama laut karena sering muntah dalam perjalanan 😭
fabdul: hahahaha 😭
total 2 replies
fabdul
maklum anak Kota baru turun gunung 😭
fabdul
😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!