Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.
Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.
Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.
menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5: Realita yang Terpelintir dan Keyakinan Palsu
Sisa-sisa kereta kuda bangsawan itu tergeletak hangus di tengah jalan setapak Hutan Misti. Asap tipis masih mengepul dari kayu yang menghitam, menyebarkan bau hangus yang mencekik.
Di sekeliling bangkai kereta tersebut, regu penyelamat yang dipanggil darurat oleh penduduk kota berdiri mematung. Beberapa ksatria pengawal keluarga Rejerson tampak kebingungan. Jejak pertempuran di tempat ini terasa ganjil, seolah ada sesuatu yang telah diubah, namun mereka tidak bisa mengingat dengan pasti detail dari memori mereka yang panik saat penyerangan terjadi.
Khaelar, petualang veteran berjanggut tipis, melangkah maju. Ia berjongkok dan mengusap abu dari tanah yang hangus, matanya menyipit penuh selidik.
"Serangan sihir yang menghancurkan kereta ini..." gumam Khaelar, suaranya berat. "Normalnya, ledakan sihir sekuat itu akan meninggalkan kawah kecil di tanah. Tapi lihat ini... tanah di bawah kereta ini tidak memiliki bekas cekungan ledakan, hanya kayu yang terbakar. Ini berarti sihirnya dilontarkan secara langsung dari jarak sangat dekat, atau... ada yang sengaja membersihkan jejaknya."
Khaelar menepis abu di tangannya. Keraguan berkedip di matanya. Apakah tempat ini telah dimanipulasi setelah para penjaga lari mencari bala bantuan? pikirnya.
Tidak, itu mustahil. Khaelar segera menepis pemikiran itu. Goblin adalah makhluk berintelejensi rendah. Mereka tidak mungkin melakukan hal merepotkan seperti mengubah tempat kejadian perkara untuk menyesatkan pelacak. Bahkan manusia yang cerdik pun jarang membuang waktu untuk hal semacam itu di tengah wilayah musuh.
Sebagai seorang petualang berpengalaman, Khaelar memilih untuk menelan kembali kecurigaannya. Menunjukkan sikap terlalu paranoid di depan ksatria bangsawan hanya akan merusak reputasinya. Ia pernah membunuh White Goblin dan Purple Goblin sebelumnya. Ia tahu mereka licik, tapi mereka hanyalah monster. Mereka pasti sudah lari mencari sarang baru yang aman.
"Fokus kita adalah melacak jejak mereka dan memaksa mereka mundur," ucap Khaelar tegas, berbalik menatap sisa pasukan. "Satu Goblin Shaman dengan sihir tingkat rendah dan dua Giant Warrior. Butuh enam orang dari kalian untuk menahan monster raksasa itu, sementara aku dan para petualang lain akan mengurus sihir mereka."
Mendengar instruksi itu, beberapa ksatria bangsawan mengerutkan kening. Mengingat kengerian ledakan bola api sebelumnya, nyali mereka mulai goyah.
Melihat keraguan para bangsawan, Rudgar, seorang petualang paruh baya dengan rambut diikat, terkekeh meremehkan. "Tuan-tuan, jangan salah paham. Saat Khaelar bilang butuh tiga orang untuk menahan satu White Goblin, yang dia maksud adalah kalian. Bukan kami."
"Apa maksudmu, Hina?!" geram wakil kapten ksatria, wajahnya memerah karena tersinggung.
Para petualang lain ikut tertawa sinis. "Kami bukan tipe ksatria manja yang menghabiskan hidup untuk berpatroli di tembok kastil tanpa pertarungan hidup mati," ejek Rudgar. "Membantai goblin di hutan liar? Itu keahlian kami. Kalian cukup jadi tameng dagingnya."
Ketegangan mulai memanas antara ksatria dan petualang, sebelum seorang ksatria muda bernama Luthar melangkah menengahi.
"Jangan buang energi kalian untuk bertengkar. Kita masih punya waktu!" ucap Luthar penuh keyakinan, matanya berapi-api. "Di akademi, kita diajarkan bahwa goblin punya kebiasaan mengurung dan 'mempersiapkan' wanita tangkapan mereka selama berminggu-minggu sebelum mulai membiakkan mereka. Selama kita menyelamatkan Lady Lyra sebelum waktu itu tiba, dia pasti masih suci tak tersentuh!"
Wajah para ksatria yang tegang perlahan mereda. Secercah harapan kembali bersinar di mata mereka. Masa depan belum sepenuhnya gelap. Nona muda mereka pasti masih menunggu dengan gaun yang bersih dan kehormatan yang utuh.
Namun, di waktu yang sama, jauh di kedalaman sarang yang gelap dan pengap...
Altair berdiri di ambang pintu bilik, menatap Lyra yang tengah tertidur lelap setelah menghabiskan makanan dalam porsi brutal. Sang Kaisar menoleh ke arah Anrus, Purple Goblin tua yang berdiri membungkuk di sampingnya.
"Apakah dia sudah pulih sepenuhnya?" tanya Altair dingin.
Goblin tua itu mengangguk pelan, menggumamkan suara serak yang mengerikan. Ramuan herbal penambah vitalitas yang dipaksakan masuk ke dalam makanan sang putri bangsawan telah bekerja sempurna. Tubuh manusia fana itu tidak lagi menolak. Otot-otot rahimnya telah dipaksa berevolusi, menyerap gizi dengan rakus untuk mempersiapkan kelahiran janin anomali dari benih sang Kaisar.
Di luar sana, Khaelar dan para manusia bergerak lambat dengan senyum lega, meyakini ilusi bahwa waktu masih berpihak pada mereka dan sang putri masih suci.
Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa di dalam kegelapan gua ini, benih dari Golden Emperor telah menancap kuat, berdenyut menuntut asupan nutrisi yang tak masuk akal. Dan besok, untuk memuaskan rasa lapar entitas kecil di dalam rahim gadis itu tanpa membuat kaumnya mati kelaparan, Altair akan menghidangkan sebuah perjamuan gila yang akan memelintir sejarah rantai makanan ras goblin untuk selamanya.