NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN OM

BERMAIN API DENGAN OM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Dokter
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Arabella (18th), gadis SMA yang haus kasih sayang akibat diabaikan keluarga, dia mencari kasih sayang itu dari luar. tanpa dia berpikir panjang bahwa dia di manfaatkan oleh dunia luar yang ia percaya sebagai rumah.

Merasa putra pertamanya, Nathan tak dekat dan mengabaikan bella. orang tua Nathan mengirim sang adik untuk membatu mengurus Bella.

Karena sikap liar Bella dengan kekasihnya itu membuat christian menyimpan rasa pada Bella. hingga perasaan itu berubah menjadi obsesi terlarang.
.
.
Happy reading ✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15.

Keheningan yang pekat langsung merayap ke seluruh sudut kamar begitu derap langkah Christian menghilang di balik pintu. Bella terduduk kaku di atas ranjangnya yang basah, memeluk lututnya erat-erat sementara sisa air mata terus meleleh membasahi pipinya yang pucat.

​Di tengah kepalanya yang masih berdengung hebat, Bella mencoba merangkai kepingan-kepingan memori semalam yang tercecer bagaikan pecahan kaca.

​Apa yang sebenarnya terjadi padaku...? batin Bella bergejolak, dadanya bergemuruh kencang menahan rasa takut dan kebingungan yang luar biasa.

​Ia memejamkan mata rapat-rapat, memaksa otaknya bekerja keras menembus kabut tebal akibat obat bius dan alkohol. Potongan-potongan samar mulai berputar di kepalanya: suara Vero di telepon, kedatangannya ke Club Neon, cairan amber yang dipaksakan untuk diminum, hingga sensasi melayang yang membuat kesadarannya hilang kendali.

​Dengan tangan yang gemetar hebat, Bella menyambar ponsel yang tergeletak di atas nakas di samping tempat tidurnya. Ia buru-buru mencari kontak Vero dan menekan tombol panggil.

​Tuut... tuut...

​"Angkat, Ver... kumohon angkat..." bisik Bella penuh harap dengan suara bergetar.

​Namun, yang menyambutnya bukanlah suara sang kekasih, melainkan suara operator wanita yang dingin. “Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan...”

​Bella mengerang frustrasi, mencoba menelepon sekali lagi, lalu dua kali lagi, namun hasilnya tetap nihil. Tidak ada jawaban. Di saat yang bersamaan, layar ponselnya tiba-tiba bergetar hebat tanpa henti. Notifikasi dari berbagai aplikasi media sosial dan grup obrolan sekolah masuk bertubi-tubi—semuanya menampilkan tautan berita gosip tentang dirinya semalam.

​Jeritan frustrasi lolos dari tenggorokan Bella. Puncak amarah dan keputusasaannya tumpah seketika. Dengan penuh tenaga, ia melempar ponsel di tangannya ke lantai marmer dengan sekuat tenaga.

​Brak!

​Ponsel mahal itu hancur berkeping-keping, layarnya pecah berantakan, membungkam segala kebisingan digital yang menyiksanya.

​Napas Bella memburu naik-turun. Di tengah isak tangisnya yang tertahan, potongan memori lain kembali berkelebat di dalam benaknya—memori yang membuat darahnya mendadak berdesir ngeri. Ia teringat saat dirinya kehilangan kendali di ruang tamu mansion, melihat sosok pria yang dikiranya adalah Vero, lalu dengan lancang merengkuh leher dan mencium bibir pria itu.

​Mata Bella membelalak lebar dalam gelapnya pikiran sendiri. Tunggu... batinnya berteriak histeris. Itu bukan Vero...

​Wajah tegas, rahang kokoh, dan aroma woody yang khas mendadak terpatri jelas di ingatannya. Bella baru menyadari kenyataan yang membuatnya hampir pingsan: pria yang diciumnya semalam bukanlah Vero, melainkan pamannya sendiri—Christian Gerald!

​Sekilas, sudut rahang dan postur tubuh Vero memang sedikit mirip dengan Christian jika dilihat dalam kondisi mabuk berat. Tapi menyadari ia telah melakukan hal tersebut kepada pamannya sendiri membuat sekujur tubuh Bella lemas seketika.

​Namun, belum sempat rasa malunya mereda, ingatan lain yang jauh lebih menghancurkan kembali menghantam dadanya dengan telak. Suara bentakan Nathan di kamar mandi kembali terngiang-ngiang di telinganya, membawa kalimat kejam yang terus berputar-putar di kepalanya.

​“Kamu itu bukan siapa-siapa! Kamu bahkan bukan adik kandungku... Kamu cuma anak pungut yang dipungut dari jalanan oleh Mama dan Papa!”

​Bella menggelengkan kepalanya panik, mencengkeram rambutnya sendiri erat-erat. "Nggak... nggak mungkin..." racaunya lirih, air matanya kembali tumpah semakin deras. "Itu pasti cuma kebohongan Kak Nathan... Dia cuma mau nyakitin aku..."

​Tetapi, pikiran liar mulai merayap masuk ke dalam benaknya. Bella mendadak merunut kembali masa lalunya. Pantas saja selama ini ia tidak pernah merasakan kehangatan atau pelukan tulus dari sang ayah. Pantas saja Nathan dan ayahnya selalu menjaga jarak darinya, memperlakukannya bagai orang asing di rumah sendiri. Hanya Karin, sang mama, yang kerap membelikannya barang-barang mewah—meski wanita itu selalu sibuk di luar negeri dan jarang memperhatikannya secara nyata.

​Apakah aku benar-benar bukan anak kandung mereka...? pertanyaan itu mencabik-cabik hati Bella, membuatnya merasa benar-benar sebatang kara di dunia ini, terbuang dan tidak diinginkan oleh siapa pun.

*

Waktu terus bergulir, namun Bella tetap tak bergeming dari posisinya.Bella hanya bisa meringkuk di balik selimut, membiarkan air matanya mengalir dalam diam. Ia merutuki kebodohannya sendiri—bagaimana ia bisa begitu dibutakan oleh pria bajingan seperti Vero, hingga tega mencuri dompet pamannya dan berujung mempermalukan diri di kelab malam.

Tok. Tok. Tok.

Suara ketukan pelan memecah kesunyian kamar. Pintu perlahan terbuka, menampilkan sosok Bibi Hani yang kembali melangkah masuk dengan nampan makan siang yang baru.

"Non Bella..." panggil Bibi Hani dengan suara sarat akan rasa iba melihat kondisi gadis itu yang tampak begitu hancur berantakan di atas ranjang. "Makanlah sedikit, Non. Badan Non panas, nanti jatuh sakit."

Namun, Bella tetap bergeming. Ia menatap kosong ke arah dinding, tidak menyahut sedikit pun sapaan wanita paruh baya itu, seolah jiwanya telah tercabut dari raga. Bibi Hani menghela napas panjang penuh keprihatinan, meletakkan nampan tersebut di atas nakas, lalu memilih mengundurkan diri dan menutup pintu dengan lembut.

Tidak lama setelah kepergian Bibi Hani, pintu kamar kembali terbuka lebar.

Seorang gadis berambut sebahu dengan ekspresi cemas langsung berlari masuk ke dalam kamar. Itu adalah Clarisa, sahabat Bella, yang datang seketika setelah mendengar kabar buruk yang menimpa sahabatnya.

*

​Begitu melihat keadaan Bella yang hancur lebur, Clarisa langsung menghambur ke atas ranjang dan memeluk sahabatnya erat-erat. "Ya ampun, Bella! Kamu nggak apa-apa?! Sumpah, aku baru baca beritanya tadi pagi dan aku langsung panik banget ke sini!" teriak Clarisa histeris, air matanya langsung menetes di bahu Bella.

​Seketika itu juga benteng pertahanan Bella runtuh total. Ia balas memeluk Clarisa dengan erat, dan tangis keduanya pecah bersamaan di dalam kamar yang sunyi itu.

​"Clarr... aku hancur..." tangis Bella terisak-isak di pelukan sahabatnya, menceritakan separuh ketakutannya dengan suara parau. "Aku nggak tahu harus berbuat apa lagi..."

"Tidak bell, semua pasti ada jalan keluarnya. Kamu harus kuat."​ Clarisa mengurai pelukan mereka sejenak, menangkup wajah Bella yang basah oleh air mata dengan ekspresi yang menyiratkan berita buruk lain. "Bell... ada satu hal lagi yang harus kamu tahu..." ucap Clarisa dengan suara bergetar ragu.

​Bella mendongak, menatap sahabatnya dengan mata bengkak penuh tanya. "Apa...?"

​"Soal Vero..."

*

*

*

1
🍌
🌚🌚🌚 sikat
Nurmalia Lia
aishhh gak sabar nunggu bella nih thor😍👍
🍌
kapan plok2 🌚
Vira Anisah
lanjut
Ita Putri
munafik tingkat dewa si Alan 🤭
🍌
lama 😗
Mia Camelia
rasakan kau nathan di jutekin Clarisa🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor double up 😍😍😍
Mia Camelia
ceritain Clarisa dan nathan dulu thor, makin penasaran nih 🤭
🍌
jodoh anda 🌚
🍌
bisa dipercepat alurnya 🌚🌚🌚
Mia Camelia
aduh makin rumit nih😔
Mita Paramita
nah gitu dong sih Vero mesti dikasih dipenjara biar sadar🫡 om Christ tegas banget buat lindungi Bella 😍
Mia Camelia
akhirnya bella di Terima keluarga nya😂
Mia Camelia
bella keras kepala banget sih😔😂
Mia Camelia
cristian udh mulai melindungi bella, 🤭
Ita Putri
pergi yg jauh sekalian Bella
kesel banget liat keluarga allegra
Ita Putri
pret lah....
tadi aja pada diem Bae pas Bella di maki"
pake acara marah segala pas Bella di culik orang
Mia Camelia
plis bella jangan kabur2an mulu, capek nih🤭🤭
🍌
kejar om.. borgol kakinya 🌚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!