NovelToon NovelToon
SETELAH SUAMIKU MENGKHIANATIKU

SETELAH SUAMIKU MENGKHIANATIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:67.5k
Nilai: 5
Nama Author: Silvi F. Sari

Raya tidak pernah menyangka dua bulan meninggalkan rumah akan mengubah seluruh hidupnya.

Pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan bersama atasannya, Kansa Alvaro Alistair, membuat Raya harus meninggalkan suami dan adiknya di rumah. Ia sama sekali tidak curiga, hingga kepulangannya disambut pemandangan yang menghancurkan hati.

Rumahnya dipenuhi tamu. Pernikahan sedang berlangsung.

Rara, adik yang selama ini ia percaya, telah mengandung anak Zevan, suaminya.

Lebih menyakitkan, Zevan tidak merasa bersalah. Ia justru menyalahkan Raya karena belum siap memiliki anak, sementara keluarga mereka membenarkan pengkhianatan itu.

Kini, setiap hari Raya harus melihat suaminya bermesraan bersamaan adiknya sendiri di depan matanya.

Akankah Raya terus bertahan demi pernikahan yang telah mengkhianatinya, atau pergi dan membuat Zevan menyesal karena telah kehilangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi F. Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Foto, Seribu Prasangka

Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil begitu hangat. Raya tertawa lepas saat mendengar suara celoteh gadis kecil itu yang terdengar menggemaskan.

“Mamah jangan ketawa, nggak lucu.”

Melihat ekspresi Syila yang kesal, Raya menarik gadis kecil itu dan memeluknya.

“Jangan begitu ekspresinya, Syila. Mamah jadi gemas melihatnya.”

“Syila marah sama Mamah.”

Syila melipat kedua tangannya di depan dadanya. Lalu memalingkan wajah kearah lain.

Raya menyipitkan matanya, lalu mendekat. “Beneran marah sama Mamah?” tanya Raya, nadanya sedikit menggoda gadis kecil itu.

“Mamah jangan ngomong sama Syila.”

“Yasudah, nggak akan mamah kasih hadiah,” ucap Raya. “Padahal, Mamah sudah nyiapin hadiah buat Syila.”

Baru setelahnya Syila menoleh dengan tatapannya yang sangat penasaran.

“Apa hadiahnya?”

Raya berpura-pura berpikir. “Rahasia.”

Syila langsung mengerucutkan bibir.

“Yah, Mamah pelit.”

Raya terkekeh. Tangannya terangkat lalu mengusap pipi gadis kecil itu.

“Kalau di kasih tahu sekarang, itu namanya bukan hadiah sayang,” ucap Raya.

Sedangkan Kansa yang duduk di balik kemudi, sesekali ia menatap Raya dan putrinya dari kaca.

Bahkan mendengar obrolan mereka tadi, rasa hangat menyelimutinya sejak tadi. Apalagi semenjak Syila menganggap Raya adalah Mamahnya.

‘Maafkan Papah, Syila. Papah sudah bohong sama kamu. Kalau nggak begini, kamu pasti akan merengek terus sama Papah. Tapi… Papah akan mengatakannya yang sebenarnya, tapi nggak sekarang.’

Jemarinya perlahan meremat stir mobil. Rasa bersalah pada gadis yang tak berdosa itu terus membuatnya merasa bersalah.

. . .

Tak lama kemudian, mobil mulai memperlambat lajunya. Saat tiba di pelantaran Restoran.

Beberapa detik kemudian, mobil akhirnya berhenti.

“Sudah sampai…” ucap Kansa.

Syila langsung bersemangat. “Ayo, Mamah!”

Raya pun akhirnya turun dari mobil. Begitu dengan kansa yang juga keluar dari sisi pengemudi.

“Syila, sini Papah gendong,” ucap Kansa yang sudah lebih dahulu mengangkat tubuh Syila.

Syila langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Kansa.

Mereka bertiga kemudian berjalan berdampingan menuju pintu restoran.

Raya yang berjalan di belakang Kansa, tatapannya tak beralih sedikitpun pada punggung pria itu.

Kemudian ia menunduk.

. . .

Setibanya di dalam restoran, Raya mengedarkan pandangan mencari meja yang masih kosong. Setelah menemukan satu meja di sudut ruangan.

“Di sana kosong, Pak.”

“Ayo kesana ” sahut Kansa.

Mereka berjalan menuju meja di sudut ruangan itu.

 Setibanya, Kansa menurunkan Syila dari gendongannya. Gadis kecil itu kemudian duduk di samping Raya, sementara Kansa mengambil tempat di hadapan mereka.

Raya meraih buku menu yang tersedia di atas meja. Ia membukanya, lalu mengamati satu per satu hidangan yang tercantum di dalamnya.

“Syila mau makan apa?” tanya Raya sambil menoleh kepada gadis kecil di sampingnya.

“Syila makan apa yang Mamah pilihkan.”

Raya tersenyum mendengarnya. Ia kembali menundukkan pandangan pada menu, mencari hidangan yang cocok untuk Syila.

“Bagaimana kalau sup croissant?”

Syila langsung mengangguk. “Mau, Mah.”

“Baik.” Raya menutup bagian menu itu, kemudian menoleh kepada Kansa. “Kalau untuk Bapak, mau makan apa?”

“Saya juga pilihkan,” jawab Kansa.

Raya menatap pria itu sesaat, lalu mengangguk.

“Baik, Pak.”

Ia kembali memperhatikan daftar makanan, untuk memilihkan makanan untuk atasannya.

“Bagaimana kalau chicken katsu?” tanya Raya, masih menatap buku menu.

“Kebetulan, saya memang ingin makan itu,” jawab Kansa.

Raya mengangguk kecil. Ia kemudian kembali membaca menu kembali untuk memesan makanan untuknya.

“Kalau untuk saya... Dessert saja,” ucap Raya.

Kansa tampak mengangkat tangan untuk memanggil pelayan yang berdiri tidak jauh dari meja mereka.

“Mas,” panggilnya.

Pelayan itu segera menghampiri sambil membawa buku catatan kecil.

“Ya, Pak. Mau pesan?”

Kansa menyebutkan pesanan mereka satu per satu.

“Sup croissant satu, chicken katsu satu, dan Dessert nya.”

Raya yang mendengar pesanan tersebut langsung mengangguk kecil untuk memastikan.

Pelayan tersebut mencatat pesanan mereka, lalu tersenyum.

“Baik, Pak. Pesanan akan kami antarkan ke meja.”

“Terima kasih,” jawab Raya.

Setelah pelayan itu pergi, Raya kembali meletakkan menu di atas meja. Ia kemudian menoleh kepada Syila yang duduk di sampingnya.

Raya kemudian menyandarkan tubuhnya pada kursi. Sembari menunggu pesanan mereka datang.

Sementara di sisi lain, di restoran yang sama dengan Raya.

Sejak tadi, pandangan Rara tertuju pada sosok Raya yang baru saja masuk bersama pria asing dan juga seorang anak perempuan yang digendong oleh pria itu.

Pandangan Rara tak beralih sedikitpun dari meja tempat Raya berada.

Ia terdiam sejenak, memperhatikan kedekatan mereka yang tampak seperti keluarga harmonis.

“Mbak Raya sedang sama siapa itu? Apa itu selingkuhannya Mbak Raya?”

Pandangannya lalu turun ke atas meja.

“Aku tanya ke Mas Zevan, siapa tahu Mas Zevan kenapa pria yang bersama Mbak Raya.”

Rara kemudian meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Ia membuka kamera, kemudian mengarahkannya diam-diam ke meja Raya.

Jarinya menekan tombol kamera.

Cekrek.

Satu foto berhasil ia diambil.

Rara segera memeriksa hasilnya. Ia memperbesar gambar tersebut beberapa kali, memastikan wajah mereka terlihat jelas.

Setelah itu, ia membuka ruang percakapan dengan Zevan.

Tanpa banyak berpikir, Rara mengirimkan foto tersebut kepada suaminya. Tak lupa memberikan teks pertanyaan.

{Mas Zevan kenal pria yang bersama Mbak Raya?}

Rara meletakkan ponselnya kembali di atas meja. Namun, matanya masih tertuju pada Raya, memperhatikan setiap gerak gerik wanita itu yang tampak begitu santai.

 Bahkan senyum di wajah Raya tidak kunjung menghilang ketika berbicara dengan pria didepannya.

Rara menggigit bibir bawahnya pelan.

‘Mbak Raya bahagia sekali bersama pria itu. Kasihan Mas Zevan, yang sudah beberapa hari ini diacuhkan sama Mbak Raya.’

Rara kembali melirik layar ponselnya, berharap ada balasan dari Zevan.

Namun, belum ada pesan apa pun.

Ia pun kembali mengarahkan pandangan ke meja Raya.

‘Apa Mas Zevan akan marah setelah melihat foto ini? Enggak mungkin. Aku hanya bertanya saja, siapa tahu Mas Zevan kenal, jadi pernikahan Mbak Raya sama Mas Zevan nggak akan hancur.’

Sementara itu, di tempat Zevan berada. Ia baru saja selesai memeriksa gudang barang yang akan segera didistribusikan.

 Setelah memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana, ia berjalan menuju ke arah dapur untuk beristirahat.

Ia menjatuhkan tubuhnya ke kursi, lalu menyandarkan punggungnya sambil mengusap wajah.

Namun baru saja ia membuang napas lelahnya, notifikasi dari ponselnya terdengar.

Kling.

Kening Zevan sedikit berkerut. Ia segera meraih ponselnya dan membuka ruang percakapan tersebut.

Sebuah foto muncul di layar yang di kirim oleh istri keduanya.

Zevan terdiam.

Foto itu memperlihatkan Raya, sedang duduk bersama seorang pria lain. Bahkan sampingnya terlihat gadis kecil yang duduk sambil memeluk Raya. Namun, yang paling menarik perhatiannya adalah senyum Raya.

Wanita itu tampak begitu bahagia.

Zevan memperbesar foto itu, untuk memastikan jika wanita itu bukan Raya tapi wanita lain.

Namun tetap saja, mau disangkal apapun wajah wanita itu tetap saja.

Rahangnya mengeras.

“Raya...” gumamnya pelan. “Kamu berselingkuh ternyata?”

“Menjijikkan. Sok suci dan merasa jadi wanita yang paling tersakiti di dunia.”

Jemarinya perlahan meremat ponselnya.

“Apa selama ini kamu memang sudah memiliki pria lain yang lebih baik dariku?”

Ia kembali melirik ponselnya yang ia genggam.

1
Herdian Arya
membesarkan anak ular.
sutiasih kasih
andai kansa & raya tau..
nyesel kalisn miara ank tak tau diri... yv justru sll mnyskiti ank kndung kalian....
Meee
tuhkan anak g tau diri dah fitnah buah g jatuh dari pohonnya,emaknya jahat ya anaknya juga g beda.
sutiasih kasih
udh tau kturunan dajjal.... knapa jga dipiara sih.....
mna kelakuan g ada baik"nya tuh ank dajjal....
bkal nyesel km raya & kansa.... merawat ank tak tau diri🙄🙄
sutiasih kasih
gila ya.... ank pungut tak tau diri🙄🙄
Yuni Ngsih
Authooor ceritramu bgs bangeeeet ku yg baca asyik ,membaca jln ceritra ,banyak fakta dlm kehidupan nyata Thor terutama Kaka mengurus adiknya ,Kakanya punya suami eh suaminya di embat ,....smg lanjutannya Raya bahagia sm Kansa selamanya ok ditunggu lanjutannya
Ma Em
Lagian Raya dan Kansa mau saja merawat anaknya Rara dan Zevan , apa bodoh atau gimana sih mereka berdua cuma bikin penyakit saja harusnya kalau Raya sdh lepas dgn Zevan Raya tdk usah pedulikan lagi dan mau saja mengurus anak Rara dan Zevan .
Elina thea
nanti kalo keluargamu hancur,salahkan dirimu sendiri,oke~~~
Elina thea
terserahmu raya~~~
stela aza
bibitnya y aja beda kelakuan tetep mengikuti ibu kandungnya walaupun dia udh di adopsi dari bayi ,,,🤦 loe j yg bodoh mau nampung bayinya orang yg udh pernah merusak rumah tangga kamu 🤦
sunaryati jarum
Anisa, berawal kau yang salah tapi kok dendam dengan Raya.Kau bekerja dengan tekun akan enak hidupmu
sunaryati jarum
Bebas umur berapa Zevan
sutiasih kasih
ambil saja zevan buat km ra... kekepe sana suami keru smpe km muntah"😅😅😅....
raya pasti ikhlas ngasih zevan buat km seorang.... tpj jgn mmpi km bisa kuasai rmh raya ya ra.....
sutiasih kasih
ya ampun.... keluarga.... suami.... mertua parasit kok ttp km prtahankan sih ray....🙄🙄
sutiasih kasih
bu riana matamu buta ya.... mna ada sejarahnya.... perempuan perebut laki orang... adalah perempuan baik"😂😂😂
sutiasih kasih
eeee dasar musang berbulu domba.... tdi kau bilang msak cm 2 porsi....
skrg bilang ke suamimu msak 3 porsi...
dasar gundik tak tau diri kau ra.... benalu... pelakor 🙄🙄
Meee
KLO bisa mah anak sirara g di urus sama raya dan Kanza,di taroh di panti asuhan ajalah,tkt jdi petaka buat anak raya nantinya.
sunaryati jarum
Jual diri dapat uang atau mati saja Rara 🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Anisa berani mengganggu bahkan menyakiti istri bosnya sendiri, tindakan konyol menggali lubang untuk kuburnya sendiri
sunaryati jarum
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!