NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu. Bagaimana Char dicintai secara ugal-ugalan oleh suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 32

Dunia seolah berhenti berputar hanya untuk Charoen. Di dalam ruangan megah berlantai kaca yang memantulkan ribuan kelopak mawar merah, Charoen berdiri terpana menatap pantulan dirinya. Gaun perak berhias kristal lembut itu jatuh sempurna menutupi lekuk tubuhnya yang kian anggun. Rambut hitamnya yang panjang dan tebal sengaja digerai bergelombang, menjuntai bagaikan tirai sutra yang menutupi punggung terbukanya.

Aroma harum mawar yang lembut menyapa indranya, berkelindan dengan wangi kayu cendana dan citrus khas milik pria yang kini melangkah mendekatinya dari belakang.

Melalui cermin besar berukirkan awan putih dan rangkaian mawar merah, Charoen melihat Alexander berdiri menjulang. Mata kelabu yang biasanya dingin menakutkan itu kini benar-benar melunak, memancarkan binar pemujaan yang mendalam dan hangat hanya untuknya.

Alexander melingkarkan lengan kokohnya dari belakang, menarik tubuh Charoen perlahan hingga menempel rapat di dada bidangnya. Ia menyandarkan dagunya di bahu telanjang Charoen, meresapi kehangatan istrinya sebelum mendaratkan kecupan lembut yang lama di perpotongan leher Char.

"Kau bagaikan dewi yang jatuh dari langit, My Dear," bisik Alexander rendah, suaranya yang serak dan sarat kasih sayang membuat bulu kuduk Charoen meremang indah.

Pria itu kemudian membalikkan tubuh Charoen secara perlahan. Dengan gerakan amat sopan dan penuh penghormatan, Alexander berlutut satu kaki di hadapan istrinya. Telapak tangan besarnya yang hangat menengadah penuh harap.

"Would you like to dance with me, My Queen?" pinta Alexander lembut, mendongak menatap lurus ke dalam manik mata Charoen yang mulai berkaca-kaca.

Charoen menahan napas, dadanya bergemuruh oleh rasa haru yang membuncah. Tanpa ragu, ia menyambut uluran tangan kokoh itu. "Dengan senang hati, Alex."

Seketika itu juga, nada-nada lembut musik jazz mengalun syahdu, dimainkan oleh orkestra ternama yang berdiri terselubung kabut tipis di sudut ruangan. Alexander bangkit, menarik tubuh Charoen ke dalam pelukan hangatnya.

Satu tangan Alexander mendekap erat pinggang Charoen dengan penuh kehati-hatian—menjaga perut sang istri yang kini membawa buah cinta mereka—sementara tangan satunya menggenggam jemari Charoen begitu protektif.

Saat musik mulai mengalun mencapai puncak keindahannya, Alexander mengangkat tubuh Charoen secara perlahan. Kaki mungil Charoen terangkat dari lantai, bertumpu sepenuhnya di atas kedua sepatu kulit mahal milik suaminya. Alexander berdansa dengan langkah anggun dan presisi, membawa Charoen berputar pelan di tengah lautan bunga.

Charoen menyandarkan kepalanya di dada bidang Alexander, mendengarkan detak jantung pria itu yang teratur dan menenangkan. Ia merasa melayang di atas awan, benar-benar dicintai dan dijaga bagaikan permata paling berharga di seluruh jagat raya.

Ia sangat bahagia hingga tiba-tiba ....

"Good morning, My love," sebuah bisikan menyadarkan Char.

"Lima menit lagi ya," tolak Char enggan bangun dari mimpi.

"Bangun sayang, aku punya kejutan besar untukmu," bisik Alexander lembut.

Char menggeliat manja, matanya perlahan mengerjap menyesuaikan cahaya. Lalu ketika matanya benar-benar menatap penuh. Wajah Alexander tepat di depannya, tersenyum manis, begitu manis sampai Char terpana dibuatnya.

"Happy birthday, my love," ujar Alexander membuat bola mata pekat milik Char membesar.

"Kau tahu hari ulang tahunku?" cicitnya.

"Apa yang tidak aku tahu tentang istriku sendiri?" tanya Alexander penuh keangkuhan.

Char berdecak, lalu ia merangkulkan lengannya ke leher sang suami. Memonyongkan bibirnya.

"Morning kiss," pinta Char.

Alexander menghela napas panjang, sungguh permintaan cium yang tidak estetik. Karena tak mendapatkan apa yang diinginkan, Char langsung cemberut.

"Ya sudah kalau tak ...."

Cup! Alexander mencium bibir istrinya.

"Kau terpaksa. Sudahlah!' Char masih.merajuk.

"Singkirkan tubuhmu dari atas tubuhku. Ini berat!" keluhnya lagi.

Alexander memutar mata malas. Ia tak menindih secara langsung, istrinya tengah hamil. Tentu Alex tidak ingin menyakiti perut sang istri.

"Sayang, bahkan aku tak menyentuh ...."

Char membuka selimut, tubuh Alex melayang satu senti dari tubuhnya, menggunakan kekuatan lengan dan ujung kaki menahan bobot tubuhnya.

Charoen terkekeh geli melihat posisi suaminya yang rela melakukan penahanan tubuh demi tidak menindih perutnya. Wajah tampan Alexander yang biasanya terlihat dominan dan mengintimidasi kini tampak begitu konyol sekaligus menggemaskan.

"Posisimu lucu sekali, Alex," ledek Charoen seraya mencubit pelan pipi suaminya.

Alexander mendengkus, lalu dengan perlahan memiringkan tubuhnya dan berbaring di sisi Charoen. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, lantas membawa sang istri ke dalam pelukan hangatnya. Satu tangannya yang besar mengusap lembut perut Charoen yang mulai membuncit.

"Aku rela jadi atlet senam mendadak asal istri dan anak-anakku tidak kesakitan," gumam Alexander santai, lalu mengecup puncak kepala Charoen. "Sekarang, Mandi dan bergantilah. Kejutanmu sudah menunggu di luar."

"Kejutan apa lagi, Alex? Kau tidak menyewa helikopter untuk menjatuhkan kelopak bunga di atas villa, kan?" tanya Charoen curiga, mengingat betapa seringnya sang suami berbuat berlebihan jika sudah menyangkut dirinya.

"Kau ingin begitu? Akan aku siapkan ...."

"Sayang!" rengek Char kesal.

"Akan aku lakukan jika kau suka sayang. Itu sebagai bukti jika aku sangat mencintaimu!" sahut Alexander tanpa beban.

"Sekarang ayo mandi. Grandpa sudah tak sabar memotong kue ulang tahunmu!"

Alexander mengangkat lembut tubuh istrinya. Menggendongnya ala pengantin ke kamar mandi dan mandi berdua.

Selesai mandi, Char mengenakan dress dengan harga mahal. Ia menatap dirinya di cermin. Seluruh pakaian yang ia bawa telah dibakar Alexander dan menggantikannya dengan selusin gaun dan dress dari designer ternama dunia. Tak ada lagi baju kaos yang sudah belel, baju sobek atau celana jeans yang dipakai setiap hari.

Dulu, Char hanya memiliki satu gaun cantik itu pun karena kemarin ia menemui Alexander, gaun yang direbut Grace. Kini satu ruangan wadrobe penuh dengan gaun dan dress, koleksi sepatu-sepatu mahal berjejer dengan berbagai warna dan brand.

Alexander telah memakai setelan jas mahalnya. Wajahnya nampak makin tampan dengan tatapan lembut hanya tertuju pada Char seorang.

"Kau cantik sekali sayang," puji Alexander lalu melingkarkan sebuah kalung dengan liontin berlian merah yang berukuran besar.

"Alex?"

"Kalung ini adalah kalung peninggalan mendiang ibuku ...."

"Alex ... this is too much," geleng Char dengan air mata haru.

"No, kamu adalah pilihanku. Aku pastikan dirimu adalah yang terbaik untukku! Maka kalung ini adalah milikmu!"

Char menyentuh liontin merah yang kini menggantung indah di antara tulang selangkanya.

Batu berlian itu menangkap cahaya pagi dari jendela besar, memantulkannya menjadi kilau merah yang lembut.

Alexander melangkah mendekat dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Charoen sambil memeluk pinggang istrinya yang kian berisi dari belakang. Matanya menatap pantulan mereka berdua di cermin besar wardrobe.

"Kau begitu indah, Char. Ibu pasti sangat bahagia jika melihat wanita sepertimu yang mengenakan warisan terbaiknya," bisik Alexander rendah, mengusap pelan berlian merah itu dengan ibu jarinya.

Charoen memutar tubuhnya perlahan di dalam dekapan Alexander. Ia mendongak, menatap mata kelabu suaminya yang bersinar penuh kehangatan. Air mata haru yang menumpuk di pelupisnya menetes pelan, langsung disapu jemari hangat Alexander dengan sangat lembut.

"Terima kasih, Alex... untuk segalanya. Aku bahkan tidak pernah bermimpi akan memiliki hari ulang tahun seistimewa ini," cicit Charoen tulus, mengusap rahang tegas suaminya.

"Kau berhak mendapatkan seluruh isi dunia ini, My Love," sahut Alexander sebelum mengecup dahi istrinya lama. "Sekarang, siap untuk menemui kakek dan kejutanmu yang lain?"

Charoen mengangguk pelan. Alexander mengulurkan tangannya, dan Charoen menyambutnya dengan jemari yang saling bertautan erat.

Ketika pintu kamar terbuka, lorong villa sudah disulap menjadi karpet merah yang ditaburi ribuan kelopak bunga mawar merah segar. Wewangian yang mirip persis seperti mimpi Charoen tadi pagi memenuhi udara! Charoen menahan napasnya, matanya membelalak tak percaya.

Di ujung tangga utama lantai dasar, Rudolph sudah berdiri megah mengenakan setelan jas terbaiknya, didampingi Raphael yang berdiri kaku dan tegap seperti biasa. Di meja besar teras dalam, sebuah kue ulang tahun bertingkat lima dengan hiasan kelopak mawar dan hiasan kristal berdiri dengan anggun.

"Selamat ulang tahun, Cucu Menantuku!" seru Rudolph dengan suara berwibawa namun sarat kasih sayang, mengembungkan dadanya bangga. "Semoga kau dan calon cicit-cicitku selalu dilimpahi kebahagiaan!"

Charoen tertawa haru saat menuruni tangga dengan bimbingan ekstra ketat dari Alexander yang tak melepaskan genggamannya sedetik pun.

"Terima kasih banyak, Grandpa," tutur Charoen manis, langsung memeluk pria tua itu dengan penuh rasa hormat.

"Potong kuenya sekarang, Char. Sebelum suami posesifmu ini menyuruh seluruh Seradam berlutut hanya untuk menyanyikan lagu ulang tahun padamu," kekeh Rudolph melirik cucunya yang bersedekap dada dengan wajah angkuh.

Char menutup mata membuat permohonan, setelahnya meniup lilin lalu matanya menangkap pria manekin yang berdiri kaku di sisi Rudolph.

"Ah ... Andai Raph pakai topi ulang tahun," gumam Char berbisik.

"Raph!" seru Alexander.

Tubuh Raph lambung kaku, Rudolph tertawa keras, ia memakaikan topi kerucut itu ke kepala asisten cucunya itu.

"Tersenyumlah Raph! Ibumu pasti akan cepat sehat dan kembali bersamamu," ujar Rudolph mengelus lengan Raph.

Sementara Char tertawa riang melihat asisten suaminya memakai topi ulang tahun.

"Kau sangat tampan Raph!"

"Ck!" decak Alexander kesal.

Ia mengambil topi di atas meja dan memakainya juga. Mata semua orang terbelalak bahkan menahan napas.

"Bagaimana. Aku lebih tampan kan?" tanyanya memastikan setelah memakai topi ulang tahun itu.

Char tersenyum lebar lalu melompat dan memeluk leher suaminya erat.

"Nggak ada yang boleh lihat ketampanan suamiku!" serunya cemburu pada para maid yang berdiri mematung menatap Alexander.

Rudolph mengusir semua maid di sana lalu mereka larut dalam kebahagiaan yang hangat.

Bersambung.

Hahahaha.

Pastilah kamu ganteng Alexander!

next!

1
Anita Barus
si benalu tolol dan istri nya yg bodoh bikin darah tinggi torrer naik sampai ke ubun2 melihat cinta mati GINA adik nya PD si benalu .
Anita Barus
coba kalau bukan istrinya yg membasahi pakaian nya dengan muntah mungkin nyawa org tersebut udah pindah alam 🤣🤣🤣🤣🤣
Deyuni12
huaaaa
lanjut thor
Anita Barus
selamat Tania kamu satu2nya dari keluarga sibenalu SGM .yg mendapat kan dukungan dari keluarga alexandars
Deyuni12
sukses y Tania n tolong jangan kecewakan Alex n juga char y,serta tuan Rudolph
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
S.R ciplux
semoga saja tania kalo sdh dikasih kesempatan tdk menghianati
Anita Barus
ayo Tania setuju kesempatan TDK DTG 2x dan jangan sia2kan
Deyuni12
yaaaah
dikit banget thor
S.R ciplux
ketulusanmu menentukan sikapmu tania
Deyuni12
yaelaaah Alex,segitu jijiknya liat luka d lutut Tania,,helloooow..
apakah engkau tidak pernah jatuh n terluka,sepertinya tidak tuan muda Romanov kita ini 😊😊😊
Deyuni12
kuraaaaaang
Anita Barus
Robert si benalu .benar2 cari mati .
Deyuni12
dasar keluarga benalu n keluarga torrer mau aja d repotin sama para benalu itu,,hih
Anita Barus
biarin aja si dengki edan biar di rujak sekalian
Deyuni12
haaaa
tinggal tunggu Grace nanti bakalan d apain sama Alex
gak sabar rasanya 😄
Anita Barus
ayo char bawa suami belanja borong semua pakaian di mall 🤣🤣🤣🤣🤣
Anita Barus
gila parah Don si benalu.bisa2nya manetap kan diri nya pewaris
Deyuni12
ketua mafia kita mainnya kurang jauh ternyata,makanya main sini k Bogor dunk Lex,biar sxan bisa nyicip seblak plus cilor 😅😅😅😅
S.R ciplux
mungkin yg ditakutkan torer kalo char seorang genius akan banyak orang yg sayang padanya krn ke geniusan dia dan jadi penjilat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!