NovelToon NovelToon
Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bicara Kebenaran

"Jadi ternyata Lo yang posting itu ke forum sekolah?." Tanya Cherry datar.

Dion mengiyakan "Iya itu gue Cher, gue khilaf dan gue mau minta maaf sama lo."

Dion sangat merasa menyesal namun penyesalan itu sudah tak bisa mengembalikan nama baik Cherry di sekolah.

Cherry tersenyum dingin "Oh"

Melihat sikap Cherry yang dingin, Dion malah merasa ada yang menusuk dadanya, rasa kosong dan hampa yang tak pernah ia rasakan.

"Gu gue, bener bener cemburu liat Lo sama Langit Cher, gue gelap mata sampe gak mikirin efeknya apa, gue fikir cuma si Langit yang bakal kena masalah, karena wajah Lo gak terekam di foto dan video itu." Ia menjelaskan panjang lebar berharap ada pengampunan dari mantan pacarnya itu.

Cherry tersenyum dingin lagi lalu berkata "Yaudah, yang penting gue udah tau itu Lo, malah gue lega karena gak perlu membenci orang baru."

Hati Dion semakin sakit mendengar kata kata Cherry.

"Cherry aku bener bener minta maaf." Ucapnya lirih.

"Maaf Lo basi Dion, kelak jangan berani nanya ataupun berinteraksi sama gue lagi." Ujar Cherry tegas dingin dan menusuk.

* * *

Gadis itu melamun di bangku paling pojok Cafe Agusta. Sebuah milk tea tersaji di depannya.

Ia menatap keluar jendela Cafe dengan tatapan sendu. Mengasihani dirinya yang pernah jatuh cinta dan tergila gila pada cowok berengsek seperti Dion.

Kali itu ia hanya diam, menangis pun rasanya tidak Sudi.

"Cherry." Suara lembut mendekat ke arahnya.

Bumi duduk di hadapan Cherry, ia terlihat berkeringat tampaknya baru selesai latihan basket.

Cherry terbangun dari lamunannya, menyadari Bumi yang kini duduk di hadapannya.

"Eh kak Bumi" Sapanya pelan.

"Are you okey?"

Cherry mengangguk namun diam lagi.

"Kalau ada hal yang berat kamu boleh kok Sharing sama aku Cher." Ujarnya penuh perhatian.

"Makasih kak, tapi mungkin satu sekolah udah tau masalah Cherry kemarin, jadi Cherry gak perlu cerita lagi sama kak Bumi" Ucapnya masih dengan suara pelan.

Bumi manggut manggut "Iya, sejujurnya Bumi tau."

Lelaki itu tak berkata sepatah katapun setelahnya dia hanya duduk seakan menemani lamunan Cherry di siang menjelang sore itu.

Beberapa saat kemudian seorang pramusaji datang membawakan aneka makan dan minuman ke hadapan mereka.

Ia dengan cekatan menaruh aneka cemilan, makanan berat juga dessert di hadapan Cherry.

"Apakah ada lagi yang mau di pesan mas?" Tanya pramusaji itu kepada Bumi.

"Ini dulu saja kak, nanti kalau ada tambahan saya panggil." Jawab Bumi.

Cherry melongo memandangi aneka makanan itu, tampak ada lebih dari 10 jenis dan bahkan 5 jenis minuman.

"Kak Bumi laper?" Tanya nya.

Bumi tertawa kecil "Ini buat kamu Cher, makan gih pilih yang kamu suka." Tawarnya lembut.

Cherry tambah melongo, kemarin adiknya yang bersikap royal padanya, hari ini kakaknya juga bertingkah layaknya manusia yang tidak peduli dengan nominal uang.

Cafe Agusta bukan Cafe biasa 1 menunya saja bisa lebih dari 300K siswa biasa mungkin tak akan sanggup membelinya.

"Kak Bumi gak lagi kesambet kan?" Tanya nya lagi.

"Enggak lah, makan gih, kalau gak habis kan bisa di bungkus."

Cherry tersenyum "Apa orang keluarga Wijaya punya kebiasaan buang buang uang ya kak?" Tanya gadis polos itu penasaran.

Bumi terpingkal "Hahaha ya gitulah, tapi gak ke sembarang orang."

Cherry manggut manggut.

"Yaudah dimakan, kata Kevin kamu suka banget makan dan ngemil, keburu dingin."

Segalau galaunya perempuan mereka pasti sangat suka makanan, begitupun Cherry dengan senang hati ini memakan menu yang tersaji di depannya.

"Kakak makan juga dong."

"Iya, siap, kita makan bareng nih ya jadinya."

Cherry mengangguk masih dengan pipi menggembung karena sedang mengunyah blackforest di mulutnya.

Bumi tersenyum melihat tingkah gadis cantik nan imut itu, ia sangat lega Cherry masih bernafsu makan.

* * *

Cherry pulang dengan beberapa kantong makanan yang dibungkus ya. Ia berniat memberikan makanan itu pada ART di rumahnya, daripada mubazir mending di bungkus.

Meskipun Cherry juga bukan anak orang sembarangan, tapi ia tidak pernah punya kebiasaan menghambur hamburkan uang ataupun makanan, Ibu dan Ayahnya punya kebiasaan untuk hemat dan selalu mempergunakan uang dengan bijak.

Bik Imas sangat senang menerima pemberian Cherry nanti ia akan membaginya dengan rekan rekan sesama ART di rumah itu.

"Wah non habis ada acara apa ni banyak banget bawa makanan."

"Ada yang beliin bik." Jawab Cherry jujur.

"Wah, Aden yang ganteng kemarin itu ya non, yg kemarin pake mobil hitam?"

Cherry menggeleng "Bukan bik, ini Kakaknya cowok yg kemarin, itu loh Bumi yang ceesnya Kak Vin."

"Wah enak banget ya jadi non Cherry banyak yang naksir, coba bibi masih muda dan cantik udah bibi gebet cowok cowok keren kayak gtu." Ujar bik Imas membuat Cherry tertawa geli.

"Mereka baik karena aku adiknya Kevin aja bibi kan mereka ceesnya." Kata Cherry menampik dugaan bik Imas.

"Ah gak mungkin non, kalau gak suka gak mungkin cowok bisa baik banget gitu."

"Udah udah bibi jangan gosip, nanti Cherry aduin ibu nih ya." Ancam Cherry Jahil.

"Iya deh iya non, tapi sering sering aja ya non hihi" Ujar bik Imas, raut wajahnya sangat senang.

"Iya, bibi doain aja Cherry dikelilingi orang orang baik dan royal terus hahaha." Kata Cherry seraya berlalu untuk masuk ke kamarnya.

* * *

Langit tertegun menatapi sebuah lukisan yang ia lukis seharian, seorang gadis cantik yang sedang menggendong Cantika kucing Putih Orange kesayangannya.

Ia memutuskan melukisnya untuk mengenang pertemuan pertamanya dengan Cherry.

Gadis polos nan cantik itu adalah cinta pertama baginya, dulu Langit dan Bumi selalu berebut setiap menyukai seseorang, tapi rasa sukanya hanya sebatas cinta monyet dan persaingan antar saudara itu saja.

Pada Cherry rasa yang ia rasakan berbeda.

Tiba tiba Bumi masuk ke kamar Langit tanpa permisi.

Langit buru buru menutupi lukisannya. Beruntung Bumi tak sempat melihat lukisan itu.

"Liat stik PS gue gak?" Tanya Bumi sambil sibuk mencari cari barangnya.

"Gak ada disini." Jawab Langit malas.

"Biasanya juga Lo yang suka asal make barang barang gue."

"Pelit banget Lo." Cibir Langit, sejujurnya memang ia memakainya, namun Langit memang Hobby cari perkara dengan Kakaknya, rasanya seperti bromance yg memang Kakak adik sering alami.

"Bukan pelit tapi Lo suka asal aja taro barangnya." Bumi mulai kesal.

"Beli lagi kalau ilang."

"Lo mau sok kaya di depan gue hah." Kata Bumi kesal.

Langit tertawa "Emang gue kaya."

Bumi ikut tertawa kecil mendengar ocehan adiknya itu "Mana kampret Stik PS gue?" Tanya nya lagi.

"Tuh tuh di lemari pojok, tadi siang gue pinjem."

Bumi menuju ke lemari yg dituduhkan Langit dan mengambil stik PS itu.

Ia bergegas keluar kamar namun teringat sesuatu. Ia berbalik dan menghampiri Langit lagi.

"Lang Lo bener suka sama Cherry?" Tanya Bumi serius.

"Iya." Jawab Langit cepat, jelas dan lantang.

"Lo cuma suka biasa aja kan?" Tanya Bumi memastikan.

"Suka biasa gimana maksud Lo?"

"Ya suka suka kayak biasanya kita rebutan cewek." Ujar Bumi.

Langit menggeleng "Kali ini sukanya serius Bum, Lagian kan emang dia juga jodoh gue."

Bumi tampak tidak senang "Tapi, Lo gak kasian sama dia, Lo kan tau sendiri seberat apa yang nanti bakal dia alami."

"Ya kalaupun berat gue bakal lindungi dia." Kata Langit Yakin.

Bumi menarik nafas berat "Tapi gue gak setuju, gue gak tega kalau kelak dia harus terkurung di keluarga Wijaya."

"Lo cemburu?" Tanya Langit mulai panas.

"Bukan Lang gue gak ada maksud kesitu."

"Ya terus kenapa emangnya kalau dia sama gue, lo gak lagi mau rebutan kan Bum sama gue."

Bumi menggeleng ia sangat frustasi dengan fikirannya sendiri, namun dia rasa melarang Langit disaat saat ini hanya akan menimbulkan salah paham yang lebih besar.

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Lagi dicomblangin ceritanya... 🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waduuuh... Setahun 12 kali diselingkuhin?
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!

Ya Salaam... 🗿🗿🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!