NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:737
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Dua puluh lima tahun Ryu Jin mengurung jiwanya di dasar jurang terlarang demi menahan kebangkitan Pedang Tulang Hitam. Namun, Aliansi Tiga Sekte membantai seluruh warga desanya demi menguras darah jiwa murni. ​Tetesan darah warga merobek segelnya. Sang Iblis Purba terbangun dengan mata membara. Mereka tidak tahu bahwa desa itu bukanlah pemukiman biasa, melainkan penjara tempat dikurungnya bencana abadi. Kini, pintunya telah terbuka, dan Ryu Jin siap menagih jiwa para penguasa benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAYANGAN TAKHTA

​Aula Agung Kekaisaran Langit Emas diselimuti ketegangan yang teramat pekat. Pilar-pilar naga emas berukuran raksasa yang menopang atap istana seolah ikut bergetar oleh kegelisahan puluhan menteri dan jenderal zirah besi yang berbaris di sepanjang marmer putih.

​Di atas Takhta Naga, terduduk Kaisar Zhao Wuji.

​Pria paruh baya bermahkota emas itu memiliki pandangan mata tajam bagaikan elang. Sebagai praktisi yang diam-diam berada di ranah Soul Formation, Zhao Wuji adalah penguasa politik tertinggi di benua ini. Namun saat ini, cengkeraman tangannya pada pegangan takhta giok begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih.

​Seorang utusan bayangan berlutut histeris di tengah aula, menempelkan dahi yang berdarah ke lantai.

​"Laporan Darurat, Yang Mulia!" suara utusan itu pecah karena ketakutan yang tak tertahankan. "Sekte Teratai Emas... telah musnah! Pantai Benua Barat telah berubah menjadi lautan lahar! Pimpinan Sekte Dewi Lian Ji dan Master Yun Cang... keduanya tewas mengerikan, jiwanya dicabut secara paksa oleh pemuda bernama Ryu Jin!"

​DUAARR!

​Pernyataan itu meledakkan kegemparan di seluruh aula! Puluhan jenderal zirah besi menghentakkan kaki mereka ke lantai dengan wajah pucat pasi.

​"Tiga Sekte Besar... semuanya telah runtuh?!" pekik Panglima Perang Zirah Merah, melangkah maju dengan mata melotot. "Yang Mulia! Ini adalah ancaman terbesar bagi Kekaisaran! Pemuda itu adalah iblis gila yang tak terikat hukum! Kita harus mengerahkan Tiga Juta Pasukan Garis Depan dan meriam energi kekaisaran untuk mencegatnya di pelabuhan sebelum dia membantai rakyat kita!"

​"Benar, Yang Mulia!" seru menteri pertahanan ikut berlutut. "Kita tidak boleh membiarkan Iblis Desa Sunyi melangkah bebas di tanah kekaisaran! Kita harus mempertahankan kehormatan benua kita!"

​"Tutup mulut kalian!"

​Suara bentakan Kaisar Zhao Wuji bergaung dahsyat, dipenuhi gelombang energi ranah Soul Formation yang seketika menekan seluruh aura para jenderal di dalam aula. Tempat itu mendadak hening mencengkeram.

​Zhao Wuji bersandar di takhtanya, matanya menatap dingin ke arah para menterinya yang menunduk gemetar.

​"Kalian membicarakan kehormatan?" kata Zhao Wuji dengan nada sinis yang tajam. "Apakah kalian benar-benar sedungu itu, atau mata kalian telah dibutakan oleh kemenyan Tiga Sekte Besar selama ratusan tahun?"

​Kaisar berdiri dari takhtanya, menyapu pandangannya ke seluruh petinggi kekaisaran.

​"Kalian menganggap Tiga Sekte Besar sebagai 'Sekte Kebajikan' yang suci?" pangkas Zhao Wuji berat. "Ratusan tahun ini, Sekte Pedang Suci, Teratai Emas, dan Awan Putih telah menculik jutaan rakyat biasa, anak-anak yatim, bahkan prajurit kekaisaran kita di perbatasan! Mereka mengorbankan jiwa-jiwa murni itu dalam ritual darah demi menyetor persembahan kepada Sekte Iblis di Benua Luar!"

​Para menteri saling pandang dengan rasa terkejut yang tak terbayangkan.

​"Pemuda bernama Ryu Jin itu..." lanjut Zhao Wuji dengan suara memelan namun penuh penekanan. "...dia bukanlah iblis yang membantai secara acak. Dia adalah pencabut nyawa yang lahir khusus untuk membalas dendam pada Tiga Sekte Besar. Selama kita tidak memprovokasinya, dia tidak akan menyentuh satu pun rakyat Kekaisaran!"

​Zhao Wuji merogoh sebuah jimat batu hitam kuno—peta pelayaran paling lengkap menuju Benua Luar yang dijaga ketat oleh Kekaisaran.

​"Perintahkan seluruh pasukan di pelabuhan untuk mundur seratus mil!" perintah Zhao Wuji tegas. "Biarkan pemuda itu melewati wilayah kita tanpa gangguan sedikit pun! Serahkan jimat peta ini ke kapal pelabuhan sebagai tanda bahwa Kekaisaran Langit Emas tidak pernah menjadi musuhnya!"

​Para jenderal berlutut pasrah, menyadari kecerdasan sang Kaisar yang memilih untuk tidak berdiri di jalur pembantaian sang pemuda.

​Sementara itu, ribuan mil jauhnya di Benua Luar.

​Garis langit Benua Luar dipenuhi oleh awan kelabu kehitaman yang memancarkan aura racun dan kilat merah membara. Di puncak Gunung Tengkorak Merah, berdiri sebuah sekte raksasa yang menakutkan—Sekte Iblis Langit Merah.

​Di depan gerbang utama sekte yang terbuat dari susunan tulang raksasa, sebuah retakan dimensi berwarna ungu meledak secara mendadak!

​PRANG!

​Sesosok tubuh wanita muda terlempar keluar dari balik retakan dimensi, terseret di atas batu es yang tajam hingga merobek gaun sutra keemasannya.

​Gadis itu adalah Lian Xue—putri kandung Dewi Lian Ji.

​Lian Xue memuntahkan sekantong darah segar. Wajah cantiknya yang semula seanggun dewi kini tertutup luka goresan es dan jelaga hitam. Bahu serta kakinya bersimbah darah akibat gesekan energi Bahtera Dimensi yang terdistorsi saat penyeberangan.

​Tubuhnya gemetar hebat, bukan hanya karena pendarahan parah yang dialaminya, melainkan akibat ingatan mengerikan saat menyaksikan ibunya—Dewi Lian Ji—dicincang dan ditarik jiwanya secara paksa oleh Ryu Jin.

​"Ibu..." rintih Lian Xue dengan suara pecah, air mata bercampur darah mengalir membasahi pipinya.

​"Siapa yang berani mengusik gerbang Sekte Iblis?!" bentak sebuah suara berat bergema dari atas benteng tulang.

​Puluhan murid Sekte Iblis Langit Merah berzirah hitam melompat turun dari dinding benteng, mengacungkan tombak-tombak darah mereka ke arah leher Lian Xue yang tergeletak di tanah.

​Lian Xue yang berdarah-darah tidak mundur. Dalam cengkeraman rasa dendam dan ketakutan yang gila, ia merangkak di atas batu es yang tajam, meninggalkan jejak darah panjang saat menuju ke arah tangga benteng.

​Ia mengangkat tinggi-tinggi sebuah cincin emas berukirkan lambang Teratai Merah Darah—pusaka rahasia yang diberikan ibunya sebelum tewas.

​"A-Aku adalah putri kandung Dewi Lian Ji dari Sekte Teratai Emas!" jerit Lian Xue dengan suara histeris dan sengau karena kehabisan napas. "Tiga Sekte Besar di Benua Lama... telah musnah! Ibu dan Master Yun Cang telah tewas dibantai!"

​Para murid Sekte Iblis tertegun sejenak.

​Sesosok pria tua berkerudung merah dengan aura ranah Soul Formation Tingkat Puncak melayang turun dari puncak benteng—Tetua Agung Du Xuan dari Sekte Iblis Langit Merah.

​Du Xuan menatap Lian Xue yang bersimbah darah di bawah kakinya dengan mata merah yang dingin. Ia meraih cincin emas di tangan Lian Xue, mencocokkan energi rahasia di dalamnya.

​"Tiga Sekte Besar musnah?" tanya Du Xuan dengan nada ketus dan tak percaya. "Duan Feng, Yun Cang, dan Lian Ji... ketiganya adalah praktisi tingkat tinggi! Siapa yang sanggup memusnahkan mereka bersama jutaan murid sekte?!"

​"Seorang iblis muda!" raung Lian Xue seraya menempelkan dahinya yang berdarah ke kaki Du Xuan, meratap dan memohon perlindungan tanpa memedulikan kehormatannya lagi. "Namanya Ryu Jin! Dia memegang Pedang Tulang Hitam terlarang dari Desa Sunyi! Dia membelah lautan dan mencabut jiwa ibuku hidup-hidup!"

​Mendengar kata Pedang Tulang Hitam dan Desa Sunyi, mata Du Xuan mendadak membara pekat! Hawa pembunuh yang amat sangat meledak dari tubuh pria tua itu.

​"Pedang itu... akhirnya keluar dari kurungannya!" gumam Du Xuan dengan tawa dingin yang mengerikan.

​Lian Xue mendongak, matanya yang dipenuhi darah menatap Du Xuan dengan permohonan yang gila. "Tetua Agung! Selamatkan aku! Beri aku perlindungan! Aku akan menyerahkan seluruh sisa Darah Jiwa Murni milik Sekte Teratai Emas... asal kalian membunuh Ryu Jin dan mencincang tubuhnya di hadapanku!"

​Du Xuan tersenyum sinis. Ia memegang dagu Lian Xue yang berdarah dengan jarinya yang kaku bagaikan kayu tua.

​"Kau tidak perlu memohon, Gadis Muda," kata Du Xuan pelan, suaranya seperti desisan ular beracun. "Sekte Iblis Langit Merah kami sengaja memanfaatkan ibumu dan Tiga Sekte Besar selama dua puluh lima tahun hanya untuk satu tujuan: memancing pemuda pembawa pedang iblis itu keluar!"

​Du Xuan menarik tubuh Lian Xue berdiri, lalu melemparkannya ke arah para muridnya. "Bawa dia ke kolam pemulihan darah! Siapkan seluruh Formasi Iblis Langit di sepanjang pantai Benua Luar! Jika pemuda itu berani melangkahkan kaki ke benua ini... tempat ini akan menjadi kuburan abadinya!"

​"Baik, Tetua Agung!"

​Lian Xue diseret masuk ke dalam benteng tulang. Meskipun tubuhnya dipenuhi luka bakar dan pendarahan parah, senyuman gila terukir di bibirnya. Ia percaya bahwa di bawah perlindungan Sekte Iblis Langit Merah yang raksasa ini, Ryu Jin akan akhirnya menemui ajalnya.

​Sementara itu, di Pelabuhan Utama Benua Barat.

​Sebuah kapal kayu raksasa berbendera Kekaisaran sedang berlabuh di tepi dermaga yang sepi. Tidak ada satu pun prajurit kekaisaran yang terlihat di sekitar tempat itu—seluruh pasukan telah dimundurkan seratus mil sesuai perintah Kaisar Zhao Wuji.

​Di atas meja kayu kapal, tergeletak jimat batu hitam kuno milik Kekaisaran—peta jalur pelayaran terlarang menembus badai menuju Benua Luar.

​Ryu Jin berdiri di ujung geladak kapal raksasa tersebut.

​Jubah kelabunya terkibas perlahan ditiup angin laut malam yang dingin. Tangan kanannya bertumpu santai pada gagang Pedang Tulang Hitam di punggungnya. Tujuh ukiran mata merah pada sarung pedangnya berkedip lambat dalam kegelapan, memancarkan hawa pembunuhan yang kian pekat.

​Ryu Jin menatap ke arah Istana Kekaisaran di kejauhan secara sekilas. Dengan ketajaman instingnya, ia tahu Kaisar benua ini telah memilih keputusan yang sangat bijak dengan tidak mencoba menghalangi jalannya.

​Ryu Jin mengalihkan pandangannya kembali ke arah lautan luas di hadapannya—ke arah Benua Luar tempat aura keturunan Lian Ji dan Sekte Iblis Langit Merah memanggil jiwanya.

​"Berlayar," kata Ryu Jin datar.

​Nahkoda kapal kekaisaran yang gemetar segera memutar kemudi raksasa. Kapal perang itu mulai bergerak perlahan, membelah ombak malam dan membentangkan layarnya menuju kegelapan lautan lepas.

1
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support yo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!