NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Dua bulan berlalu bagaikan hembusan angin di Sekte Pedang Azure.

​Di Zona Tengah Puncak Makam Pedang, suara dentuman benda tumpul yang membelah udara tak pernah berhenti bergema.

​WUSSSHHH... BLAAAM!

​Ye Xuan mengayunkan Naga Bintang Pemakan Darah. Lempengan besi seberat sepuluh ribu kati itu menghantam sebuah batu karang raksasa, mengubahnya menjadi debu halus hanya dengan tekanan angin dari ayunannya. Keringat sebesar biji jagung mengalir di dada perunggu pemuda itu, menguap sebelum sempat jatuh ke tanah.

​Meskipun memiliki kekuatan fisik yang mengerikan, mengayunkan pedang seberat ini secara presisi tanpa bantuan sihir pelegan massa adalah siksaan tersendiri. Namun, inilah tepatnya yang dicari oleh Ye Xuan.

​Selama enam puluh hari terakhir, Ye Xuan tidak menyerap satu pun Batu Roh untuk meningkatkan levelnya. Kultivasinya tertahan kokoh di Alam Pembentukan Fondasi Bintang Satu Puncak.

​Bukan karena ia tidak bisa menerobos, melainkan karena ia tidak mau. Cairan Qi Naga Primordial di Dantiannya terlalu kental dan buas. Jika ia memaksakan diri naik ke Bintang Dua tanpa memperkuat wadah fisiknya ke tahap Otot Perak Darah Emas, meridiannya akan meledak dari dalam saat ia menggunakan teknik tingkat tinggi.

​"Sempurna," gumam Ye Xuan, menghentikan ayunan pedangnya hanya satu milimeter di atas leher seorang pemuda yang sedang berlutut gemetar di depannya.

​Pemuda itu adalah Chu Feng. Wajahnya yang dulu tampan dan angkuh kini dipenuhi memar, jubahnya robek, dan napasnya memburu. Di belakangnya, Lei Luo dan Mu Qing terkapar tak berdaya, terengah-engah menghirup udara bercampur debu batu.

​Selama dua bulan ini, ketiga jenius kebanggaan Pelataran Dalam itu tidak menghabiskan waktu dengan berlatih santai di aula. Ye Xuan memaksa mereka datang ke Puncak Makam Pedang setiap hari, bukan untuk melatih mereka, melainkan untuk menjadikan mereka 'samsak hidup' agar Ye Xuan terbiasa mengendalikan momentum pedang sepuluh ribu katinya.

​Awalnya, mereka melawan dengan harga diri yang tinggi. Namun, setelah tulang rusuk mereka patah berkali-kali dan disembuhkan secara paksa menggunakan pil, kesombongan mereka hancur lebur. Ajaibnya, siksaan neraka dari Ye Xuan secara tidak langsung memadatkan fondasi Qi mereka yang rapuh. Chu Feng telah menembus Bintang Tiga, sementara Lei Luo dan Mu Qing mencapai Bintang Dua Puncak.

​Kini, tidak ada lagi tatapan merendahkan dari ketiga orang itu. Yang ada hanyalah kepatuhan buta yang lahir dari teror absolut.

​"B-terima kasih atas petunjuknya, Kapten," ucap Chu Feng dengan suara serak, menundukkan kepalanya dalam-dalam.

​Ye Xuan memanggul pedangnya dan mengambil jubah hitam dari atas batu. "Kalian masih terlalu lambat, tapi setidaknya sekarang kalian tahu cara menghindar agar tidak mati konyol. Bersihkan diri kalian. Hari ini kita berangkat."

​Alun-alun Puncak Utama dipenuhi oleh para penatua dan ratusan murid elit. Hari ini adalah hari keberangkatan menuju Jurang Kematian Naga.

​Patriark Jian Wuji berdiri di depan Elang Bersayap Azure miliknya. Matanya menyipit saat melihat kedatangan tim yang akan mewakili sekte.

​Ye Xuan berjalan di depan, langkahnya tenang, menyembunyikan seluruh fluktuasi Qi-nya hingga terlihat seperti manusia biasa. Di belakangnya, Chu Feng, Lei Luo, dan Mu Qing mengikuti dalam formasi yang rapi. Jian Wuji dan para penatua langsung menyadari perubahan drastis pada ketiga murid tersebut. Aura arogan dan manja dari jenius yang berlatih di rumah kaca telah hilang, digantikan oleh niat membunuh yang tajam dan disiplin layaknya prajurit veteran.

​Apa yang sebenarnya dilakukan bocah itu pada mereka selama dua bulan ini? batin Jian Wuji, sedikit merinding melihat tatapan Chu Feng yang kini setajam pedang algojo.

​"Ye Xuan," Jian Wuji menyambut. "Elang ini akan membawa kalian ke perbatasan wilayah barat, tempat Jurang Kematian Naga berada. Ingat, sesampainya di sana, kau akan berhadapan dengan elit dari empat sekte raksasa lainnya. Mereka tidak terikat oleh aturan sekte kita. Jangan biarkan provokasi mereka mengaburkan tujuan utamamu: Teratai Hati Bumi."

​"Kau terlalu banyak bicara, Patriark," jawab Ye Xuan datar, melompat naik ke punggung elang tanpa ragu. Chu Feng dan yang lainnya segera menyusul, berdiri di belakang Ye Xuan dengan postur tegak.

​Jian Wuji hanya bisa tersenyum getir. Ia menepuk punggung elangnya. "Pergilah. Bawa kembali kejayaan untuk sekte kita!"

​KWAAAK!

​Elang raksasa itu mengepakkan sayapnya, melesat membelah lautan awan menuju ufuk barat.

​Perjalanan memakan waktu tiga hari tiga malam. Saat Elang Azure akhirnya mulai menukik turun, hawa udara di sekitar mereka berubah menjadi sangat lembap dan berbau belerang serta darah basi.

​Di bawah mereka, hamparan tanah tandus terbelah oleh sebuah retakan raksasa yang membentang sejauh puluhan kilometer, seolah-olah dewa raksasa baru saja membelah bumi dengan kapaknya. Kabut tebal berwarna hijau kehitaman—Miasma Naga—mengepul dari kedalaman jurang, menghalangi pandangan ke dasar.

​"Jurang Kematian Naga," bisik Chu Feng dengan raut tegang.

​Di dalam Dantian Ye Xuan, ilusi naga emas kecil tiba-tiba membuka matanya dan mengaum tanpa suara. Ye Xuan bisa merasakan denyut kelaparan yang sangat luar biasa dari Qi Naga Primordialnya. Legenda itu benar; ada sisa-sisa naga purba yang tersembunyi di dasar jurang ini!

​Elang Azure mendarat di sebuah dataran batu luas di bibir jurang. Tempat itu sudah dipenuhi oleh kemah-kemah dari sekte lain yang tiba lebih dulu.

​Begitu kelompok Sekte Pedang Azure turun dari elang, ratusan pasang mata langsung tertuju pada mereka. Tekanan spiritual dari puluhan ahli Inti Emas—para tetua pengawal dari sekte lain—menyapu mereka seperti ombak. Namun, Ye Xuan hanya memutar lehernya dengan bosan, tak terpengaruh sedikit pun.

​"Hahaha! Lihat siapa yang datang! Bukankah ini sekte yang baru saja kehilangan seorang penatua karena dibunuh muridnya sendiri?"

​Sebuah tawa serak dan mengancam terdengar. Dari arah perkemahan berwarna merah darah, sekelompok murid melangkah maju. Pemimpin mereka adalah seorang pemuda berwajah pucat dengan jubah merah yang memancarkan bau darah pekat. Fluktuasi kultivasinya berada di Pembentukan Fondasi Bintang Empat!

​"Itu Xue Yin, jenius teratas dari Sekte Darah Neraka," bisik Lei Luo dari belakang Ye Xuan, giginya sedikit bergemeletuk. "Kudengar dia telah meminum darah seratus perawan untuk menembus Bintang Empat."

​Xue Yin menjilat bibirnya yang pucat, menatap Chu Feng dan yang lainnya sebelum pandangannya berhenti pada Ye Xuan yang tampak seperti manusia tanpa kultivasi.

​"Kau pasti Ye Xuan. Monster yang katanya memenggal Inti Emas," Xue Yin mendengus mengejek. "Ternyata aslinya hanya seekor tikus yang pandai menyembunyikan Qi. Aku sangat penasaran, apakah darahmu akan terasa lebih manis dari darah babi biasa saat aku merobek lehermu di bawah sana nanti?"

​Sebelum Ye Xuan sempat membalas, sebuah hawa dingin ekstrem membekukan tanah di sekitar mereka.

​Dari arah perkemahan yang dihiasi panji-panji es, sekelompok murid perempuan berjalan mendekat. Formasi mereka terbelah, menampilkan sosok Lin Xue'er yang mengenakan gaun putih dengan mahkota kecil dari es di kepalanya. Di belakangnya berdiri Penatua Mei, memancarkan aura membunuh yang langsung dikunci ke arah Ye Xuan.

​Kultivasi Lin Xue'er kini telah mencapai Pembentukan Fondasi Bintang Dua Puncak! Udara di sekitarnya membentuk butiran salju kecil.

​Lin Xue'er menatap Ye Xuan dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu tersenyum dingin yang dipenuhi kepuasan psikopat.

​"Dua bulan, Ye Xuan. Aku telah menunggu dua bulan untuk melihat wajahmu memucat di hadapanku," suara Lin Xue'er terdengar merdu namun berbisa. "Kudengar kau memaksakan diri membunuh penatuamu, dan sekarang kultivasimu cacat hingga kau tidak bisa memancarkan Qi lagi? Malang sekali. Di dalam jurang nanti, kau tidak akan punya formasi atau tetua yang melindungimu. Aku berjanji akan memotong anggota tubuhmu satu per satu sebagai balasan atas apa yang kau lakukan pada ayahku."

​Mendengar ancaman dari dua sekte besar yang secara terbuka menargetkan mereka, Chu Feng, Lei Luo, dan Mu Qing memegang erat senjata mereka. Keringat dingin mengalir di punggung mereka. Ini adalah formasi maut!

​Ye Xuan, yang menjadi pusat dari semua kebencian dan niat membunuh itu, justru menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya dengan raut wajah sangat lelah.

​"Berapa banyak sekte sampah yang ada di benua ini?" Ye Xuan bergumam pelan, namun suaranya cukup jelas untuk didengar oleh semua orang berkat keheningan yang mencekam.

​Ye Xuan menatap Xue Yin, lalu melirik Lin Xue'er, sebelum pandangannya kembali menatap jurang yang dipenuhi kabut miasma di bawah sana.

​"Kalian terlalu berisik," ucap Ye Xuan dengan nada sedatar air yang mati. "Bagi kalian, tempat ini mungkin adalah arena kebanggaan untuk memperebutkan setangkai bunga. Tapi bagiku, ini hanyalah kebun belakang tempatku mencari camilan. Jika kalian ingin mati, setidaknya bersabarlah sampai kita berada di dalam, agar darah kotor kalian tidak menodai sepatuku saat aku sedang mengagumi pemandangan."

​Kesunyian absolut menyelimuti dataran itu. Keangkuhan kata-kata itu begitu masif, hingga otak para jenius sekte lain seolah butuh beberapa detik untuk memproses penghinaan tersebut.

​Xue Yin mengertakkan giginya hingga retak, niat membunuhnya meledak. Lin Xue'er mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya menusuk telapak tangannya sendiri.

​Tepat pada saat ketegangan mencapai puncaknya, suara gemuruh raksasa dari dasar jurang memecah konsentrasi semua orang. Kabut hijau kehitaman tiba-tiba terbelah, membuka sebuah jalur tangga batu raksasa yang mengarah lurus ke kegelapan abadi di bawah tanah.

​Gerbang Jurang Kematian Naga, telah resmi terbuka!

1
Nanik S
Ye Xuan benar benar marah dengan Panatua Zhao Ying
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan kejam hancurkan sekte darah itu dan untuk sekte es itu hancurkan aja kultivasi mereka bikin yexuan membuat wanita sekte es itu di sentuh musuh mereka
Nanik S
Ye Xuan menjadi Kebanggaan Tetua Wuji karena kekuatan absolutnya
Nanik S
Ye Xuan... bantai saja Panatua Zhao dan anteknya
Nanik S
Zhao Li ... hilang SDH kesombonganmi
Nanik S
Empat lalat yang cari mati
Nanik S
Fosil batu bintang untuk menambal Meridian yang retak
Nanik S
Ye Xuan ...ucapan benar benar Absolut
Nanik S
Sudah bilang ke Cucunya gak usah pakai Trik murahan
Nanik S
Boommmm hancur sudah Boneka Perunggunya
Nanik S
Gravitasi hanya memijat punggungku, dan cepat ijian ke dua aku mau tidur🤣🤣🤣
Nanik S
Dapat kantong penyimpanan🤣🤣🤣
Nanik S
Tiga tikus yang arogan melempari batu Ye Xuan... cari mati saja
Dan Kawan-Kawan
pelan tapi pasti lanjut ye xuan........
Nanik S
Ye Xuan menempati puncak makam pedang....sanggupkah
Dan Kawan-Kawan
up lagi thor
Nanik S
Ye Qian ... sekarang ada Ye Kuang
Nanik S
Berangkat ke Sekte Azurre...
Nanik S
Keluarga Lin.... dimana Arogansimu🤣🤣
Nanik S
Ye Xuan ucapannya adalah Final
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!