NovelToon NovelToon
Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Hazella Adeline, atau Hazel, adalah gadis 19 tahun yang dikenal sebagai bad girl. Meski keras kepala dan berani, Hazel sebenarnya memiliki hati yang sangat baik. Saat pindah sekolah, Hazel harus tinggal di rumah kakaknya, Cateline, yang ternyata sudah menikah selama dua tahun dengan seorang pria bernama Sagara. Namun, Sagara jauh dari bayangan Hazel tentang seorang suami. Ia terlihat penakut, mudah menangis, selalu mengalah, dan sering menjadi sasaran amarah Cateline. Hazel pun selalu membelanya hingga tanpa sadar mulai menyukai pria itu. Hazel tahu perasaannya salah karena Sagara adalah suami kakaknya. Ia berusaha menahannya. Hingga sebuah rahasia perlahan terbongkar. Sagara ternyata mengalami amnesia dan tidak mengingat siapa dirinya sebelum kecelakaan. Tak ada yang tahu bahwa sebelum kehilangan ingatan, Sagara adalah mafia paling kejam sekaligus salah satu pria terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Hazel berdiri dari sofa dengan gerakan tenang namun mematikan. Ia merapikan pakaian tidurnya sejenak, menoleh pada Sagara yang membeku panik di atas kasur, lalu melangkah mantap menuju pintu.

Cklek.

Begitu kunci diputar dan pintu ditarik terbuka, sosok Cateline langsung menyeruak masuk. Wajahnya yang biasa dipoles cantik kini tampak sangat mengerikan oleh kepulan amarah yang meluap. Di belakangnya, dua orang pengawal berbadan tegap dan berwajah garang bersiaga di koridor.

"Mana Sagara?!" teriak Cateline melengking, matanya menyapu seluruh sudut kamar Hazel sebelum akhirnya menemukan sosok suaminya di atas kasur. "Kurang ajar kau, Hazel! Kau pikir kau siapa, hah?! Berani-beraninya menyembunyikan suamiku di kamarmu! Kau benar-benar wanita murahan tidak tahu diri!"

"Dia tidur di sini karena dia manusia yang butuh istirahat, bukan pelampiasan kekesalanmu, Cateline!" balas Hazel tajam, berdiri menghalangi jalan Cateline.

"Tutup mulutmu!" bentak Cateline seraya mendorong bahu Hazel kasar. Cateline melangkah lebar menghampiri kasur, lalu mencengkeram pergelangan tangan Sagara dengan paksa hingga pria itu meringis kesakitan. "Ikut aku turun, Sagara! Kau harus diberi pelajaran malam ini!"

"N-nona Cateline... sakit..." cicit Sagara pasrah, membiarkan tubuhnya diseret keluar dari kasur tanpa sedikit pun memberikan perlawanan.

Hazel yang melihat itu langsung bertindak cepat. "Lepaskan dia, Cateline!"

Namun, sebelum Hazel sempat menyentuh Cateline, dua pengawal berbadan tegap yang dibawa Cateline bergerak cepat. Mereka langsung memegang kedua lengan Hazel dari belakang, menguncinya dengan cengkeraman yang sangat kuat dan kokoh.

"Lepaskan aku, brengsek! Lepas!" jerit Hazel murka, memberontak dan menendang-nendang ke udara, namun cengkeraman pengawal itu terlalu tangguh untuk tubuh rampingnya.

Cateline menyunggingkan senyum kemenangan yang amat iblis. Dengan kasar, ia menyeret Sagara yang lemas dan linglung keluar dari kamar, menuruni tangga, hingga membawa pria itu menuju halaman tengah mansion yang terbuka dan dingin. Malam yang makin larut diselimuti kabut tipis dan hembusan angin malam yang menusuk tulang.

Hazel terus memberontak dengan gila-gilaan di sepanjang koridor hingga ke pelataran halaman. Dengan satu sentakan kuat dan gigitan keras di lengan salah satu pengawal, Hazel berhasil membebaskan dirinya.

"Lepas!" Hazel berlari kencang menuju tengah halaman, namun pemandangan di depannya seketika membekukan seluruh alur napasnya.

Di bawah temaram lampu taman, Sagara sudah dipaksa berlutut di atas rumput yang basah oleh embun. Bajunya ditarik kasar hingga memperlihatkan punggungnya. Cateline berdiri di belakang Sagara dengan cambuk kulit tebal di tangannya, sementara Helena memperhatikan dari teras dengan senyuman puas.

CRAK!

Suara kebasan cambuk yang menghantam punggung polos Sagara memecah heningnya malam.

"Ughh!" Sagara merintih menahan sakit. Tubuhnya bersujud ke tanah, kedua tangannya mengepal mencengkeram rumput basah, namun tidak ada sedikit pun niat atau gerakan dari pria itu untuk membalas atau melarikan diri. Kepasrahan dan ketundukannya begitu mutlak hingga menyiksa siapa pun yang melihatnya.

CRAK!

"Ini akibatnya kalau kau berani tidak menurut padaku! Ini hukuman karena kau keluyuran dengan anak haram itu!" jerit Cateline histeris, melayangkan cambukan demi cambukan tanpa ampun. Setiap kali cambuk itu mendarat, garis-garis merah berdarah tercetak tajam di kulit mulus Sagara.

"HENTIKAN! CATELINE, HENTIKAN!" teriak Hazel dengan suara serak, dadanya gemetar hebat.

Melihat darah mulai merembes di punggung Sagara dan mendengar rintihan pelan dari pria polos itu, hati Hazel serasa diiris-iris oleh sembilu tajam. Rasa sakit yang dirasakan Sagara seolah-olah merambat langsung ke dalam dadanya. Air mata amarah yang membakar menetes di pipi Hazel. Ia tidak bisa menerima mengapa pria sebaik, seindah, dan sekuat ini harus memasrahkan dirinya dihancurkan oleh wanita-wanita iblis seperti mereka.

"HENTIKAN, IBLIS! BUNUH SAJA AKU KALAU KAU BERANI, JANGAN SIKSA DIA!" jerit Hazel lagi, mencoba menerobos maju untuk memeluk Sagara dan menahan cambuk itu dengan tubuhnya sendiri.

Namun pengawal Cateline kembali menahannya dari belakang, mengunci tubuh Hazel yang terus menangis dan berteriak murka. Atmosfer halaman malam itu terasa begitu mencekam, dingin, dan kelam dipenuhi suara kebasan cambuk, rintihan pilu Sagara yang tak melawan, serta jeritan amarah Hazel yang berjanji dalam hatinya akan membalas semua kekejaman ini sampai tak bersisa.

"Cukup untuk malam ini," ucap Cateline dingin sambil mengusap peluh di dahinya. Ia melemparkan cambuk kulit yang ternoda darah itu ke tanah dengan jijik, memutar badannya, lalu melangkah santai menuju teras menyusul Helena.

Kedua pengawal yang menahan Hazel perlahan melepaskan cengkeraman mereka. Begitu lengannya bebas, Hazel langsung berlari kencang menerobos remangnya halaman, berlutut di atas rumput basah di samping Sagara.

"Kak... Kak Sagara!" jerit Hazel dengan suara pecah, air mata merembes deras membendung pelupuk matanya.

Punggung Sagara dipenuhi bilur-bilur merah kehitaman yang mengeluarkan darah segar. Pria itu terbaring lemah dengan napas memburu dan terengah-engah. Wajahnya pucat pasi, namun saat mendengar tangisan Hazel, Sagara memaksakan matanya terbuka sedikit dan mengukir senyum tipis yang amat lemah.

"Jangan... jangan menangis, Hazel..." bisik Sagara lirih, suaranya hampir tak terdengar.

"Bagaimana bisa aku tidak menangis, bodoh?!" tangis Hazel pecah melihat ketulusan dan kepasrahan pria itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Dengan penuh kehati-hatian agar tidak menyentuh luka di punggungnya, Hazel merangkul bahu tegap Sagara, menuntunnya bangkit secara perlahan.

Mengabaikan hawa dingin yang menusuk dan tatapan sinis keluarga Adeline dari kejauhan, Hazel memapah Sagara keluar dari pekarangan mansion. Ia memanggil taksi darurat dan membawa Sagara secepat mungkin ke IGD rumah sakit terdekat.

Di ruang perawatan rumah sakit yang beraroma antiseptik pekat, seorang dokter dan perawat membersihkan serta menjahit luka-luka di punggung Sagara. Hazel berdiri di sudut ruangan dengan tangan mengepal erat hingga kuku-kukunya memutih. Matanya yang sembap kini memancarkan pendar bahaya dingin, tajam, dan penuh dendam yang membara.

Saat memperhatikan Sagara yang akhirnya tertidur pulas akibat pengaruh obat pereda nyeri, sebuah pemikiran mendadak melintas tajam di kepala Hazel.

CCTV.

Mansion Adeline dilengkapi dengan sistem keamanan dan kamera CCTV resolusi tinggi di setiap sudutnya termasuk di halaman tengah dan ruang tamu. Cateline dan Helena memasangnya untuk mengawasi setiap gerak-gerik pelayan, namun malam ini, alat itu justru akan menjadi penggali kubur untuk mereka sendiri.

Hazel merogoh tasnya, mengeluarkan laptop tipisnya. Jemari lentiknya menari cepat di atas papan ketik. Sebagai gadis yang tumbuh mandiri dan memiliki kemampuan peretasan dasar yang lihai, tidak butuh waktu lama bagi Hazel untuk menembus enkripsi jaringan IP sistem keamanan mansion keluarga Adeline.

ENTER.

Layar laptopnya mendadak menampilkan rekaman video yang sangat jernih. Hazel mengunduh seluruh berkas rekaman dari beberapa hari terakhir:

Rekaman saat Cateline menampar Sagara dan menyiksanya secara verbal.

Rekaman saat Cateline pulang mabuk dan membius Sagara dengan obat perangsang.

Rekaman malam ini saat Helena menampar Hazel, perdebatan sengit di ruang tamu, hingga adegan biadab Cateline mencambuk punggung Sagara secara tidak manusiawi di halaman tengah.

Aura di sekitar Hazel mendadak sangat mencekam. Senyum miring yang teramat dingin terukir di bibirnya.

"Kau bilang aku anak haram dan sampah, kan, Cateline?" bisik Hazel pelan pada layar laptopnya. "Mari kita lihat, siapa yang akan dianggap sampah oleh seluruh dunia besok pagi."

Tanpa ragu sedikit pun, Hazel membuka berbagai platform media sosial Ia mengunggah seluruh klip rekaman CCTV berdurasi utuh tersebut tanpa sensor, lengkap dengan tagar nama perusahaan Adeline Group, nama Cateline Adelia, dan sekolahnya.

Hanya dalam hitungan menit, video penganiayaan mengerikan itu langsung meledak di jagat maya, menyebar bagaikan api menyambar jerami kering. Ribuan komentar kemarahan publik dan bagikan ulang (retweet) meluncur deras, siap meruntuhkan tahta keangkuhan Cateline dan Helena dalam sekejap mata.

1
merry
hazel menurut mu jgn pura pura polos dan lugu dech asli y kn ngk 🤭🤭🤭bgs jdi cwe manja biar di manja sm mafia dan nikmatin falistas mewah ya,, sambil ngehukum ibu Tri dan saudara trimu,,,
Mundri Astuti
kirain hazel bener" tulus ...wewww sama aja kamu kaya Catlin zel, cuma manfaatin arlend
merry
astoge klian berdua in psangan bonglon ternyata,, klo Sagara tidak anemsia knp mau aj di injk injk cbb sm cat,,, hazel tujuan y ap sm Sagara selain bls dendam,, 🤔🤔🤔🤔
merry
jdi psagann gk y nntii hazel sm Sagara
Mundri Astuti
dikit beud thor...perasaan baru baca dah kelar aja 🤭
double up y thor 😄🙏
@cristi
kaak bagus banget ceritanya😍
Mundri Astuti
Alhamdulillah selamet juga akhirnya hazel
merry
syukur ktmu bos cb telat dikit ajjh,,, cept sembuh hazel kmu kn hrs sekolh zel 🤭🤭🤭jgn bnci arlend ya kn dia lupa🤭🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀Weny
wes telat🤣🤣 sak Iki nyesel kan/Facepalm/
Mei TResna Rahmatika
hazel😭
merry
nah kapok kann kmu gara 🤭🤭🤭🤭 org wlpun hilng ingat tp msh bisa liat kebiasaan kebiasaan atau sentuhan psti tdk bisa dilupakan ada perasaan familiar gt,,, lh kmu main sikat ajj,, moga hazel ktmu org baik dan tgl di desa terpencil,, tp gmn dgn sekolah y hazel ya 🤔🤔🤔🤔
anonim
la nyesel kan ?
Mundri Astuti
lah emang ga disentuh.. dah masuk ke laut ...kumaha si arlend ...
kasihan si hazel ...
Intan Aprilia Rahmawati
thor up yg banyak dong minimal 10 aku ingin kk mafianya menyesal setelah ingatannya kembali bawa hazel gk salah aduh sedikit sekali nih
Mei TResna Rahmatika
buang ke laut trs baru deh ingatan arlend muncul tentang hazel tapii terlambat semoga hazel udah ilang ke bawa arus
Mundri Astuti
apes amat si hazel
𝐀⃝🥀Weny
astagaa... jangan sampai kamu menyesal Arlend.. up lagi thor.. dikit banget sih😊
merry
nah kn kena jg hazel moga hbs hazel dibuang di laut si mafia ingt dikit-dikit gt 🤭🤭🤭hbs itu cariin hazel tp hazel di ud di selamatin org lain gt biar nyesel,, setau klo org lupa ingt tp hati y bisa bedain loh mn baik dan jhtt
merry
hbs lhh kau nenek sihir😆😆😆😆hazel gmn donk ya
𝐀⃝🥀Weny
kemana wajah angkuhmu Cateline😂😂 up lagi thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!