NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:57.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berangkat

Keesokan paginya, Natalia sudah berdiri di depan gerbang kediamannya bersama Wulan. Ia mengenakan pakaian sederhana namun rapi, rambutnya diikat praktis agar tidak mengganggu pergerakan. Wajahnya terlihat tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan kesiapan penuh.

Wulan berdiri sedikit di belakangnya, sesekali melirik ke arah jalan. “Nona, apakah benar kita akan pergi hari ini juga?” tanyanya pelan. Nada suaranya terdengar sedikit khawatir.

Natalia mengangguk ringan tanpa mengalihkan pandangan. “Semakin cepat kita tiba, semakin banyak nyawa yang bisa diselamatkan,” jawabnya singkat. “Tidak ada waktu untuk menunda.”

Tak lama kemudian, suara derap kuda terdengar dari kejauhan. Debu tipis mulai terlihat, menandakan rombongan sedang mendekat. Wulan langsung menegakkan tubuhnya, sementara Natalia tetap berdiri dengan tenang.

Sebuah kereta kuda mewah berhenti tepat di depan gerbang. Beberapa prajurit bersenjata lengkap turun dan berjajar rapi, menciptakan aura yang penuh wibawa. Suasana langsung berubah serius.

Dari seekor kuda hitam besar, seorang pria perlahan muncul. Ia mengenakan topeng hitam yang menutupi sebagian wajahnya, mata dan sebelah pipinya tersembunyi, tetapi ketampanannya tetap sulit disembunyikan.

Natalia sedikit mengerutkan kening saat melihatnya. Ada sesuatu yang terasa familiar dari pria itu, tetapi ia tidak bisa langsung mengingatnya. Dengan cepat, ia menepis perasaan itu.

Ia melangkah maju dan membungkuk hormat. “Salam hormat untuk Pangeran Kedua,” ucapnya tenang. Suaranya stabil tanpa menunjukkan kegugupan.

Yuhuang Tian hanya mengangguk singkat, lalu turun dari kudanya dengan gerakan anggun. Tatapannya sejenak tertuju pada Natalia, seolah menilai sesuatu. Namun ekspresinya tetap dingin seperti biasanya.

“Kita tidak punya banyak waktu,” katanya singkat. “Masuklah ke kereta, kita akan segera berangkat. Perjalanan ini cukup panjang.”

Namun di luar dugaan, Natalia justru menggeleng pelan. Gerakannya membuat semua orang di sekitar sedikit terkejut. Bahkan Wu Reno yang berdiri di dekat sang pangeran ikut mengernyit.

“Maaf, Yang Mulia,” kata Natalia dengan sopan. “Saya lebih memilih naik kuda.”

Alis Wu Reno sedikit terangkat, jelas heran dengan permintaan itu.

Sementara Yuhuang Tian menatapnya tanpa berkata apa-apa. “Alasannya?” tanyanya singkat.

Natalia menatapnya balik tanpa gentar. “Jika kita naik kuda, perjalanan akan lebih cepat,” jawabnya. “Waktu sangat berharga dalam situasi seperti ini.”

Suasana hening sejenak. Para prajurit saling pandang, tidak menyangka ada yang berani berbicara seperti itu di hadapan Pangeran Kedua. Namun Natalia tetap berdiri tegak tanpa menunjukkan keraguan.

Yuhuang Tian terdiam beberapa detik, lalu melirik ke arah Wu Reno. Tanpa perlu banyak kata, Wu Reno langsung mengerti. Ia mengangguk cepat sebelum berbalik dan pergi.

Tak lama kemudian, Wu Reno kembali dengan membawa seekor kuda putih yang gagah. Ia turun dan memegang tali kekang kuda itu dengan hormat. “Silakan, Nona Natalia,” katanya.

Natalia mengangguk kecil. “Terima kasih,” jawabnya singkat. Ia menerima kuda itu dengan tenang, seolah sudah terbiasa.

Wulan juga segera menaiki kudanya, meski terlihat sedikit tegang. Sementara itu, Yuhuang Tian kembali naik ke kuda hitamnya, sorot matanya sekilas tertuju pada Natalia.

“Berangkat,” perintahnya singkat.

Tanpa menunggu lama, rombongan itu pun melesat meninggalkan kediaman Natalia.

*

*

“Apa-apaan ini, Andrian?!” seru Li Anna dengan wajah syok begitu mereka berhenti di depan sebuah kediaman sederhana. Matanya membelalak, jelas tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Rumah itu jauh dari kata mewah, bahkan terlihat biasa saja.

Andrian berdiri di depan gerbang dengan wajah lelah. Ia menatap rumah itu sejenak sebelum akhirnya berkata datar, “Ini satu-satunya yang bisa kita dapatkan dengan uang yang tersisa.”

Karina langsung melangkah maju, wajahnya dipenuhi ketidakpuasan. “Kakak serius?” katanya dengan nada tinggi. “Aku tidak mau tinggal di tempat seperti ini!”

Ia menatap sekitar dengan jijik. “Apa kata teman-teman bangsawanku nanti kalau mereka tahu aku tinggal di tempat seperti ini?” lanjutnya kesal.

Lusi juga tidak tinggal diam, ia menatap Andrian dengan wajah tidak suka. “Andrian, ini benar-benar keterlaluan,” katanya. “Kita bukan rakyat biasa yang bisa tinggal sembarangan.”

Andra di sampingnya mengangguk setuju. “Setidaknya carilah tempat yang lebih layak,” tambahnya. “Ini terlalu sederhana.”

Lilith yang berdiri tak jauh dari Andrian juga menarik lengan suaminya. “Suamiku,” ujarnya dengan nada manja dan penuh keluhan. “Aku tidak bisa tinggal di tempat seperti ini … ini bukan tempat untukku. Aku ini putri bangsawan, bagaimana bisa aku tinggal di tempat seperti ini. Apa yang akan dikatakan orang ruaku?”

Semua suara itu bercampur menjadi satu, membuat kepala Andrian semakin pening. Ia menutup matanya sejenak, berusaha menahan emosi yang sudah di ambang batas. Namun pada akhirnya, ia membuka mata dengan tatapan dingin.

“Cukup!” bentaknya keras.

Semua orang langsung terdiam, terkejut dengan ledakan emosi itu. Andrian menatap mereka satu per satu dengan wajah tegas. “Kalian tidak mau menyerahkan perhiasan kalian untuk dijual,” katanya dingin. “Tapi masih berani banyak protes?”

Ia menunjuk ke arah rumah itu. “Hanya kediaman ini yang bisa kita dapatkan dengan uang yang ada!” lanjutnya. “Kalau kalian tidak mau tinggal di sini, tidak masalah.” Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada tajam. “Aku bisa tinggal sendiri.”

Ucapan itu membuat mereka semua terdiam. Li Anna mengerutkan kening, tetapi tidak langsung membalas. Karina dan yang lain saling pandang, jelas tidak memiliki pilihan lain.

Akhirnya, dengan wajah penuh kekesalan, mereka mulai melangkah masuk. Tidak ada yang berbicara, hanya suara langkah kaki yang terdengar berat. Raut wajah mereka benar-benar tidak sedap dipandang, seolah dipaksa menerima kenyataan pahit.

Padahal dulu, mereka bahkan pernah tinggal di gubuk kecil. Namun sekarang, standar mereka sudah berubah terlalu tinggi.

Begitu masuk ke dalam, Li Anna langsung mendekati Andrian. Wajahnya masih dipenuhi amarah yang belum reda. “Andrian,” katanya dengan nada tegas. “Kau harus mencari Natalia.”

Andrian menoleh, sedikit terkejut dengan ucapan itu. “Ibu .…” ucapnya pelan.

“Aku tidak mau tahu!” potong Li Anna dengan suara keras. “Setelah menjual kediaman kita, dia langsung menghilang begitu saja! Enak saja! Dasar istri kurang ajar!”

Matanya menyipit penuh ambisi. “Kita harus merebut kembali uang dari kediaman itu,” lanjutnya. “Bukankah dia masih istrimu? Itu berarti kau masih berhak atas hartanya.”

Andrian terdiam sejenak, pikirannya kembali teringat pada Natalia. Sosok wanita yang dulu selalu ada untuknya, namun kini justru menjadi jauh dan sulit dijangkau.

Ia menarik napas pelan, lalu mengangguk. “Ibu tenang saja,” katanya akhirnya. “Ini hanya sementara.”

Tatapannya berubah dingin. “Jika aku sudah bertemu Natalia,” lanjutnya pelan namun penuh keyakinan, “aku akan merebut semuanya kembali.”

Li Anna tersenyum tipis mendengar itu, yang lain ikut tersenyum lega. Meski masih ada perasaan tongkol di hati mereka.

1
saniscara patriawuha.
gasssss polllllll
saniscara patriawuha.
enak tuh tongkol di bikin bekasam....
saniscara patriawuha.
gassddd....
zylla
ayo, usir mereka semua. aku suka keributan. 🤣🤣🤣
zylla
kaget kaaan. 🤣🤣🤣
sahabat pena
pangeran kedua sok2 an misterius padahal bucin akut tuh. wkwkwk 🤣🤣🤣
j4v4n3s w0m3n
lapar apa kelaparan pangeran 🤭🤭🤭🤭bikin malu aja😄😄😄
gina altira
senangnyaa triple up
Lyvia
suwun thor crazy upnya, matrehat sehat sllu thor 😄
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Korona ini
Maria Lina
makasih thor ud treeple up. y n bsk gimi lgi ya thor
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sudah kere pun masih tak berpikir
itu siapa punya hak

hadeh dasar ya kko manusia serakah
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Dih ga sadar2 ni manusia
vj'z tri
gak yakin makan hanya sedikit /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ya jelas beda dong kan yaaa
vj'z tri
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/ gpp kok horang ganteng juga manusia bisa lapar juga /Facepalm/
vj'z tri
pepet teros kang jangan kasih kendor /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tambah laper juga itu /Facepalm/
Osie
wu reno g usah kepo..org kepo cpt matii🤣🤣🤣
Osie
jiiiaahh sampah merasa tuan muda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!