NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Nadin mengerutkan keningnya, sedikit terkejut melihat perubahan emosi Tommy yang terlihat sangat nyata.

"Iya, gue mau dengar penjelasan logis lo," jawab Nadin tidak mau kalah.

Tommy menundukkan pandangannya menatap gambar di atas meja itu.

"Waktu aku masih kecil, almarhum kakekku sering menemaniku belajar," ucap Tommy memulai kebohongannya.

"Setiap kali aku tidak bisa mengerjakan PR matematika dan mulai menangis, kakek selalu mengajariku menggambar pola ini."

"Pola apa maksud lo?" tanya Nadin bingung.

"Kakek bilang, ini adalah pola jaring laba-laba ajaib untuk menangkap pikiran yang kusut," jawab Tommy dengan wajah sendu.

"Setiap kali aku panik atau stres, tangan aku akan otomatis menggambar pola jaring ini untuk menenangkan diri."

Nadin terdiam seribu bahasa mendengar penjelasan yang sama sekali tidak berhubungan dengan matematika itu.

"Jadi... lo cuma menggambar jaring laba-laba masa kecil lo?" tanya Nadin memastikan.

"Iya, Din," angguk Tommy pelan.

"Kemarin di panggung aku sangat takut ditertawakan satu sekolah, makanya aku refleks menggambar itu di papan tulis."

"Lalu angka dua puluh delapan itu?" desak Nadin belum menyerah sepenuhnya.

"Aku sudah jujur, itu tanggal lahir kucingku yang mati ditabrak mobil tahun lalu," jawab Tommy sambil memaksakan senyum sedih.

"Aku menulisnya karena aku ingat kakek dan kucingku di saat aku sedang ketakutan di atas panggung."

Nadin menyandarkan kepalanya ke tangan dengan sangat lemas.

Logikanya sebagai siswi terpintar di sekolah seakan hancur berkeping-keping berhadapan dengan alasan emosional anak bodoh ini.

Semua analisis matematisnya tentang kurva probabilitas menjadi tidak berguna.

"Apakah mungkin gambar kurva probabilitas itu secara kebetulan memang mirip dengan pola jaring laba-laba?" batin Nadin bimbang.

Peluangnya sangat kecil, tapi di dunia ini tidak ada yang sepenuhnya mustahil.

Ditambah lagi, rekam jejak Tommy selama dua tahun ini memang membuktikan bahwa anak ini benar-benar tidak bisa matematika dasar.

"Gue... gue gak tahu lagi harus ngomong apa," ucap Nadin akhirnya menyerah dengan wajah lelah.

"Maaf kalau aku bikin kamu pusing, Din," kata Tommy pura-pura bersalah.

"Ya udah, lo boleh pulang sekarang," usir Nadin sambil merapikan kertasnya.

Tommy segera berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari perpustakaan dengan langkah pelan.

Begitu ia membelakangi Nadin, senyum sedih di wajahnya langsung lenyap seketika.

Senyuman dingin dan penuh perhitungan kembali menghiasi bibirnya.

"Gadis pintar yang terlalu mengandalkan logika akan selalu kalah dengan manipulasi emosi dasar," batin Tommy puas.

Ia terus berjalan keluar gerbang sekolah dan menuju jalan raya untuk pulang ke rumah.

Drrrt! Drrrt!

Ponsel murah di saku celananya tiba-tiba bergetar panjang.

Tommy mengeluarkan ponselnya dan melihat sebuah notifikasi berita terkini dari portal berita nasional.

[BREAKING NEWS: KPK Geledah Kantor Pusat PT Bangun Persada Terkait Dugaan Buku Besar Ganda.]

Mata Tommy berbinar membaca tajuk berita utama tersebut.

Ia mempercepat langkah kakinya menuju rumah, tidak sabar ingin melihat hasil karyanya.

Setibanya di kamar, ia langsung menghidupkan komputer rakitannya.

Wunggg.

Ia membuka jaringan proksi dan masuk ke dalam forum peretas anonim.

Di kotak masuknya, terdapat sebuah pesan baru dari klien yang membeli data PT Bangun Persada malam sebelumnya.

"Kerja yang sangat rapi dan brilian, Tuan Blank."

"Data yang Anda berikan sangat valid dan langsung kami kirimkan ke pihak berwajib pagi ini."

"Perusahaan saingan kami itu kini sudah tamat riwayatnya berkat Anda."

Tommy membaca pesan itu dan langsung membalasnya dengan singkat.

"Senang berbisnis dengan Anda, jaga kerahasiaan transaksi ini."

Klik.

Setelah mengirim balasan, Tommy beralih membuka situs berita siaran langsung di perambannya.

Layar komputernya kini menampilkan tayangan langsung dari depan gedung mewah PT Bangun Persada.

Puluhan wartawan dengan kamera menyala terlihat berdesakan di depan pintu lobi utama gedung tersebut.

"Pemirsa, saat ini kami melaporkan langsung dari kantor pusat PT Bangun Persada," ucap seorang reporter wanita di layar.

"Pihak kepolisian dan komisi antirasuah baru saja menyita puluhan kotak dokumen dari dalam gedung."

Kamera berita itu kemudian bergeser menyorot pintu kaca lobi yang terbuka.

Beberapa petugas kepolisian berjalan keluar mengawal seorang pria paruh baya yang memakai rompi tahanan berwarna oranye.

Pria itu adalah Haris Wijaya, ayah dari Bagas.

Wajah angkuh pria itu kini terlihat sangat pucat dan hancur saat kilat lampu kamera wartawan menyambar ke arahnya.

"Bapak Haris, apa tanggapan Anda soal tuduhan penggelapan pajak triliunan rupiah ini?" teriak seorang wartawan.

Haris Wijaya hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Di sudut layar televisi, Tommy tiba-tiba melihat sebuah pemandangan yang sangat menarik.

Bagas yang masih mengenakan seragam SMA terlihat menerobos kerumunan wartawan dengan wajah penuh air mata.

"Papa! Papa!" teriak Bagas histeris mencoba mendekati polisi yang membawa ayahnya.

Namun tubuh preman sekolah itu langsung ditahan oleh dua orang petugas keamanan gedung.

"Lepasin gue! Gue mau ketemu bokap gue!" jerit Bagas meronta-ronta di depan kamera nasional.

Semua arogansinya di sekolah seketika hancur lebur di jalanan aspal itu.

Tommy menatap layar komputernya dengan sorot mata yang sangat dingin dan kosong.

Ia menyandarkan punggungnya ke kursi empuknya sambil memutar pulpen di tangannya.

"Lihatlah dirimu sekarang, Bagas," gumam Tommy pelan di kamarnya yang sunyi.

"Kalian yang selalu menggunakan otot dan kekuasaan untuk menindas orang lemah, tidak akan pernah bisa melawan."

"Melawan seseorang yang bisa menghancurkan dunia kalian hanya dengan beberapa baris kode dari dalam kamar sempit."

Ting!

Suara jernih dari sistem tiba-tiba berbunyi tepat saat Haris Wijaya dimasukkan ke dalam mobil polisi.

Layar biru transparan muncul di tengah ruangan kamar Tommy.

[MISI TERSEMBUNYI SELESAI.]

[Evaluasi: Pengguna berhasil memanipulasi kehancuran musuh besar melalui efek domino dunia maya dengan sempurna.]

[Mengirimkan hadiah...]

[IQ pengguna meningkat +2 poin.]

[Poin Sistem bertambah +50 PS.]

[IQ Saat Ini: 115 Kategori: Cerdas]

[Poin Sistem Saat Ini: 185 PS]

Tommy tersenyum membaca peningkatan drastis dari poin sistemnya.

Kini ia memiliki seratus delapan puluh lima poin sistem yang siap digunakan.

Ia bisa membeli lebih banyak keahlian berbahaya dari Toko Sistem untuk memperkuat posisinya di dunia nyata maupun dunia maya.

"Runtuhnya perusahaan ayahmu adalah balasan atas semua hinaan yang kau berikan kepadaku selama dua tahun ini, Bagas," batin Tommy.

Namun Tommy sangat tahu bahwa manusia yang terpojok adalah makhluk yang paling berbahaya.

Bagas yang kini kehilangan segalanya pasti akan mencari tempat pelampiasan amarah di sekolah besok pagi.

Dan Tommy sudah sangat siap untuk menyambut sisa-sisa kemarahan dari preman kelas tersebut.

Ia mematikan layar komputernya dan merebahkan diri di atas kasur dengan perasaan sangat puas.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Tommy merasa memegang kendali penuh atas takdirnya sendiri.

Panggung olimpiade akademik di depan mata, dan panggung kehancuran musuhnya di dunia nyata.

Semuanya berjalan persis seperti naskah yang ditulis oleh otaknya yang ber-IQ seratus lima belas.

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!