NovelToon NovelToon
Misteri Gadis Pemikat

Misteri Gadis Pemikat

Status: tamat
Genre:Fantasi / Mafia / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.3
Nama Author: ins

Monster itu menginginkan darah, aku berlari menjauh darinya. Dia selalu menemukan keberadaanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ins, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa yang harus aku katakan?

Sesampainya di kantor Irna segera melanjutkan pekerjaannya.

"Tok tok tok!" Rini mengetuk pintu.

"Masuklah Rin, ada apa?" Tanyanya pada Rini.

"Ada seseorang mencari anda Bu"

"Siapa?"Tanya Irna lagi.

Rian menerobos masuk ruangan Irna tanpa ragu.

Melihat pemandangan yang tidak asing dan bukan pertama kalinya itu, Rini langsung keluar meninggalkan mereka berdua.

"Em, aku masih mengerjakan perubahan skema seperti yang kamu minta tadi pagi. Besok akan kupastikan sudah berada di atas meja kantormu" Jelas Irna pada Rian.

"Kenapa kamu tidak bilang jika kamu sebenarnya tidak menikah dengan Fredian??!" Sergah Rian menundukkan badannya memutar kursi kerja Irna, hingga menghadap padanya.

Membuat Irna tidak bisa berdiri karena terhalang kedua tangan pria itu.

"Jadi kamu datang jauh-jauh kemari hanya untuk menyalahkanku??" Tanya Irna dengan wajah datar tanpa ingin melihat wajah Rian.

"Seharusnya kamu bicara padaku, jika kamu tidak akan pernah kembali padanya! jadi aku tidak akan menceraikanmu!!" Teriak Rian di depan wajah Irna.

"Kenapa aku sedikit terhibur melihat wajahmu yang penuh penyesalan ini..." Irna tersenyum menyentuh pipi Rian.

"Lagi pula kamu tiba-tiba memberikan surat cerai padaku, tanpa berkata apapun. Bagaimana aku menjelaskan semuanya sedangkan aku sendiri tidak mengerti sama sekali?" Ujar Irna tanpa rasa bersalah sama sekali.

"Dia dengan sengaja mengundangku untuk acara resepsi pernikahannya! Pria tidak waras itu!" Geram Rian mengingat wajah Fredian.

"Bukan salahnya kok, aku juga mendapatkan undangan pernikahan darinya" Irna mengambil dari dalam laci, menyodorkan selembar surat undangan dari Fredian kepada Rian.

Rian mengamati surat undangan tersebut di sana tertulis nama Clarisa bukan nama Irna Damayanti.

Rian menatap wajah Irna kembali,

"Kamu tidak marah dia menikah dengan wanita lain?" Tanya Rian tidak percaya.

"Kenapa harus marah, dia berhak menentukan pilihannya. Lagi pula saat itu aku masih syah sebagai istri seorang Rian Aditama!" Ujar Irna menopang kepalanya dengan telapak tangannya.

Rian tidak bisa berkata-kata, tenggorokannya terasa tercekat.

"Menikahlah kembali denganku!" Ujar Rian tiba-tiba dengan wajah serius.

"Kamu sedang melamarku? atau mengancamku?!" Ujar Irna santai kembali menatap Rian.

"Kita tidak memiliki hubungan yang harmonis, kamu lebih mempercayai pandangan dirimu sepihak, tanpa mau menerima penjelasan! dan aku bisa memakluminya karena sebelumnya kamu tidak pernah terlibat hubungan asmara dan ini pertama kalinya bagimu!" Jelas Irna berterus terang.

"Kita hanya akan memulai pertengkaran demi pertengkaran setiap hari, karena sifat over protektif kamu itu! aku tidak ingin kembali ke masa itu. Walaupun kamu begitu tulus dan aku juga merasakan cintamu yang begitu besar terhadapku."

"Tapi aku minta maaf karena aku ingin memiliki hidupku sendiri yang nyaman. Tidak ada yang akan marah padaku, dan berteriak setiap aku bertemu dengan klien." Ujar Irna padanya.

"Jadi itu alasanmu menolakku?! kamu lupa aku tidak akan pernah menyerahkan milikku pada siapapun!" Ujar Rian marah.

"Kamu bahkan tidak ingat lagi jika kamu yang melepas segalanya?" Ujar Irna.

"Bukankah kamu berjanji pada malam itu, saat menghubungi Fredian, memohon kepada dia agar secepatnya datang kemari?? apa kamu lupa kamu membuatku jadi bola yang sudah kamu lemparkan kepadanya!!!!" Teriaknya pada pria itu.

"Kalian benar-benar brengsek!" Geram Irna tidak sabar.

Irna mendorong tubuh Rian ke belakang, dia berdiri dengan berkacak pinggang.

Rian menghambur memeluk tubuh Irna, air matanya menetes membasahi baju Irna. Tubuh Rian terguncang menahan Isak tangisnya.

Irna merasakan suhu tubuh Rian sangat panas.

"Pria ini demam tinggi sekali, tubuhku seperti memeluk kobaran api!" Ujar gadis itu dalam hatinya.

"Kamu demam? badanmu panas sekali, kamu ini seorang dokter! bagaimana mungkin kamu membiarkan tubuhmu tidak terawat begini! kamu harus.. Cup! ummm!" Irna belum selesai bicara Rian sudah habis mengulum bibirnya.

Irna memukul lengan Rian perlahan agar dia melepaskan ciumannya. Tapi sepertinya dia tidak peduli sama sekali, malah mendorong tubuh Irna ke atas sofa sebelah meja kerjanya.

Rian menindih tubuh Irna sambil terus mengulum bibirnya. Ciumannya turun ke leher jenjang Irna, membuat Irna menggelinjang.

"Rian, hentikan!" Irna mencoba mendorong tubuh pria itu. Namun dia malah jatuh menimpa tubuhnya.

"Bruk!"

"Dia pingsan???" Ujar Irna mencoba bangun mendorong tubuh Rian ke samping.

"Tubuhnya berat sekali! kenapa harus mencumbuiku, jika akhirnya malah pingsan menimpaku begini??!" Keluh Irna lagi.

Tiba-tiba Fredian masuk ke dalam ruangan Irna. Melihat posisi Irna berada di bawah tubuh Rian.

"Kamu?!" Teriaknya pada Irna.

"Hai.. bisa tolong aku mengangkat tubuhnya masuk ke dalam mobil??" Tanya Irna sambil tersenyum menatap ke arah Fredian.

"Kamu menyuruhku untuk mengangkat pria ini berapa kali??!" Berteriak tidak sabar.

"Jika kamu tidak mau, biarkan kami terus berhimpitan seperti ini!? Oh benar-benar hangat sekali." Ujar Irna mengangkat kedua alisnya seraya tersenyum ke arah Fredian.

Tanpa bicara lagi Fredian segera mengangkat tubuh Rian ke dalam mobil.

"Aku akan mengantarkan dia pulang, kamu selesaikan saja pekerjaanmu!" Ujar Fredian tidak senang melihat Irna hendak ikut pergi mengantarkan Rian.

"Jangan hawatir, aku akan menunggunya sampai dia bangun kembali!" Ujarnya lagi, melihat wajah Irna sedikit hawatir menatap terus ke arah Rian.

"Apa kamu lupa dia bukan suamimu lagi!? lihat wajah macam apa itu yang aku lihat sekarang? kamu sungguh jatuh cinta dengannya!" Fredian berjalan mendekat ke arah Irna.

"Ha ha ha kamu lucu sekali, setidaknya dia pernah merawatku ketika aku sakit." Ujar Irna seraya tertawa dibuat-buat.

"Lalu aku? apakah aku tidak pernah merawatmu ketika kamu tidak sadarkan diri selama tiga hari??!" Marah menatap Irna.

"Pria ini benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya.." Bisik Irna dalam hati.

"Pada waktu itu siapa yang membuatku tidak sadarkan diri selama tiga hari?" Irna balik bertanya.

"Sudahlah pokoknya aku akan merawatnya! kamu diam di sini saja! braaak!" Fredian menutup pintu mobil mengantarkan Rian pulang ke rumah.

Irna kembali masuk ke dalam kantornya.

"Apa dia sudah tidak waras?! membiarkan tubuhnya demam begitu tinggi?" Gumamnya sembari duduk di lobi kantornya.

Beberapa menit kemudian ponsel Irna berbunyi.

"Ah siapa yang menelponku? ah aku lelah sekali.." Mendesah mengangkat telepon.

"Nomor tidak dikenal?" Ujar Irna melihat ke kaca ponselnya.

"Halo siapa ini?"

"Apa ini Irna Damayanti?" Tanya dari seberang.

"Suara ini bukannya Reynaldi Anggara?? apa yang harus aku lakukan?" Bisiknya dalam hati.

"Ah anda salah sambung, maaf saya tutup dulu" Ujarnya pada Reynaldi seraya tersenyum mematikan ponselnya.

"Apa kamu yakin itu tadi salah sambung?" Seorang pria berdiri di belakang kursi Irna menatap ke layar ponsel gadis itu.

"Astaga! ngapain kamu tiba-tiba kemari?!" Irna terkejut Reynaldi sudah berdiri sejak tadi di belakangnya.

"Kamu lupa sudah menandatangani ini?" Mengulurkan berkas untuk bekerja sebagai modeling baju rancangan Reynaldi.

"Tapi aku sibuk hari ini harus menyelesaikan skemaku, klien sudah menunggu" Ujar Irna malas.

"Baiklah aku akan mengajukan tuntutan hukum, seorang Irna Damayanti telah menyalahi kontrak kerja" Menepukan berkas ke tangan kirinya.

"Apa kamu ingin kita tampil lagi di halaman utama seperti beberapa hari lalu??" Bisik pria itu tiba-tiba mendekatkan wajahnya.

Irna segera beranjak berdiri.

"Huhf! kalau begitu ayo kita berangkat sekarang!" Teriaknya kesal, menghampiri meja sekretarisnya.

"Rin, aku ada urusan sama orang gila ini. Mungkin malam nanti baru kembali!" Ujar Irna tanpa memperhatikan Reynaldi yang berdiri di belakang punggung gadis itu.

"Aku rasa aku harus banyak bersabar, jika sedang bersama dengan gadis ini! jika tidak aku bisa terkena spot jantung! menghadapi perubahan sikapnya yang begitu mendadak."

Irna mengambil tasnya kemudian masuk ke dalam mobil Reynaldi.

bersambung...

1
desakpadna
emnk fredian bkin org pen maki" bodo bet, kurang ap cb irna slah aj n trlalu cemburu jd gk waras
desakpadna
berulang x fredian bodoh bet, cwe sllu d curigai lama" lelah ngomong percuma
desakpadna
syok s presdir baru ,, niat ngambil untung malah d bkin syok sm kenyataan🤣
Tina Cahaya
bosan lht cerita Kania,,
Muliatu Nisa
bbb
tetanggamu
udh 3 thn irna baru sadar kesalahannya..
Film Akuh
gak jelas!!!
Elvin: Permisi kak MP 1. (Kau Rela Ku Lepas) 2. (Melamar Tuan Velden)
total 1 replies
Ayu Dwi S
mau bilah pantes lah emg wanita tak ubah wanita rumah bordir
Ridens
visualnya dong thorr
Ridens
tapi aku lebih suka Rian Thor 🙃
Chefi Norhidayah
next
ahahahaaaa
Kok jadi Inge sinetron ganteng ganteng serigala ya 😁😁😁😁
menarik
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
krisan
next
Edha Alvin
alamakkk itu para lelaki itu knp ya..jatuh cinta ap udah gila🤦🤦😂😂
Ambar Wati
👍
Edha Alvin
What..200juta seminggu😬😬
aku jg mau🤭🤭
Edha Alvin
aku cmn fokus am cwek yg d rebutan 2 cwok😅😅seruuuu
jodohnya Chanyeol
irna yang berhadapan sama nenek sihir, gw yang takut 😖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!