NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Usaha Pak Aris

Davin baru saja selesai packing semua pakaiannya ke dalam tas besar, ketika pintu pondoknya diketuk dari luar. Dia mengerutkan keningnya. "Cepat sekali Pak Makmur datangnya?"

Davin tersenyum dan bergegas membuka pintu. Namun, begitu pintu terbuka, senyumnya seketika luntur saat mendapati seseorang yang tak diharapkan kehadirannya kini berdiri di hadapannya.

"Assalamualaikum, Dok," sapa Pak Aris seramah mungkin.

"Waalaikumsalam." Davin menyahut. "Ada apa Anda datang kemari?" tanyanya kesal, tetapi masih berusaha menghormati orang yang lebih tua.

"Begini, Dok. Saat ini Dahlia putri saya sedang frustasi, dia selalu meneriakkan nama Anda. Bahkan dia nekad akan bunuh diri jika Anda tidak menerima cintanya." Pandai sekali Pak Aris mengarang cerita.

Namun, hal tak terduga yang pria paruh baya itu dapatkan. Alih-alih merasa peduli atau prihatin, Davin justru tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapannya.

"Ha-ha-ha-ha... Anda ini kan, ayahnya. Jika menjinakkan anak sendiri saja nggak mampu? Lalu bagaimana Anda mengurus warga yang bermasalah?" Kata-kata Davin sukses membuat ekspresi wajah Pak Aris langsung berubah mengeras.

"Hal ini tidak ada hubungannya dengan warga. Ini adalah masalah pribadi," ujarnya tak terima.

"Ini semua karena Anda lebih memilih gadis miskin itu daripada Dahlia, putri saya. Dan Anda harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi padanya," lanjut Pak Aris, dengan nada sedikit memaksa.

"Kenapa saya harus bertanggungjawab?" tanya Davin keberatan.

"Maaf ya, Pak. Sepertinya ada yang perlu saya luruskan agar Anda tidak salah paham. Dari awal saya tidak pernah akrab dengan Bidan Dahlia. Wajar kalau dia jatuh cinta sama saya, karena saya tampan dan mapan. Itulah resiko orang tampan banyak yang menyukainya," jelas Davin sedikit membanggakan dirinya.

"Tapi coba kalau saya ini tidak tampan dan tidak mapan, apa dia akan tertarik sama saya?" tanyanya, seraya menatap Aris dengan pandangan ambigu.

"Lagipula saya bukan pria murahan yang sembarangan mengejar wanita. Apalagi jika dia bukan tipe wanita idaman saya. Sampai di sini saya harap Anda mengerti maksud saya," lanjutnya menegaskan.

Tin

Tin

Tin

Sebuah mobil alphard warna hitam mengkilap berhenti di depan pondok Davin. Seorang pria bertubuh subur keluar dari pintu kemudi.

"Assalamualaikum, Mas Davin," sapanya, sambil mengangkat tangan lalu mendekat. "Bagaimana sudah siap apa belum?" tanyanya kemudian.

"Waalaikumsalam," jawab Davin sambil tersenyum cerah. "Lama amat sih, Pak Makmur? Saya sampai lumutan nungguinnya," ujarnya sambil mengerucutkan bibirnya manja.

"Ya maaf, Mas. Kan, Mas Davin tahu sendiri, sebelum berangkat saya harus mendengarkan ceramah dari Ibu terlebih dahulu." Pak Makmur memberikan alasan.

"Ya udah, deh. Ayo, bantu ambil barang-barang saya." Davin mengajak Pak Makmur masuk ke dalam pondok mengambil barang-barang miliknya.

Pak Aris yang merasa keberadaannya terabaikan -- menggeram kesal. Harga dirinya sebagai seorang lurah di Desa Sukun seakan tak berarti apa-apa. "Kurang ajar!" umpatnya tak terima seraya mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.

"Memangnya dia siapa, berani-beraninya mengabaikan orang nomor satu di desa ini!" sambungnya sambil memalingkan mukanya ke arah jalanan.

Namun, netranya langsung membelalak lebar, kala melihat MPV mewah premium terparkir elegan -- terpampang nyata di depannya. "Wah... Jika mobilnya semewah ini pasti orangtuanya sangat kaya," gumamnya dengan pandangan berseri-seri.

Pria paruh baya itu mendekati mobil, dia menyentuh body mobil tersebut dengan perasaan terkagum-kagum. "Si*alan...! Beruntung sekali gadis miskin itu?" ujarnya dalam hati. Lalu buru-buru pergi dengan menggeber motor PCX-nya meninggalkan pondok Davin.

.

Di tempat Melodi, gadis itu telah berpenampilan rapi, mengenakan kaos tunik warna matcha, dipadu celana kulot warna krem serta hijab pasmina warna gradasi hijau yang sangat manis. Wajahnya ia pulas dengan bedak tipis dan lipblam ombre. Sementara Alvian duduk manis di kursi rodanya, terlihat tampan dengan pakaian terbagus yang dimilikinya.

Keduanya bersiap-siap menunggu kedatangan Davin. Melodi merasa jantungnya terus berdebar-debar sejak tadi pagi. Ada perasaan gelisah yang menyusup hatinya. Ia menghela napas pelan mencoba meyakinkan dirinya. "Nggak, aku yakin keputusanku sudah benar. Apapun yang akan terjadi nanti, aku percaya bahwa dia adalah jodoh terbaik untukku."

"Kak Mel, kira-kira Kak Davin masih lama, nggak?" tanya Alvian tiba-tiba.

Baru saja Melodi akan menjawab, terdengar suara mesin kendaraan berhenti di depan rumahnya. Melodi bangkit dari duduknya bergegas melihat keluar. Namun, keningnya mengerut tajam kala mendapati Pak Aris turun dari motornya dan menghampirinya.

"Assalamualaikum, Melodi," sapa pria paruh baya itu, sambil tersenyum pura-pura ramah.

"Waalaikumsalam," jawab Melodi, merasa heran dengan kedatangan Pak Aris.

"Melodi, saya ingin bicara denganmu," ucap Pak Aris serius.

"Ada apa ya, Pak?" tanya Melodi, tangannya mencengkeran ujung tuniknya dengan erat.

"Begini Melodi, ini tentang Dahlia," Pak Aris lantas terdiam sejenak.

Melodi menatap pria paruh baya itu dengan pandangan penuh tanya.

"Dahlia mengancam akan bunuh diri jika tak bisa bersanding dengan Dokter Davin. Kamu tahu sendiri, dia sangat menyukai pemuda itu. Kamu mau kan, mengalah demi dia? Tolong lah, Melodi," pintanya penuh harap.

"Maaf, Pak Lurah. Saya tidak bisa memutuskan. Andaipun saya setuju usulan Anda, apa Dokter Davin akan menyetujuinya?" sahut Melodi berusaha bersikap tenang, meski hatinya mulai bergemuruh.

"Tolong lah, Melodi. Tolong kamu bujuk Dokter Davin agar mau menerima Dahlia. Ini demi masa depannya," mohon Pak Aris, wajahnya tampak memelas.

Melodi tersenyum miris. "Bukankah sudah jelas, jika Pak Dokter tidak menyukai Dahlia? Jadi, untuk apa saya harus repot-repot membujuknya? Lagipula, kenapa saya mesti berkorban demi masa depan orang lain? Toh, kalau misal saya yang berada di posisinya, belum tentu dia mau berkorban buat saya," jawabnya monohok.

"Kamu ternyata gadis yang tak tahu diuntung, ya? Sudah miskin tapi sombong," ujar Pak Aris, nada suara terdengar meremehkan.

"Ya, saya memang tidak tahu diuntung, karena keberuntungan saya sudah dirampas oleh seseorang yang berkuasa di desa ini," sahut Melodi cepat, tatapan matanya begitu dingin.

"Apa maksud kamu?" tanya Pak Aris, matanya menyalang menatap Melodi.

"Jangan pura-pura tidak tahu, Pak. Jika Anda seorang pemimpin yang amanah, tentu tidak akan menyelewengkan dana yang bukan haknya," tuding Melodi tanpa ragu.

"Kurang ajar, kamu!" Pak Aris mengangkat tangannya hendak memukul.

Melodi seketika tertunduk dan memejamkan matanya rapat-rapat siap menerima pukulan. Namun....

"Tunggu...!" seru Davin dari dalam mobil. Pemuda tampan itu segera turun dari mobil dan berlari menghampiri Melodi.

"Berani menyentuh wanitaku, walau hanya seujung jari sekalipun. Maka aku tidak akan segan-segan membuat perhitungan dengan Anda," ancamnya seraya memasang badan di depan Melodi.

Pak Aris terkejut, tak menyangka Davin akan bereaksi sekeras itu.

Davin menatap dingin Pak Aris. "Sudah saya katakan bahwa saya tidak tertarik pada anak gadis Anda," lanjutnya berkata.

"Tapi, Melodi hanya gadis biasa, anak yatim piatu. Tentu tidak sepadan dengan Anda, yang seorang dokter. Jadi..." Ucapan Pak Aris terpotong.

"Ini soal hati, dari awal saya hanya menyukai Melodi, dan orangtua saya sudah merestui kami. Jadi, Anda tidak berhak menilai siapa yang pantas atau tidak pantas," potong Davin dengan tegas.

Selanjutnya, dia meminta Pak Makmur untuk mengambil barang-barang milik Melodi dan Alvian. Dia sendiri menggendong Alvian dan membawanya ke mobil. Melodi mengikutinya sambil membawa kursi roda.

Sementara itu Pak Aris tak mampu berkata-kata. Dia hanya bisa menatap mobil yang mulai perlahan bergerak meninggalkan rumah Melodi dengan pandangan tak terbaca.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
iya sudaaahhhhh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah pake nanya lagi
ora
Haduh, merusak susana hatiku aja😏🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂🤭😂🤭😂🤭
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
total 1 replies
Tiara Bella
aku tunggu hukuman apa Renata dr kepala rumah sakit.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap, bimsalabim jadi apa😂🤭
total 1 replies
Patrick Khan
Davin apal tas nya.. 😍😍sat set lah sadar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Patrick Khan
sudah lah Renata.. mosok belom.. apin aja wajah nya girang bgt😂😂😂😂
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
untung Davin buru buru pergi😬😬
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
pasti renata lgi stres nih tergila,,dgn davin jdi nekat ksih obat ke mknan davin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dah prustasi dia
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
duh kok gantung sih Mon penasaran nih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kan lagi hujan ini jd digantung wae🤭😂
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
kayaknya ada yg kurang deh mom
tidak akan tinggal diam mengenai hal ini.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm, nanti lah direpisi, tengkyu🫰
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
taj mahal ya mom 😁
tak bukan taj mom typo nih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂🤭😂🤭😂🤭, harap maklum, matanya minus 6+ ditambah plus pula
total 1 replies
Dew666
💐🪻
Esther
untung Davin peka dan langsung pulang.
Gagal rencanamu Renata dan semoga Davin melaporkan hal ini ke manajemen rumah sakit, biar Renata kena sanksi dan berharap dikeluarkan
Nar Sih: setujuuu
total 2 replies
Nar Sih
ahir nya mp sdh terlalui ,moga terus bahagia ya dr davin melody ,jgn biarkan renata calon pelakor merusak rmh tangga mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semoga🤭
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
jangan kepo ya nanti makin panas hati kamu🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar menyala 🔥🔥🔥
total 1 replies
Anita Rahayu
THOR BUAT RENATA KENA SIAL SAAT BEBUAT JAHAT AMA MELODI ADIK DAN DAVIN THOR BIAR TAU DIRI👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nanti akan ada saatnya🤭
total 1 replies
Dew666
💐💐
Esther
ya pasti sudahlah Renata...gak lihat apa betapa cerianya Davin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Tiara Bella
ya sudah ath Renata km mah kepo bngt.... namanya jg pengantin baru lg manis²nya...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo to🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!