NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:212
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BANGUN PAGI SEBELUM TES SELEKSI

Denyut nadi yang kuat dan lembut menyentuh pelipis Patti, membangunkannya dari tidur yang nyenyak. Dia membuka mata perlahan, terkejut melihat Elenarianna Faelthasyr Moonveil sedang duduk di kursi dekat tempat tidur, tangan yang bersinar dengan cahaya keperakan samar menyentuh pelipisnya. Cahaya pagi yang lembut menyelinap melalui celah jendela, menandakan bahwa hari baru sudah mulai.

“Maaf jika saya membangunkanmu dengan cara ini,” ucap Elenarianna dengan senyum lembut saat melihat Patti sudah sadar. “Ramuan yang kamu minum semalam membuatmu tidur sangat pulas sehingga saya harus menggunakan sedikit sihir untuk membangunkanmu dengan lembut agar kamu tidak terkejut dan merusak kondisi tubuhmu yang baru pulih.”

Patti duduk perlahan, merasakan tubuhnya yang penuh dengan energi kini tidak ada rasa pegal atau lelah sedikit pun seperti yang dia rasakan selama ini. “Saya merasa seperti baru saja istirahat selama beberapa minggu penuh,” gumamnya dengan suara masih sedikit serak karena baru bangun tidur. “Terima kasih banyak, Nyonya Elenarianna.”

“Silakan panggil saya Elenarianna saja,” jawabnya sambil berdiri dan menuju meja sisi tempat tidur. Di atas meja, ada setelan baju baru yang terlipat rapi dengan kain wol berwarna abu-abu tua dengan aksen logam perak di bagian kerah dan lengan, serta celana kulit yang sudah diolah dengan baik agar tidak membuat gerakan terganggu. Di sebelahnya ada sepasang sepatu kulit baru yang mengkilap, dan sebuah tas kecil yang terbuat dari kulit naga muda yang ringan namun kuat. “Ini adalah hadiah dari Tuan Tharvonnian untukmu. Dia bilang calon anggota guild yang akan menghadapi tes seleksi harus tampil dengan penampilan yang layak.”

Patti berdiri dengan hati-hati, merasakan betapa ringannya tubuhnya sekarang. Dia mengambil setelan baju itu dengan hati-hati, merasa tekstur kain yang lembut namun kokoh di jari-jarinya. “Saya tidak tahu harus bagaimana membayar semua kebaikan yang telah kalian berikan padaku,” katanya dengan suara yang sedikit bergetar karena emosi.

“Kamu sudah membayarnya dengan tekad yang kamu miliki, Pattiwisiana,” jawab Elenarianna sambil membantu dia memasangkan tali pada baju baru itu. “Setiap orang di sini pernah berada di posisimu dulu saat datang dengan harapan tinggi namun tanpa banyak yang bisa dibanggakan. Guild SSAWF dan penginapan ini ada untuk membantu mereka yang benar-benar berusaha.”

Setelah berpakaian dengan rapi, Patti melihat cermin yang ada di kamar dia hampir tidak mengenali dirinya sendiri. Baju baru itu pas sempurna di tubuhnya, dan aksen logam perak membuatnya terlihat lebih percaya diri. Dia mengambil liontin sayap besi yang diberikan Tharvonnian semalam, memasangkannya di bagian kerah bajunya dengan hati-hati.

“Mari kita pergi ke ruang makan,” ajak Elenarianna sambil membuka pintu kamar. “Caelthasarian sudah menyiapkan sarapan khusus untukmu makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tapi juga bisa meningkatkan fokus dan stamina kamu selama tes seleksi.”

Saat mereka turun tangga menuju lantai dasar, aroma makanan lezat sudah memenuhi seluruh koridor penginapan. Suara percakapan yang lembut dan musik akustik yang merdu datang dari ruang makan yang terletak di bagian belakang bangunan. Saat pintu ruang makan terbuka, Patti terkejut melihat bahwa tidak hanya Caelthasarian yang menunggu dia disana ada Tharvonnian Grymmstone Valerius, Aetherlynn Morvayn Kaelthasar, bahkan Gorthwainn Thrain Ironfist sudah ada di sana, duduk di meja besar yang dihiasi dengan bunga segar dan lilin beraroma.

“Kita berpikir kamu mungkin perlu sedikit dukungan sebelum pergi ke guild,” ucap Gorthwainn dengan senyum hangat saat Patti mendekat. “Tes seleksi di SSAWF bukanlah hal yang mudah bahkan beberapa petualang berpengalaman pun kesulitan untuk lulus.”

Meja penuh dengan berbagai macam makanan mulai dari telur rebus dengan bumbu rempah khas Highland Tharvonian, roti bakar dengan isian keju dan daging asap, sup jamur dengan tambahan umbi-umbian sihir yang bisa meningkatkan energi, serta jus buah dari pohon Sunberry yang dikenal bisa meningkatkan konsentrasi. Caelthasarian berdiri di dekat meja, siap membantu setiap orang yang membutuhkan tambahan makanan.

“Mari kita makan sebelum makanan mulai dingin,” kata Tharvonnian sambil mengajak Patti duduk di tempat utama meja. Selama makan, mereka bercerita tentang pengalaman masing-masing saat menghadapi tes seleksi di Guild SSAWF dulu.

“Saat saya pertama kali menghadapi tes seleksi tiga puluh tahun yang lalu,” mulai Tharvonnian sambil mengambil suapan sup, “penguji saat itu adalah nenek dari Seraphiniana yakni wanita yang jauh lebih ketat dan tidak pernah memberikan kesempatan kedua. Saya hampir gagal karena terlalu terburu-buru dan tidak memperhatikan tentang detail yang penting dalam tes pertama.”

“Saya sendiri hampir tidak bisa lulus karena kekuatan sihir saya dianggap terlalu lemah untuk menjadi anggota guild,” tambah Elenarianna dengan senyum sedikit menyakitkan. “Namun Seraphiniana yang kala itu masih menjadi asistensi penguji melihat bahwa saya memiliki bakat khusus dalam menyembuhkan luka yang tidak bisa dilihat oleh mata kebanyakan orang. Itulah sebabnya saya sekarang bisa berdiri di sini sebagai penyihir penyembuh.”

Aetherlynn mengangkat gelas jus buahnya sebagai tanda penghormatan. “Saya datang ke guild dengan membawa hanya sebilah pisau dan keberanian yang cukup untuk menghadapi apa pun. Tes seleksi itu mengajari saya bahwa kekuatan tidak selalu tentang seberapa banyak musuh yang bisa kita kalahkan terkadang kekuatan terbesar kita ada pada kemampuan kita untuk bertahan dan tetap tenang di tengah kesulitan.”

Gorthwainn mengangguk dengan serius. “Yang paling penting, Pattiwisiana adalah jangan pernah mencoba menjadi orang lain selama tes berlangsung. Seraphiniana bisa langsung merasakan jika seseorang sedang berpura-pura atau tidak jujur dengan kemampuannya sendiri. Jadilah dirimu sendiri, tunjukkan apa yang bisa kamu lakukan, dan biarkan potensi sejati mu bersinar.”

Setelah selesai makan, Caelthasarian membawa sebuah kotak kayu kecil ke meja. “Ini adalah makanan ringan untuk kamu bawa ke guild,” katanya sambil membuka kotaknya di dalamnya ada beberapa potongan roti kering yang diberi lapisan madu dan biji-bijian sihir, serta beberapa buah kering yang bisa bertahan lama dan memberikan energi saat dibutuhkan. “Saya juga menambahkan sedikit ramuan di dalamnya agar kamu tetap terhidrasi meskipun tidak bisa minum air untuk waktu yang lama.”

Patti menerima kotak itu dengan rasa syukur yang mendalam. Dia melihat sekeliling meja, melihat wajah-wajah yang penuh dengan dukungan dan harapan dari orang-orang yang baru saja dia kenal namun sudah seperti keluarga baginya. “Terima kasih semua,” ucapnya dengan suara yang jelas namun penuh emosi. “Saya berjanji bahwa saya akan melakukan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan harapan kalian semua.”

“Kamu tidak perlu mengecewakan kita, anak muda,” kata Tharvonnian sambil berdiri dan memberikan tepukan lembut di bahu Patti. “Yang kamu butuhkan hanyalah mengecewakan keraguan orang-orang yang pernah meremehkanmu, dan membuktikan pada dirimu sendiri bahwa kamu layak berada di dunia petualangan ini.”

Gorthwainn berdiri dan mengambil mantel kulit tebal dari sandaran kursi. “Sudah waktunya kita pergi. Jika kita berangkat sekarang, kita akan sampai di guild tepat waktu sebelum tes seleksi dimulai. Saya akan menjemputmu di pintu gerbang guild dan membawamu ke ruang tes.”

Sebelum pergi, Patti berjalan ke masing-masing orang untuk mengucapkan terima kasih secara pribadi. Dia berpelukan dengan lembut Elenarianna, berjabat tangan dengan kuat dengan Caelthasarian, menerima sapaan bahu dari Tharvonnian, dan mendapatkan nasihat terakhir dari Aetherlynn.

“Ingat, jika kamu merasa tertekan atau khawatir selama tes berlangsung,” ucap Aetherlynn dengan suara rendah namun jelas, “cukup tutup mata sebentar dan ingat apa yang telah kamu lalui untuk sampai di sini. Beban yang kamu bawa selama ini bukan hanya barang bawaan itu adalah bukti dari kekuatan dan ketahanan yang ada di dalam dirimu.”

Patti mengangguk dengan tegas, kemudian mengambil tas kecil yang berisi makanan ringan dan beberapa barang penting lainnya. Dia melihat sekali lagi ke arah penginapan yang telah memberikan dia tempat berlindung dan dukungan yang tak terkira selama satu malam sebuah tempat yang sudah terasa seperti rumah baginya meskipun baru beberapa jam dia berada di sana.

Bersama Gorthwainn, mereka keluar dari Penginapan Kristal Morthwainn ke jalanan kota yang sudah mulai ramai dengan aktivitas pagi. Udara pagi sangat segar, dengan aroma bunga dan makanan dari kedai-kedai yang baru mulai membuka pintunya. Matahari sudah mulai muncul dari balik menara kota, menyinari jalanan dengan cahaya emas yang hangat.

Sepanjang jalan menuju guild, Gorthwainn menjelaskan tentang proses tes seleksi yang akan dia jalani. “Ada tiga tahap utama dalam tes seleksi Guild SSAWF,” ia mulai menjelaskan sambil berjalan dengan langkah yang mantap, “tahap pertama adalah pengukuran tingkat kekuatan dasar oleh Seraphiniana dia akan menggunakan alat khusus yang bisa mengukur potensi sihir, kekuatan fisik, dan ketahanan tubuh kamu. Tahap kedua adalah tes praktik yaitu kamu akan diberikan tantangan tertentu yang menguji kemampuanmu dalam situasi nyata. Tahap terakhir adalah wawancara dengan pemimpin guild sendiri, Marthandelion Quixotian Blackthorn.”

“Apakah banyak yang bisa lulus semua tahap tes itu?” tanya Patti dengan rasa penasaran.

“Tidak terlalu banyak,” jawab Gorthwainn dengan senyum tipis. “Rata-rata hanya satu dari lima calon anggota yang bisa lulus tes seleksi dengan sukses. Namun jangan biarkan angka itu membuatmu takut bahwa setiap orang yang lulus memiliki cerita dan kekuatan yang berbeda-beda. Guild tidak mencari orang yang sempurna, melainkan orang yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi petualang yang baik.”

Saat mereka semakin dekat dengan gerbang utama Guild SSAWF, Patti bisa merasakan getaran energi magis yang kuat dari gedung itu. Dinding batu besar yang menjulang tinggi dihiasi dengan ukiran runik kuno yang bersinar dengan cahaya kebiruan samar. Gerbang besi besar dengan lambang sayap besi yang menyelimuti kristal biru sudah terbuka lebar, menyambut para calon anggota yang datang dari berbagai penjuru kota.

Di dekat gerbang, beberapa orang lain juga sedang menunggu untuk mengikuti tes seleksi sebagian tampak percaya diri dengan mengenakan senjata dan baju besi yang megah, sebagian lain tampak gugup dengan melihat ukuran gedung guild yang mengesankan. Patti melihat beberapa dari mereka mengangkat alis atau menyeringai ketika melihat dirinya mungkin karena dia tidak membawa senjata besar atau mengenakan baju besi yang mencolok.

Namun kali ini, Patti tidak merasa minder seperti biasanya. Dia menyentuh liontin sayap besi di kerahnya, mengingat semua dukungan yang dia terima dari orang-orang di Penginapan Kristal Morthwainn, dan mengingat tekad yang sudah dia tetapkan sejak awal. Dia bukan lagi Pattiwisiana Klobahrgeevinik yang hanya bisa membawa barang bawaan kini dia adalah seorang calon petualang yang siap membuktikan diri.

Gorthwainn menoleh padanya dengan tatapan yang penuh keyakinan. “Kita sudah sampai, Pattiwisiana. Di dalam sana, semua yang kamu miliki ada pada diri kamu sendiri dan tekad yang ada di dalam hatimu. Apakah kamu sudah siap?”

Patti mengangkat kepalanya dengan tegap, melihat ke arah pintu masuk guild yang menjulang tinggi di depannya. Cahaya matahari pagi menyinari wajahnya, membuat rambut pirang keperakannya tampak bersinar seperti emas. “Saya sudah siap, Tuan Gorthwainn. Saya sudah siap untuk membuktikan bahwa saya layak menjadi bagian dari Guild SSAWF.”

Dengan langkah yang mantap dan hati yang penuh dengan keyakinan, Patti mengikuti Gorthwainn memasuki gerbang besar Guild SSAWF menuju tahap baru dalam hidupnya yang akan mengubah segalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!