Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?
Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.
Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.
Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....
Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?
Saksikan eklusif disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 03 : Bangun
Huaaaa.............
Dadddyyyyy.........
Hikssss...........
Crystal yang dibaringkan di tempat tidur Alice, tiba-tiba terbangun kaget karena merasa kehilangan sesuatu. Yah, gadis kecil itu kehilangan jas milik Jimmy yang menyelimuti tubuh mungilnya.
Alice yang sangat membenci suaminya bahkan aromanya saja, membuang jas milik Jimmy ke lantai begitu suaminya masuk ke kamar mandi. Tanpa memikirkan akibatnya dalam waktu jangka panjang.
"Hikssss......hikssss......daddyyy.....hikssss....hiksss.....dadddyyy......" Teriaknya histeris mencari sang daddy. Membalikkan tubuhnya menjadi tengkurap, lalu bangkit dari posisi tidurnya. Berdiri tegak kebingungan mencari keberadaan sang daddy.
"Haishhhh.....begitu saja langsung menangiss..." Gerutu Alice yang merasa terganggu dengan tangisan putri kecilnya.
"Mommmyyy......daddyyy....." Tangisnya memeluk sang Mommy mengelapkan ingusnya pada baju Alice.
"Daddyy mandi." Jawab Alice santai. Membuat Crystal menangis semakin kencang.
"Hiksss......pruuussshhh......" Mengelapkan ingusnya lagi ke baju Mommynya namun kali ini lebih banyak.
"Aaaaa........Crystalee....." Teriak Alice kesal.
"Ha...haa...haa...haa...." Crystal tertawa bahagia melihat mommynya kesal. Lagian siapa suruh dia memisahkan Crystal dari daddynya.
"Daddyyyy.....daddyy......daddy......" Ujarnya bersemangat sembari bertepuk tangan.
"Iya...iya....bentar." Bangkit dari posisi duduknya lalu mengangkat tubuh mungil bayi perempuan kedalam gendongannya.
"Mommy......Daddyy....."
"Mommy.....Daddy...."
"Daddy.....Daddy.....Daddy......" Bertepuk tangan riang.
"Dasar fangirl" Cibir Alice pada putrinya yang sangat mengidolakan sang daddy.
Tokkkk.........
Tokkkk........
Tokkkk........
Alice mengetuk pintu kamar mandi. Berharap suaminya akan langsung keluar. Jika tidak bisa bahaya telinganya. Bayi perempuannya bisa menangis histeris nanti.
"Ada apa lagi?!" Tanya Jimmy penuh emosi.
Saat ini ia tengah terburu-buru untuk pergi ke club malam guna memuaskan hasratnya. Malam ini Jimmy sudah janjian dengan asistennya Clyde untuk bersenang-senang malam ini. Tapi istri sialannya itu malah mengganggu aktivitas bersih-bersihnya.
Awas saja jika acara bersenang-senangnya sampai gagal malam ini. Jimmy tidak akan segan untuk memaksanya untuk melayani nafsu bejatnya malam ini.
"Putrimu bangun....." Menyodorkan putrinya.
"Aishhhh.....kenapa dia bisa bangun hah?! Aku mau bersenang-senang malam ini..." Omelnya pada istrinya yang tidak tahu diri. Sudah tidak mau melayani hasratnya yang menggebu-gebu. Tapi ia malah menghalanginya untuk bersenang-senang.
"Ohh....pantas saja dia bangunnn....." Menunjuk -nunjuk kening istrinya sambil menyeringai marah.
Jimmy memijat pelipisnya pusing. Pantas saja bayi manja itu bangun dari tidurnya. Rupanya istri sialannya membuang jasnya ke lantai.
Sangking bencinya istrinya pada dirinya, istrinya itu bahkan tega membuang jasnya ke lantai. Jimmy tahu kesalahannya dimasa lalu memang tak bisa dimaafkan.
Namun setidaknya jangan bersikap terlalu kasarkan. Lihatlah akibat ulahnya siapa sendiri yang repot? Dari Crystal lahir Alice sendiri tidak bisa menenangkannya.
Menyelimuti tubuh Crystal dengan jas atau kemeja bekas pakai Jimmy adalah solusi terbaik agar gadis kecil itu tidak terbangun saat itu tidur. Alice malah membuang jasnya ke lantai.
"Dadddyyyy....dadyyy....." Crystal mencari perhatian pada daddynya.
"Baiklah....sayang ayo kemari daddy gendong " Mengambil putri kecilnya dari gendongan Alice.
"Daddyy...." Memeluk tubuh Jimmy yang masih di penuhi oleh busa sabun. Sebab tadi ia belum sempat membilas tubuhnya kembali.
"Awas saja kalau rencanaku bersenang-senang sampai gagal! Aku pastikan kamu yang akan melayaniku malam ini!" Ancamnya pada sang istri sebelum menutup pintu kamar mandi.
"AKU TIDAK MAU!!" Teriak Alice menolak keinginan suaminya.
"Tidak mau tidak apa! Tapi besok aku akan meninggalkan Crystal di rumah!" Jimmy membuka pintu kamar mandi sebentar menanggapi penolakan istrinya lalu menutupnya kembali.
"Hishhh......." Gerutu Alice tak terima dengan ancaman suaminya.
"Tiap-tiap pasti begitu. Menggunakan Crystal untuk mengancamku." Gumamnya kesal meninggalkan suami dan putrinya. Menuju ke lantai satu untuk menyiapkan makan malam ketujuh putranya.
"Daddy....itu apa?" Tanya Crystal menunjuk kearah pusaka jumbo milik Jimmy yang sedang mengatung tinggi.
"Bukan apa-apa." Jawab Jimmy canggung.
Biasanya saat Jimmy membawa Crystal mandi bersamanya ia selalu menggunakan boxernya sebagai basahan. Sehingga ia tidak mengotori mata putrinya yang masih suci.
"Crystal duduk disini dulu yah. Nanti setelah daddy selesai daddy baru akan memandikanmu, ok?" Meletakkan putrinya di atas wastafel.
"Ok" Duduk dengan tenang memandangi Jimmy yang sedang mandi di bawah shower.
"Ayo mandi putri daddyy....." Jimmy yang telah usai mandi mengangkat tubuh putri kecilnya. Melepaskan pakaian Crystal, lalu memandikan putri kecilnya menggunakan air hangat.
"Daddy....Baloonn...." Ujar Crystal menunjuk busa sabun di tangannya.
"Iya baloon..." Tersenyum bahagia.
"Daddy pelukk...." Merentangkan tangannya lebar-lebar.
"Sebentar ya..." Membilas tubuh putrinya perlahan. Lalu segera membalut gadis kecilnya dengan handuk. Membawanya ke walk-in closet untuk memakaikannya baju.
"Daddyy....ingin yang warna merah..." Pintanya pada Jimmy yang sedang memilih baju tidur untuknya.
"Baiklahh....sini daddy pakaikann..." Memakaikan baju tidur putrinya.
"Thank daddyy....muachh..." Mengecup pipi kanan Jimmy gemas.
Jimmy yang gemas dengan putri kecilnya pun menarik hidung putrinya pelan. Membawa Crystal menuju lantai satu. Berjalan menuju kearah ruang makan. Guna memberi putri kecilnya makan malam.
Baru setelah itu Jimmy akan menidurkan Crystal. Lalu pergi ke club malam untuk bersenang-senang. Sepertinya ia sudah tiga bulan tidak pergi bersenang-senang.
Istrinya Alice pasti sudah menyiapkan makan malam untuknya serta anak-anak mereka. Tepat seperti dugaan Jimmy, saat ia tiba di ruang makan. Ke tujuh putranya tengah asyik menyantap makan malam mereka.
Jimmy tersenyum tipis melihat anak-anaknya yang baru berusia dua tahun. Sudah bisa menyantap makanan mereka sendiri tanpa di suapi. Jimmy sangat bahagia melihat betapa mandiri anak-anaknya.
Serta kecakapan sang istri Alice dalam membesarkan dan mendidik ke delapan anak kembar mereka. Mirisnya, karena kesalahan fatal Jimmy di masa lalu. Jimmy tak dapat merasakan cinta dan perhatian istrinya.
Semua cinta dan perhatian istrinya hanya tertuju pada ke tujuh putra dan putri tunggal keduanya. Tak setitik pun cinta Alice jatuh pada Jimmy. Yang ada hanyalah kebencian semata.
Sangking bencinya Alice pada suaminya Jimmy, Alice bahkan membiarkan suaminya jajan diluaran sana. Alice tak peduli sama sekali, jika suaminya berdekatan dengan wanita lain. Tak ada sedikit pun rasa cemburu dihatinya.
Yang terpenting bagi Alice adalah suaminya tak menganggunya sama sekali. Perlakuan acuh tak acuh Alice terkadang menggoreskan luka dihati Jimmy.
Namun apa daya, Jimmy tak dapat berbuat banyak. Sebab pada awalnya Jimmy lah yang terlebih dulu mengoyak hati dan kepercayaan istrinya. Tak bercerai dari istrinya dan memiliki keturunan merupakan berkah terbesar di dalam hidupnya.
Andai sih bungsu dalam gendongannya tak lahir sebagai putrinya. Mungkin Jimmy telah bercerai dari istrinya sejak lama. Anak-anaknya juga mungkin tidak akan berhasil lahir ke dunia yang indah ini.
Meski Jimmy menyesali perbuatannya dimasa lalu. Jimmy tidak bisa membohongi dirinya bahwa ia adalah pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita untuk memuaskan hasrat kelelakiannya.
Kadang kalah saat ia tak dapat lagi menahan hasrat kelelakiannya. Jimmy akan pergi ke club malam bersama asistennya Clyde untuk bersenang-senang.