NovelToon NovelToon
Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Di sekolah, Kella hanyalah gadis yatim piatu yang miskin, pendiam, dan jadi sasaran bullying, Gala si mirid baru yang angkuh juga ikut membulinya. Kella tidak pernah melawan, meski Gala menghinanya setiap hari.

Namun, dunia Gala berputar balik saat ia tak sengaja datang ke sebuah Maid Cafe. Di sana, tidak ada Kella yang suram. Yang ada hanyalah seorang pelayan cantik dengan kostum seksi yang menggoda iman.

Kella melakukan ini demi bertahan hidup. Kini, rahasia besarnya ada ditangan Gala, cowo yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang kekasihnya.

Akankah Gala menghancurkan reputasi Kella, atau justru terjebak obsesi untuk memilikinya sendirian?

#areakhususdewasa ⚠️



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 (Part 1) Gaun Pinjaman dan Pintu Gerbang Emas

Malam itu, kafe Amai Memories nampak lebih sibuk dari biasanya. Aroma kopi dan panggangan roti mengisi setiap sudut ruangan, namun pikiran Kella tidak ada di sana. Ia berdiri di ruang loker, menatap ponsel tuanya dengan bimbang. Ia harus melakukan sesuatu yang sangat ia benci: meminta izin tidak masuk kerja.

Bagi Kella, izin satu malam berarti kehilangan upah harian yang sangat berharga. Itu berarti ia harus mengurangi jatah makannya minggu depan. Namun, ancaman Gala di UKS tadi siang masih terngiang jelas. Pria itu tidak main-main. Jika Kella tidak muncul di kediamannya malam besok, seluruh sekolah akan tahu tentang identitasnya sebagai maid.

"Kak Sisca..." panggil Kella pelan saat manajernya itu lewat membawa setumpuk daftar pesanan.

Sisca berhenti dan menoleh, menyadari raut wajah Kella yang lebih pucat dari biasanya. "Ada apa, Kel? Kamu masih pusing karena pingsan tadi siang? Kalau mau istirahat di dalam dulu, tidak apa-apa."

Kella menggeleng. "Kak, bolehkah saya meminta izin untuk tidak masuk besok malam? Ada... ada urusan sekolah yang sangat mendesak."

Sisca mengerutkan kening. Kella tidak pernah meminta izin sebelumnya. "Urusan sekolah sampai malam? Jam berapa?"

"Pukul tujuh malam, Kak. Aku benar-benar harus datang."

Sisca menghela napas, lalu tersenyum tipis. Ia mengusap lengan Kella. "Tentu boleh, Kella. Kamu sudah bekerja sangat keras tanpa libur. Tapi, kamu ada pakaian yang pantas? Kamu bilang itu urusan sekolah, tapi kalau acaranya formal, kamu tidak bisa memakai jaket pudar itu."

Kella terdiam. Ia baru menyadari hal itu. Perumahan Emerald Hills adalah kawasan elit di mana satu unit rumah harganya bisa menghidupi Kella selama sepuluh kali masa hidupnya. Jika ia datang dengan pakaian sehari-harinya yang lusuh, ia hanya akan mempermalukan dirinya sendiri di depan Gala—atau lebih buruk, ia akan diusir oleh penjaga gerbang sebelum sempat masuk.

"Ikut aku," ujar Sisca tiba-tiba. Ia menarik tangan Kella menuju sebuah ruangan kecil di sudut belakang kafe, tempat penyimpanan kostum-kostum cadangan dan beberapa pakaian bekas layak pakai yang sering disumbangkan staf.

Sisca mengaduk-aduk sebuah lemari kayu tua dan mengeluarkan sebuah gaun selutut berwarna biru dongker dengan kerah tinggi. Potongannya sederhana namun elegan, tidak memiliki banyak renda seperti seragam maid.

"Ini milikku dulu. Sekarang sudah tidak muat," Sisca tertawa kecil sambil menempelkan gaun itu ke tubuh Kella. "Warnanya cocok dengan kulitmu yang pucat. Pakailah. Anggap saja ini pinjaman, atau kalau kamu suka, ambil saja."

Kella menerima kain lembut itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Kak. Saya... saya akan menjaganya dengan baik."

Keesokan harinya, Pukul 18.30 WIB.

Kella berdiri di depan cermin kecil di kamar kontrakannya. Gaun biru dongker pemberian Sisca membalut tubuhnya yang kurus dengan pas. Ia menguncir rambutnya dengan rapi, menyisakan sedikit poni untuk menutupi matanya yang sayu. Ia tidak punya riasan wajah, jadi ia hanya menepuk-nepuk pipinya agar sedikit merona dan memakai sedikit pelembap bibir.

Ia merasa asing dengan pantulan dirinya sendiri. Untuk sesaat, ia tidak terlihat seperti Kella si yatim piatu yang miskin. Namun, rasa cemas kembali menyerang saat ia teringat tujuannya.

Dengan sisa uang di sakunya, Kella naik angkutan umum menuju kawasan Emerald Hills. Saat ia turun di depan gerbang utama perumahan itu, ia merasa seperti semut yang mencoba masuk ke istana gajah. Gerbang besi menjulang tinggi dengan ukiran emas, dijaga oleh dua orang sekuriti bertubuh tegap.

"Mau ke mana, Dek?" tanya salah satu sekuriti dengan nada curiga, matanya menatap Kella dari atas ke bawah. Meski memakai gaun yang bagus, aura kemiskinan dan rasa minder Kella tidak bisa disembunyikan sepenuhnya.

"Saya... saya ada janji dengan Tuan Gala Tri Alangkara," jawab Kella terbata.

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
menarik...
𝐈𝐬𝐭𝐲
hadir thor semoga ceritanya gak putus di tengah jalan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!