NovelToon NovelToon
London’S Heart Surgeon

London’S Heart Surgeon

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pernikahan rahasia / Kehidupan alternatif
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

novel dengan universe berbeda dari novel
"hazel lyra raven", dimana pharma dan Lyra bisa bersama tanpa ada ledakan

Dokter Lyra (27), spesialis anak, dipindahtugaskan ke Rumah Sakit Delphi di London. Di sana, ia harus berhadapan dengan Pharma Andrien, kepala rumah sakit sekaligus spesialis saraf yang dijuluki "Ice King" karena sifatnya yang sangat cuek, dingin, dan perfeksionis di depan staf medis.
​Namun, segalanya berubah saat mereka sedang berduaan. Di balik pintu tertutup, Pharma berubah drastis menjadi sosok yang sangat clingy dan manja hanya kepada Lyra. Kini, Lyra harus berjuang menjaga profesionalitas di rumah sakit sambil menghadapi tingkah "muka dua" atasannya yang tidak bisa jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Lyra berjalan cepat menjauh dari keramaian jalan raya, niatnya mau nyari jalan pintas biar cepet dapet taksi atau halte bus. Tapi ya namanya juga Lyra, saking asyiknya maki-maki Pharma di dalam hati, dia nggak sadar kalau kakinya malah melangkah masuk ke area gang-gang sempit di daerah belakang pertokoan tua yang lampunya remang-remang.

​(YOO ASUUU!! Ini jalanan London kok muter-muter gini sih? Mana Google Maps gue nggak jalan lagi!) gerutu Lyra sambil mengangkat ponselnya tinggi-tinggi nyari sinyal.

​Langkah kaki Lyra yang cuma pake sandal hotel itu terdengar menggema di antara dinding bata yang lembap. Tiba-tiba, dia berhenti mendadak. Di ujung gang, ada tiga orang pria berjaket hoodie gelap lagi duduk-duduk di atas tumpukan palet kayu. Bau alkohol dan asap rokok langsung menyengat hidung Lyra.

​"Wah, lihat siapa yang nyasar ke sini?" ucap salah satu preman itu dengan aksen London pinggiran yang kental. Dia berdiri, diikuti dua temannya. "Piyama satin? Cantik sekali. Apa kamu baru kabur dari pesta... atau kabur dari tempat tidur?"

​Lyra mundur selangkah, jantungnya mulai berdegup kencang tapi mulut asbun-nya emang udah bawaan lahir.

​"Duh, Bang... jangan deket-deket deh. Gue lagi tantrum, mending kalian balik nongkrong sebelum gue makin stres," sahut Lyra, berusaha pasang muka berani padahal kakinya udah gemeteran.

​Para preman itu malah tertawa mengejek, mereka mulai bergerak mengepung Lyra. "Sangat berani ya. Serahkan tasmu, dan mungkin kita bisa bicara soal piyamamu ini."

​(MAMPUS GUE!!) teriak Lyra dalam hati. (PHARMA JINGAN!! Gara-gara lo nurunin gue di jalan, gue malah mau dirampok preman London!! Kalau gue mati di sini, gue hantuin lo tujuh turunan bareng Veronica!!)

​Salah satu preman itu maju dan mencoba mencengkeram lengan Lyra tepat di bagian yang memar bekas cengkeraman Pharma kemarin. Lyra meringis kesakitan dan refleks menepis.

​"JANGAN SENTUH GUE!!" teriak Lyra lantang, suaranya menggema di gang sempit itu.

​"Oh, dia melawan!" preman itu makin emosi dan mulai menarik kasar tas Lyra sampai Lyra terhuyung ke tembok.Lyra benar-benar terdesak. Salah satu preman itu maju, wajahnya yang penuh bekas luka mendekat ke wajah Lyra, sementara bau alkohol dari napasnya bikin Lyra mau pingsan di tempat.

​"Kelihatannya asisten dokter kita ini punya nyali juga," ejek preman itu sambil menarik paksa kerah piyama satin Lyra.

​(YOO ASUUU!! JANGAN SAMPAI PIYAMA MAHAL GUE ROBEK!!) teriak Lyra dalam hati, tapi secara fisik dia cuma bisa mematung karena punggungnya sudah nempel ke tembok dingin yang lembap.

​"Lepasin nggak?!" Lyra mencoba menendang tulang kering preman itu, tapi gerakannya gampang banget dipatahkan. Malah, pergelangan tangannya sekarang dicengkeram kuat, bikin memar dari Pharma kemarin makin nyut-nyutan.

​"Argh! Sakit, beg0" umpat Lyra spontan.

​"Oh, makin galak ya? Sini ikut kita bentar," preman lainnya mulai narik tas Lyra sampai talinya hampir putus. Lyra berusaha nahan tasnya sekuat tenaga, karena di situ ada jurnal medis dan dokumen penting buat balik ke Indonesia.

​Di tengah gang yang makin gelap dan buntu itu, Lyra benar-benar merasa sendirian. Nggak ada Pharma yang biasanya sok jadi pahlawan tapi aslinya tukang bully, nggak ada Leon, nggak ada siapa-siapa.

​(Gila ya hidup gue... Masa akhir dari perjalanan nyari ilmu gue berakhir di gang kumuh gara-gara dua orang gila yang mau pamer ke istana? Pharma, kalau gue kenapa-kenapa, gue sumpahin lo nggak bakal bisa operasi seumur hidup!!) Salah satu preman itu mulai mengeluarkan pisau lipat kecil, cuma buat nakut-nakutin Lyra biar dia nyerahin tasnya. Cahaya lampu gang yang redup memantul di mata pisau itu, bikin nyali Lyra yang tadinya setinggi langit langsung anjlok ke lantai.

​"Oke, oke! Ambil tasnya, tapi jangan sentuh gue!" teriak Lyra, suaranya mulai bergetar. Dia melempar tasnya ke aspal.

​Tapi bukannya ambil tas terus pergi, preman-preman itu malah makin maju mendekat. Mereka melihat Lyra yang sendirian, pake baju tidur, dan kelihatan "mahal", mereka mikir pasti bisa dapet lebih dari sekadar tas.

​"Tasnya sudah, sekarang kita lihat apa lagi yang kamu punya..."

​Lyra meraba-raba dinding di belakangnya, nyari apa aja yang bisa dilempar. Dia nemu botol kaca kosong dan langsung memecahkannya ke tembok. Prang!

​"MAJU LO SEMUA! GUE DOKTER, GUE TAHU MANA URAT NADI YANG KALAU DIPOTONG BIKIN LO MATI DALAM SEMENIT!!" ancam Lyra asbun, tangannya yang pegang pecahan botol gemeteran parah tapi mukanya tetep diusahain galak.

​Preman-preman itu sempat berhenti sebentar, kaget liat cewek pake baju tidur tiba-tiba jadi psikopat. Tapi itu nggak lama, mereka malah makin emosi dan mulai mengepung Lyra dari tiga sisi.

1
Cici Winar86
di sinopsis nya pharma dokter jantung..tapi ini di bilangnya di sini dokter saraf...
AEERA♤
bacaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!