NovelToon NovelToon
Love For My Three Twins

Love For My Three Twins

Status: tamat
Genre:Romantis / Hamil di luar nikah / One Night Stand / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sun_flower95

Safira di jebak oleh teman-teman yang merasa iri padanya, hingga ia hamil dan memiliki tiga anak sekaligus dari pria yang pernah menodainya.

Perjalanan sulit untuk membesarkan ke tiga anaknya seorang diri, membuatnya melupakan tentang rasa cinta. Sulit baginya untuk bisa mempercayai kaum lelaki, dan ia hanya menganggap laki-laki itu teman.

Sampai saat ayah dari ke tiga anaknya datang memohon ampun atas apa yang ia lakukan dulu, barulah Safira bisa menerima seseorang yang selalu mengatakan cinta untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sun_flower95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 1

Seorang gadis tengah menangis histeris sembari sesekali memukul perut ratanya, rambut panjangnya yang biasa terikat rapih kini sudah berantakan. Seisi kamarnya sudah tampak tak beraturan, beruntung apartemen yang ia tempati kedap suara, jadi tak menimbulkan suara mengganggu ke tetangganya.

Ia menatap sebuah testpek yang bergaris dua di sana, hatinya sakit dan marah di saat bersamaan. Ia tak menyangka bahwa kebaikannya pada sahabatnya akan berakhir seperti ini, padahal ia sangat menyayangi kedua sahabatnya itu, tapi yang ia dapat malah sebuah penghianatan.

Safira Almaya, nama gadis yang tengah menangis itu. ia menumpahkan semua emosinya pada tiga orang yang telah membuatnya seperti saat ini, tiga orang itu adalah Sarah, Devi dan Arselo. Arselo memang menikahinya tapi secara siri, tepat pagi harinya saat ketahuan warga, dan dipaksalah mereka untuk menikah, tepat sore hari itu juga dia menjatuhkan talak pada Safira, dan hanya memberikan tunjangan sebuah apartemen kecil untuk ditinggalinya, sedangkan Arselo sendiri sudah pergi ke negara B untuk melanjutkan studi serta membantu perusahaan keluarganya.

Flashback on

Hari ini Safira, Sarah, Devi, dan Arselo berencana untuk berlibur di Puncak, awalnya Safira menolak, karena dia harus bekerja. Meskipun weekend, biasanya Safira tetap masuk kerja, dia hanya seorang pelayan kafe milik orang tua Sepupunya Sarah.

"Fir, ayolah kita liburan ke Puncak. Jarang-jarang lho kita kebetulan kumpul gini," ujar Devi.

"Maaf Devi, Sarah, tapi aku gak bisa. Aku mau kerja, lumayan lho weekend nanti biasanya kafe ramai jadi aku bisa bantu-bantu lebih," jawab Safira

"Aku udah bilang ko sama Om Sehan dan kamu diijinin buat libur dua hari katanya." Sarah berujar.

"lho Sar, ko kamu gitu, sih? Kan aku belum menyanggupinya," kata Safira.

"Habis, kamu selalu nolak kalau kita ajak jalan," jawab Devi sambil memegang tangan Safira.

Dan kini Safira hanya bisa memandang heran kedua sahabatnya itu, yang di tatap hanya nyengir kuda dan menunjukan jari telunjuk dan jari tengah mereka. Mau tak mau Safira akhirnya hanya bisa menuruti keinginan dua sahabatnya itu.

Safira pun berlalu untuk mengambil tas yang ia simpan di loker belakang bangunan kafe itu.

Saat Safira sudah berlalu menuju loker, Sarah dan Devi bertosria sambil menunjukan raut wajah yang tak biasa. Tetapi saat melihat Safira kembali, mereka pun langsung menunjukan wajah sumringah hingga Safira tak menyadari tatapan kedua orang yang ia anggap sahabat itu.

Saat sore hari mereka mulai berangkat dengan menggunakan satu mobil, dan Arselo yang mengemudikannya. Sesaat Safira merasa heran karena tak biasanya sahabatnya mengajak pria untuk berlibur.

"Hai Sar, kalian udah siap berangkat?" tanya Arselo.

"Hai juga El, udah nih. Oh iya, kenalin ini sahabat kami, namanya Safira," ujar Sarah mengenalkan Safira dan Arselo sambil mengedipkan sebelah matanya. Arselo dan Safira pun berkenalan, ia tak menaruh curiga pada siapapun.

"Hai kenalkan, Gue Arselo," ucap Arselo mengulurkan tangannya.

"Salam kenal, aku Safira," jawab Safira menerima uluran tangan Arselo.

"Ok, kita berangkat sekarang ya," kata Arselo pada ketiga gadis itu dan para gadis itu pun mengangguk setelah menyimpan tas mereka di bagasi mobil.

Setelah selesai, mereka pun langsung masuk mobil. Awalnya Safira ingin duduk di kursi belakang, tapi ia kalah cepat dengan Sarah dan Devi. Akhirnya dengan berat hati, Safira pun duduk di sebelah Arselo yang sudah menunggu mereka di balik kemudi, berselang beberapa menit kemudian mobil pun berlalu menembus jalan yang padat karena mereka berangkat bertepatan dengan jam pulang kantor, sehingga membuat mereka terjebak macet.

Menempuh perjalanan yang hampir tiga jam, akhirnya mereka pun sampai di sebuah villa milik keluarga Devi.

Mereka segera menuju ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat melepas lelah sebentar, sebelum waktu makan malam bersama tiba. Di villa ini sudah ada pengurus rumahnya, jadi mereka tak perlu repot-repot masak.

Beda halnya dengan Safira, dia segera menunaikan shalat magribnya dulu, baru bisa beristirahat. Setelah di rasa cukup beristirahat Safira pun keluar kamarnya dia selalu memakai pakaian yang tertutup meskipun tidak berhijab.

"Bi, boleh saya minta teh jahe hangat?" pinta Safira pada seorang pengurus villa itu.

"Boleh non, silahkan tunggu dulu," jawab bi Munah

Safira pun menuju sofa yang ada di ruangan TV itu sambil menunggu teh jahe pesanannya. Saat sedang menunggu, ia dikagetkan oleh kedua sahabatnya.

"Ngelamun aja, lagi apa?" tanya Sarah

"Lagi nunggu minuman ku, tadi aku minta teh jahe sama bibi," jawab Safira "Cuaca di sini sangat dingin ya beda dengan di kota," lanjut Safira lagi.

Sarah dan Devi hanya tersenyum, mereka sudah biasa ke sini, jadi sudah tidak heran. "Ya itu lah alasan kita untuk berlibur ke sini," jawab Devi.

Setelah minuman datang mereka pun lanjut mengobrol sambil bercanda bersama. Arselo yang tengah beristirahat pun merasa terganggu dengan suara ke tiga gadis itu, akhirnya ia pun memutuskan untuk keluar kamar dan bergabung bersama ketiga gadis itu.

"Non, makan malamnya sudah siap," ujar Bu Munah memberi tahukan majikan dan ketiga temannya.

"Oh iya bi, terimakasih," jawab Devi.

"Guys, makan malam dulu yuk," ajak Devi mengajak ketiga temanya.

"Oke. Yuk, gue juga udah lapar banget," jawab Arselo.

Makan malam ke empat orang itu pun begitu ramai, mereka tak merasa canggung untuk saling melemparkan candaan mereka.

Malam ini ke empat orang itu memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh mereka dan berencana besok mereka akan puas-puaskan bermain, jadi setelah makan malam pun mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.

1
Ds Phone
kesian bayi tu tak dipedulik oliah ibu nya
Ds Phone
kesiliap yang selalu jadi hal kemudian hari
Ds Phone
dia orang yang kejam ibu yang kejam
Ds Phone
matan dia yang selamat kan semua nya
Ds Phone
itu betina tu punya kerja
Ds Phone
teruk betul perangai dia
Ds Phone
apa meraka akan jumpa
Ds Phone
kau yang buang meraka nak salah kan orang pulak
Ds Phone
anak pun susah nak terima
Ds Phone
mula kah cemburu
Ds Phone
apa semua pergi
Ds Phone
tak bolih marah kena ambil hati dulu pujuk dulu
Ds Phone
apa kah meraka akan bertemu
Ds Phone
nak pujuk
Ds Phone
anak nya maseh ingat pada dia
Ds Phone
ada orang susah dapat anak haga lah anak kita baik baik
Ds Phone
kau yang bodoh dia dah tahu semua nya
Ds Phone
kelurga bahagia
Ds Phone
meraka semua lepas kan rindu
Ds Phone
kau rakam tak semua yang dia cakap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!