NovelToon NovelToon
Dua Pergi Satu Bertahan

Dua Pergi Satu Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tatie Hartati

Ada tiga remaja putri bersahabat mereka adalah Tari, Tiara , dan Karin mereka mempunyai pasangan masing-masing. dan pasangan mereka adalah sahabatan juga termasuk geng brotherhood pasangan Tari adalah Ramdan, pasangan Tiara adalah Bara dan pasangan ketiga ada Karin sama Boby.. karena ada sesuatu hal ketiga cowok itu membuat pasangan mereka kecewa dengan kejadian yang berbeda - beda namun dia antara 3 pasangan itu hanya Tari dan Ramdan yang bertahan karena Tari memberikan kesempatan kembali kepada Ramdan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatie Hartati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 : Dua detik menuju Rindu

Pagi hari yang cerah di basecamp brotherhood Ramdan udah bersiap - siap untuk berangkat ke sekolah dari semalam dia memang sengaja tidur di basecamp seorang diri. Disaat duduk mau pakai sepatu, Hpnya berdering dengan nyaring ternyata ada yang telpon dan terlihat di layar nama "Mama", maka Ramdan pun mengangkatnya

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh iya Mah , ada apa?" Ucapnya

"Hah, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ini beneran no nya Ramdan anak mama kan?" Ucap Mama Mila Mamanya Ramdan

"Iya Mah ini aku, mama kaget ya? Aku sekarang sudah berubah Mah, meskipun belum 100%. Mama ada apa tumben pagi - pagi nelpon?"ucap Ramdan

"Mama cuma mau mastiin aja Nak, kenapa kamu gak pulang Nak. Kamu di basecamp brotherhood kan?" ucap Mama Mila

"Iya Mah ,aku di basecamp brotherhood dan nanti sore mungkin aku pulang kerumah,mama ada di rumah kan? Atau memang mama sama papa pada sibuk mencari materi?" ucap Ramdan

"Mama ada di rumah Nak" ucap Bu Mila

"Mah Ramdan tutup telponnya ya karena Ramdan mau berangkat sekolah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" Ucapnya

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh iya Nak, kamu hati - hati ya " ucap Bu Mila

Begitu telpon di matiin, niatnya mau di simpen tuh ponselnya namun tiba-tiba teringat akan Tari, maka Ramdan pun langsung mengirimkan chat pada Tari

" Tari maaf ya pagi ini aku ga bisa jemput kamu karena pagi ini aku sama Arga harus jaga gerbang, jadi ingat ya kamu ga boleh kesiangan kalau kamu gak mau aku hukum ❤️❤️❤️"

Tari membalasnya

"iya Ndan gak apa-apa, aku paham sekali. Tahu gak ingin rasanya aku pindah sekolah ke planet mars aja gitu, asli itu siapa yang kirim foto kita kemarin yah...kamu semangat selalu ya jaga gerbangnya ❤️❤️❤️"

Ramdan (typing)

"pasti dong aku semangat . Selamat ketemu nanti di kelas ya. Hati - hati di jalan, ingat gak boleh pegangan sama sopir ojolnya apalagi kalau sopirnya ganteng banget"

Selesai chat an sama Tari, Ramdan menyimpan ponsel kedalam tasnya. Jalanan dari basecamp ke arah sekolah suka macet kalau pagi hari maka dengan santainya Ramdan melalui jalan tikus biar tidak macet dan cepat sampai.

Sementara itu di rumah yang megah dan indah, Tari bersiap-siap mau berangkat sekolah. Di luar gerbang rumah,Tari berdiri sambil menggenggam ponselnya ya niatnya mau pesen Ojol namun tiba-tiba ada sebuah motor yang berhenti

"Hayoh lho mau chat Ramdan ya biar di jemput" Kata Alvin yang baru saja datang

"Ish Alvin, ngagetin aja sih kamu,ya enggaklah kan Ramdan udah di sekolah buat jaga gerbang, emang dia ga chat kamu ?" Tanya Tari penasaran

" Aaduh kok kamu tahu sih, ya enggaklah aku gak di chat ma dia kan aku mah apa atuh " Kata Alvin

"Oh gitu" Kata Tari

"Oh ya udah yuk kamu bareng aja sama aku dari pada nanti kamu kesiangan terus di hukum sama ayang kan malu pasti viral nanti ketua kelas XI IPA 1 di hukum sama waketos. Tapi bagi Tari sih keberuntungan kalau di hukum sama waketos " Kata Alvin

" Eh Vin jadi ngasih tumpangan gratis gak nih?" Tanya Tari

" Ya udah hayu cepetan nanti keburu telat lagi " Kata Alvin

Tari dan Alvin pun berangkat ke sekolah. Alvin deg-degan ini pasti nanti bakal ada singa marah nih.

Di gerbang SMA Kusuma Bangsa sudah ada yang jaga dua pemuda ganteng. Ya siapa lagi kalau bukan Ramdan Alvaro dan Arga Pradipta. Dari jam 06.30 sudah berdiri di depan gerbang dengan setianya dan siap - siap meriksa siapa saja yang melanggar peraturan sekolah , namun mata Ramdan belum menemukan seseorang yang sedang ia tunggu, ya Tari belum datang padahal waktu sudah siang. Ramdan di dalam hatinya sangat panik karena takut Tari telat dan harus bisa menunjukkan sikap profesionalnya sebagai Waketos. Jam di tangan sudah menunjukkan jam 06.50 namun Tari belum juga datang. Ramdan kelihatan sangat panik tapi berusaha tenang di depan Arga. Melihat Ramdan seperti yang tengah gelisah Arga menggodanya

"khawatir kesiangan ya bidadari hatinya"Ucapnya

"Apaan sih Ga...fokus ke gerbang bukan malah godain wakilnya " Ucap Ramdan

" Justru aku sebagai ketua OSIS yang baik, selain merhatiin gerbang aku juga merhatiin wakilnya yang sedang khawatir karena bidadari spesial nya belum datang " goda Arga

" Kak Arga kita gak telat kan? " Tanya Tari tiba-tiba

" Hampir telat masih ada waktu tiga menit lagi. Kalian datang barengan?" Tanya Ramdan pada Tari dan Alvin

"Iya kita berangkat bareng Tadi kebetulan Tari lagi sendirian di pinggir jalan jadi ya udah aku ajak bareng daripada telat dan nanti di hukum, kalau gitu kita ke kelas dulu ya " Kata Alvin dengan sedikit gugup karena langsung mendapat tatapan tajam dari Ramdan

"Ya udah sana kalian ke kelas ya dan ingat kelas kalian di kelas XI IPA 1 bukan di K.U.A" Kata Ramdan

Tari dan Alvin pun melangkahkan kakinya menuju ke arah kelas XI IPA 1 yang memang tidak begitu jauh dari gerbang

" Gila itu muka Waketos bikin gue jantungan. Itu Ramdan kalau lagi serius suka bikin kita gugup" Kata Alvin

"Sama Vin, padahal kita udah sering barengan ya karena dia circle kita tapi tetap aja tuh manusia kulkas gitu amat tatapannya ingin rasanya gue Jambak tuh mukanya " kata Tari sedikit kesal

" Di Jambak masukin ke dalam hati biar spesial kayak martabak " Kata Alvin

"Apaan sih Vin," Kata Tari dengan muka merah

Tari dan Alvin masuk ke dalam kelas. Didalam kelas anak - anak sudah pada masuk semua bahkan duduk rapi

" Berarti aman ya kelas XI IPA 1 tidak ada yang telat" Kata Tari

"Aman Bu ketua, kan kita pingin tahu cerita dari parkiran sampai ketemu martabak manis " Kata Karin dengan senyum jahilnya

Tari langsung saja merah mukanya karena merasa tersindir dengan kata - kata Karin. Ceklek pintu kelas terbuka dan masuklah Ramdan dengan begitu tenangnya namun tatapan tajamnya masih terasa oleh Alvin dan Tari

"Ri, kamu di panggil Bu Melly ke ruang guru" Ucapnya dengan senyum manis

"Hah ? Apa Ndan?" Kata Tari ga fokus

" Hwaduhhh huh hah hah aja terus makanya kalau ada yang ngobrol tuh dengerin. Kamu di panggil ke ruang guru sama Bu Melly" Ulangnya lagi

"Mau ngapain?" Tanya Tari

" I don't know " Kata Ramdan

" Sok inggris banget sih" Kata Tari sambil pergi ke luar menuju ruang guru

Sementara itu di ruang guru, para guru sedang berkumpul bersama mereka sedang membahas tentang kemunculan couple baru di SMA Kusuma Bangsa

"Gak wajar sih mereka mau barengan juga secara kan mereka 1 circle, tapi kalau kita lihat sih dari cara mereka interaksi dan tatapan mata sepertinya emang ada sesuatu " Kata Bu Mia guru kimia

"Bahkan chemistry mereka mengalahkan 2 pasangan romantis yang mana masih satu circle juga eh tapi justru sekarang 2 pasangan romantis itu udah jarang terlihat barengan lagi" Kata Pak Satria guru matematika

"Betul itu pak" Sahut Bu Melly guru bahasa Indonesia sekaligus wali kelas XI IPA 1

Tiba-tiba pintu ruang guru ada yang ngetuk

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, maaf ganggu Bu" Kata Tari

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ada apa Ri?" Tanya Bu Mia

"Hmm mau ke Bu Melly, Kata Ramdan katanya Bu Melly manggil saya" kata Tari

"Hah enggak Ri, bahkan ibu belum ketemu Ramdan, aduh cie kamu di kerjain tuh" Kata Bu Melly

" Jadi ibu gak manggil saya?" Tanya Tari memastikan lagi

" Iya Ri"Jawab Bu Melly

"Ishh Ramdannn, ya udah Bu maaf ya" Kata Tari sambil pergi ke luar dari ruang guru. Dengan sedikit kesal Tari langsung masuk lagi ke kelas. Begitu Tari masuk dengan keadaan yang kesal semua pada diam , di pojokan Ramdan sedang pura-pura sibuk membaca buku.Tari mendekati bangku Ramdan dengan tangan terlipat di dada. Sedangkan Ramdan yang di tatap tajam malah bersikap tenang

"Ramdannn maksud kamu apa coba , hah? bikin malu aja " Kata Tari sambil mukulin bahunya Ramdan

"Eh Ri apaan sih sakit tahu" Kata Ramdan

" Kamu bikin malu aku aja tahu, orang Bu Melly ga manggil aku bahkan dia belum ketemu kamu sama sekali " Jelas Tari

" Ya maaf aku canda" Kata Ramdan sambil mencubit hidung mungilnya Tari

"Ga lucu tahu" Kata Tari sambil pergi dan duduk di bangkunya

"Cie...cie...cie...." Goda Bara

"Aduh pagi-pagi udah nonton Drakor nih " Kata Karin sambil tersenyum puas melihat pasangan yang belum go publik tapi semua sudah menyadarinya

"Ri, suer tadi aku canda soalnya pas aku masuk liat muka kamu tegang banget" Kata Ramdan sambil duduk diatas mejanya Tari

" Awaslah sana ,hush jauh jauh" kata Tari sedikit kesal namun tatapannya penuh arti banget dan hanya mereka berdua yang mengerti

" beneran nih kamu ngusir aku yang ganteng dan banyak cewek - cewek yang ngantri" Kata Ramdan sambil tersenyum pergi

"Eh Tari sekarang kamu ngusir Ramdan entar 2 detik kemudian kamu rindu " goda Alvin

"Diem kau Vin" Kata Tari dan Ramdan barengan

"Cie...cie...cie " kata Boby

"Marah aja chemistry kalian dapet banget" ledek Tiara

Tari melirik ke arah Ramdan dan ternyata Ramdan juga sedang melirik ke arah Tari. Lirikan mereka bertemu seolah - olah mereka sedang memberi kode. Tari mengambil ponselnya dan mengirimkan chat pada Ramdan

"Ndan maaf ya tadi aku mukulin bahu kamu. Jujur aku tadi kesel banget soalnya kamu ngerjain aku sih maaf ya ❤️"

"Ramdan typing: iya gak apa-apa ❤️ aku siap menjadi tempat kamu meluapkan kesal, bahagia pokoknya apapun itu."

" Hallo guys ternyata ada yang lagi ngegambar hati nih " sindir Alvin

"siapa Vin?" Goda Karin

"Itu yang kemarin ketemu di parkiran dan pulang bareng deh" Kata Alvin

Jam istirahat Tari diam di dalam kelas dia tidak ke kantin, Sedangkan Ramdan justru dia pergi ke mushola dia mau curhat sama Sang Maha Pencipta. Di kantin, Karin dan kawan-kawan duduk di satu meja mereka kesal karena tidak ada bahan candaan soalnya Tari dan Ramdan ga ada. Tiba-tiba lewat Bu Melly

" Loh Tari sama Ramdan mana? Kok gak bareng kalian? Atau emang mereka sengaja istirahat berdua" Katanya

" Eh ibu , tadi Tari bilang mau di kelas karena ada tugas yang belum beres, sedangkan kalau Ramdan biasanya dia ke mushola shalat duha mungkin tadi pagi gak sempet jadi sekarang " Kata Karin

" Oh takutnya mereka marahan, tapi mereka aman kan?" Kata Bu Melly

"Marahan dikit tapi bikin Kita baper" Kata Alvin

"Ya udah kalau gitu ibu kembali ke ruang guru ya" Kata Bu Melly

Waktu istirahat sudah habis. Kini saatnya anak-anak untuk masuk kembali ke kelas dan siap menerima pelajaran. Tari membereskan buku-bukunya. Tari menoleh ke arah bangku Ramdan dan Alvin.Kursi Ramdan kosong kemana dia? keruang OSIS kah?

Alvin yang melihat hal itu langsung bicara

"Tadi istirahat juga dia ga di kantin,"

" hah kamu serius Vin? berarti dia belum makan dong" Kata Tari

Alvin hanya bisa menganggukkan kepalanya karena tak berapa lama datang Ramdan

"Nih minum buat kamu, kamu tadi ngapain gak istirahat, kerjaan jangan di jadikan beban,fokus pada diri sendiri sayangi diri kamu" Kata Ramdan sambil memberikan 1 botol mineral dan sebungkus roti

"Ndan, kamu juga sama kan ga ke kantin" Kata Tari

"Aku udah makan" Kata Ramdan

Tari pun langsung mengambil minum dan roti coklat kesukaannya, Tahu aja Ramdan kalau itu roti kesukaannya.Tari yang memang jauh dari orangtuanya karena orangtuanya harus mengurus perusahaan yang ada di Singapura, begitu bahagia dengan hadirnya Ramdan dan teman-temannya. Orangtuanya selalu memberikan apa yang dia inginkan untuk kebahagiaan dunia tapi kehadiran Ramdan justru sudah mulai dia merasakan kalau Ramdan selalu memperhatikan dirinya bukan hanya kebahagiaan dunia tapi sedikit demi sedikit dia sudah mulai memberikan ketenangan jiwa dan kebahagiaan Akhirat. Tari pun yang secara langsung melihat sikap Ramdan, berjanji dalam dirinya akan berusaha untuk menjadi seorang yang lebih baik lagi dan memberikan manfaat bagi orang lain.

"Gimana guys episode kali ini? Ramdan emang rada-rada ya, ngerjain Tari sampe ke ruang guru segala. Jangan lupa Like, Komentar, dan Vote ya biar aku makin semangat lanjutin episode 7! Makasih udah baca kisah 2 Detik Menuju Rindu ini. ❤️"

1
yanzzzdck
semangat yaa
Tati Hartati: makasih kak
total 1 replies
yanzzzdck
semangat
yanzzzdck: iya aman aja
total 2 replies
kalea rizuky
lanjut
Tati Hartati: siap kak...
total 1 replies
kalea rizuky
q ksih bunga deh biar makin bagus ceritanya
Tati Hartati: makasih banget ya kakak
total 2 replies
kalea rizuky
moga bagus ampe end dan gk bertele tele ya thor
Tati Hartati: makasih kak dukungannya
total 1 replies
yanzzzdck
semangat💪
Tati Hartati: Terimakasih banyak atas supportnya... semangat juga ya kakak..
total 1 replies
yanzzzdck
semangat aku bantu like semua, kalo bisa like balik ya, kalo gbisa gpp🙏
Tati Hartati: sama sama... insyaallah nanti aku kalau udah santai pasti mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!