When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tahun sebelum tes.
Sejak kembali sadar, Kai melanjutkan aktivitasnya. Berlatih sekeras mungkin bersama Given dan yang lainnya. Ia juga masih mengambil misi Hunter untuk mengumpulkan uang, meskipun uang yang kini mereka miliki sudah banyak, berkat penyelesaian misi tingkat S sebelumnya.
Nama party Hunter misterius dari Rusville terdengar hingga seluruh daratan Khanox. Mereka semua menyebutnya, heaven's order. Namun dibalik terkenalnya itu, masyarakat tidak mengetahui.. Bahwa anggota dari party itu hanyalah sekumpulan anak kecil yang kini sedang bertumbuh menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Hunter tidak lagi dijadikan cadangan profesi untuk pelarian. Kini, banyak orang yang datang ke Rusville untuk menjadi Hunter. Giovanni semakin sibuk, ia sampai melebarkan Serikatnya hingga ke kota-kota lainnya. Saat ini profesi Hunter semakin diperhitungkan di wilayah Khanox Utara.
"Sepertinya Kota ini menjadi semakin padat ya Ven?"
"Ya.. Semua berkat kita yang mengalahkan Jörmungandr itu. Beritanya menyebar sangat cepat. Dan kini Hunter menjadi profesi yang diinginkan banyak orang di wilayah utara."
"Syukurlah, kini banyak yang mengenal profesi Hunter.."
Kai dan Given mengamati Kota Rusville dari atas langit. Kota yang semakin hidup, anak-anak berlarian tersenyum tanpa takut diserang monster sihir, pemuda yang sedang bersiap menjalankan misi hunternya, dan pedagang yang masih bekerja keras menjual hasil buruan para Hunter.
Disisi lain, Ingrid, Bella dan Raamez sudah tidak aktif menjadi Hunter. Mereka membantu Giovanni dan Cassandra dalam hal administrasi serikat, Karena kini serikat telah membuka cabang di Kota lainnya.
1 Bulan berlalu..
3 Bulan berlalu..
6 Bulan berlalu..
8 Bulan berlalu.. Hingga..
1 Tahun berlalu tanpa sadar.
Kai dan Given telah mengasah kekuatan mereka jauh dari sebelumnya.
Saat ini,
Kai Jhoven, 14 Tahun, Tinggi 175 cm / Berkah Dewa Astraezas.
Given Rhaos, 15 Tahun, Tinggi 179 cm / Berkah Dewi Solmeryn.
Hari itu tiba tanpa diminta.
Vergiliant sang Komandan Divisi 3 Unit Nemesis Nolan datang ke Rusville bersama dengan Melissa.
"Hei, siapa pria itu?"
"Gila.. tinggi sekali.."
"Matanya tertutup kain hitam, siapa sebenarnya?"
"EH ! Wanita disebelahnya itu ! Melissa, Sang Tabib Ajaib ! salah satu dari 10 tabib terbaik benua Nirenva !"
"Hah?! Serius.. Bukannya Melissa itu tergabung dalam Unit Komandan Besar Nolan Constantine??"
"J-Jadi mereka ini.."
"Ya.."
Savior elite Kerajaan dari Pasukan Komandan Besar Nolan Constantine !
Kegemparan terjadi diantara masyarakat Rusville.
Mereka bertanya-tanya, apa tujuan dari kehadiran orang sepenting itu ke Rusville?
Apakah ada yang akan di hukum??
Namun kegelisahan itu segera hilang dengan hadirnya Raamez.
"Selamat datang di Kota Rusville, Tuan Vergil dan Melissa !"
"Yoo anak cengeng dari Hallenmark ! Kau tidak banyak berubah.. Apa kau sudah menghilangkan kebiasaan overthingking mu?"
"Ya.. Sangat memalukan sekali mengingat kejadian yang lalu.. Tidak kondusif berbicara disini, mari saya antarkan ke ruangan pak Giovanni.."
Maka pergilah mereka menuju Serikat Hunter dan disambut langsung oleh Giovanni dan Cassandra.
"Selamat datang, para Savior yang terhormat." Ucap Giovanni.
Cassandra terkejut melihat kehadiran Melissa.
"Bagaimana kabarmu dik?" Tanya Melissa dengan senyuman.
"HAHHH?!' Semua Hunter yang berada diaula terkejut mengetahui bahwa Cassandra memiliki kakak perempuan.
"Cih.. Ngapain kamu kesini Melissa?" balas adiknya.
"Aku tidak akan lama, kami mencari Kai Jhoven dan Given Rhaos. Apakah mereka ada?"
"Aku tidak akan memberikan mereka padamu." Balas Cassandra dingin.
"Hoo.. Bagaimana jika ini adalah perintah langsung dari Komandan Besar Nolan Constantine?" Balas Melissa dengan sinis.
Ketegangan mengambang diudara, semuanya tahu bahwa.. Kakak beradik ini sama sekali tidak akur !
*BRAKK !
Pintu aula terbuka dengan keras.
"WOI ANAK ANAK KOCLOK, KAMI KEMBALII !! WKAKAKA ! Eh--"
Itu adalah Kai.
"Sepertinya kita datang disaat yang salah Kai. Ayo kembali"
"Aku setuju."
"TUNGGUU !!"
Raamez menyela.
"Kai, Given ! Tuan Vergil dan Melissa sedang mencari kalian."
Kai menoleh pada Given, "Kita? Kenapa?"
"Wah- wah, si anak yang sekarat beberapa tahun lalu telah tumbuh besar ya.. Ada apa dengan rambutmu Kai?" Tanya Melissa.
"Melissa ! TERIMA KASIH BANYAK ! Atas segala bantuanmu padaku. Aku pasti mati jika tidak ada kau.. Terima kasih." Kai membungkukkan kepalanya tanda terima kasih.
"Ya sudahlah, aku hanya menjalankan tugasku sebagai tabib ajaib hehe.. Tuan Nolan ingin bertemu denganmu dan juga Kau.. Given." Lanjut Melissa.
Kai dan Given dipanggil oleh sang Komandan Besar Nolan. Apa yang sebenarnya terjadi?