NovelToon NovelToon
Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Tanda Huruf 'S' & Misteri Kayu Ilegal

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang pemulung menemukan jasad tanpa wajah di Kampung Kemarin. Hanya ada cincin bertanda 'S' dan sehelai kertas tentang "kayu ilegal" sebagai petunjuk.

Detektif Ratna Sari menyadari kasus ini tidak biasa – setiap jejak selalu mengarah pada huruf 'S': dari identitas korban, kelompok tersembunyi, hingga lokasi rahasia bisnis gelap.

Ancaman datang dari mana saja, bahkan dari dalam. Bisakah Ratna mengungkap makna sebenarnya dari 'S' sebelum pelaku utama melarikan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7 (seven)

Malam itu, Hutan Kemuning seolah menahan napas. Rintik hujan yang turun sejak sore berubah menjadi badai tipis yang menyamarkan suara langkah kaki Ratna Sari di atas tumpukan daun kering. Ia bergerak seperti siluet hitam, menyusup di antara bayang-bayang pohon jati raksasa yang menjadi saksi bisu kehancuran hutan di sekitarnya. Di depannya, Situs S.K.-1 berdiri seperti monster baja yang memuntahkan asap ke langit malam. Cahaya lampu sorot dari menara penjaga menyapu permukaan tanah secara ritmis, memaksa Ratna untuk tiarap di dalam parit berlumpur setiap kali cahaya itu melintas.

Ratna menyentuh alat komunikasi di telinganya. "Teguh, apa posisimu sudah aman?"

Suara Teguh terdengar sangat pelan, nyaris tenggelam oleh suara deru angin. "Sudah di perimeter luar Rumah Aman Bukit Hijau, Bu. Hendra sedang melumpuhkan sensor inframerah di gerbang belakang. Kami punya visual pada target. Anak-anak berada di lantai dua, dijaga dua orang bersenjata. Bagaimana dengan Ibu?"

"Aku sudah di depan tangki bahan bakar," bisik Ratna seraya mengeluarkan dua bongkah C4 dari tas taktisnya. "Tunggu instruksiku. Begitu ledakan pertama terdengar, itu adalah tanda kalian harus masuk. Jangan biarkan mereka sempat meraih radio."

"Diterima. Hati-hati, Bu. Penjagaan di sana terlihat jauh lebih brutal dari laporan awal," Teguh menutup pembicaraan.

Ratna menarik napas panjang, menenangkan debar jantungnya. Di depannya, sekitar dua puluh meter jauhnya, dua orang penjaga dengan seragam loreng coklat dan senapan laras panjang sedang merokok di dekat deretan tangki solar raksasa. Ratna menunggu saat yang tepat, saat salah satu penjaga berjalan menjauh untuk buang air kecil.

Dengan gerakan yang telah dilatih secara intensif bersama Hendra, ia melesat maju. Tanpa suara, Ratna menyergap penjaga yang tersisa dari belakang, membekap mulutnya dan menghantamkan pangkal pisau taktisnya ke titik syaraf di leher hingga pria itu jatuh tak sadarkan diri. Ia segera menyeret tubuh itu ke balik bayangan peti kayu. Tangan Ratna bergerak cepat menempelkan bahan peledak di katup utama tangki.

Namun, tepat saat ia hendak menyetel detonator, suara langkah kaki berat mendekat. Itu adalah Selina. Wanita itu berjalan dengan anggun di atas dek beton, memegang sebuah payung hitam yang elegan. Di belakangnya, dua pengawal pribadi berjalan dengan siaga.

"Pastikan pengiriman jam dua pagi nanti tidak terlambat," suara Selina terdengar merdu namun dingin, membelah suara hujan. "Surya Atmadja tidak suka menunggu. Jika ada satu batang Gaharu pun yang cacat, wajah kalianlah yang akan menjadi gantinya di bawah gergaji mesin."

Ratna membeku di balik tangki besi yang dingin. Jaraknya dengan Selina hanya terpisah oleh satu dinding logam. Ia bisa mencium aroma parfum Wijayakusuma yang menyeruak di antara bau solar yang menyengat. Aroma kematian yang manis.

Begitu Selina dan pengawalnya berlalu menuju kantor administrasi, Ratna segera menyelesaikan pekerjaannya. Ia menyetel waktu mundur: sepuluh detik.

Sepuluh...

sembilan...

delapan...

Ratna berlari sekencang mungkin menuju area tumpukan kayu gelondongan yang akan menjadi tempat perlindungannya.

Tiga...

dua...

satu...

BOOM!!!

Ledakan pertama mengguncang tanah Kemuning. Bola api raksasa membumbung tinggi ke langit, menerangi seluruh pabrik dengan warna jingga yang mengerikan.

Getarannya merontokkan kaca-kaca jendela kantor utama. Suara sirine tanda bahaya meraung-raung, memecah kesunyian malam.

"ADA SABOTASE! TANGKI TIMUR MELEDAK!" teriak para penjaga lewat pengeras suara.

Di saat yang sama, bermil-mil jauhnya di kaki Bukit Hijau, Teguh melihat kilatan cahaya di cakrawala tanda ledakan dari Ratna.

"Sekarang!" perintahnya pada Hendra.

Hendra melepaskan alat pengacau sinyal. Seluruh aliran listrik di Rumah Aman milik Silva Maju padam seketika. Teguh bergerak seperti badai di bawah naungan kegelapan. Ia mendobrak pintu belakang dan melepaskan dua tembakan jitu ke arah penjaga di koridor bawah yang masih kebingungan mencari senter. Dengan langkah pasti, ia menaiki tangga menuju lantai dua.

"BAGAS! LARAS! IBU SANTI! JANGAN TAKUT! INI KAKAK TEGUH!" teriak Teguh saat ia menendang pintu kayu tempat mereka disekap.

​Di dalam ruangan yang pengap dan hanya diterangi cahaya bulan dari jendela kecil, ia menemukan sebuah pemandangan yang menyayat hati. Santi, menantu Mbah Mansur, tampak lemas terduduk di lantai sambil memeluk kedua anaknya. Wajahnya pucat karena sakit dan trauma, namun ia tetap berusaha melindungi Bagas dan Laras dengan tubuhnya yang kurus.

​"Pak Teguh?" suara Santi parau, hampir tidak terdengar.

​"Iya, Bu Santi. Saya di sini. Kita harus pergi sekarang juga!" Teguh segera membantu Santi berdiri. "Bagas, pegang baju Ibu kuat-kuat. Laras, sini Kakak gendong."

​Teguh menggendong Laras yang menangis tanpa suara, tangannya yang mungil mencengkeram erat kerah rompi taktis Teguh. Sementara itu, Santi dengan sisa kekuatannya menggandeng Bagas. Mereka berlari menuruni tangga yang gelap. Di lantai bawah, Hendra sedang baku tembak singkat dengan penjaga terakhir di gerbang samping.

​"Cepat! Mobil sudah siap!" teriak Hendra di tengah deru suara senjata.

​Teguh memandu Santi dan anak-anak masuk ke dalam mobil van tua yang sudah dimodifikasi Hendra. Saat mobil melesat pergi meninggalkan Bukit Hijau, Bagas menoleh ke belakang melalui kaca yang retak, menatap rumah angker itu yang perlahan menghilang.

​"Kak, apakah Mbah Mansur baik-baik saja?" tanya Bagas dengan suara bergetar.

​Teguh melirik lewat spion, menatap Santi yang sedang memeluk kedua anaknya sambil menangis lega. "Mbah Mansur sedang menunggu kita di tempat yang aman, Gas. Dia sudah tidak sabar bertemu kalian."

​"Ibu... Ibu sakit ya?" tanya Laras kecil sambil menyentuh kening ibunya yang panas.

​Santi menggeleng sambil mencium puncak kepala Laras. "Ibu tidak apa-apa, Nak. Kita sudah bersama Pak Teguh sekarang."

​Namun, di dalam hati Teguh, kecemasan masih membayangi. Ia terus melirik ke arah radio panggilnya, menunggu suara Ratna. Ia tahu bahwa saat ini Ratna sedang bertarung sendirian di tengah lautan api pabrik kayu demi memastikan pelarian mereka tidak dikejar.

​"Bu Ratna, tolonglah selamat..." bisik Teguh dalam hati.

1
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
bikin tegang dan bikin penasaran saja apa yang akan ratna lakukan🤔
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
akhirnya selamat tapi tantangan masih di depan mata masih perlu banyak perjuangan
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
ratna semoga bisa ketemu kode yang di berikan ibunya aihhh othor pinter amat bikin readers tegang
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
si buta mengorbankan diri demi negara sungguh kehormatan bagi si buta, ternyata ibu nya ratna menghilang masih hidup
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
sungguh sangat menegangkan mereka menghadapi penjahat yang sangat susah di Lumpuhkan penuh dengan bahaya
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
masih banyak misi yang harus ratna perjuangan ini sudah masuk internasional terlalu bahaya
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
pintar sekali ya siska para penjahat benar-benar cerdik semoga ratna bisa keluar dan selamat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
benar keluarga memang harus tau terlebih itu istrinya
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
waduh ketahuan semoga mereka bisa keluar mereka dalam bahaya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
kenapa komandan bersikap begini harusnya ikut andil dalam menyikapi masalah bukan malah marah2
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waduh niat mencari untuk bisa menghasilkan makanan malah menemukan mayat
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
parfum nya kok sama wanginya tanda apa ya itu aihhh othor bikin penasaran sama tanda S itu🤔
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
baru saja bernapas lega ternyata masih ada rahasia di balik S
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
akhirnya mereka selamat tapi sepertinya itu belum selesai selina masih ada di luar bahay masih mengancam walau bambang tertangkap
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
suasana yang menegangkan semoga ratna hendra semuanya selamat
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
Siskaa setannn,anak kecil pun gak mau dilepas /Panic/
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
yok² kabur dulu Ratna sebelum kalian ditangkap oleh para setan berwujud manusia itu 😨
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ §͜¢☘𝓡𝓳
Ratna gesit juga ya pintar bisa menyelinap ke dalam gak salah jadi polisi semoga berhasil melaporkan para penjahat
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
pliss moga aja mereka bertiga selamat dah,bahkan kalo Ratna bergerak Siska malah udah berada di situ
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
wah gak nyangka ibu nya Ratna masih hidup+dia adalah kunci utama bagi Ratna dan teguh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!