NovelToon NovelToon
Mafia Jatuh Cinta Pada Gadis Desa

Mafia Jatuh Cinta Pada Gadis Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Identitas Tersembunyi / Mafia
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Jovan adalah pewaris mafia paling berbahaya di kota. Luka tembak dan pengkhianatan memaksanya melarikan diri ke sebuah desa terpencil, tempat seorang gadis sederhana bernama Mika menyelamatkan nyawanya.

Dengan identitas palsu sebagai petani buah, Jovan hidup di dunia yang tak pernah ia kenal—tenang, jujur, dan penuh kehangatan.

Di sanalah ia jatuh cinta pada Mika, tanpa ia sadari bahwa cintanya adalah ancaman.

Karena saat masa lalu mengejarnya, Mika bukan hanya gadis desa…dia adalah sandera paling berharga di dunia mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Don Marco Percaya

Jovan berdiri di tengah gudang, suara langkahnya yang berat tinggal satu-satunya yang memenuhi ruang setelah suara tembakan mereda. Lampu neon masih menyala, berkilau di permukaan peti-peti kayu yang baru saja berisi maut.

Dia menunduk, menyentuh salah satu peti dengan ujung sepatu, bau minyak dan logam yang tajam masih menggantung di udara. Peti itu berat, jauh lebih berat daripada yang ia ingat dari laporan awal. Dalam kondisi normal, ini hanyalah barang haram biasa—barang bukti dari dunia kriminal yang tidak pernah diperbolehkan muncul di permukaan.

Jovan memeriksa nomor seri pada peti demi peti, tidak dengan tujuan logis, tapi dengan naluri yang sudah terasah bertahun-tahun. Ada pola, ada hubungan, ada jejak yang bisa dibilang berbeda dari persenjataan sindikat biasa.

Senjata di gudang ini bukan hanya milik sindikat yang mereka serang. Ada tanda yang membuat Jovan berpikir sejenak, ini campuran dari beberapa jaringan kecil yang saling terkait, bukan hanya barang transit tunggal.

Ia berdiri tegak, lalu menoleh ke arah anak buah Levis yang masih berjaga di pintu.

“Ambil dua truk,” suara Jovan rendah namun tegas. “Pisahkan peti dengan kode merah dari sisanya. Dan pindahkan semuanya ke unit yang sudah disiapkan.”

Anak buah itu mengangguk, bukan karena patuh secara emosional, tetapi karena perintah ini datang dari seseorang yang setiap kata-katanya berarti urutan hidup atau mati.

Beberapa pria mulai bekerja. Mereka mengangkat peti, menyusunnya satu per satu dengan cepat tapi rapi. Tidak tergesa, tetapi juga tidak ditunda. Senjata-senjata itu dipindahkan ke truk-truk yang diparkir rapi di luar gudang—tanpa logo, tanpa jejak.

Satu truk menuju ke pergudangan sementara di pinggir kota, tempat persediaan nanti akan dinilai ulang dan disebar melalui jalur gelap yang lebih aman. Truk lainnya menuju ke lokasi aman yang tidak bisa dilacak, tempat di mana barang-barang seperti ini biasanya dinetralkan atau disamarkan.

Jovan berdiri menonton sampai truk terakhir meninggalkan pelabuhan. Ia tidak berbicara. Ia hanya melihat. Dan di matanya, garis-garis keputusan itu sudah terbentuk.

Ini bukan sekadar membersihkan gudang. Ini adalah memindahkan risiko,

mengatur ulang senjata,

mengalihkan fokus, dan yang paling penting, menjaga agar operasi itu tetap tersembunyi dari siapa pun yang bisa mengambil keuntungan setelahnya.

Ketika truk-truk itu menghilang di balik bayangan kontainer dan lampu pelabuhan mulai meredup satu per satu. Terdengar dari belakang, suara motor dan mobil Levis.

Jovan mengabaikan itu, memilih menghirup udara malam. Gelap menutupi pelabuhan, tapi bukan ketenangan. Ia tahu, setiap bayangan bisa menjadi ancaman. Setiap suara bisa menjadi jebakan. Ia merasakan bahwa operasi ini bukan sekadar tugas, tapi ujian. Dan di balik ujian itu, ada yang mengatur, yakni Levis.

Laut itu terlihat gelap dan luas. Pikiran terbang sejenak ke desa tentang Mika, Pak Raka, semua yang ia coba lindungi. Mereka lolos. Mereka hidup. Tapi nyawa mereka bisa jadi alasan seseorang memutar roda ini lebih cepat.

Jovan menggenggam pistol lebih erat sebelum beranjak. Terlintas di pikirannya tentang jalur keluar, kemungkinan serangan, dan siapa yang mungkin mengkhianatinya berikutnya. Ia tidak bisa percaya sepenuhnya, tidak pada siapa pun. Bahkan Levis.

Langkahnya pelan, tapi pasti. Ia menuruni dermaga menuju mobil hitam yang menunggunya, tempat yang sama yang membawanya ke operasi ini. Dalam hatinya, satu keputusan sudah jelas, ia akan bermain dengan aturan mereka, tapi dengan caranya sendiri. Bagi Jovan, ini hanyalah awal dari perhitungan yang lebih panjang. Dan ia siap menghadapi setiap langkah yang datang sambil menjaga satu hal tetap hidup, kesadaran bahwa ia tidak boleh lagi menjadi alat orang lain.

Jovan membuka pintu mobil.

Mesin masih hidup, suara rendah seperti napas yang menunggu perintah.

Levis berdiri di samping mobil, jasnya rapi, wajahnya tenang seperti orang yang sudah melihat segalanya berkali-kali.

“Good job, sepupu,” katanya, suaranya rendah dan terukur.

Bukan bangga. Bukan pujian yang lemah.

Lebih seperti pengakuan pada sesuatu yang tidak bisa disangkal.

Ia mencondongkan kepala sedikit, seolah memperhatikan bekas darah di bahu Jovan.

“Kau menjalankan ini… lebih bersih daripada semua yang kukira,” tambahnya pelan.

Ada jeda. Bukan kehangatan.

Hanya pengakuan logis dari seseorang yang tahu hasil kerja adalah mata uang yang sebenarnya.

Levis tidak menepuk punggungnya.

Ia hanya berdiri, diam, dan menunggu Jovan melangkah masuk.

Tanpa komentarnya jelas, “Aku tahu apa yang kau lakukan. Aku tahu apa yang kau hindari. Dan aku tahu… kau masih hidup karena aku izinkan.”

Jovan masuk ke mobil tanpa menoleh.

Pintu tertutup pelan dan tegas, rapat, tanpa celah.

Levis berdiri sebentar, menatap ke arah pelabuhan yang mulai kembali sunyi. Lalu ikut masuk.

"Paman Marco akan senang mendengar kabar ini. Kita menang."

Jovan tidak bereaksi, menganggap sebagai angin berlalu.

...****************...

Don Marco menerima kabar itu tanpa berdiri dari kursinya.

Operasi pelabuhan selesai.

Barang diamankan. Korban di pihak lawan minimal.

Ia memang meminta operasi itu dan sejak awal hanya satu nama yang ada di kepalanya.

“Kalau Jovan yang memimpin, pelabuhan itu tidak akan ribut,” katanya sebelumnya.

Dan ternyata benar.

Menit berikutnya rombongan Levis datang.

Levis berdiri di sisi Marco, menjelaskan dengan nada percaya diri. Terlalu rapi. Terlalu penuh klaim. Don Marco membiarkannya bicara sampai selesai, lalu mengangguk sekali.

“Bagus,” katanya singkat.

Tidak ada pujian tambahan. Tidak ada tepukan bahu.

Pandangan Don Marco justru berhenti lebih lama pada Jovan yang berdiri tenang, diam, seolah operasi tadi hanyalah pekerjaan rutin.

Marco tahu. Keberhasilan itu bukan soal keberanian, tapi kendali. Dan kendali itu milik Jovan.

Sejak Jovan pernah dianggap mati, kepercayaan paman Don Marco tidak berkurang, justru makin mengeras.

Orang yang bisa kembali dari kematian dan tetap bekerja rapi… adalah aset yang langka.

Levis boleh menganggap malam itu sebagai panggungnya. Don Marco tidak mempermasalahkan itu. Karena dalam kepalanya, keputusan sudah diambil jauh sebelum operasi dimulai. Jika ada perang berikutnya, jika ada wilayah yang benar-benar harus diamankan, Jovan tetap orang pertama yang akan ia panggil.

Don Marco bukan hanya percaya bahwa Jovan masih mampu. Ia percaya bahwa Jovan lebih mampu daripada yang lain, bahkan Levis sendiri.

Dan Levis…tidak suka dianggap lebih rendah oleh pamannya sendiri.

Ia tidak perlu bilang itu. Cukup tatapan dari pamannya yang terlihat pelan, tertahan, dan sedikit terlalu lama ke arah Jovan yang kini diam di kursi belakang.

Levis tahu itu, percaya bukan sama dengan dipilih.

Dan tampaknya, kepercayaan Don Marco lebih condong ke Jovan malam ini.

Dan itu…adalah sesuatu yang harus dikalahkan oleh Levis.

1
Kam1la
“Aku sangat terbuka dengan masukan dari kalian. Kritik dan saran akan sangat membantu agar novel ini semakin baik. Jika suka, boleh juga beri like ya.”
Avocado Juice 🥑🥑: Semangat kak /Smile//Ok/
total 1 replies
Mulaini
Semoga aja Leon masih hidup dan mungkin yang terbakar supirnya.
Mulaini
Siapa laki² yang turun dari mobil hitam apakah salah satu musuh Jovan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!