NovelToon NovelToon
I Love You, Miss!!!

I Love You, Miss!!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Beda Usia / Teen School/College
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Dawai Asmara, seorang fresh graduate sekaligus guru Bahasa Inggris baru di SMA Bina Bangsa, sekolah menengah atas yang terkenal elite.

Perawakan Dawai yang imut membuatnya menjadi target sasaran permainan dari Rendra, siswa kelas dua belas, ketua dari geng the Fantastic Four, geng yang terdiri dari siswa-siswa paling keren di sekolah, yang merupakan putra dari dewan komite sekolah.

Suatu ketika, Rendra mengatakan "I love you, Miss," pada Dawai. Dawai yang sering menjadi sasaran keanehan sikap Rendra, tak menghiraukan pernyataan cinta Rendra.

Apakah Rendra hanya becanda mengatakan itu? Atau serius? Temukan jawabannya hanya di I Love You, Miss!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengusik Pikiran

"Eh? Art gallery?" tanya Dawai pada Disa saat keduanya tengah mengobrol tentang proyek Rendra yang dikerjakan Disa di teras rumah Dawai. Disa mengangguk.

"Eeeh~ dia punya ketertarikan sama hal-hal yang berbau seni ternyata," komentar Dawai. Ada sedikit rasa takjub yang Disa tangkap dari nada suara Dawai.

"Emang di sekolah dia nggak keliatan tertarik sama seni gitu?" tanya Disa mencoba mencari tahu tentang sosok Rendra di sekolah.

"Mmm... Keknya sih, enggak. Nggak tau juga. Kan aku bukan guru kelas dua belas," kata Dawai sambil memasukkan popcorn bikinan Bu Diah ke mulutnya.

"Ya kalik ada rumor gitu. Secara kan dia famous di sekolah," kata Disa sambil ikut memasukkan popcorn ke mulut.

"Iya sih. Adem adem aja tuh," kata Dawai lalu menyeruput es tehnya.

"Eh, Rendra tuh kan bintang sekolah. Nggak ada gitu cewek yang ngedeketin dia?" tanya Disa penasaran.

"Eh iya juga. Bener kata kamu. Keknya aku nggak pernah denger atau liat dia ditembak cewek deh. Heran," kata Dawai, baru menyadari hal itu.

"Aneh sih," komentar Disa.

"Iya sih. Aneh,"

Hening.

"Lagian kenapa kita jadi ngebahas dia sih?" tanya Dawai sedikit kesal, setelah dua kali dua puluh empat jam ini dia berusaha melupakan kata-kata Rendra yang membuat dia jadi salah tingkah akut.

"Ehe~ gegara nyeritain proyek gue tadi," kata Disa sambil sibuk mengunyah popcorn.

"Lagian, kenapa kalo kita bahas dia?" tanya Disa heran melihat sikap Dawai yang seperti enggan membahas tentang Rendra lebih jauh.

"Ya nggak apa-apa sih. Bahas yang lain gitu kek," kata Dawai sambil menutupi salah tingkahnya dengan menyeruput es tehnya.

"Mmm..." nada Disa terdengar curiga.

"Apaan?"

"Nggak,"

"Biasa aja ngeliatnya," kata Dawai sedikit risih dengan tatapan curiga Disa.

"Lo beneran nggak apa-apa kan?" tanya Disa.

"Iyaaaa... Nggak apa-apa. Kenapa sih?" tanya Dawai semakin berusaha menutupi rasa galaunya.

"Enggaaak... Kek ada yang lo sembunyiin dari gue aja," kata Disa lalu menyeruput es tehnya. Dawai menatap sahabat kecilnya itu lalu menghela nafas panjang. Menyerah.

"Waktu kamu jemput aku terakhir kali," kata Dawai, mencoba menceritakan apa yang mengganggu pikirannya.

"Rendra bilang, 'Bukan. Senyuman kamu nggak salah. Yang salah adalah Tuhan, karena menciptakan senyuman seindah itu di wajah mu,' katanya," kata Dawai akhirnya. Disa mengerjapkan matanya, heran, melihat sahabatnya bisa segalau itu hanya karena kalimat-kalimat itu.

"Lo beneran masih polos ya?" kata Disa. Dawai mengerutkan kedua alisnya.

"Maksudnya?"

"Yaaa... gitu. Denger kata-kata gitu, lo langsung baper," kata Disa.

"Kaaaan... Ngeledek. Makanya aku males cerita ke kamu," kata Dawai.

"Bukan ngeledek. Masalahnya lo tuh nggak pernah sebaper ini pas dideketin sama cowok lain. Lo bakal nganggep gombalan mereka itu candaan, nggak serius," jelas Disa. Dawai terdiam.

"Sedangkan pas Rendra yang ngegombalin lo, lo langsung kepikiran nggak jelas. Apa namanya kalo nggak baper?" lanjut Disa.

"Rendra juga jauh lebih muda dari cowok-cowok yang pernah ngegombalin lo, yang sering lo anggep becanda. Kenapa giliran Rendra lo jadi kepikiran?" tambah Disa membuat Dawai membisu, memikirkan kata-kata Disa yang menurutnya memang benar.

Selama ini, setiap ada pria yang mencoba mendekatinya, Dawai tak begitu menganggapnya serius. Dia tidak pernah terlalu memikirkan rayuan-rayuan mereka seperti saat ini. Dawai sendiri tak mengerti dirinya.

'Bener kata Disa. Ada yang aneh sama aku,'

***

Di studio lukisnya, Rendra berdiri menatap kanvas kosong di hadapannya. Namun, di mata Rendra, kanvas itu sama sekali tidak kosong. Ada bayangan guratan halus disana. Sebuah wajah yang akhir-akhir ini mengusik pikirannya. Sebuah senyuman yang akhir-akhir ini mengaduk-aduk perasaannya.

Rendra mulai mengguratkan warna-warna pastel yang cerah dan kontras. Sapuan warna kuning yang hangat untuk warna dasar, memberikan efek ceria di kanvas putih Rendra.

Jam berdetik, berlalu seiring sapuan kuas Rendra yang seperti enggan berhenti melukis apa yang tengah dia pikir dan rasakan.

Rendra mulai membuat garis wajah yang begitu melekat di pikirannya, memberikan warna salem berpadu dengan merah muda yang sejuk, menggambarkan keteduhan sosok wajah yang dilukisnya. Rambut hitam sebahu yang tergerai dan garis senyum ceria yang selalu menusuk dada Rendra setiap kali Rendra melihatnya menambah kesan hidup dalam lukisan Rendra.

Rendra melirik jam di dinding studionya. Jam 10.20 malam. Rendra kemudian terduduk di lantai, menatap lukisan yang baru saja selesai dia garap. Senyum itu benar-benar tak bisa Rendra hapus dari ingatannya. Ceria. Hangat. Entah mengapa memberi ketenangan setiap kali Rendra melihatnya.

Rendra mengusap wajahnya kasar, seperti ingin menghapus wajah itu dari ingatannya. Namun, sedetik kemudian, Rendra kembali menatap lukisannya. Tak pernah terpikir olehnya bahwa dia akan terjebak dalam permainannya sendiri.

Selama ini Rendra tak pernah terbawa arus permainannya. Dia selalu mendapatkan targetnya semudah membalikkan telapak tangan. Baru kali ini Rendra terkunci oleh targetnya dan merasa tak berdaya.

"Jangan merasa senang udah bikin gue kebingungan kek gini," gumam Rendra sambil menatap lukisannya.

Rendra kemudian berdiri, berjalan perlahan mendekati lukisannya. Dia berhenti tepat di depan garis senyum yang membentang di wajah yang dilukisnya. Rendra tersenyum kecut sambil menatap lukisannya. Dia teringat adegan Ryan dan Dawai di perpustakaan saat jam istirahat pagi itu.

"Jadi, ini senjata mu?" gumam Rendra sambil menatap senyum lebar yang dia lukis.

Rendra berjalan mundur sambil terus menatap lukisannya. Baru kali ini dia melukis wajah seseorang. Selama ini dia hanya asal menyapukan kuas dan warna menghasilkan karya-karya abstrak yang sulit dipahami orang awam. Namun, lukisannya kali ini berbeda. Sudah jelas ada goresan perasaan Rendra yang mendalam disana.

'For the first time in my life... Dan yang gue lukis adalah...'

***

Ryan duduk di lounge (sofa panjang) di kamarnya sambil membaca Code: The Hidden Language of Computer Hardware and Software oleh Charles Petzold, sebuah buku tentang cara memahami dunia PC, media digital dan internet saat ini.

Meski matanya fokus membaca kata per kata dari buku yang ada di tangannya, pikiran Ryan tak mampu mencerna isi dari buku itu. Bukan karena dia tak memahami apa yang dibacanya. Melainkan, isi kepalanya tengah dipenuhi sesuatu yang lain. Dawai.

Ryan menutup bukunya perlahan lalu meletakkannya di sampingnya. Dia tahu, percuma berusaha mengalihkan pikirannya dengan membaca, karena pikirannya sama sekali tak beralih sedikitpun.

Ryan menghela nafas panjang. Memijit pelipis dengan tangan kanannya. Bukan untuk menghilangkan pusing. Melainkan untuk menjernihkan pikirannya.

Bagaimana bisa dia jadi memikirkan Dawai, guru yang sedang menjadi incaran sahabatnya? Padahal selama ini dia sama sekali tak tertarik dengan guru imutnya itu. Tapi, sejak di perpustakaan saat jam istirahat pagi itu, Ryan benar-benar tak memahami pikirannya. Bahkan, terkadang, dia mencium aroma citrus yang mirip dengan aroma Dawai saat dia menyandarkan kepala di bahunya.

'Aroma segar itu... begitu menenangkan,'

***

1
Hana Agustina
hayo lohhhh... yg mepetin dawai kecil kecil cabe rawit... 🤭
Purnamanisa: mana tuan muda, pewaris tunggal, kaya raya... kumplit ya kak 😅😅🤣🤣
total 1 replies
Nur Halida
kok aku malah ngarepnya dawai ama si disa aja ya. .😄
Purnamanisa: yuuuk dukung pasangan impian kalian 🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
disini peran utama siapa. Thor dawai sama Rendra kah
Purnamanisa: karena judulnya I Love You, Miss!!! udah pasti tokoh utamanya Dawai sama Rendra😊😊
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending di sini belom keliatan ya hilal nya yg dawai suka siapa temen nya si berondong Rendra apa Ryan apa si pak guru adit/Scream/
falea sezi
aneh dateng2 gt dihh siapa elo rendra/Drowsy/
falea sezi
lanjut
Siti Nina
Syuka pake banget sama ceritanya thor 👍 Lanjut thor jgn lama" double up nya dong 🙏
Purnamanisa: terimakasih pengemangatnya 🙏🙏 cerita ini update dua hari sekali satu episode 🙏🙏 mungkin besok kalo Married by Accident? udah rampung bisa update dua atau tiga episode 😊😊 mohon bersabar 🙏🙏
total 1 replies
Siti Nina
Makin seru aja nih ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Oke ceritanya 👍👍👍
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Hana Agustina
manis banget sihhhh..
Siti Nina
Thor bahasa inggris nya di terjemahin dong soal nya ga ngerti 😄
Purnamanisa: 😅😅 duuuh... maaf, author kelupaan 😅😅
total 1 replies
Siti Nina
Oke ceritanya thor 👍
Siti Nina
Mampir thor kaya nya seru
Hana Agustina
thor.. please up lagi yaa.. selesain ya cerita ini.. sy sangat mengapresiasi karya ini.. 🙏
Hana Agustina: ahhh terbaikkkkkk😍
total 2 replies
Hana Agustina
hhmmm.. sukaaaa 😍😍
Hana Agustina
gemes banget sm rendra.. gemes pen getok palanya.. 🤣
Hana Agustina
i give you my vote, my thumbs n also a rose... smp habis smp selesai ya thor.. ceritany menarik sekali n gereget.. 😍🙏
Purnamanisa: makasih kak... auto tambah semangat 😊😊
total 3 replies
senjaku
keren sih thooor..suka Hera deh cerita kalau bagus alurnya,tanda baca,bahasanya semua bagus kok sepiiii
semngaatt ya thorrr
Purnamanisa: tenggelam sama cerita yang judulnya mengandung klik bait kak 🤭🤭

btw, makasih sudah mampir😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!