NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*6

Tapi sayangnya, Paris hanya terus mengelola perusahaan pusat. Dia tidak pernah datang ke perusahaan cabang yang sedang di kelola oleh orang yang dia percaya. Karenanya, para staf yang bekerja di perusahaan cabang tidak pernah kenal secara langsung dengan wajah pimpinan utama dari perusahaan tempat mereka bekerja.

"Sam. Apakah kamu sudah lupa dengan etika?" Kesal Paris saat melihat Samuel masuk secara tiba-tiba tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Yang di tanya malah tidak mengidahkan pertanyaan sedikitpun. Sam malah langsung duduk di kursi yang ada di depan Paris. Duduk dengan santai sambil menyandarkan punggungnya.

"Sam."

Hembusan napas kesal langsung Paris perdengarkan. Hal tersebut menyadarkan Samuel akan kemarahan Paris saat ini.

"Iya, maaf. Aku memang lupa akan etika saat ini. Itu karena aku sedang kesal."

"Paris, katakan padaku! Apa baru-baru ini kamu sudah menerima karyawan baru? Jika iya, bolehkah aku melihat data dirinya?"

Paris yang sedang memperhatikan layar laptop langsung mengalihkan pandangan matanya.

"Apa maksud mu? Tolong jangan menggila. Ini sudah hampir siang."

"Ah ... aku memang benar-benar sedang gila hari ini, Paris." Sam bangun dari duduknya. Lalu, meletakkan tangan di atas meja. Tentu saja, badan tegap Sam langsung condong dengan kedua tangan menumpu ke atas keja agar tidak jatuh.

"Paris. Hari ini aku bertemu dengan bidadari cantik. Hatiku sangat tertarik."

"Kau gila." Paris berucap datar.

"Paris!" Kesal Sam. "Aku serius. Aku bertemu dengan gadis cantik di depan kantor kamu. Gadis itu bilang, dia bekerja di sini. Tapi aku tidak pernah melihat dia sebelumnya. Karena itu aku ingin melihat data diri karyawan baru mu."

"Ku mohon, Paris," ucap Sam dengan nada melemah.

Bukannya langsung meluluskan apa yang Sam minta, Paris malah langsung menggelengkan kepalanya. Dengan satu jari, dia benarkan kaca mata putih yang dia kenakan.

"Sungguh luar biasa bidadari itu ya, Sam. Aku yakin, dia datang dari langit. Lalu sekarang, dia langsung menghilang setelah bertemu dengan dirimu. Dia tahu, kau pemuda yang tidak benar."

Samuel langsung memperlihatkan wajah kesalnya. Sungguh, temannya yang satu ini memang tiada adabnya. Santai saja bicara tanpa memikirkan perasaan dari orang yang dia ajak bicara.

"Ya Tuhan, Paris. Kau sahabatku atau bukan? Aku serius dengan apa yang aku katakan. Kenapa kau malah mengajak aku bercanda. Aku tidak sedang ingin bercanda, Paris. Tidak."

"Aku juga tidak sedang bercanda, Sam. Aku serius."

"Kau serius? Kau serius bicara dengan mengatakan aku pria yang tidak benar? Kau teman ku atau musuhku sih sebenarnya, Paris? Heran aku."

"Ya aku teman mu. Karena itu aku berani bicara terus terang di depan kamu, Sam. Kamu memang pria yang tidak benar. Sudah berapa banyak wanita yang kau dekati, tapi tidak jadi kamu bawa ke jenjang yang lebih serius. Apa yang kamu cari sih sebenarnya, hm?"

Benar. Samuel ini cukup terkenal dengan cap playboy yang melekat di dirinya. Dia sudah banyak mendekati wanita. Tapi, tidak ada satupun yang berakhir dengan baik bersamanya. Hubungan mereka selalu kandas di tengah jalan dengan Sam yang selalu memulai permasalahan.

"Kali ini aku ingin serius, Paris. Aku janji."

Paris sontak langsung memberikan tatapan tajam seketika. "Serius?"

"Kamu bercanda, Sam. Mana bisa kamu bicara begitu untuk wanita yang baru pertama kali kamu lihat. Mana tidak tahu nama sama sekali lagi. Aish, sudahlah. Tolong jangan menambah masalah lagi, Sam."

"Paris."

"Apalagi, Samuel?"

"Tolonglah. Kau beneran tidak ingin membantu? Usiaku sudah hampir dua puluh delapan tahun sekarang. Aku harus mencoba walau hanya punya sedikit kemungkinan."

Samuel langsung melepas napas berat. "Aku terus di minta untuk menikah oleh mama dan papa, Paris. Mana kemarin, teman baik papa punya cucu lagi. Mereka malah semakin gencar buat paksa aku untuk memberikan mereka menantu hanya karena hal itu."

Paris terdiam. Kata cucu langsung menyentuh hatinya yang dingin. Luka hati yang masih basah, tiba-tiba terasa perih. Usia mereka sama. Walau dirinya sudah menikah, tapi sayangnya, dia tidak kunjung memiliki anak. Dan saat kata cucu menyentuh telinga, wajah sang mama langsung terbayang.

Paris yakin, kalau mamanya juga berharap dirinya bisa memberikan cucu yang bisa meriuhkan rumah. Sayang, harapan itu tidak tahu kapan bisa terwujud. Karena sang istri tidak menginginkannya. Sang istri malah lebih mengutamakan karier dari pada keluarga.

"Paris."

"Paris!"

"Hei! Ramos Paris Dieno!" Sam memanggil temannya dengan mama lengkap.

Usaha itu akhirnya berhasil menyadarkan Paris yang sedang melamun. "Ah, iy-- iya. Kenapa?"

"Kenapa melamun, Paris? Aku ajak bicara, kamu malah melamun. Apa sih yang ada dalam pikiran mu, hm?"

"Aku tidak memikirkan apapun. Aku juga tidak melamun."

"Aku tidak yakin kalau kamu-- "

"Kamu benar-benar kurang kerjaan ya, Sam." Potong Paris dengan cepat. "Kalau gitu, bagaimana kalau aku hubungi papa kamu, akan aku katakan pada papamu, bahwa anaknya masih harus menerima pelatihan jika ingin mengambil alih perusahaan keluarga kelak."

"Paris. Kamu! Ah, papa gak akan marah jika aku katakan padanya, kalau saat ini, aku sedang mencari calon istri di perusahaan mu."

Paris kesal. Tatapan tajam dia lontarkan. Sam yang tahu karakter sahabatnya langsung mengalihkan pembicaraan dengan kembali menanyakan data karyawan baru pada Paris.

Mau tidak mau, Paris mengeluarkan beberapa dokumen yang isinya adalah data diri karyawan barunya.

Sayang, dari semua data, tidak dia temukan gadis yang ia cari. Ya tentu saja data diri Mika tidak ada di sana. Karena Mika bukan karyawan baru yang melamar di perusahaan tersebut. Dia adalah karyawan pindahan yang data dirinya akan ditempatkan di tempat yang berbeda.

1
Cindy
lanjut kak
Ani Basiati
aku pernah baca deh thor alur cerita sama nm2 nya jg sama tp sdh lm.
Rani: iya kah? Di karya kakak kah kamu bacanya?
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: Asyiap👍👍👍👍
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!