NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:269
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

Pagi itu, seperti biasa Aldo berpamitan pada istrinya untuk berangkat ke kantor dan sekalian mengantar putra mereka yang bernama Kenzo ke sekolah taman kanak-kanak, karena usia Kenzo sudah memasuki 5 tahun.

  Aldo: "Aku berangkat, ya, sayang." ucapnya sambil mencium kening istrinya dengan lembut.

  Hana: "Iya, sayang. Hati-hati di jalan, ya." sahutnya dengan lembut. Hana menatap lembut wajah Kenzo, lalu mengecup kening Kenzo dengan lembut. Hana tersenyum hangat pada putranya itu. "Jangan nakal di sekolah, ya, sayang." ucapnya pelan.

  Kenzo: "Aku selalu bersikap baik dan sopan, ma." sahutnya dengan semangat. Aldo dan Hana tertawa kecil menatap putra mereka. Aldo melangkah pelan, dia memegang tangan mungil putranya dengan erat. Aldo dan Kenzo masuk ke dalam mobil, dan akhirnya mobil itu melaju dengan cepat keluar dari halaman rumah yang besar itu. Hana kembali ke dapur untuk melihat pekerjaan asisten rumah tangganya yang bernama mbok Titi. Mbok Titi sedang memasak sop di dapur.

  Hana: "Apa yang mbok masak?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Mbok Titi: "Saya sedang mengaduk sop buat den Kenzo, nyonya." sahutnya sambil mengaduk sop di dalam kuali. Hana tersenyum puas, mbok Titi berusia 50 tahun dan mempunyai seorang putri yang telah berumah tangga dan tinggal di kota lain. Mbok Titi mempunyai suami yang juga bekerja di rumah Hana sebagai seorang supir. Mereka tinggal seatap bersama Hana dan Aldo. Suami mbok Titi yang bernama pak Anto sedang membantu istrinya di dapur, kebetulan saat itu pak Anto sedang santai karena Aldo membawa mobil sendiri untuk mengantar Kenzo ke sekolah. Saat Kenzo akan pulang sekolah, pak Anto akan menjemputnya di sekolah.

  Hana: "Aku ingin mengunjungi Sari dulu, ya, mbok. Semalam Sari menelponku." ucapnya pelan. Sari adalah sahabat dekat Hana, dan telah menjanda selama setahun. Suami Sari telah menikah dengan wanita lain. Hana menoleh ke arah pak Anto dan berkata: "Jangan lupa menjemput Kenzo jam 11, ya, pak." ucapnya pelan.

  Pak Anto: "Iya, nyonya." sahutnya.

  Hana: "Pakai saja mobil yang satunya lagi." ucapnya. Hana dan Aldo mempunyai 3 buah mobil, satu mobil untuk Aldo, yang satunya lagi milik Hana dan yang satu khusus untuk menjemput Kenzo.

  Mbok Titi: "Apakah aku boleh mengatakan sesuatu, nyonya?" tanyanya dengan ragu-ragu. Mbok Titi menatap wajah Hana dengan tatapan dingin dan penuh misteri.

  Hana: "Katakan saja, mbok." ucapnya dengan wajah tegang. Mbok Titi menghela nafas pendek, lalu menatap wajah Hana dengan waspada.

  Mbok Titi: "Jangan terlalu dekat dengan non Sari. Maaf kalau saya berkata lancang, nyonya." ucapnya dengan hati-hati.

  Hana: "Kenapa, mbok? Apakah ada sesuatu yang tidak baik dalam diri Sari?" tanyanya dengan heran.

  Mbok Titi: "Bukan begitu, nyonya. Saya hanya merasa jika non Sari itu wanita yang licik." ucapnya lagi. Mbok menatap wajah Hana dengan rasa takut, lalu melanjutkan perkataannya. "Maafkan saya, nyonya. Saya tidak ingin non Sari membuat nyonya terluka." ucapnya dengan pelan. Hana menatap wajah wanita setengah baya itu dengan tatapan tajam, dalam benaknya muncul berbagai macam pertanyaan tentang perkataan mbok Titi.

  Hana: "Terima kasih atas perhatian mbok. Saya akan berhati-hati." sahutnya. "Saya pergi dulu, ya, mbok." ucapnya.

  Mbok Titi: "Iya, nyonya." sahutnya. Suami mbok Titi yang bernama pak Anto menghampiri istrinya.

  Pak Anto: "Apa yang kamu ketahui tentang non Sari?" tanyanya dengan rasa penasaran. "Jangan membuat persahabatan nyonya dan non Sari berantakan." ucapnya dengan kesal.

  Mbok Titi: "Beberapa kali aku melihat non Sari tersenyum genit pada tuan. Aku pernah memergoki non Sari memegang tangan tuan saat nyonya tidak ada." ucapnya dengan kesal.

  Pak Anto: "Apakah kamu yakin? Kapan itu, bu?" tanyanya dengan rasa penasaran.

  Mbok Titi: "Minggu lalu, saat wanita itu berkunjung ke rumah ini." ucapnya dengan penuh keyakinan.

  Pak Anto: "Ini berbahaya, bu. Aku takut tuan jatuh cinta pada non Sari." ucapnya dengan cemas. "Non Sari itu cantik dan putih." ucapnya lagi dengan rasa kagum.

  Mbok Titi: "Nyonya jauh lebih cantik." ucapnya sambil menatap suaminya dalam-dalam. "Ingat pesan nyonya. Kamu harus menjemput den Kenzo pukul 11 siang." ucapnya dengan suara agak keras dan sedikit kesal. Mbok Titi kesal pada suaminya karena memuji kecantikan Sari, mbok Titi sangat menyayangi Hana seperti anak kandungnya sendiri karena Hana dan Aldo sangat baik pada mbok Titi dan pak Anto.

  Pak Anto: "Iya, bu. Aku ingat, kok." sahutnya dengan wajah cemberut. Pak Anto berlalu dari hadapan mbok Titi. Sementara itu, Hana telah berada di rumah Sari. Keduanya duduk berhadapan sambil berbincang-bincang, Sari selalu menanyakan tentang Aldo.

Sari: "Apakah tiap hari Aldo mengantar Kenzo?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Hana: "Tidak juga, Sari. Hanya sekali-kali saja, kok." sahutnya.

Sari: "Siapa yang menjemput Kenzo?" tanyanya lagi.

Hana: "Supir kami, pak Anto." sahutnya pelan.

Sari: "Aku sedang bingun, Han." ucapnya dengan wajah cemberut.

Hana: "Kenapa kamu bingun?" tanyanya dengan rasa penasaran. Sari menghela nafas pendek, lalu menatap wajah Hana dalam-dalam.

Sari: "Aku menyukai seorang pria, Han." ucapnya pelan.

Hana: "Itu bagus, dong." ucapnya dengan perasaan lega. "Apa yang membuatmu bingun?" tanyanya dengan heran.

Sari: "Pria yang aku cintai telah beristri." ucapnya sambil menatap wajah Hana dengan tatapan tajam. Hana tertegun, dia menatap Sari dalam-dalam. Seketika wajah Hana berubah menjadi tegang.

Hana: "Apa yang membuatmu menyukainya, Sari?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Sari: "Pria itu sangat baik terhadapku, Han. Dia selalu memahami keadaanku." ucapnya.

Hana: "Apakah pria itu juga menyukaimu?" tanyanya lagi.

Sari: "Iya, Han. Kami telah menjalin hubungan selama 5 bulan tanpa sepengetahuan istrinya." ucapnya dengan rasa bangga. Hana menghela nafas panjang, lalu perlahan menghembuskannya lagi.

Hana: "Maaf, Sari. Aku tak bisa memberimu saran. Tindakanmu dan pria itu adalah sebuah kesalahan." ucapnya dengan wajah murung.

Sari: "Kami saling mencintai, Han. Aku tak bisa hidup tanpanya." ucapnya dengan penuh perasaan. Hana kembali menghela nafas, kali ini nafasnya terasa berat seakan hatinya ikut sakit mendengar pernyataan Sari.

Hana: "Apakah pria itu akan menikahimu, Sari?" tanyanya dengan rasa penasaran.

Sari: "Iya, Han. Dia berjanji dalam waktu dekat kami akan menikah siri." ucapnya dengan penuh keyakinan.

Hana: "Artinya, pria itu tidak akan menceraikan istrinya." ucapnya pelan.

Sari: "Dia berjanji akan jujur pada istrinya suatu saat nanti." ucapnya.

Hana: "Apakah kamu yakin akan menikah dengannya, Sari?" tanyanya dengan penuh keraguan. Sari terdiam, dia menatap wajah sahabatnya dalam-dalam.

^^^************************************^^^

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!