Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18 Tingkahnya Kembali
Bukan hanya suaminya saja yang merawatnya dan ternyata karena Rakash ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan membuatnya benar-benar menyerahkan istrinya satu harian kepada ibunya.
Letisha tidak bisa bertingkah, jika sudah waktunya sarapan, maka dia harus sarapan dengan bubur yang dibuatkan Sulis, harus meminum obat dengan di tumbuk dan Letisha juga disiapkan air hangat oleh ibu mertuanya agar bisa mandi.
Mungkin banyak orang yang menginginkan Sulis sebagai ibu mertua mereka yang bisa memberi perhatian yang sangat berlebihan, tetapi Letisha justru merasa tersiksa dengan semua itu, karena bagaimana tidak jika dengan Rakash dia akan bisa membuat ulah dan sementara Ibu mertuanya tidak sama sekali.
Letisha tidak bisa menolak apapun, boro-boro ingin menjelekkan diri sendiri di depan Ibu mertuanya dan ternyata setelah menikah dia justru tidak mampu melakukan semua itu. Sikapnya yang jujur dan menggemaskan justru membuat Sulis sangat senang bisa merawat menantunya itu.
Sampai di sore hari ketika Rakash sudah pulang dari kantor dan juga Sulis harus kembali pulang ke Bogor.
"Terima kasih, Mama sudah meluangkan waktu sampai menginap di rumah ini untuk merawat Letisha," ucap Rakash.
"Kamu tidak perlu berterima kasih seperti itu, istri kamu sangat baik dan bahkan ketika dia sakit tidak terlalu merepotkan dan sangat menurut," ucap Sulis.
"Benarkah?" tanya Rakash sudah pasti tidak percaya dengan perkataan ibunya itu karena selama ini dia seperti merawat anak kecil.
"Benar! Mama yakin besok kondisinya sudah jauh lebih baik, jika besok Letisha belum membaik ada sebaiknya kamu jangan ke kantor dulu, kasihan jika harus ditinggal sendirian," ucap Sulis.
"Baiklah," sahut Rakash.
"Ya sudah kalau begitu Mama pulang dulu. Mama tadi sudah membuatkan makanan kesukaan Letisha dan begitu dia bangun kamu langsung panaskan makanannya," ucap Sulis memberi pesan kepada putranya itu membuat Rakash menganggukkan kepala.
Sulis tidak mengatakan apapun lagi dan langsung pergi. Rakash menghela nafas dengan menutup pintu kembali dan ternyata Letisha tidak tidur dan mengintip di balik tembok.
"Huhhhh, syukurlah akhirnya Mama pulang juga, aku akhirnya terbebas juga," ucapnya merasa begitu lega.
"Kamu sudah bangun!" tanya Rakash membuat Letisha kaget dengan melihat ke arah suaminya dan tidak tahu sejak kapan suaminya itu mengetahui keberadaannya.
"Hmmm, barusan saja," jawabnya.
"Bagaimana keadaan kamu apa sudah membaik?" tanya Rakash.
"Tidak! Aku masih begitu sakit," Letisha tiba-tiba saja semakin manja dengan mendekati Rakash dan bahkan menjatuhkan kepalanya di dada pria tersebut.
"Tubuhku masih lemas dan terasa begitu panas, jika terlalu lama berdiri maka aku bisa pingsan," ucapnya.
"Mungkin Mama belum jauh ada sebaiknya saya panggil saja," ucap Rakash.
"Hah!" Pekik Letisha berdiri tegak dengan wajah kaget menatap suaminya itu.
"Kamu ingin menyuruh Mama merawatku lagi?" tanya Letisha.
"Mama mengatakan kamu sangat penurut dan tidak merepotkan jika dirawat, saya pikir hanya Mama yang bisa merawat kamu," jawab Rakash.
"Isss!" Letisha tampak begitu kesal dan memukul manja dada suaminya itu.
"Kamu itu adalah suamiku dan bukan Mama, seharusnya jika aku sakit kamu yang merawatku bukan orang lain!" tegas Letisha dengan menekan suaranya.
"Menyebalkan!" umpat Letisha berlalu dari hadapan Rakash dengan memasuki kamarnya dan langkahnya terlihat begitu santai tidak sempoyongan dan mungkin saja memang benar kondisinya sudah jauh lebih membaik.
"Hah!" Rakash mendengus melihat kelakuan istrinya itu, bisa-bisanya hanya mengancam dengan menggunakan ibunya Letisha langsung takut.
***
Letisha berada di kamarnya dengan menggunakan baju tidur celana lengan panjang.
Rambutnya hanya diberikan jepit asal-asalan karena memang sangat berantakan, dia belum sempurna sembuh jadi belum sempat untuk sisiran, ciri-cirinya memang terlihat seperti wanita malas yang baru bangun tidur.
Tetapi masih memiliki waktu bercerita di telepon tersebut dan siapa lagi jika bukan Winona.
"Wau, jika dia merawat kamu dan bahkan sampai tidak ke kantor, itu artinya dia benar-benar tulus kepada kamu," ucap Winona.
"Tetapi dia justru menjualku kepada ibunya, aku sampai tidak bisa berkutik dan bahkan protes apapun, pria tua itu sepertinya sedang memberiku pelajaran," ucap Letisha curhat dengan temannya itu dengan ekspresinya sangat kesal.
"Letisha, kamu berhenti berpikiran buruk, biasanya ketulusan seorang pria itu bisa dilihat ketika wanitanya tidak berdaya, aku sangat yakin dia sepertinya juga menyukaimu," ucap Winona dan semua dugaan.
"Kamu yakin?" tanya Letisha tidak percaya dengan dugaan sahabatnya itu.
"Kamu coba saja tes dia dan aku yakin itu adalah cara seorang pria untuk menaklukkan hati wanitanya, awas aja sebentar lagi kamu dan dia akan menjalani hubungan romantis dan terlebih lagi hubungan bergairah di atas ranjang," ucap Winona.
"Issss, pikiranmu selalu saja menunju ke arah sana," sahut Letisha.
"Aku mengatakan apa yang sebenarnya," sahut Winona.
"Sudahlah, aku tutup dulu teleponnya," ucap Letisha mematikan telepon tersebut.
"Benarkah apa yang dikatakan Winona, terus bagaimana cara aku membuktikan," batin Letisha.
"Saat ini dia sedang di mana apa dia belum pulang? Apa dia sudah tidur?" tanya Letisha penasaran dengan keberadaan suaminya itu membuatnya langsung keluar dari kamar.
Letisha terlihat mencari-cari dan akhirnya menemukan bagaimana Rakash yang ternyata duduk di sofa dengan santai dengan laptop berada di atas meja yang sejajar dengan dadanya.
Letisha menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, kemudian langsung menghampiri Rakash dengan duduk di sebelahnya dan lihatlah bagaimana lancangnya Letisha meletakkan kedua kakinya di atas paha Rakash membuat Rakash melihat serius kearah istrinya itu.
"Turunkan!" titah Rakash.
"Tidak mau! kakiku masih terasa pegal," jawabnya.
"Aku bilang turunkan!" tegas Rakash.
"Isss pelit sekali!" Letisha dengan terpaksa menurunkan kakinya itu dan Rakash masih terlihat sibuk pada pekerjaannya.
"Kalau begini boleh tidak!" Letisha tidak henti-hentinya mengganggu suaminya yang saat ini memeluk lengan Rakash dan meletakkan kepalanya di bahu Rakash.
Letisha benar-benar sangat manja dan entahlah apakah dia sengaja melakukan hal itu.
"Aku masih kurang enak badan dan ingin mencari kenyamanan, masa iya seperti ini saja tidak boleh," ucap Letisha benar-benar memanjakan dirinya sendiri kepada suaminya.
"Kamu sedang lihat apa?" tanya Letisha akhirnya melihat layar komputer suaminya dan untung saja Rakash tidak terlalu bekerja serius dan hanya melihat beberapa desain perhiasan.
"Kamu juga memiliki Perusahaan dalam bidang desain?" tanya Letisha.
"Hmmmm," jawab Rakash dengan deheman.
"Sebentar lagi akan launching perhiasan terbaru, ini merupakan desain dari perancang yang bekerja sama dengan perusahaan, dia memberikan contoh kepadaku, tetapi saya belum menemukan di sana yang cocok dan sepertinya harus mengubah tema dalam, peresmian nanti," ucap Rakash.
"Desainnya terlihat biasa saja dan apa istimewanya," ucap Letisha.
"Kamu mengomentari desain orang lain dan belum tentu juga kamu bisa membuat seperti ini," ucap Rakash.
"Hey tuan jangan meragukanku, aku menyelesaikan kuliah sampai S2 dalam bidang desain dan sudah pasti perhiasan seperti itu sangat mudah bagiku," ucapnya menyombongkan diri membuat Rakash menoleh serius ke arah istrinya itu.
"Kamu tidak percaya aku bisa melakukan hal itu?" tanya Letisha.
"Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu gadis pemalas dan tidak memiliki hobi atau kegiatan apapun, jadi saya tidak tahu di mana letak kepercayaan saya jika kamu bisa melakukan hal itu," jawab Rakash.
"Itu namanya aku tidak ingin pamer," jawab Letisha dengan santai dan tetap saja Rakash tidak bisa percaya kepada istrinya karena istrinya bercanda atau serius menurutnya sama saja.
Bersambung....