NovelToon NovelToon
Elden Hyper Badboy

Elden Hyper Badboy

Status: tamat
Genre:CEO / Teen School/College / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Chicklit / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Felina Qwix

”Elden, jangan cium!” bentak Moza.
”Suruh sapa bantah aku, Sayang, mm?” sahut Elden dingin.
"ELDENNN!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Felina Qwix, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada apa?

Moza berteriak memohon untuk diturunkan, tapi kali ini tidak meronta. Elden pun membawanya pergi ke suatu tempat. Ada kolam ikan dan air mancur juga. Moza didudukkan di atas tempat memanjang yang berlapis kasur yang empuk.

"Kamu gak mau pulang?" tanya Moza membuka percakapan. Elden duduk di samping istrinya. "Gak, Sayang."

"Kamu marah ke aku? Aku kan udah minta maaf," sahut Moza dengan merasa sedih. Elden pun menoleh, menatap wajah Moza yang gugup, dan penuh dengan rasa canggung.

"Aku tau, aku gak marah,"

"Terus?"

Elden menatap Moza cukup lama. Lalu, menarik tangan mungil gadisnya, memeluk Moza dengan erat. "Aku cuma lagi nenangkan diri, jujur kata-kata Devano gak bisa aku maafkan."

Baru sekarang, Moza membalas pelukan Elden. "Iya, makasih."

Lantas, Elden melepaskan pelukannya sejenak. "Buat apa?"

"Kamu dah belain aku," jawab Moza. Keduanya saling tatap cukup lama, Elden pun tersenyum dan menyentuh bibir Moza dengan jari telunjuknya. "Ngapain makasih, aku suami kamu, udah sepantasnya aku jagain kamu, apalagi sampe belain kamu."

Moza terharu, gadis itu lantas mengalungkan tangannya di leher Elden. "Kalo gitu ayo pulang, aku belum makan." Balas Moza dengan sedikit manja, Elden pun terkekeh. Mengecup lembut bibir Moza sebentar. Lalu, menarik Moza. "Ayo kita pulang."

****

Sesampainya di rumah, ada Anera dan Jonathan tertegun dengan rumah baru Moza yang direnovasi oleh Elden.

"Mama!" Moza langsung mencium punggung tangan mama mertuanya, Elden pun juga memeluk papanya. Jonathan tersenyum. "Baru sekarang papa bisa meluk Elden pas datang dari luar negeri, Moza kamu pinter pegang suami kamu." Jelas Jonathan.

Moza mengangguk. "Papa sama mama udah tadi?"

"Baru aja, barengan sama kamu sama Elden, mama kamu ada?" tanya Anera. Moza mengangguk, menandakan mamanya memang ada di dalam rumahnya.

Mereka masuk ke dalam rumah, Susi pun menyambut Anera dengn pelukan yang erat. Keduanya benar-benar sangatlah dekat. Bukan hanya hubungan rekan kerja atau besan, bahkan lebih dari sodara. Sebenarnya Moza penasaran kenapa hubungan keduanya bisa sedekat itu?

Saat duduk bersama di meja.

Anera mulai membuka percakapan, tas mahalnya diletakkan di kursi didekat kursi dimana Jonathan duduk.

"Dulu, mama kamu ini yang buat kelahiran Elden berjalan dengan lancar, Moza," ucap Anera tiba-tiba. Elden yang duduk di samping Moza lantas bertanya dengan penasaran. "Kok bisa, Ma?"

"Waktu itu, di tempat mama pas kamu lahir bertepatan dengan salah satu tradisi sebuah kelompok dimana semua orang tidak diperbolehkan bekerja, rumah sakit tutup, bahkan semua fasilitas umum juga, toko pun juga, kamu lahir jam 5 pagi, dan yang membantu ibunya Moza, karena beliau rupanya tau ilmu kebidanan hanya saja tidak dilanjutkan karena biaya, beneran, Jeng?"

"Bener, Mbak." Sahut Susi.

Elden pun menghela napasnya berat. "Kok bisa dokter andalan pribadi papa sama kakek juga gak mau sih, Ma?"

"Dokter andalan papa dipake sama si siapa, Pah?"

"Supir mama kamu, Pak Parman. Istrinya juga melahirkan, jadi sudah dibooking ke sana,"

Mendengar nama Devano disebut, Elden jadi semakin kesal. Pria itu langsung diam tanpa sebab. Susi mama mertuanya, mengambilkan nasi dan daging kesukaannya.

"Loh, Elden kenapa? Gak mood ya?" tanya Anera.

Jonathan, suaminya menjawab. "Jelaslah, dia marah, kamu gak ingat gimana Parman?"

Anera menghela napasnya pelan. "Orang itu memang punya jasa atas papa, tapi dia juga ngambil keuntungan di atas itu."

Brak.

Elden berdiri dari meja makannya. Dia lantas memukul sendok ke atas meja makan, lalu pergi tanpa sebab. Moza menghela napasnya berat. "Bentar ya, Ma. Moza temanin Elden dulu," kata Moza. Gadis itu langsung menyusul Elden.

Saat tiba di kamar, Moza membuka pintunya. Tampak Elden menyandarkan dirinya di balkon. Dia bahkan merokok.

"El, kamu ngerokok?" tanya Moza.

"Maaf." Jawab Elden singkat.

Moza menghela napasnya lantas mengambil rokok di tangan Elden. Gadis itu segera membuang rokok tersebut. Elden hanya memicing menatapnya gelap. Sebenarnya Moza takut, tapi apa mau dikata? Dia sok memberanikan dirinya.

"Kamu udah janji ke aku, buat hidup sehat! Kamu lupa!" oceh Moza, matanya menatap nanar ke arah Elden. Pria itu hanya menyimak.

Lalu, tangannya menarik pinggul Moza. Tangannya melingkar di sana. "Dua hari berturut-turut, nilai aku lebih tinggi dari kamu, besok adalah hari terakhir, kenapa kamu gak bisa gantikan rokok aku dengan bibir kamu? Kenapa?" tanya Elden, suaranya terdengar keruh. Auranya gelap. Moza bergidik.

"Elden! Gimana bisa ak-"

Cup.

Ciuman itu menempel lembut di bibir Moza, Elden juga menggenggam kedua tangan Moza setelahnya, sembari memepetnya di dinding. Pria itu juga lancang mematikan lampu kamar dengan mudahnya.

Cklek.

Moza semakin gugup. Tapi, ada yang tak biasa dari Elden, saat keduanya berciuman air matanya Elden terjatuh, bahkan basah mengenai kulit Moza. Gadis itu sontak melepaskan pagutan suaminya, lalu memeluk Elden, bahkan menarik Elden untuk duduk di kursi. Pria itu meletakkan kepalanya di dada Moza. Dia menangis, serius menangis.

Moza hampir tidak percaya. Sosok Elden yang katanya kuat, yang katanya tangguh bisa menangis? Ada apa sebenarnya?

"El, cerita ke aku, ada apa?" tanya Moza, tangannya mengusap punggung belakang Elden dengan lembut.

Tapi, Elden tak menjawab, hanya ada isakan yang nyaris sangat pelan. Tak terdengar jika tidak serius mendengarkan.

"Sayang—agh—Elden, aku mohon cerita, ada apa?" Lagi, Moza mengulangi ucapannya. Elden pun menarik napasnya berat.

Dia mungkin saat ini bertatapan dengan Moza, tapi karena lampu mati, keadaan begitu gelap, jadi Moza tak bisa melihat detail bagaimana wajah Elden.

"El, bilang kenapa?"

Gukk.

Seekor anjing yang Moza adopsi menghampiri keduanya. Elden pun mengambil anjing itu. "Ada cerita kelam, yang aku simpan sendiri. Bahkan mama sama papa gak tahu," papar Elden. Pria itu meletakkan anjing Pomeranian yang Moza adopsi di kasur.

"A-apa? Kamu punya masalah sehebat itu? Kenapa kamu gak cerita ke mereka? Atau seenggaknya ke temen temen kamu? Kalian kan sahabat sejati," papar Moza.

Elden menarik napasnya lagi. Dia tampak keberatan berkata-kata. Tapi, akhirnya kembali menyahut. "Sayang, pria seperti apa aku ini di mata kamu?" tanyanya.

Moza duduk setengah berlutut di depan Elden. Seekor anjing Pomeranian itu juga duduk mendekat ke arah Elden, seolah mengerti apa yang keduanya bahas.

"Boleh aku jujur?" tanya Moza.

Elden pun menggenggam tangan Moza. "Boleh, aku mau dengar."

Moza kali ini tak keberatan. Dia juga menggenggam tangan Elden. "Kamu itu keras, kamu juga dingin, kamu bahkan bisa gak punya empati, terutama kalo menyangkut keluarga, Devano, ma-"

"Kamu. Itu yang paling buat aku gak bisa nahan," potong Elden cepat. Moza mengangguk lalu mengusap wajah Elden, tak disangka pria itu masih meneteskan air matanya.

"I-iya, aku mau bilang makasih soal itu. Dan-"

"Aku gak suka Devano. Siapapun dia, papanya bahkan semua keturunannya." Tegas Elden, karena penasaran Moza pun bertanya. "A-alasannya selain karena aku dan Om Parman, a-apa?"

1
Sugiyati Sugiyati
lanjutkan
Sugiyati Sugiyati
lanjutkan kak
Sugiyati Sugiyati
bagiin elden buat aku
Sugiyati Sugiyati
kereen
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
beneran tamat ini
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: /Good//Good/
total 2 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
diluar nurul 😂😂😂
Felina Qwix: kadang diluar Haikal kaak😭😭
total 1 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
jauh2 ke swiss nyari soto /Sob/
Felina Qwix: 🤭🤭🤭 maklum kak melokal sekali istrinya
total 1 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
just as I thought
Lukas Boulin: kok udah end sih 😍 padahal senagih itu
total 3 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
danke schön, Größevater 🤗
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: hehe 😁😁
total 4 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
jangan percayaaa
Felina Qwix: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣 kebohongan mutlak ya kak
total 1 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
uang adalah bahasa yg dipahami semua golongan
Felina Qwix: kenapa betul ya kak😭
total 1 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
sayang banget...
untung joinan 😁
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
cepet banget tuh kabar nyebar
baru juga dorr
burungnya habis minum nitro kali 🤣🤣🤣
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
biar ngirit apa gimana /Smirk/
Felina Qwix: astaga🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
jangan ganggu lagi, ya /Pooh-pooh/
Lukas Boulin
😲 namanya lucu kak
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
ronde apa nih 😆😆
Felina Qwix: ronde tinju kak🤭
total 1 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
💃🏼💃🏼💃🏼😆😆😆
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: latihan dansa yuhuu gantiin moza
total 2 replies
Reenuctee 🐈‍⬛🐱
seperti tango 🤭 renyah di luar garing & lembut di dalam 😸
Reenuctee 🐈‍⬛🐱: hihihi 😸😸😸
total 2 replies
Lukas Boulin
spill diarynya pis tipis dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!