NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Mengkisahkan seorang wanita yang bernama Aulia Az-Zahra yang hidup dalam dunia penuh intrik, pengkhianatan, dan tipu daya orang-orang terdekatnya, dari suami yang berkhianat hingga keluarga yang ikut campur, ia belajar bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja.


Dengan keberanian dan prinsip, Zahra memutuskan untuk membalas dengan bismillah, bukan dengan dendam, tapi dengan strategi, keteguhan, dan kejujuran...


Akan kah Zahra bisa membalaskan sakit hati nya? dan apakah Zahra juga bisa menemukan kebahagiaannya setelah ini?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar juga ya besty!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Bu Ratna Ditangkap Polisi

Telepon di rumah Bu Wati berdering keras pada pagi hari, ia baru saja selesai membereskan dapur ketika layar ponselnya menunjukkan nomor tak dikenal..

Hatinya mendadak tidak tenang, seolah firasat buruk datang tanpa aba-aba..!

“Selamat pagi, apakah benar dengan Ibu Wati?” suara pria di seberang terdengar tegas dan formal.

“Ya, saya sendiri, dengan siapa ini?” jawab Bu Wati sambil menggenggam ponsel lebih erat.

“Saya AKP Rendra dari kepolisian, kami menghubungi Ibu terkait perkembangan kasus kebakaran rumah ibu beberapa waktu lalu.”

Tubuh Bu Wati seketika menegang, kasus itu selalu menjadi luka terbuka bagi keluarga mereka, terutama bagi Zahra..

"Ada perkembangan apa, Pak?” tanyanya dengan suara bergetar, berusaha tetap tenang.

“Kami sudah menemukan tempat persembunyian pelaku utama pembakaran rumah Ibu..

Perempuan bernama Siti, beserta suaminya, keduanya sudah kami tangkap.”

Bu Wati terdiam, nafasnya terasa berat, tangannya sampai harus berpegangan pada meja agar tidak jatuh..

“Ditangkap…? Benarkah?” ucapnya lirih.

"Benar, Bu, saat ini mereka sudah berada di tahanan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.”

Bu Wati menutup mata sesaat, air mata menetes tanpa bisa ia tahan, selama ini mereka hanya bisa menebak-nebak, menduga-duga, dan menunggu tanpa kepastian, kini pelakunya benar-benar tertangkap..

"Namun masih ada hal penting lain yang perlu kami sampaikan,” lanjut AKP Rendra dengan nada lebih serius.

Bu Wati membuka mata.

“Apa itu, Pak?”

“Awalnya Siti dan suaminya menolak memberikan keterangan, mereka bungkam dan hanya mengakui sebagai pelaku pembakaran... Tetapi setelah kami desak selama beberapa hari, akhirnya mereka mengakui siapa yang menyuruh mereka.”

Jantung Bu Wati berdegup kencang. “Siapa?” tanyanya hampir berbisik.

“Bu Ratna! Apakah ibu mengenalinya" jawab AKP Rendra

Nama itu membuat Bu Wati terdiam lama, pikirannya kosong, ia seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar..

“Apakah Ibu masih mendengar saya?” tanya polisi itu.

“Y-ya… saya mendengar,” jawab Bu Wati dengan suara yang hampir hilang.

“Menurut pengakuan mereka, Bu Ratna memberikan perintah langsung, tujuannya untuk menghancurkan Zahra sepenuhnya, pembakaran rumah itu direncanakan, bukan kecelakaan.”

Air mata Bu Wati kembali mengalir, ia tahu hubungan Bu Ratna dan Zahra tidak pernah baik, tetapi ia tidak pernah menyangka kebencian itu akan berujung pada kematian suaminya..!!

"Ayahnya Zahra… meninggal karena itu,” ucap Bu Wati dengan suara patah.

“Kami memahami itu, Bu, dan karena pengakuan tersebut, kami sudah menyiapkan surat penangkapan untuk Bu Ratna.”

Bu Wati terduduk, tangannya gemetar hebat, ia tidak bisa berkata-kata lagi.

"Kami akan segera melakukan penjemputan, kami hanya ingin menginformasikan hal ini terlebih dahulu kepada pihak keluarga korban,” lanjut AKP Rendra.

"Terima kasih, Pak! Terima kasih sudah menghubungi saya.” ucap Bu Wati pelan

Telepon ditutup. Bu Wati masih diam di tempatnya, ia menatap kosong ke arah dinding..

Beberapa menit berlalu sebelum akhirnya ia berdiri dan berjalan menuju kamar Zahra.

Zahra sedang duduk di tepi tempat tidur, melihat ibunya masuk, terlihat wajah ibunya sangat pucat dan matanya sembab karena habis menangis..!

"Ibu kenapa? Kenapa ibu terlihat pucat dan habis menangis? Apakah ibu sedang sakit?" Tanya Zahra khawatir

"Ibu tidak apa-apa nak dan ada yang mau ibu sampaikan kepada mu nak, kamu harus janji, kamu harus kuat dengar kabar ini" ucap Bu Wati

Zahra langsung berdiri.

“Ada apa sebenarnya Bu?”

Bu Wati menarik napas dalam.

“Polisi baru saja menelepon, pelaku pembakaran rumah sudah ditangkap.”

Mata Zahra membesar.

“Siapa, Bu?”

"Namanya Siti, dia dan suaminya terlibat" jawab Bu Wati

Zahra mengepalkan tangan.

“Akhirnya kamu tertangkap juga, Zahra ingin dia di hukum seberat-beratnya Bu" ucap Zahra

“Tapi itu belum semuanya,” lanjut Bu Wati dengan hati-hati..

“Setelah didesak, mereka mengaku siapa yang menyuruh.” ucap Bu Wati lagi sambil menarik nafas panjang

Zahra menelan ludah.

“Siapa?”

“Bu Ratna.” jawab Bu Wati

Dunia Zahra seakan runtuh seketika, dadanya terasa sesak, nafasnya tersengal..!

“Apa? Dia lagi" ucap Zahra geram

"Iya,” jawab Bu Wati lirih.

Zahra tertawa kecil, tawa yang terdengar pahit dan penuh amarah.

"Jadi benar, semua ini bukan kebetulan.”

Ia berjalan mondar-mandir di kamar, tangannya gemetar, air mata jatuh bercampur amarah..

“Dia bukan cuma ingin menghancurkan hidupku tapi dia sudah membunuh ayah ku" ucap Zahra dengan suara bergetar..

Bu Wati memeluk Zahra.

“Sabar, Nak… dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal"

"Tidak, Bu!” Zahra mendorong pelan pelukan dari ibunya

“Bapak meninggal karena perbuatan keji mereka! Bapak yang selalu melindungi ku, Bapak yang tidak pernah menyakiti siapa pun, tetapi mereka telah merenggut bapak dari kita, itu semua karena mereka" lanjut Zahra dengan amarah yang bergejolak di hatinya..

Zahra mengusap wajahnya kasar.

“Dan mereka melakukannya dengan sengaja.”

"Polisi sudah menyiapkan surat penangkapan, mereka akan menangkap Bu Ratna." Ucap Bu Wati

Zahra mengangguk tegas.

"Itu harus, tidak boleh ditunda lagi"

Ia menatap ibunya dengan mata penuh api. “Aku mau Bu Ratna ditangkap sekarang juga, aku mau dia dihukum seberat-beratnya.”

Bu Wati menghela napas panjang.

“Semua akan diproses sesuai hukum, Zahra.”

“Aku tidak peduli siapa dia, statusnya apa, yang Zahra mau dia harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya" ucap Zahra

Surat penangkapan Bu Ratna pun resmi diterbitkan..

Saat polisi mendatangi rumah Bu Ratna, ia tampak terkejut melihat beberapa petugas berseragam berdiri di depan pintu..

"Ada apa ini?” tanyanya dengan nada tinggi.

"Bu Ratna, kami dari kepolisian,” kata salah satu petugas.

“Kami memiliki surat penangkapan atas dugaan keterlibatan Anda dalam kasus pembakaran rumah yang menewaskan satu orang.” lanjut petugas tersebut

Wajah Bu Ratna memucat.

“Kalian salah orang.”

"Kami memiliki bukti dan pengakuan langsung dari pelaku,” jawab petugas itu tegas.

Bu Ratna terdiam, tubuhnya gemetar saat borgol dipasang di tangannya..

Para tetangga yang melihat itu semua bergunjing tentang Bu Ratna

Kabar penangkapan itu segera sampai ke telinga Zahra..

“Benar sudah ditangkap?" tanya Zahra kepada ibunya

“Iya, polisi sudah membawanya, tadi polisi menelpon ibu” jawab Bu Wati

Zahra duduk terdiam, air matanya jatuh perlahan, bukan air mata lega, melainkan air mata duka yang belum sembuh..

"Bapak… Pelakunya sudah ditangkap.” ucapnya lirih

Ia mengangkat kepala, wajahnya tegas meski masih basah oleh air mata..

“Aku tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan hukuman yang setimpal,” ucap Zahra penuh tekad...

"Tidak ada yang bisa mengembalikan bapak, tapi keadilan harus ditegakkan.” ucapnya lagi

Bu Wati menggenggam tangan Zahra.

"Kita harus tegakan keadilan demi bapak mu nak dan sekarang kamu bisa tenang pak, dalang di balik ini semua telah tertangkap"

Zahra mengangguk.

“Iya Bu, kita tidak akan mundur, ini bukan hanya tentang aku, ini tentang bapak, tentang nyawa yang direnggut dengan sengaja.”

Di dalam hatinya, Zahra berjanji, ia akan menghadapi semuanya... Ia tidak akan membiarkan kejahatan itu berlalu tanpa hukuman.

1
Anonymous
sebaiknya cepat dimasukkan ke rumah sakit hewan
Anonymous
akhirnya sidang yang berlarut larut berakhir juga
Anonymous
dan ternyata ego+cemburu mu menutup mata mu dan kembali ke ketek emak ya genta..
Anonymous
segera berakhir ya sidang nya
Queen_Fisya08: ya kak gak lama lagi dan Bu Ratna pun akan kena batunya 🙏
total 1 replies
Umi Asijah
lanjut
rian Away
SEMUA NYA AKAN BERHENTI KETIKA KAU MENGHILANG TUA BANGKA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!